• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB 4 HASIL DATA DAN PENGUJIAN

4.3. Data Hasil Pengujian Tarik

Kuat tarik adalah merupakan sifat mekanik bahan yang perlu diketahui dengan cara melakukan pengujian karena sifat orthotropic bahan material bambu maka akan dilakukan pengujian untuk mendapatkan nilai kuat tarik dari arah tangential dan radial dari laminasi bambu Betung karena sebelumnya telah dilakukan pengujian untuk mendapatkan nilai kuat tarik arah radial. Dengan mengetahui nilai kuat tarik material maka dapat diketahui kondisi pembebanan elemen konstruksi pada bagian kapal ikan. Kekuatan tarik ini merupakan indikator bambu laminasi apakah mampu menahan beban sesaui batas yang diizinkan dalam peraturan klasifikasi atau tidak. Pada penilitian ini pengujian tarik dilakukan dengan standart ASTM D3500.

Pada pengujian ini terdapat dua variasi pengujian tarik, variasi tersebut berdasarkan arah gaya yang terdistribusi dari sifat mekanik bambu. Arah yang dimaksud yaitu arah tangential, arah yang menunjukkan arah perkembangan dari kulit bambu dan arah radial, arah tegak lurus dengan serat bambu. Jumlah spesimen yang dilakukan untuk pengujian sebanyak lima buah spesimen untuk satu variasi pengujian, jadi total spesimen yang diuji adalah sepuluh spesimen, hal ini supaya apabila terjadi kesalahan pada saat pengujian masih terdapat hasil pengujian spesimen lain yang mendapatkan hasil terbaik dari perilaku pada saat proses pengujian. Berikut akan dijabarkan mengenai hasil dari pengujian uji tarik yang telah dilakukan. Penjelasan mengenai hasil pengujian dibagi menjadi dua bagian, yaitu hasil uji tarik variasi arah tangential

72

a. Variasi Susunan Arah Tangential

Hasil dari pengujian tarik variasi arah tangential dapat dilihat pada Tabel 4.1.

Tabel 4.1 Hasil uji tarik variasi arah tangential

No Code W (mm) T (mm) CSA (mm2) L0 (mm) Elongation (mm) Fultimate (KN) 1 Tg 1 13,80 22,23 306,774 64 14 18,87 2 Tg 2 14,85 22,17 329,223 64 14,5 21,09 3 Tg 3 13,96 21,80 304,328 64 14,3 20,35 4 Tg 4 14,78 22,26 329,003 64 14,8 22,57 5 Tg 5 14,35 22,34 320,578 64 14,2 21,46 Rata-rata 14,36 21

Dari data yang disajikan pada tabel dapat diketahui hasil pengujian uji tarik bambu laminasi Betung variasi arah tangential. Pengujian ini berdasarkan pada ketahanan dari spesimen uji dalam menahan beban tarik maksimum yang diberikan kemudian spesimen uji akan patah. Pada spesimen satu mampu menahan beban tarik maksimum sebesar 18,87 kN dengan pemuluran 14 mm. Spesimen dua mampu menahan beban tarik maksimum sebesar 21,09 kN dengan pemuluran 14,5 mm. Sedangkan pada spesimen tiga mampu menahan beban tarik maksimum sebesar 20,35 kN dengan pemuluran 14,3 mm. Spesimen empat mampu menahan beban tarik maksimum sebesar 22,57 kN dengan pemuluran 14,8 mm. Kemudian yang terakhir pada spesimen lima mampu menahan beban tarik maksimum sebesar 21,46 kN dengan pemuluran 14,2 mm. Dari data tersebut maka dapat diketahui nilai terbesar dari ke-lima pengujian uji tarik variasi arah tangential yaitu pada spesimen empat dengan kemampuan dapat menahan besar beban tarik 22,57 kN, sedangkan dari ke-lima pengujian uji tarik variasi arah

tangential nilai terkecil terdapat pada spesimen satu dengan kemampuan menahan beban tarik

hanya sebesar 18,87 kN. Kemudian dari lima percobaan pengujian tersebut dapat ditarik nilai rata-rata dari ketahanan beban tarik sebesar 21 kN dengan pemuluran rata-rata sebesar 14,36 mm. Data hasil pengujian ini selanjutnya akan dilakukan perhitungan untuk mendapatkan nilai tegangan, regangan dan modulus elastisitas dari variasi arah tangential. Hasil dari perhitungan tersebut akan dilakukan analisa secara tenis terhadap ketentuan batas minimum nilai tegangan yang diizinkan oleh BKI, karena akan mempengaruhi layak atau tidaknya material tersebut untuk dijadikan konstruksi kapal. Contoh grafik hasil pengujian dari salah satu hasil uji spesimen tarik variasi arah tangential bambu laminasi Betung dapat dilihat pada Gambar 4.3 di bawah ini.

73

Gambar 4.3 Grafik load spesimen 1 variasi arah tangential

b. Variasi Susunan Arah Radial

Hasil dari pengujian tarik variasi arah radial dapat dilihat pada Tabel 4.2.

Tabel 4.2 Hasil uji tarik variasi arah radial

No Code W (mm) T (mm) CSA (mm2) L0 (mm) Elongation (mm) Fultimate (KN) 1 Rd 1 13,86 24,27 337,11 64 13,9 17,25 2 Rd 2 13,37 23,55 314,864 64 13,5 17,25 3 Rd 3 13,35 23,87 331,665 64 14,3 17,25 4 Rd 4 13,67 24,17 330,404 64 12,8 13,8 5 Rd 5 13,43 24,18 324,737 64 12,9 17,25 Rata-rata 13,48 17

Dari data yang disajikan pada tabel dapat diketahui hasil pengujian uji tarik bambu laminasi Betung variasi arah radial. Pengujian ini berdasarkan pada ketahanan dari spesimen uji dalam menahan beban tarik maksimum yang diberikan kemudian spesimen uji akan patah. Pada spesimen satu mampu menahan beban tarik maksimum sebesar 17,25 kN dengan pemuluran 13,9 mm. Spesimen dua mampu menahan beban tarik maksimum sebesar 17,25 kN dengan pemuluran 13,5 mm. Sedangkan pada spesimen tiga mampu menahan beban tarik maksimum sebesar 17,25 kN dengan pemuluran 14,3 mm. Spesimen empat mampu menahan beban tarik maksimum sebesar 13,8 kN dengan pemuluran 12,8 mm. Kemudian yang terakhir

74

pada spesimen lima mampu menahan beban tarik maksimum sebesar 17,25 kN dengan pemuluran 12,9 mm. Dari data tersebut maka dapat diketahui empat spesimen uji dengan nilai yang sama dan terbesar pengujian uji tarik variasi arah radial yaitu pada spesimen satu, dua, tiga, dan lima dengan kemampuan dapat menahan besar beban tarik 17,25 kN, sedangkan dari ke-lima pengujian uji tarik variasi arah radial nilai terkecil terdapat pada spesimen ketiga dengan kemampuan menahan beban tarik hanya sebesar 13,8 kN. Kemudian dari lima percobaan pengujian tersebut dapat ditarik nilai rata-rata dari ketahanan beban tarik sebesar 17 kN dengan pemuluran rata-rata sebesar 13,48 mm. Data hasil pengujian ini selanjutnya akan dilakukan perhitungan untuk mendapatkan nilai tegangan, regangan dan modulus elastisitas dari variasi arah radial. Hasil dari perhitungan tersebut akan dilakukan analisa secara tenis terhadap ketentuan batas minimum nilai tegangan yang diizinkan oleh BKI, karena akan mempengaruhi layak atau tidaknya material tersebut untuk dijadikan konstruksi kapal. Contoh grafik hasil pengujian dari salah satu hasil uji spesimen tarik variasi arah radial bambu laminasi Betung dapat dilihat pada Gambar 4.4.

Gambar 4.4 Grafik load spesimen 1 variasi arah radial

Dokumen terkait