BAB IV : HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
A. Deskripsi Data
1. Data Hasil Kemampuan Awal Siswa
a. Kelas Eksperimen A
Berdasarkan data yang diperoleh dari hasil sebelum diberi perlakuan (tes kemampuan awal) dengan menggunakan Model Pembelajaran
Aptitude-Treatment Interaction pada kelas eksperimen A maka dapat
diuraikan sebagai berikut.Dari hasil pemberian pretest diperoleh nilai rata-rata pretest pada kelas eksperimen A sebesar 55,00; Varian = 305,88; Standar Deviasi = 17,49; dengan rentang nilai terendah=20 dan tertinggi=
80, banyak kelas berjumlah 6, panjang interval kelas 10 dan batas bawah kelas interval 25. Distribusi frekuensi nilai kemampuan dapat dilihat pada tabel dan histogram di bawah ini:
Tabel 4.1 Distribusi Frekuensi Data Awal Kemampuan Siswa Sebelum diterapkanModel Pembelajaran Aptitude-Treatment Interaction (Eksperimen A)
Kelas Kelas Interval Frekuensi Persentase
1 25 –35 7 20,00 % 2 36 –46 4 11, 43 % 3 47 –57 7 20,00 % 4 58 –68 7 20,00 % 5 69 –79 8 22,86 % 6 80 –90 2 5,71 % Jumlah 35 100,00 %
Distribusi frekuensi nilai kemampuan awal pada kelas eksperimen A dapat dilihat dalam bentuk histogram di bawah ini:
Gambar 4.1 HistogramData Awal Kemampuan Siswa Sebelum diterapkan Model Pembelajaran Aptitude-Treatment Interaction (Eksperimen A)
Dari tabel dan histogram dilihat bahwa nilai rata-rata hasil kemampuan awal eksperimen untuk kemampuan awal siswa berada pada interval kelas
0 1 2 3 4 5 6 7 8 9 25 – 35 36 – 46 47 – 57 58 – 68 69 – 79 80 – 90 F re k uens i Kelas Interval
ketiga dengan jumlah siswa 7 orang siswa atau 20,00% dari jumlah keseluruhan siswa yaitu 35. Siswa dengan nilai di atas rata-rata berjumlah 17 orang siswa atau 48,57% dari jumlah keseluruhan siswa yaitu 35, sedangkan siswa yang memperoleh nilai di bawah rata-rata adalah 11 orang siswa atau 31,43%.
Berdasarkan tabel distribusi data kemampuan pemecahan masalah matematis siswa di atas diketahui bahwa terdapat 7 orang siswa yang memperoleh nilai rentang 25 – 35.Banyak siswa yaang mengosongkan jawabannya dan belum menjawab dengan jawaban yang sempurna, sehingga dapat disimpulkan bahwa siswa pada kelas eksperimen A memiliki kategori sangat kurang untuk mengerjakan soal-soal kemampuan pemecahan masalah. Berdasarkan tabel distribusi data kemampuan pemecahan masalah matematis siswa di atas diketahui bahwa terdapat 4 orang siswa yang memperoleh nilai rentang 36 – 46.Banyak siswa yaang mengosongkan jawabannya dan belum menjawab dengan jawaban yang sempurna, sehingga dapat disimpulkan bahwa siswa pada kelas eksperimen A memiliki kategori sangat kurang untuk mengerjakan soal-soal kemampuan pemecahan masalah.
Berdasarkan tabel distribusi data kemampuan pemecahan masalah matematis siswa di atas diketahui bahwa terdapat 7 siswa yang memperoleh nilai pada rentang 47 – 57.Siswa-siswa tersebut hanya sebagaian yang menjawab, dan belum tentu benar. Sehingga dapat disimpulkan bahwa siswa pada kelas eksperimen A memiliki kategori kurang untuk mengerjakan soal-soal dari kemampuan pemecahan masalah matematis.
Berdasarkan tabel distribusi data kemampuan pemecahan masalah matematis siswa di atas diketahui bahwa terdapat 7 siswa yang memperoleh nilai pada rentang 58 – 68.Siswa-siswa tersebut hanya sebagian yang menjawab, dan belum tentu benar. Sehingga dapat disimpulkan bahwa siswa pada kelas eksperimen A memiliki kategori kurang untuk mengerjakan soal-soal dari kemampuan pemecahan masalah matematis.
Berdasarkan tabel distribusi data kemampuan pemecahan masalah matematis siswa di atas diketahui bahwa terdapat 8 siswa yang memperoleh nilai pada rentang 69 – 79. Siswa-siswa tersebut sebagian menjawab seluruh pertanyaan, akan tetapi mereka belum menjawab dengan jawaban yang sempurna. Sehingga dapat disimpulkan bahwa siswa pada kelas eksperimen A memiliki kategori cukup untuk mengerjakan soal-soal pemecahan masalah matematis siswa.
Berdasarkan tabel distribusi data kemampuan pemecahan masalah matematis siswa di atas diketahui bahwa terdapat 2 orang siswa yang memperoleh nilai pada rentang 80 – 90. Siswa-siswa tersebut hampir menjawab seluruh pertanyaan, akan tetapi hanya sebagian yang menjawab sempurna. Sehingga dapat disimpulkan bahwa siswa pada kelas eksperimen A memiliki kategori baik untuk mengerjakan soal-soal kemampuan pemecahan masalah matematis.
Berdasarkan data yang diperoleh dari hasil sebelum diberi perlakuan (tes kemampuan awal) dengan menggunakan Model Pembelajaran Matematika Realistikpada kelas eksperimen B maka dapat diuraikan sebagai berikut.Dari hasil pemberian pretest diperoleh nilai rata-rata
pretest pada kelas eksperimen B sebesar 52,29; Varian = 356,39; Standar
Deviasi = 18,88; dengan rentang nilai terendah=15 dan tertinggi= 85, banyak kelas berjumlah 6, panjang interval kelas 12 dan batas bawah kelas interval 15.
Distribusi frekuensi nilai kemampuan dapat dilihat pada tabel dan histogram di bawah ini:
Tabel 4.2 Distribusi Frekuensi Data Awal Kemampuan Siswa Sebelum diterapkanModel Pembelajaran Matematika Realistik (Eksperimen B)
Kelas Kelas Interval Frekuensi Persentase
1 15–27 5 14,28 % 2 28–40 4 11, 43 % 3 41–53 7 20,00 % 4 54–66 11 31,43 % 5 67–79 7 20,00 % 6 80 –92 1 2,86 % Jumlah 35 100,00%
Distribusi frekuensi nilai kemampuan awal pada kelas eksperimen B dapat dilihat dalam bentuk histogram di bawah ini:
Gambar 4.2 HistogramData Awal Kemampuan Siswa Sebelum diterapkan Model Pembelajaran Matematika Realistik(Eksperimen B)
Dari tabel dan histogram dilihat bahwa nilai rata-rata hasil kemampuan awal eksperimen untuk kemampuan awal siswa berada pada interval kelas ketiga dengan jumlah siswa 7 orang siswa atau 20,00% dari jumlah keseluruhan siswa yaitu 35. Siswa dengan nilai di atas rata-rata berjumlah 19 orang siswa atau 54,29% dari jumlah keseluruhan siswa yaitu 35, sedangkan siswa yang memperoleh nilai di bawah rata-rata adalah 9 orang siswa atau 25,71%.
Berdasarkan tabel distribusi data kemampuan pemecahan masalah matematis siswa di atas diketahui bahwa terdapat 5 orang siswa yang memperoleh nilai rentang 15 – 27.Banyak siswa yaang mengosongkan jawabannya dan belum menjawab dengan jawaban yang sempurna, sehingga dapat disimpulkan bahwa siswa pada kelas eksperimen B memiliki kategori sangat kurang untuk mengerjakan soal-soal kemampuan pemecahan masalah. Berdasarkan tabel distribusi data kemampuan pemecahan masalah matematis siswa di atas diketahui bahwa terdapat 4 orang siswa yang
0 2 4 6 8 10 12 15 – 27 28 – 40 41 – 53 54 – 66 67 – 79 80 – 92 F rek u ens i Kelas Interval
memperoleh nilai rentang 28 – 40.Banyak siswa yaang mengosongkan jawabannya dan belum menjawab dengan jawaban yang sempurna, sehingga dapat disimpulkan bahwa siswa pada kelas eksperimen B memiliki kategori sangat kurang untuk mengerjakan soal-soal kemampuan pemecahan masalah.
Berdasarkan tabel distribusi data kemampuan pemecahan masalah matematis siswa di atas diketahui bahwa terdapat 7 siswa yang memperoleh nilai pada rentang 41 – 53.Siswa-siswa tersebut hanya sebagian yang menjawab, dan belum tentu benar.Sehingga dapat disimpulkan bahwa siswa pada kelas eksperimen B memiliki kategori kurang untuk mengerjakan soal-soal dari kemampuan pemecahan masalah matematis.
Berdasarkan tabel distribusi data kemampuan pemecahan masalah matematis siswa di atas diketahui bahwa terdapat 11 siswa yang memperoleh nilai pada rentang 54 – 66.Siswa-siswa tersebut hanya sebagian yang menjawab, dan belum tentu benar.Sehingga dapat disimpulkan bahwa siswa pada kelas eksperimen B memiliki kategori kurang untuk mengerjakan soal-soal dari kemampuan pemecahan masalah matematis.
Berdasarkan tabel distribusi data kemampuan pemecahan masalah matematis siswa di atas diketahui bahwa terdapat 7 siswa yang memperoleh nilai pada rentang 67 – 79. Siswa-siswa tersebut sebagian menjawab seluruh pertanyaan, akan tetapi mereka belum menjawab dengan jawaban yang sempurna. Sehingga dapat disimpulkan bahwa siswa pada kelas eksperimen B memiliki kategori cukup untuk mengerjakan soal-soal pemecahan masalah matematis siswa.
matematis siswa di atas diketahui bahwa terdapat 1 orang siswa yang memperoleh nilai pada rentang 80 – 92. Siswa-siswa tersebut hampir menjawab seluruh pertanyaan, akan tetapi hanya sebagian yang menjawab sempurna. Sehingga dapat disimpulkan bahwa siswa pada kelas eksperimen B memiliki kategori baik untuk mengerjakan soal-soal kemampuan pemecahan masalah matematis.