HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
A. Hasil Penelitian
1) Data dan Analisis Data Observasi Aktivitas Siswa
Pada siklus I ini, data proses pembelajaran diperoleh dari hasil observasi, terhadap aktivitas siswa selama proses pembelajaran berlangsung. Kegiatan observasi dilakukan dengan menggunakan format observasi siswa yang telah disediakan sebelumnya. Gambaran aktivitas siswa pada siklus I diuraikan seperti berikut ini:
Tabel 4.1. Aktivitas Siswa pada Siklus I
No. Kegiatan pembelajaran
Persentase Keaktifan % Jumlah % Aktif % Kurang aktif % Tidak aktif % 1. Siswa menyimak pertanyaan
dari guru tentang hambatan dan kesulitan dalam menulis surat resmi
14 14 12 40
35 35 30 -100%
2. Siswa mengungkapkan ide atau gagasan secara eksplisit dengan menggunakan bahasa siswa sendiri
12 15 13 40
30 37,5 32,5 -100%
3. Siswa secara seksama menulis
surat resmi dengan
menggunakan pilihan kata dan penulisan yang tepat
17 11 12 40
42,5 27,5 30 -100%
Naff - Chapter 07 - 03. Tak Butuh Jawaban.mp3 4.
Siswa membina sendiri cara menyampaikan di depan kelas dengan menggunakan kosa kata dan konteks yang sesuai
10 22 8 40
25 55 20 -100%
5. Siswa memberikan komentar atau tanggapan terhadap surat
19 5 16 40
resmi yang disampaikan oleh siswa yang lain
Selanjutnya pada pertemuan kedua, siswa terlihat aktif dalam menyimak pertanyaan dari guru tentang hambatan dan kesulitan dalam menulis sebanyak 18 orang (40.91%), yang tampak kurang aktif sebanyak 14 (31.82%), dan sebanyak 12 siswa (27.27%) yang tidak aktif. Menurut pengamat peneliti, Karena siswa sudah kelihatan serius dalam menerima pelajaran. Pada kegiatan siswa mengungkapkan ide atau gagasan secara eksplisit dengan menggunakan bahasa siswa sendiri dan memberikan pertanyaan tampak aktif sebanyak 15 orang (34.09%), yang kurang aktif sebanyak 15 siswa (34.09%), dan sebanyak 14 siswa (31.82%) yang tidak aktif. Karena ada perubahan dengan pertemuan sebelumnya, dari takut salah menuangkan ide menjadi berani dan percaya diri.
Pada kegiatan secara bergiliran untuk menulis surat resmi (yang bersifat formal dan non formal) dengan menggunakan pilihan kata dan ekspresi yang tepat tampak yang aktif 20 orang (45.45%), kurang aktif sebanyak 11 siswa (25%), dan sebanyak 13 siswa (29.55%) yang tidak aktif. Menurut pengamat peneliti, adanya perubahan dengan bertambahnya yang aktif Alasannya aktif karena siswa sudah merasa percaya diri dalam menyampaikan dan pendapatnya dengan menggunakan pendekatan pembelajaran konstruktivisme.
Siswa membina sendiri cara menulis surat resmi dengan menggunakan kosa kata dan konteks yang sesuai dengan situasi yang tampak aktif sebanyak 10 orang (22.73%), yang kurang aktif sebanyak 26 siswa (59.09%), dan sebanyak 8
siswa (18.18%) yang tidak aktif. Pada kegiatan ini, menurut peneliti masih banyak siswa yang kurang aktif karena siswa hanya pasrah dan menulis tanpa memperhatikan konteks dan situasi yang ada. Serta tidak terlalu memperhatikan kosa kata dengan baik dan benar dalam menyampaikan. Pada kegiatan memberikan komentar atau tanggapan yang disampaikan oleh siswa yang lain tampak aktif 19 orang (43.19%), yang kurang aktif 5 (11.36%), dan sebanyak 20 siswa (45.45%) yang tidak aktif. Menurut pengamat masih banyak siswa yang tidak aktif. Alasan tidak aktif karena siswa dalam memberikan tanggapan dan komentar terhadap surat resmi yang disampaikan oleh temannya masih kaku dalam menuangkan tanggapan dan ide. Kegiatan ini terlihat suasana kelas yang sangat gaduh karena siswa-siswa yang lain tidak memperhatikan temannya yang sedang membacakan surat dan guru tidak berperan aktif dalam membimbing siswa dan membangun suasana yang ideal. Oleh karena itu, kegiatan pembelajaran tersebut perlu diterapkan pada siklus berikutnya.
Observasi pembelajaran menulis surat resmi pada siklus pertama dilakukan selama proses pembelajaran berlangsung. Aspek yang diamati dalam observasi ini meliputi perilaku yang ditunjukkan siswa dan guru selama mengikuti pembelajaran. Dari kegiatan observasi ini juga diperoleh data mengenai kemampuan menulis surat resmi siswa mulai dari aspek Kelengkapan Isi, Kesesuaian Isi, Sistematika, Penggunaan Ejaan dan Tanda baca. Berdasarkan hasil observasi yang dilakukan peneliti, secara keseluruhan proses pembelajaran menulis surat resmi pada siklus pertama masih dikategorikan belum memuaskan.
Pendekatan pembelajaran konstruktivisme yang dilakukan selama pelaksanaan siklus pertama membuat siswa menjadi cukup aktif dalam proses pembelajaran. Meskipun masih terdapat siswa yang agak ragu atau takut dalam menulis surat resmi tetapi diharapkan dengan adanya pembelajaran menulis surat resmi ini sehingga akan menumbuhkan rasa percaya diri pada siswa itu sendiri bahwa mereka juga ternyata bisa seperti teman yang lain yang aktif menyalurkan tulisan dengan menggunakan kosa kata yang tepat. Berdasarkan data-data tersebut, dinyatakan bahwa penggunaan pendekatan pembelajaran konstruktivisme masih perlu diterapkan pada kegiatan pembelajaran pada siklus selanjutnya. 2) Data Observasi Aktivitas Guru
Pada siklus I ini, data proses pembelajaran diperoleh dari hasil observasi, terhadap aktivitas guru selama proses pembelajaran berlangsung. Kegiatan observasi dilakukan dengan menggunakan format observasi guru yang telah disediakan sebelumnya. Gambaran proses aktivitas guru pada siklus I diuraikan seperti berikut ini.
Tabel 4.2 Aktivitas Guru pada Siklus I
No Kegiatan Pembelajaran Sangat
Baik Baik Cukup Kurang
1. Guru membuka pelajaran
2. Guru menyampaikan tujuan pembelajaran
kepada siswa
4. Guru mengarahkan siswa pada materi pembelajaran tentang menulis surat resmi
5. Guru mengobservasi kegiatan menulis surat resmi siswa selama proses pembelajaran berlangsung
6. Guru memberikan penguatan atau penghargaan kepada siswa baik yang mampu menulis surat resmi dengan baik maupun yang memberikan tanggapan/komentar
7. Guru menutup pelajaran
Selanjutnya, pada pertemuan kedua tabel 4.2 aktivitas guru dalam proses pembelajaran belum terlaksana secara maksimal. Aktivitas guru yang dilaksanakan dengan baik yaitu pada saat membuka pelajaran, menyampaikan tujuan pembelajaran, memberikan penguatan atau penghargaan kepada siswa baik yang menulis surat resmi maupun yang memberikan tanggapan/komentar dan menutup pelajaran. Sehingga siswa merasa terkesan dan senang dengan materi yang disampaikan oleh guru dengan memberikan penghargaan agar siswa merasa semangat dan termotivasi pada materi surat resmi dan tanggapan terhadap surat resmi yang disampaikan oleh teman yang lainnya.
Aktivitas guru yang cukup baik yaitu memberikan motivasi belajar kepada siswa, mengarahkan siswa pada materi pembelajaran tentang surat resmi dan observasi kegiatan menulis surat resmi siswa selama proses pembelajaran berlangsung. Kegiatan memberikan motivasi ini sangat penting karena motivasi merupakan dasar bagi siswa untuk mengikuti pembelajaran secara aktif. Selanjutnya, kegiatan mengarahkan siswa pada saat Menulis surat resmi dari kurang baik menjadi cukup baik dalam melaksanakan pembelajaran sehingga ada kemajuan dalam memberikan arahan. Adapun kegiatan observasi menulis surat resmi pada pertemuan pertama belum maksimal. Sehingga dalam kegiatan ini perlu memberikan dorongan atau semangat kepada siswa supaya bisa melaksanakan aktivitas dengan aktif. Baik dari menulis maupun yang memberikan komentar dan tanggapan agar berani tampil di depan umum.
Guru sudah memberikan motivasi kepada siswa sebelum memasuki pelajaran meskipun belum terlaksana dengan maksimal. Namun ada sebuah perubahan aktivitas atau tindakan yang dilakukan oleh guru yaitu dari kurang baik menjadi cukup baik. Peneliti menyampaikan kepada guru mata pelajaran Bahasa Indonesia bahwa pemberian motivasi itu sangat penting apalagi dalam hal mengajarkan keterampilan menulis surat resmi. Terkadang banyak siswa yang pasif karena kurangnya dorongan baik dari guru maupun dari rekannya sehingga mereka hanya pasrah mengikuti pelajaran. Jika tidak dilakukan sebuah upaya perbaikan, kondisi kemampuan menulis surat resmi khususnya di sekolah tersebut tidak akan mengalami perubahan ke arah yang lebih baik.
Kegiatan pembelajaran memberikan penguatan atau penghargaan kepada siswa baik yang sudah mampu menulis surat resmi maupun yang memberikan tanggapan/komentar, seharusnya siswa tetap diberikan penghargaan agar ada upaya perbaikan dari siswa itu sendiri yang sangat berpengaruh pada motivasi siswa dalam belajar.