Upacara Pernikahan Islam Masyarakat Jawa
BAB 3. METODE PENELITIAN
3.2 Data dan Sumber Data .1 Data.1 Data
Data merupakan bahan-bahan yang dikumpulkan untuk berbagai penelitian. Data termasuk hasil pengamatan secara terus menerus dari sumber data primer yang telah diseleksi sebelumnya untuk menjawab permasalahan dalam suatu penelitian. Data penelitian ini terdiri atas dua jenis, yaitu data lisan dan data tulis. Data lisan berupa tuturan orator yang disampaikan secara lisan selama berpidato pada acara resepsi pernikahan mantu maupun undhuh mantu, yang dituangkan dalam bentuk teks pidato pasrah pinanganten dan panampi. Orator dalam penelitian ini merujuk pada orang yang disewa pihak keluarga mempelai untuk menyampaikan pidato sambutan, baik pidato pasrah pinanganten maupun panampi.
Data yang digunakan dalam penelitian ini dipilih berdasarkan lokasi yang berbeda dalam satu kecamatan Bangil. Dalam satu lokasi pernikahan mencakup dua data. Data yang dipilih sabagai bahan penelitian memiliki beberapa kriteria. Berikut kriteria pemilihan data berupa teks pidato yang dipilih dari tujuh lokasi berbeda.
a. pidato yang memiliki struktur lengkap (bagian pendahuluan, inti, dan penutup) dan pidato yang tidak utuh atau tidak memiliki salah satu bagian tersebut.
b. pidato yang memiliki aspek kohesi dan koherensi. c. Pidato yang memiliki hubungan intertekstualitas
d. pidato yang memiliki diksi dan gaya bahasa.
e. pidato yang mengandung lima jenis tuturan berupa pola kalimat, yaitu ekspresif, representatif, direktif, komisif, dan deklarasi.
f. pidato yang mengandung campur bahasa (bahasa Arab dan Jawa dialek Pasuruan) sebagai ciri khas pidato di wilayah Kecamatan Bangil.
Pidato ini dipilih tujuh resepsi pernikahan pada tujuh lokasi berbeda, yaitu resepsi Dermo, resepsi Kalianyar, resepsi Gempeng, resepsi Kersikan, resepsi Kolursari, resepsi Pogar, resepsi Manaruwi. Resepsi Dermo terdiri atas dua data, yaitu pidato pasrah pinanganten (data 1) dan pidato panampi (data 8). Resepsi Kalianyar terdiri atas dua data, yaitu pidato pasrah pinanganten (data 2) dan pidato panampi (data 9). Resepsi Gempeng terdiri atas dua data, yaitu pidato pasrah pinanganten (data 3) dan pidato panampi (data 10). Resepsi Kersikan terdiri atas dua data, yaitu pidatopasrah pinanganten(data 4) dan pidato panampi (data 11). Resepsi Kolursari terdiri atas dua data, yaitu pidatopasrah pinanganten (5) dan pidato panampi (12). Resepsi Pogar terdiri atas dua data, yaitu pidato pasrah pinanganten (data 6) dan pidato panampi (data 13). Resepsi Manaruwi terdiri atas dua data, yaitu pidatopasrah pinanganten(data 7) dan pidato panampi (data 14). Dengan demikian, pidato yang digunakan untuk penelitian ini terdiri atas empat belas data, yaitu data (1), data (2), data (3), data (4), data (5), data (6), data (7), data (8), data (9), data (10), data (11), data (12), data (13), dan data (14). Berikut rincian data penelitian ini.
a. Data 1 : Data pidato pasrah pinanganten dilaksanakan di Dermo pukul 15.45 WIB s/d 16.00 WIB.
b. Data 2 : Data pidato pasrah pinanganten dilaksanakan di Kalianyar pukul 16.00 WIB s/d 16.16 WIB.
c. Data 3 : Pidato pasrah pinanganten dilaksanakan di Gempeng pukul 15.40 WIB s/d 16.30 WIB.
d. Data 4 : Pidato pasrah pinanganten dilaksanakan di Kersikan pukul 15.50 WIB s/d 16.30 WIB.
e. Data 5 : Pidato pasrah pinanganten dilaksanakan di Kolursari pukul 10.30 WIB s/d 10.50 WIB.
f. Data 6 : Pidato pasrah pinanganten dilaksanakan di Pogar pukul 15.00 WIB s/d 15.45 WIB.
g. Data 7 : Pidato pasrah pinangantendilaksanakan pukul di Manaruwi 16.00 WIB s/d 16.20 WIB.
h. Data 8 : Pidato panampi dilaksanakan di Dermo pukul 16.03 WIB s/d 16.30 WIB.
i. Data 9 : Pidato panampi dilaksanakan di Kalianyar pukul 16.20 WIB s/d 16.50 WIB.
j. Data 10 : Pidato panampi dilaksanakan di Gempeng pukul 16.35 WIB s/d 17.00 WIB.
k. Data 11 : Pidato panampi dilaksanakan di Kersikan pukul 16.35 WIB s/d 17.05 WIB.
l. Data 12 : Pidato panampi dilaksanakan di Kolursari pukul 10.54 WIB s/d 11.30 WIB.
m. Data 13 : Pidatopanampidilaksanakan di Pogar pukul 15.49 WIB s/d 16. 20 WIB.
n. Data 14 : Pidato panampi dilaksanakan di Manaruwi pukul 16.25 WIB s/d 17.00 WIB.
Selain itu, data yang digunakan dalam penelitian ini juga berupa data tulis. Data tulis dalam penelitian ini berupa buku dan artikel terkait analisis wacana, pidato, tata cara pernikahan Jawa, maupun tindak tutur. Data dikumpulkan selama bulan Maret hingga bulan Mei 2016.
3.2.2 Sumber data
Sumber data dalam penelitian ini terdiri atas dua jenis, yaitu sumber data primer dan sekunder. Berikut sumber data penelitian ini.
1. Sumber Data Primer
Sumber data primer dalam penelitian ini diperoleh dari bahasa yang digunakan orator, ketika menyampaikan pidato sambutan pada resepsi
pernikahan di Kecamatan Bangil. Orator menggunakan rangkaian kalimat-kalimat yang tersusun secara padu (kohesi) dan rapi (koherensi) selama berpidato, sehingga dapat digolongkan menjadi wacana. Bahasa yang digunakan orator, yaitu BA, BJSP, BJ, dan BI.
2. Sumber Data Sekunder
Sumber data sekunder merupakan data yang langsung dikumpulkan oleh peneliti sebagai penunjang sumber pertama. Data sekunder dalam penelitian ini adalah dokumentasi upacara pernikahan secara keseluruhan.
3.3 Informan
Data atau sumber data yang akan diperoleh yaitu data langsung dari masyarakat dengan melakukan penelitian lapangan dan wawancara dengan para informan. Penelitian ini membutuhkan beberapa informan sebagai narasumber dalam pengumpulan data.
1. Informan Pangkal
Informan pangkal dalam penelitian ini adalah orang yang memberi informasi awal keberadaan upacara pernikahan dan pidato sambutan di Bangil, biasanya adalah kepala desa dan tokoh masyarakat. Namun, informasi informan pangkal tidak digunakan sebagai dasar analisis karena sifatnya hanya mendukung data sekunder. Informan pangkal penelitian ini berjumlah enam orang kepala desa dan satu orang tokoh masyarakat.
2. Informan kunci atau Informan Utama
Informan utama penelitian ini adalah dua orator mahir berpidato pada acara pernikahan, baik ngundhuh mantu maupun mantu. Informan utama dipilih secara acak dengan beberapa kriteria, yaitu masyarakat etnis Jawa yang bermukim dan lahir di Kecamatan Bangil Kabupaten Pasuruan ini. Informan utama yang digunakan dalam penelitian ini harus memenuhi beberapa kriteria, yaitu: (1) penutur berdomisili di Kecamatan Bangil, (2) usia antara 27 sampai 65 tahun, (3) sehat jasmani dan rohani, (4) memiliki alat ucap normal; (5) penutur BJSP yang menguasai BA dan BI, dan (6) memiliki pengalaman dan wawasan luas terutama tentang pidato sambutan
resepsi pernikahan. Kriteria ini ditetapkan agar data yang diberikan oleh para informan mempunyai tingkat validitas yang tinggi. Informan utama dalam penelitian ini adalah dua orang orator yang dipilih sesuai kriteria.