• Tidak ada hasil yang ditemukan

Data Analisis Faktor Kaufman

Berdasarkan Analisis Faktor Kaufman diperoleh hasil untuk

masing-masing subjek. Grafik-grafik di bawah ini menunjukkan angka-angka yang

sudah disetarakan. Kesetaraannya berdasarkan jumlah tiap Factor Score

yang dibagi dengan jumlah subtes tiap faktornya (mean). Hal ini dilakukan

karena jumlah subtes dari faktor Freedom from Distractibility berbeda dengan kedua faktor lainnya. Grafiknya adalah sebagai berikut:

a. Subjek 1

Grafik untuk Subjek 1 menunjukkan bahwa faktor Perceptual Organisation menempati urutan tertinggi. Berturut-turut, dilanjutkan dengan faktor Freedom from Distractibility lalu Verbal Comprehension. Hal ini mengindikasikan bahwa Subjek 1 memiliki kemampuan yang lebih baik

dalam melakukan kontak non-verbal dengan lingkungan, kontruksi spasial

dan bekerja dalam situasi konkrit daripada kemampuan dalam fungsi

bahasanya. Kondisi ini terkait dengan context blindness yang mempengaruhi masalah sensori dan gangguan komunikasi pada Subjek 1

yang membuatnya lebih melihat detil dalam melakukan kegiatan yang

berfokus pada performansi dan kurang mampu menggunakan konteks

76

b. Subjek 2

Grafik Subjek 2 menunjukkan perbedaan angka yang tipis untuk tiap

faktornya. Meski begitu, tampak bahwa faktor Perceptual Organisation

sebagai peringkat pertama. Selanjutnya, diikuti oleh faktor Freedom from Distractibility dan yang terendah adalah Verbal Comprehension. Hal tersebut menggambarkan bahwa Subjek 2 lebih memiliki kemampuan

dalam melakukan kontak non-verbal dengan lingkungan, kontruksi spasial

dan bekerja dalam situasi konkrit daripada kemampuan dalam fungsi

bahasanya. Kondisi ini terkait dengan context blindness yang mempengaruhi masalah sensori dan gangguan komunikasi pada Subjek 2

yang membuatnya lebih melihat detil dalam melakukan kegiatan yang

berfokus pada performansi dan kurang mampu menggunakan konteks

c. Subjek 3

Hasil Subjek 3 ditunjukkan dengan grafik yang naik pada faktor

Perceptual Organisation dan titik terendahnya pada faktor Verbal Comprehension. Hal tersebut menggambarkan bahwa Subjek 3 lebih memiliki kemampuan dalam melakukan kontak non-verbal dengan

lingkungan, kontruksi spasial dan bekerja dalam situasi konkrit daripada

kemampuan dalam fungsi bahasanya. Kondisi ini terkait dengan context blindness yang mempengaruhi masalah sensori dan gangguan komunikasi pada Subjek 3 yang membuatnya lebih melihat detil dalam melakukan

kegiatan yang berfokus pada performansi dan kurang mampu

78

d. Subjek 4

Grafik Subjek 4 tampak membentuk sudut yang tajam dengan faktor

Perceptual Organisation sebagai posisi puncaknya. Sedangkan, kedua faktor lainnya memiliki mean yang hampir sama. Namun, faktor Freedom from Distractibility memiliki mean terendah. Hal tersebut menggambarkan bahwa Subjek 4 lebih memiliki kemampuan dalam melakukan kontak

non-verbal dengan lingkungan, kontruksi spasial dan bekerja dalam situasi

konkrit daripada kemampuan untuk memiliki atensi dan konsentrasi pada

tugas tanpa terpengaruh oleh sekitarnya.

Kondisi ini terkait dengan context blindness yang mempengaruhi masalah sensori. Subjek 4 lebih mampu dalam melihat detil dalam

melakukan kegiatan yang berfokus pada performansi, seperti pada

konstruksi visual spasial. Di sisi lain, kurangnya kepekaan kontekstual

berpengaruh pada kurangnya perhatian selektif. Hal ini berarti Subjek 4

mengalami kesulitan dalam membedakan sesuatu yang penting untuk

e. Subjek 5

Sesuai dengan grafik, Subjek 5 menunjukkan mean tertingginya pada

faktor Perceptual Organisation dan mean terendah pada Verbal Comprehension. Hal itu mengindikasikan bahwa Subjek 5 lebih memiliki kemampuan dalam melakukan kontak non-verbal dengan lingkungan,

kontruksi spasial dan bekerja dalam situasi konkrit daripada kemampuan

dalam fungsi bahasanya. Kondisi ini terkait dengan context blindness yang mempengaruhi masalah sensori dan gangguan komunikasi pada Subjek 5

yang membuatnya lebih melihat detil dalam melakukan kegiatan yang

berfokus pada performansi dan kurang mampu menggunakan konteks

80

f. Subjek 6

Subjek 6 memberikan hasil mean yang kecil dan perbedaan yang tipis

bagi tiap faktornya. Namun, secara garis besar grafik menunjukkan faktor

Perceptual Organisation sebagai nilai faktor tertinggi dan Verbal Comprehension sebagai yang terendah. Hal tersebut menggambarkan bahwa Subjek 6 lebih memiliki kemampuan dalam melakukan kontak

non-verbal dengan lingkungan, kontruksi spasial dan bekerja dalam situasi

konkrit daripada kemampuan dalam fungsi bahasanya. Kondisi ini terkait

dengan context blindness yang mempengaruhi masalah sensori dan gangguan komunikasi pada Subjek 6 yang membuatnya lebih melihat detil

dalam melakukan kegiatan yang berfokus pada performansi dan kurang

mampu menggunakan konteks dalam pengartian kata serta percakapan

g. Subjek 7

Berdasarkan grafik pada Subjek 7 tampak bahwa faktor Perceptual Organisation berada pada skor tertinggi. Sementara lainnya berada pada posisi yang hampir sama, namun tampak faktor Freedom from Distractibility

memiliki mean terendah. Hal tersebut menggambarkan bahwa Subjek 7

lebih memiliki kemampuan dalam melakukan kontak non-verbal dengan

lingkungan, kontruksi spasial dan bekerja dalam situasi konkrit daripada

kemampuan untuk memiliki atensi dan konsentrasi pada tugas tanpa

terpengaruh oleh sekitarnya.

Kondisi ini terkait dengan context blindness yang mempengaruhi masalah sensori. Subjek 7 lebih mampu dalam melihat detil dalam

melakukan kegiatan yang berfokus pada performansi, seperti pada

konstruksi visual spasial. Di sisi lain, kurangnya kepekaan kontekstual

berpengaruh pada kurangnya perhatian selektif. Hal ini berarti Subjek 7

mengalami kesulitan dalam membedakan sesuatu yang seharusnya

82

h. Subjek 8

Grafik untuk Subjek 8 menunjukkan bahwa faktor Perceptual Organisation lebih unggul daripada faktor-faktor lainnya, terutama pada

Freedom from Distractibility. Hal tersebut menggambarkan bahwa Subjek 8 lebih memiliki kemampuan dalam melakukan kontak non-verbal dengan

lingkungan, kontruksi spasial dan bekerja dalam situasi konkrit daripada

kemampuan untuk memiliki atensi dan konsentrasi pada tugas tanpa

terpengaruh oleh sekitarnya. Kondisi ini terkait dengan context blindness

yang mempengaruhi masalah sensori. Subjek 8 lebih mampu dalam melihat

detil dalam melakukan kegiatan yang berfokus pada performansi, seperti

pada konstruksi visual spasial. Di sisi lain, kurangnya kepekaan kontekstual

berpengaruh pada kurangnya perhatian selektif. Hal ini berarti Subjek 8

mengalami kesulitan dalam membedakan sesuatu yang seharusnya

i. Subjek 9

Bagi Subjek 9, grafik tertinggi pada faktor Perceptual Organisation dan terendah pada faktor Freedom from Distractibility. Hal tersebut mengindikasikan bahwa Subjek 9 lebih memiliki kemampuan dalam

melakukan kontak non-verbal dengan lingkungan, kontruksi spasial dan

bekerja dalam situasi konkrit daripada kemampuan untuk memiliki atensi

dan konsentrasi pada tugas tanpa terpengaruh oleh sekitarnya. Kondisi ini

terkait dengan context blindness yang mempengaruhi masalah sensori. Subjek 9 lebih mampu dalam melihat detil dalam melakukan kegiatan yang

berfokus pada performansi, seperti pada konstruksi visual spasial. Di sisi

lain, kurangnya kepekaan kontekstual berpengaruh pada kurangnya

perhatian selektif. Hal ini berarti Subjek 9 mengalami kesulitan dalam

membedakan sesuatu yang seharusnya diperhatikan.

84

Tabel 4.5 Hasil Analisis Faktor Kaufman

Subjek Faktor Kaufman 1 2 3 4 5 6 7 8 9 1 Verbal Comprehension a Perbendaharaan Kata 3 3 0 0 0 0 0 5 6 b Informasi 9 7 6 5 3 1 4 10 5 c Pengertian 4 4 2 1 2 0 2 5 3 d Persamaan 14 15 5 7 3 7 4 13 11 e Hitungan 8 10 4 1 3 1 3 5 4 Mean 7,6 7,8 3,4 2,8 2,2 1,8 2,6 7,6 5,8 2 Perceptual Organisation a Rancangan Balok 15 16 11 16 19 4 13 17 12 b Merakit Objek 14 11 8 13 11 2 9 7 7 c Melengkapi Gambar 12 2 6 14 8 0 2 8 8 d Mengatur Gambar 12 8 3 5 4 4 5 5 5 e Mazes 10 10 13 7 6 6 12 10 6 Mean 12,6 9,4 8,2 11 9,6 3,2 8,2 9,4 7,6

3 Freedom from Distractability

a Hitungan 8 10 4 1 3 1 3 5 4

b Rentangan Angka 8 8 8 1 1 1 0 9 4

c Informasi 9 7 6 5 3 1 4 10 5

d Simbol 9 9 8 3 3 7 3 6 3

Mean 8,5 8,5 6,5 2,5 2,5 2,5 2,5 7,5 4

Lebih daripada itu, didapatkan juga hasil rata-rata dari mean tiap faktor dari

para subjek seperti tampak pada grafik di bawah ini.

Setelah dihitung rata-rata dari jumlah mean seluruh subjek diperoleh

Perceptual Organisation menempati peringkat pertama. Hal ini dikarenakan faktor Perceptual Organisation selalu menjadi nilai tertinggi bagi semua subjek. Selain itu, secara keseluruhan, tampak bahwa faktor Freedom from Distractibility dan Verbal Comprehension berturut-turut menempati urutan selanjutnya atau memiliki nilai-nilai yang rendah dengan perbedaan angka

yang sangat tipis. Maka, secara besar tampak bahwa faktor Perceptual Organisation>Verbal Comprehension. Faktor Perceptual Organisation

mengukur variabel yang umum pada subtes skala performance, sedangkan faktor Verbal Comprehension mengukur variabel yang umum pada subtes skala verbal. Hal ini berarti sebagian besar subjek dalam penelitian ini

memiliki kemampuan yang lebih baik dalam melakukan kontak non-verbal

dengan lingkungan, integrasi visual-motorik, konstruksi spasial dan bekerja

dalam situasi konkrit dan memiliki hambatan dalam fungsi bahasanya. Hasil

tersebut dipengaruhi oleh masalah sensori, kurangnya fleksibilitas serta

gangguan komunikasi dan interaksi sosial.

Dokumen terkait