HASIL DAN PEMBAHASAN
DATA HUJAN BULANAN KABUPATEN TIMOR TENGAH SELATAN
Lokasi : Kesetnana Lintang : 09o 51' 35" LS
No. Stasiun : 471e Bujur : 124o 15' 30" BT
Ketinggian : 882 m dpl Kecamatan : Mollo Selatan
Curah hujan dalam satuan milimeter (mm)
Tahun Jan Peb Mar Apr Mei Jun Jul Agt Sep Okt Nop Des Jumlah
2000 284 307 469 512 376 52 0 0 0 156 283 125 2564 2001 509 135 686 130 0 62 0 0 57 245 317 225 2366 2002 814 387 306 289 30 0 0 0 84 0 222 390 2522 2003 230 289 353 69 0 0 0 0 0 157 266 1166 2530 2004 101 158 101 161 28 37 25 0 7 27 202 147 994 2005 93 248 35 34 29 64 195 10 12 7 47 95 869 2006 274 415 166 42 82 10 5 68 0 14 212 489 1777 2007 235 399 436 99 25 243 0 0 0 105 137 457 2136 2008 595 593 651 40 0 0 0 0 0 0 699 645 3223 2009 180 215 172 301 154 0 0 10 2 0 220 343 1597 2010 202 270 156 331 305 56 57 57 98 247 427 558 2764 JUMLAH 3517 3416 3531 2008 1029 524 282 145 260 958 3032 4640 23342 RATAAN 320 311 321 183 94 48 26 13 24 87 276 422 2122
Ket: Data curah hujan Desa Nenas
Lampiran 5
DATA HUJAN BULANAN KABUPATEN TIMOR TENGAH SELATAN
Lokasi : Panite Lintang :
No. Stasiun : Bujur :
Ketinggian : 60 meter dpl Kecamatan : Amanuban Selatan
Curah hujan dalam satuan milimeter (mm)
Tahun Jan Peb Mar Apr Mei Jun Jul Agt Sep Okt Nop Des Jumlah
2000 239 115 105 246 972 0 0 0 0 0 255 104 2036 2001 209 181 173 51 0 0 0 0 0 49 662 257 1582 2002 137 140 108 54 75 0 0 0 0 0 0 85 599 2003 202 212 342 69 0 0 0 0 0 157 266 435 1683 2004 260 476 440 130 28 27 0 0 0 0 70 142 1573 2005 186 150 238 190 66 8 0 0 0 30 2 80 950 2006 211 151 218 134 48 0 0 0 0 0 85 220 1067 2007 145 278 380 231 200 123 0 0 0 0 0 344 1701 2008 210 251 222 13 0 17 10 0 0 0 127 203 1053 2009 50 23 104 24 0 4 0 0 0 0 9 128 342 2010 124 110 25 255 209 5 43 114 68 155 45 381 1534 JUMLAH 1973 2087 2355 1397 1598 184 53 114 68 391 1521 2379 14120 RATAAN 179 190 214 127 145 17 5 10 6 36 138 216 1284
Ket: Data Curah hujan Desa Bena
Lampiran 1 Kuesioner identitas responden
KUESIONER PENELITIAN
DAMPAK PERUBAHAN IKLIM DAN STRATEGI ADAPTASI MASYARAKAT SEKITAR HUTAN DI KABUPATEN TIMOR
TENGAH SELATAN, NUSA TENGGARA TIMUR
No. Responden : Tanggal : I.IDENTITAS RESPONDEN 1. Nama : 2. Umur : tahun 3. Jenis kelamin : L/P 4. Pendidikan terakhir : 5. Alamat :
6. Jumlah Anggota Keluarga: Jiwa
7. Mata Pencaharian Kepala Keluarga
Sifat Pekerjaan Bidang Pekerjaan * Jenis Pekerjaan ** Pokok
Sambilan
Keterangan : *) Misalnya : tani, buruh tani, pedagang, pegawai negeri (PNS), dll. **) Misalnya : pertanian tanaman pangan, pertanian perkebunan, berdagang barang konsumsi (kelontong), warung makan/kedai, dll.
Lampiran 2 Daftar pertanyaan kuesioner
II. DAFTAR PERTANYAAN UNTUK RESPONDEN 1. Kalender musim dan dampak perubahan iklim
a. Apakah sudah ada perubahan musim hujan dan kemarau? Bagaimana bentuk perubahan musim tersebut? hujan bgaimana & kemarau bgaimana?
b. Apakah pernah terjadi Musim ekstrim (hujan sepanjang tahun/kemarau panjang)? Jelaskan (bentuk musim ekstrin, tahun berapa, dan berapa lama)?
c. Bagaimana dampak perubahan musim/musim ekstrim
1. Terhadap SDA/lingkungan (kualitas air, terhadap tanah, terhadap tanaman/hutan, luas areal penggembalaan?
2. Terhadap sosial ekonomi dan penghidupan masyarakat (pertanian, makanan ternak , pendapatan, kesehatan dsb) d. Seberapa Besar dampak perubahan iklim terhadap sumberdaya alam
dan sosial ekonomi masyarakat?
e. Tanda-tanda alam seperti apa saja yang masih dipercaya masyarakat dalam menentukan datangnya musim hujan?
2. Jenis strategi adaptasi
a. Jenis adaptasi yang dilakukan untuk mengatasi perubahan iklim? Alasannya kenapa?
b. Mengapa bentuk adaptasi tersebut yang dipilih?
II.DAFTAR PERTANYAAN UNTUK INSTANSI TERKAIT
1. Data Desa
a. Monografi desa. b. Peta desa.
c. Tata guna lahan yang ada di desa (luas sawah, ladang dll).
d. Apa aturan/larangan yang diterapkan dalam pemanfaatan sumberdaya alam?
e. Sumber daya alam apa saja yang berpotensi untuk meningkatkan kehidupan masyarakat?
Lampiran 3 Dokumentasi di lapangan
Gambar 1 Kondisi hutan desa dengan vegetasi hutan yang masih terjaga dengan baik di Desa Nenas (1200 m-1400 m dpl).
Gambar 2 Kondisi Hutan Desa dengan vegetasi berupa semak dan pohon-pohon duri di sekitar Desa Bena ( kurang dari 500 m dpl).
Gambar 3 Salah satu sungai di Desa Bena pada musim kemarau.
Gambar 4 Masyarakat sangat mengalami kesulitan dalam mengolah lahan pertanian ketika musim kemarau.
Gambar 5 Upaya masyarakat dalam menanggulangi longsor dengan kegiatan penanaman Kaliandra di Desa Nenas.
Lampiran 4
DATA HUJAN BULANAN KABUPATEN TIMOR TENGAH SELATAN
Lokasi : Kesetnana Lintang : 09o 51' 35" LS
No. Stasiun : 471e Bujur : 124o 15' 30" BT
Ketinggian : 882 m dpl Kecamatan : Mollo Selatan
Curah hujan dalam satuan milimeter (mm)
Tahun Jan Peb Mar Apr Mei Jun Jul Agt Sep Okt Nop Des Jumlah
2000 284 307 469 512 376 52 0 0 0 156 283 125 2564 2001 509 135 686 130 0 62 0 0 57 245 317 225 2366 2002 814 387 306 289 30 0 0 0 84 0 222 390 2522 2003 230 289 353 69 0 0 0 0 0 157 266 1166 2530 2004 101 158 101 161 28 37 25 0 7 27 202 147 994 2005 93 248 35 34 29 64 195 10 12 7 47 95 869 2006 274 415 166 42 82 10 5 68 0 14 212 489 1777 2007 235 399 436 99 25 243 0 0 0 105 137 457 2136 2008 595 593 651 40 0 0 0 0 0 0 699 645 3223 2009 180 215 172 301 154 0 0 10 2 0 220 343 1597 2010 202 270 156 331 305 56 57 57 98 247 427 558 2764 JUMLAH 3517 3416 3531 2008 1029 524 282 145 260 958 3032 4640 23342 RATAAN 320 311 321 183 94 48 26 13 24 87 276 422 2122
Ket: Data curah hujan Desa Nenas
Lampiran 5
DATA HUJAN BULANAN KABUPATEN TIMOR TENGAH SELATAN
Lokasi : Panite Lintang :
No. Stasiun : Bujur :
Ketinggian : 60 meter dpl Kecamatan : Amanuban Selatan
Curah hujan dalam satuan milimeter (mm)
Tahun Jan Peb Mar Apr Mei Jun Jul Agt Sep Okt Nop Des Jumlah
2000 239 115 105 246 972 0 0 0 0 0 255 104 2036 2001 209 181 173 51 0 0 0 0 0 49 662 257 1582 2002 137 140 108 54 75 0 0 0 0 0 0 85 599 2003 202 212 342 69 0 0 0 0 0 157 266 435 1683 2004 260 476 440 130 28 27 0 0 0 0 70 142 1573 2005 186 150 238 190 66 8 0 0 0 30 2 80 950 2006 211 151 218 134 48 0 0 0 0 0 85 220 1067 2007 145 278 380 231 200 123 0 0 0 0 0 344 1701 2008 210 251 222 13 0 17 10 0 0 0 127 203 1053 2009 50 23 104 24 0 4 0 0 0 0 9 128 342 2010 124 110 25 255 209 5 43 114 68 155 45 381 1534 JUMLAH 1973 2087 2355 1397 1598 184 53 114 68 391 1521 2379 14120 RATAAN 179 190 214 127 145 17 5 10 6 36 138 216 1284
Ket: Data Curah hujan Desa Bena
ANGGA PRIMA SUKMA. Dampak Perubahan Iklim dan Strategi Adaptasi Masyarakat Sekitar Hutan di Kabupaten Timor Tengah Selatan, Nusa Tenggara Timur. Dibimbing oleh DIDIK SUHARJITO dan NIKEN SAKUNTALADEWI
Perubahan iklim ditandai dengan adanya perubahan curah hujan, suhu, musim hujan dan kemarau dalam jangka waktu yang lama. Perubahan ini memberikan dampak terhadap sumberdaya alam dan kehidupan masyarakat. Perhatian utama perubahan iklim adalah dampak negatif seperti banjir, tanah longsor, erosi tanah, kekeringan, dan gagal panen yang menyebabkan kerentanan masyarakat. Masyarakat ini harus beradaptasi dengan perubahan di lingkungan sekitar mereka agar dapat bertahan hidup.
Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan gambaran dari pemahaman masyarakat terhadap perubahan iklim, mengidentifikasi dan mengklasifikasi dampak perubahan iklim terhadap kehidupan masyarakat, serta untuk mempelajari strategi adaptasi masyarakat terhadap perubahan iklim. Penelitian dilakukan di Desa Nenas dan Desa Bena, Kabupaten Timor Tengah Selatan, Propinsi Nusa Tenggara Timur.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar masyarakat tidak mengerti apa yang dimaksud dengan perubahan iklim. Apa yang masyarakat pahami adalah bahwa ada perubahan musim (hujan dan kemarau) yang tidak menentu. Perubahan musim yang tidak terduga memberikan kesulitan bagi masyarakat untuk menjadwalkan waktu tanam. Musim yang ekstrim (baik musim hujan dengan curah hujan tinggi dan kemarau panjang) memberikan dampak negatif secara langsung dan tidak langsung, kepada masyarakat dan lingkungan sekitarnya seperti banjir, tanah longsor, kekeringan, ketersedian air yang terbatas, dan akhirnya dapat menurunkan produksi pertanian. Dampak negatif lain dari perubahan iklim adalah masalah kesehatan masyarakat, padang rumput dan semak kering yang rentan kebakaran.
Masyarakat telah melakukan beberapa strategi untuk beradaptasi seperti penanaman pohon untuk pengendalian banjir, penyesuaian pola tanam waktu tanam, mengubah spesies tanaman pertanian, membangun sumur, dan dengan bantuan dari Pemerintah Daerah untuk membangun saluran irigasi, serta pembuatan bak penampung air bersih. Strategi adaptasi yang diimplementasikan oleh masyarakat di desa penelitian sebagian besar merupakan adaptasi reaktif dan antisipatif.
ANGGA PRIMA SUKMA. Impacts of Climate Change and Forest Community Adaptation Strategy in Southern Central Timor District, East Nusa Tenggara. Supervised by DIDIK SUHARJITO and NIKEN SAKUNTALADEWI
Climate change is indicated by the change in precipitation, temperature, rainy and dry seasons within a long period of time. This change gives impacts to the natural resources and the lives of the communities. The main concern is the negative impacts of the climate change, such as floods, landslides, soil erosion, drought, and failure of food harvest that cause the vulnerability of the communities. These communities have to adapt with the changes in their surrounding environment in order for them to survive.
This research aimed to get pictures of the communities’ understanding of climate change, identify and classify the impacts of climate change on the lives of the communities, as well as to study their adaptation strategies to survive. The research is conducted in Nenas and Bena Villages, Southern Central Timor District, East Nusa Tenggara Province.
The results showed that most of the communities did not understand what it meant by climate change. What they did understand was that there was an uncertain changes in seasons (the rainy and dry seasons). This unpredictable seasons gave difficulties for the communities to schedule the planting time. The extreme weather (both the long period of wet season and the heavy rainfall) gave negative impacts, directly and indirectly, to the communities and its surrounding environment, such as flood, landslides, drought, limited water availability, and ultimately decreased the agricultural productions. Other negative impacts of the
climate change were communities’ health problems, and dry grasslands and scrub
that were prone to fires.
The communities had done some strategies to adapt, such as tree planting for flood control, adjustment of cropping pattern and planting time, changed the agricultural species, built wells, and with the help of the local governments they constructed irrigation and reservoir. Adaptation strategies implemented by the communities in the research villages were mostly reactive and anticipative adaptation.