• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB III. METODE DAN RENCANA PENELITIAN

E. Data dan Cara Pengumpulannya

54

b) Menilai kemampuan guru dalam menerapkan RPPH yang sebelumnya telah disusun bersama peneliti.

c) Mengamati proses peserta didik B2 TK Faqih Hasyim dalam melaksanakan kegiatan montase.

4) Refleksi

Pada tahap refleksi ini dilakukan mulai dari siklus pertama hingga siklus terakhir, dengan kegiatan menilai aktifitas peserta didik dalam melaksanakan kegiatan montase, dan hasil pembelajaran peserta didik. Hasil observasi tersebut akan dianalisa seberapa tingkat keberhasilan dan kekurangan dalam proses pembelajaran, setelahnya barulah peneliti dan guru dapat membuat kesimpulan.

E. Data dan Cara Pengumpulannya 1. Sumber Data

a. Peserta didik

Sumber data yang diperoleh dari peserta didik adalah untuk memperoleh data peserta didik mengenai seberapa peningkatan aspek perkembangan motorik halus (koordinasi gerak mata dan tangan) melalui kegiatan montase di kelas B2 TK Faqih Hasyim Siwalanpanji, Sidoarjo.

55

b. Guru

Peneliti mengamati guru dalam menyampaikan materi, proses pembelajaran, dan teknik kegiatan montase di kelas B2 TK Faqih Hasyim Siwalanpanji, Sidoarjo.

c. Data kuantitatif

1) Materi yang disampaikan pada saat penelitian tindakan kelas sesuai dengan tema pembelajaraan taman kanak-kanak.

2) Media pembelajaran terutama dalam kegiatan montase yang digunakan dalam penelitian.

3) Aktivitas anak berupa lembar observasi kegiatan anak.

4) Aktivitas guru berupa lembar observasi guru dalam proses pembelajaran.

d. Data kualitatif

1) Nilai rata-rata peserta didik.

2) Ketuntasan keterampilan motorik halus pada koordinasi gerak mata dan tangan anak melalui kegiatan montase.

2. Cara Pengumpulannya

Dalam pengumpulan data penelitian tindakan kelas ini, teknik yang akan digunakan oleh peneliti sebagai berikut.

a. Observasi

Upaya pengamatan yang dilakukan peneliti untuk memusatkan pada proses kegiatan pembelajaran dalam pengumpulan data yang

56

berkenaan dengan pelaksanaan tindakan disebut dengan observasi.52 Atau dengan kata lain observasi merupakan sebuah teknik yang dilakukan peneliti dengan cara melakukan pengamatan secara terencana dan teliti dengan melakukan pencatatan secara sistematis sampai mendapatkan data serta informasi yang diinginkan.53Sehingga segala sesuatu yang terjadi selama proses pelaksanaan tindakan tidak luput dari pengamatan dan mendokumentasikannya.

Peneliti sebagai observer atau seorang pemantau dalam melaksanakn tugasnya dibantu dengan instrumen observasi. Instrumen yang digunakan penelitu dalam observasi adalah lembar observasi (lembar pengamatan aktifitas peserta didik dan guru) dan camera. Observasi dilakukan saat proses pembelajaran di kelas dan dilakukan sebelum diberi tindakan serta selama diberi tindakan dalam bentuk siklus-siklus.

b. Dokumentasi

Kata dokumentasi berasal dari “dokumen” berarti surat tertulis

atau tercetak yang dapat dipakai sebagi bukti tau keterangan. Dokumen dapat diartikan pula sebagai hasil rekaman yang dapat memberikan informasi mengenai suatu hal.54 Sedangkan dalam pendokumentasian penelitian tindakan kelas ini memuat benda-benda tertulis seperti, lembar kerja siswa, perangkat pembelajaran (RPPH),

52

Epon Ningrum, Penelitian Tindakan Kelas..., 89.

53Wina Sanjaya, Penelitian Tindakan Kelas (Jakarta: Kencana, 2013), 86.

54Nunus Supardi, Pedoman Teknis Fotografi Benda Cagar Budaya (Jakarta: Direktorat Jenderal

57

buku, dan lain sebagainya.55Dan juga dokumen tidah hanya berwujud dalam bentuk tulisan saja, melainkan dapat berupa benda-benda peninggalan, seperti symbol, gambar, dan lain sebagainya.

Dokumentasi penelitian ini dilaksanakan pada saat observasi dan proses tindakan dilakukan. Hal tersebut dipilih oleh peneliti untuk menunjang keabsahan data. Data dari dokumentasi ini berupa kumpulan foto selama proses tindakan berlangsung dan data yang tertulis yakni RPPH dan lembar penilaian.

3. Analisis Data

Saat penyusunan instrumen dilakukan maka harus sudah diprediksikan tentang bagaimana cara menganalisis datanya. Pengertian dari analisis data merupakan suatu proses mencari serta menyusun data secara sistematis yang diperoleh dari hasil observasi dan dokumentasi.56 Analisis data diwakili pada tahap refleksi putaran penelitian tindakan kelas. Karena dengan melaksanakan refleksi peneliti akan mempunyai wawasan autentik yang dapat membantu untuk menafsirkan data yang dimiliki.

Sehingga dalam menganalisis data yang kompleks peneliti menggunakan teknik analisis data kualitatif. Dimana peneliti memilih teknik analisis interaktif yang dikembangkan oleh Miles dan Huberman. Di dalam analisis interaktif terdapat tiga komponen yang saling berkaitan satu sama lain, diantaranya yaitu:

55Suharsimi Arikunto, Prosedur Penelitian Suatu Pendekatan dan Praktek (Jakarta: Rineka Cipta,

2006), 146,

58

a. Reduksi data

Reduksi data ialah suatu proses menyeleksi, menentukan fokus, menyederhanakan, meringkas, serta mengubah bentuk data mentah yang ada dalam catatan lapangan. Dalam tahap ini dilakukannya penajaman, pemfokusan, penyisihan data, dan menatanya sedemikian rupa sehingga mendapatkan kesimpulan akhir yang dapat ditarik serta diverifikasi.

b. Paparan data

Paparan data merupakan penjabaran dari sebuah data yang sedemikian rupa selanjutnya dipahami sampai mendapatkan data yang jelas, dengan cara melakukan pengoreksian data yang dikoreksi secara berurutan serta difokuskan terhadap aspek motorik halus anak terutama pada koordinasi mata dan tangan.

Data tersebut dapat berupa data angka atau narasi yang diikuti dengan matriks, grafik atau diagram. Sehingga penjabaran datanya sistematis dan interaktif akan memudahkan pemahaman terhadap apa saja yang telah terjadi serta akan memudahkan penarikan kesimpulan atau menentukan tindakan yang akan dilakukan selanjutnya.

c. Penarikan kesimpulan

Penarikan kesimpulan merupakan suatu upaya memberikan penilaian berdasarkan paparan data yang telah dilakukan seperti penyajian data dalam penelitian kualitatif. Penarikan kesimpulan mengenai peningkatan dilakukan secara bertahap mulai dari

59

kesimpulan sementara yang akan ditarik pada akhir siklus satu ke kesimpulan akhir siklus dua dan kesimpulan terakhir pada siklus terakhir. Kesimpulan pertama sampai dari yang terakhir saling terkait dan kesimpulan pertama sebagai pijakannya.57

Analisis data akan dilakukan oleh peneliti selama proses pelaksanaan tindakan yang dikemas dalam sebuah rangkaian siklus. Sehingga data kualitatif dalam penelitian ini berfungsi sebagaianalisa keberhasilan dan prosentase ketuntasan belajar peserta didik setelah proses pembelajaran. Penilaian dilakukan di setiap siklus dan juga akan melakukan evaluasi di akhir siklus.

Analisis yang dihitung menggunakan statistik sederhana yakni penilaian hasil belajara peserta didik dari hasil praktik kegiatan montase. Penilaian dihitung untuk mencari rata-rata yang diperoleh peserta didik dan nilai rata tersebut yang akan digunakan oleh peneliti. Nilai rata-rata berupa skor yang didapat dari pengumpulan data yang bersifat kuantitas.58

a. Rumus penilaian tes peserta didik

Nilai = Skor yang diperolehSkor maksimal x 100

Selanjutnya skor penilaian yang telah diperoleh akan diklasifikasikan ke dalam bentuk sebuah predikat yang mempunyai skala kriteria sebagai berikut.

57

Kunandar, Langkah Mudah Penelitian Tindakan Kelas Sebagai Pengembangan Profesi Guru (Jakarta: Rajagrafindo Persada, 2013), 102-103.

58Purwanto Ngalim, Prinsip-prinsip dan Teknik Evaluasi Pengajaran (Jakarta: Remaja

60

Tabel 3.1

Kriteria Nilai Peserta Didik

Penilaian Nilai Kriteria

76-100 BSB Berkembang Sangat Baik

51-75 BSH Berkembang Sesuai Harapan

26-50 MB Mulai Berkembang

0-25 BB Belum Berkembang

Setelah nilai peserta didik didapatkan, peneliti menjumlahkan perolehan nilai peserta didik dan selanjutnya dibagi dengan jumlah peserta didik di kelas tersebut sehingga memperoleh nilai rata-rata. Adapun untuk mencari nilai rata-rata peserta didik sebagai berikut. b. Rumus penilaian rata-rata nilai peserta didik

Nilai Rata − rata = Jumlah semua nilai peserta didikJumlah Peserta didik yang hadir

Kemudian nilai rata-rata yang diperoleh akan diklasifikasikan dalam skala kriteria sebagai berikut.

Tabel 3.2

Kriteria Nilai Rata-rata Peserta Didik

Penilaian Nilai Kriteria

76-100 BSB Berkembang Sangat Baik

51-75 BSH Berkembang Sesuai Harapan

26-50 MB Mulai Berkembang

0-25 BB Belum Berkembang

Sedangkan untuk mengetahui penilaian ketuntasan belajar berdasarkan proses kegiatan pembelajaran. Seorang peserta didik dalam penelitian ini dikatakan berhasil apabila prosentase ketuntasan hasil belajarnya mendapat nilai 75% atau lebih dari nilai tersebut.

61

Berikut cara memperoleh persentase ketuntasan belajar peserta didik, sebagai berikut.

c. Rumus ketuntasan belajar siswa

Nilai persentase = × 100%

Hasil yang sudah di dapat dari penilaian tersebut akan dikualifikasikan dalam skala kriteria sebagai berikut.

Tabel 3.3

Kriteria Persentase Ketuntasan Hasil Belajar Peserta Didik Prosentase

Nilai Nilai Kriteria Keterangan

76-100 % BSB Berkembang Sangat Baik Tuntas 51-75 % BSH Berkembang Sesuai Harapan Tuntas 26-50 % MB Mulai Berkembang Belum Tuntas

0-25 % BB Belum Berkembang Belum Tuntas

Dokumen terkait