• Tidak ada hasil yang ditemukan

HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

4.1 HASIL PENELITIAN

4.1.4 Data hasil XRD Baja Karbon menengah

Data dibawah ini merupakan hasil pengujian XRD pada Baja Karbon Menengah, dimana sampel uji tanpa pelakuan (original),dan penambahan konsentrasi NaOH 5%, 10%, 15%, 20%,dan 25%. Dibawah ini merupakan grafik hasil X- Ray Difraction yang ditunjukkan seperti gambar dibawah ini.

Gambar 4.7 Pola Difraksi baja karbon menengah (Fe3C) dengan T= 8500 C original Dari grafik diatas kita melihat tiga titik puncak pada sampel uji Baja karbon menengah dengan pelakuan panas dan tanpa Quenching, seperti ditunjukan pada tabel dibawah ini.

Tabel 4.3 Data peak Tertinggi untuk Baja Karbon menengah denganT= 8500 Original No No

Dibawah ini merupakan grafik hasil X- Ray Difraction Baja Karbon menengah dengan perlakuan panas dan Quenching NaOH 5% yang ditunjukkan seperti gambar dibawah ini.

Gambar 4.8 Pola Difraksi baja karbon menengah (Fe3C) dengan T= 8500 C, Quenching 5% NaOH

Dari grafik diatas kita melihat tiga titik puncak pada sampel uji Baja karbon menengah dengan pelakuan panas dan tanpa Quenching NaOH 5%, seperti ditunjukan pada tabel dibawah ini.

Tabel 4.4 Data peak Tertinggi untuk Baja Karbon menengahdengan T= 8500 C, Quenching NaOH 5%

Dibawah ini merupakan grafik hasil X- Ray Difraction Baja Karbon menengah dengan perlakuan panas dan Quenching NaOH 10% yang ditunjukkan seperti gambar dibawah ini.

Gambar 4.9 Pola Difraksi baja karbon menengah (Fe3C) dengan T= 8500 C, Quenching 10% NaOH

Dari grafik diatas kita melihat tiga titik puncak pada sampel uji Baja karbon menengah dengan pelakuan panas dan tanpa Quenching NaOH 10%, seperti ditunjukan pada tabel dibawah ini.

Tabel 4.5 Data peak Tertinggi untuk Baja Karbon menengah dengan T= 8500 C,

Dibawah ini merupakan grafik hasil X- Ray Difraction Baja Karbon menengah dengan perlakuan panas dan Quenching NaOH 15% yang ditunjukkan seperti gambar dibawah ini.

Gambar 4.10 Pola Difraksi baja karbon menengah (Fe3C) dengan T= 8500 C, Quenching 15% NaOH

Dari grafik diatas kita melihat tiga titik puncak pada sampel uji Baja karbon menengah dengan pelakuan panas dan tanpa Quenching NaOH 15%, seperti ditunjukan pada tabel dibawah ini.

Tabel 4.6 Data peak Tertinggi untuk Baja Karbon menengah dengan T= 8500 C, Quenching NaOH 15%

Dibawah ini merupakan grafik hasil X- Ray Difraction Baja Karbon menengah dengan perlakuan panas dan Quenching NaOH 20% yang ditunjukkan seperti gambar dibawah ini.

Gambar 4.11 Pola Difraksi baja karbon menengah (Fe3C) dengan T= 8500C, Quenching 20% NaOH

Dari grafik diatas kita melihat tiga titik puncak pada sampel uji Baja karbon menengah dengan pelakuan panas dan tanpa Quenching NaOH 20%, seperti ditunjukan pada tabel dibawah ini.

Tabel 4.7 Data peak Tertinggi untuk Baja Karbon menengah denganT= 8500 C, Quenching NaOH 20%

Dibawah ini merupakan grafik hasil X- Ray Difraction Baja Karbon menengah dengan perlakuan panas dan Quenching NaOH 25% yang ditunjukkan seperti gambar dibawah ini.

Gambar 4.12 Pola Difraksi baja karbon menengah (Fe3C) denganT= 8500 C, Quenching 25% NaOH

Dari grafik diatas kita melihat tiga titik puncak pada sampel uji Baja karbon menengah dengan pelakuan panas dan tanpa Quenching NaOH 25%, seperti ditunjukan pada tabel dibawah ini

Tabel 4.8Data peak Tertinggi untuk Baja Karbon menengah dengan T= 8500 C, Quenching NaOH 25%

Hasil pengamatan struktur mikro yang dilakukan menunjukkan bahwa struktur mikro baja karbon menengah mengalami perubahan setelah dilakukan proses perlakuan panas. Struktur ferit dan perlit terlihat pada baja karbon menengah menengah tanpa proses perlakuan panas,sedangkan struktur perlit dan martensit terlihat pada baja karbon menengah yang dilakukan proses perlakuan panas (hardening) pada suhu 8500 C dan didinginkan kedalam larutan NaOH.

Proses perlakuan panas dan pendinginan yang dilakukan menyebabkan terjadinya perubahan struktur butiran dan ukuran yang menunjukkan nilai kekerasan dan kekuatan tarik baja karbon menengah. Pembentukan butiran yang semakin kasar dan semakin besar menunjukkan nilai kekerasan dan kekuatan tarik lebih rendah dibandingkan dengan butiran yang lebih halus dan berukuran lebih kecil.

Struktur ferit dan perlit terlihat pada baja karbon menengah tanpa proses perlakuan panas dengan struktur butiran yang kasar dan ukuran yang besar.Ini menunjukkan bahwa kekerasan dan kekuatan tariknya rendah, sedangkan struktur perlit dan martensit terlihat pada baja karbon menengah yang dilakukan proses perlakuan panas dan di dinginkan kedalam larutan NaOH pada konsentrasi 5%, 10%, 15% dengan struktur butiran yang halus dan ukurannya yang kecil yang menunjukkan nilai kekerasan dan kekuatan tariknya meningkat.

Dan struktur butiran yang lebih halus dan ukuran yang lebih kecil terlihat pada pendinginan ke dalam larutan NaOH dengan konsentrasi 20% yang menunjukkan bahwa nilai kekerasan dan kekuatan tariknya lebih besar. Sedangkan nilai kekerasan dan kekuatan tarik mengalami penurunan pada pendinginan ke dalam larutan NaOH dengan konsentrasi 25%.

Dari hasil analisis XRD pada Baja Karbon Menengah dengan Perlakuan panas 8500 C dengan sampel uji tanpa perlakuan (original) dan quenching NaOH dengan konsentrasi 5%, 105, 15%, 20%, 25%. Pada baja karbon menengah Original dari tiga peak tertinggi didapat bahwa struktur kristalnya orthrocombic dimana parameter kisi a

= 4,5130 Å, b = 5,0480 Å, dan c = 6,7310Å dan massa jenis (𝜌) = 7,77700 g/cm3. Pada Baja Karbon menengah dengan NaOH 5% dimana dari tiga peak tertinggi didapat bahwa struktur kristal nya orthrocombic dimana parameter kisi a = 4,5170 Å, b = 5,0700 Å, dan c = 6,7300Å dan massa jenis (𝜌) = 7,73800 g/cm3. Pada Baja Karbon menengah dengan NaOH 10% dimana dari tiga peak tertinggi didapat bahwa struktur kristal nya orthrocombic dimana parameter kisi a = 4,5180 Å, b = 5,0690 Å, dan c = 6,7360Å dan massa jenis (𝜌) = 7,73000 g/cm3. Pada Baja Karbon menengah dengan NaOH 15% dimana dari tiga peak tertinggi didapat bahwa struktur kristal nya orthrocombic dimana parameter kisi a =5,0920 Å, b = 6,7410 Å, dan c = 4,5270Å dan massa jenis (𝜌) = 7,67400 g/cm3.Pada Baja Karbon menengah dengan NaOH 20%

dimana dari tiga peak tertinggi didapat bahwa struktur kristal nya orthrocombic dimana parameter kisi a = 4,5310 Å, b = 5,0480 Å, dan c = 6,7310Å dan massa jenis (𝜌) = 7,77700 g/cm3. Pada Baja Karbon menengah dengan NaOH 25% dimana dari tiga peak tertinggi didapat bahwa struktur kristal nya orthrocombic dimana parameter kisi a =4,5144 Å, b = 5,0787 Å, dan c = 6,7360Å dan massa jenis (𝜌) = 7,72900 g/cm3.

Dokumen terkait