• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB IV PAPARAN DATA DAN TEMUAN PENELITIAN

4.1 Data Kemampuan Menentukan Ketidakbakuan Kata dalam

No Menentukan Kata

Lanjutan….

Lanjutan….

29 hijo hijau 1, 3, 5, 7, 9, 12, 15, 16, 22 24, 25, 26

30 antar sesama antarsesama 1, 3, 7, 9, 12, 15, 16, 22, 25

4.2 Data Kemampuan Menentukan Ketidakbakuan Kata dan Mengubah Menjadi Kata Baku Di luar Wacana

No Kata Tidak

Lanjutan….

Lanjutan….

Lanjutan….

98 kegusur tergusur 3, 9, 25, 26

99 kwitansi kuitansi 3, 9, 13, 14, 16, 19, 21, 25

100 stadyon stadion 3

101 kisaran berkisar 3, 26

102 memopulerkan mempopulerkan 3

103 menyarikan mencarikan 3

104 test tes 3, 26

Lanjutan….

146 moltimedia multimedia 13

147 ketek ketik 13, 21

153 hipotermya hipotermia 16

154 iodium yodium 16

155 jamrud zamrud 16

156 symbol-symbol simbol-simbol 16

157 poto foto 17, 18

162 juali menjualkan

menjual

21 19, 20

Lanjutan….

163 berselisih perselisihan 21

164 tuju tujuh 23 tujuh 23

165 damai pendamai 23

166 folusi polusi 23

167 tumbuh tumbuhan 23

168 gambar menggambar 19

4.3 Tabel Hasil Tes Siswa

No Nama siswa Jumlah Soal yang Dijawab Benar Nilai Keterangan

No.1 No. 2 No.3

75 BAB V PEMBAHASAN

Pada bab ini akan dibahas tentang hal-hal yang berhubungan dengan kemampuan memahami ketidakbakuan kata dalam wacana pada siswa Kelas VIIA SMP Daerah Wuluhan yang telah dipaparkan di bab IV. Kriteria yang digunakan untuk menentukan kemampuan siswa menentukan ketidakbakuan kata dalam wacana yaitu, untuk soal nomor 1 siswa mampu menentukan ketidakbakuan kata dalam wacana sebanyak 30 kata, sedangkan untuk soal nomor 2 siswa mampu mengubah kata tidak baku menjadi kata baku (dari soal nomor 1), dan pada soal nomor 3 siswa mampu menuliskan sebanyak 40 kata tidak baku dan mengubah menjadi kata baku.

5.1 Kemampuan Menentukan Ketidakbakuan Kata dalam Wacana dan Mengubah Menjadi Kata Baku

Berdasarkan hasil tes siswa, pada jawaban kode data (1) lasim, merupakan kata tidak baku, karena kata lazim berasal dari serapan bahasa Arab yaitu lazimun, kemudian jika pengucapan dan penulisannya jika disesuaikan dengan kaidah bahasa Indonesia, maka kata baku dari lasim adalah lazim, karena dalam hal ini diusahakan agar ejaan bahasa asing hanya diubah seperlunya sehingga bentuk indonesianya masih dapat dibandingkan dengan bentuk aslinya. Penulisan ini menggunakan huruf z bukan s.

76

Pada kode data (2) penomena, merupakan kata tidak baku. Kata baku penomena adalah fenomena. Penulisannya yang benar menggunakan huruf f bukan p.

Kata menyusuri pada kode data (3), merupakan kata yang tidak baku, karena kata menyusuri berasal dari kata dasar telusur yang mendapat imbuhan Me-N+T , maka huruf t menjadi melebur atau hilang. Jadi penulisan kata baku menyusuri adalah menelusuri.

Kata kalo pada kode data (4), merupakan kata tidak baku, karena kata kalo digunakan dalam bahasa daerah, jika pengucapan dan penulisannya dipakai dalam situasi resmi atau formal yang benar adalah kalau.

Pada kode data (5) cendela, merupakan kata yang tidak baku. Kata baku cendela adalah jendela. Penulisannya menggunakan huruf j bukan c.

Kata mensiratkan (6), merupakan kata tidak baku, karena kata mensiratkan berasal dari kata dasar sirat yang mendapat imbuhan Me- N+S, maka huruf s menjadi hilang atau melebur. Jadi kata baku mensiratkan adalah menyiratkan.

Pada kode data (7) dulu, merupakan kata tidak baku, karena kata dulu termasuk kata yang dipakai dalam situasi yang tidak formal, jika pengucapan dan penulisannya dipakai dalam situasi resmi atau formal yang benar adalah kalau.

Pada kode (8) kanpas, termasuk kata tidak baku. Kata baku kanpas adalah kanvas. Penulisannya menggunakan huruf v bukan p.

77

Kata obyek (9), merupakan kata yang tidak baku. kata baku obyek adalah objek, karena berasal dari serapan bahasa Inggris yaitu object, jika penulisannya disesuaikan dalam kaidah bahasa Indonesia, maka huruf yang berubah yaitu huruf j menjadi y, dan huruf ck menjadi k.

Pada kode data (10) symbol-symbol, merupakan kata tidak baku. Kata baku symbol-symbol adalah simbol-simbol, karena dari bahasa Inggris, kemudian diserap ke dalam bahasa Indonesia, maka jika penulisannya disesuaikan dalam kaidah bahasa Indonesia yang berubah hanya huruf y menjadi i.

Kata tidak baku styker pada kode data (11), merupakan kata dari bahasa Inggris, kemudian diserap ke dalam bahasa Indonesia, maka jika penulisannya disesuaikan dalam kaidah bahasa Indonesia huruf y menjadi i. Jadi kata baku styker adalah stiker.

Kata identipikasi pada kode (12), termasuk kata yang tidak baku, karena dari bahasa Inggris yaitu identification, kemudian diserap ke dalam bahasa Indonesia, maka huruf yang berubah yaitu c menjadi k, dan diberi imbuhan on. kata baku identipikasi adalah identifikasi.

Pada kode data (13) ngalamin, merupakan kata tidak baku, karena pengucapan kata nglamin biasanya dipakai dalam situasi yang tidak formal, situasi yang santai, bahasa yang dipakai sehari-hari. Jika pengucapan dan penulisannya disesuaikan dengan kaidah bahasa Indonesia, maka kata baku dari ngalamin adalah mengalami.

78

Pada kode data (14) ekspresip, merupakan kata tidak baku, karena berasal dari serapan bahasa Inggris yaitu exprecive. Jika penulisannya disesuaikan dengan kaidah bahasa Indonesia, maka huruf yang berubah yaitu x menjadi ks, c menjadi s, dan v menjadi f.

Kata baku ekspresip adalah ekspresif.

Kata jaman (15), merupakan kata tidak baku. Kata baku jaman adalah zaman. Penulisannya menggunakan huruf z bukan j.

Kata tidak baku sistimatis pada kode data (16), merupakan kata serapan dari bahasa Inggris yaitu systematis, jika penulisannya

disesuaikan dalam kaidah bahasa Indonesia, maka huruf yang berubah hanya huruf y menjadi i. Jadi kata baku sistimatis adalah sistematis.

Pada kode data (17) sub cultur, merupakan kata tidak baku, karena berasal dari serapan bahasa Inggris subculture, jika

pengucapannya dan penulisannya disesuaikan dengan kaidah bahasa Indonesia, maka huruf yang berubah hanya huruf c menjadi k. Kata baku sub cultur adalah subkultur. Penulisan kata subkultur tidak bisa dipisahkan, karena merupakan gabungan kata yang ditulis serangkai tidak bisa dipisahkan, yang mempunyai satu arti atau satu kata yang utuh.

Kata cultur pada kode data (18), merupakan kata tidak baku. kata baku cultur adalah kultur, karena berasal dari serapan bahasa Inggris yaitu culture. Jika penulisannya disesuaikan dalam kaidah bahasa Indonesia, maka huruf yang berubah hanya huruf c menjadi k.

Kata saking pada kode data (19), termasuk kata tidak baku, karena kata saking merupakan kata yang dipakai dalam bahasa daerah, jadi jika pengucapannya digunakan dalam situasi resmi atau formal maka yang benar adalah menggunakan kata karena.

79

Kode data (20) antar kelompok, merupakan kata tidak baku, karena kata tersebut merupakan kata yang memiliki satu arti atau satu kata yang utuh. Jadi cara penulisannya tidak bisa dipisahkan. Kata baku antar kelompok adalah antarkelompok.

Pada kata agustus kode data (21), merupakan kata yang sudah baku, hanya saja kesalahan penulisanya menggunakan huruf kecil.

Untuk penulisan nama kota menurut kaidah bahasa Indonesia seharusnya ditulis dengan menggunakan huruf besar atau kapital diawal kata.

Penulisannya yang benar agustus adalah Agustus.

Kata stadyon (22), merupakan kata tidak baku, karena kata serapan dari bahasa Inggris stadyon, jika penulisannya disesuaikan dengan kaidah bahasa Indonesia huruf y menjadi i. Kata baku stadyon adalah stadion

Kata ngumpul pada kode data (23), termasuk kata tidak baku, karena kata ngumpul merupakan bahasa daerah, jika pengucapan dan penulisannya digunakan dalam situasi yang formal, maka kata ngumpul adalah berkumpul

Pada kode data (24) antar kampung, termasuk kata tidak baku, karena kata tersebut merupakan kata yang memiliki satu arti atau satu kata yang utuh. Jadi cara penulisannya tidak bisa dipisah. Kata baku antar kampung adalah antarkampung.

Pada kode data (25) difahami, merupakan kata tidak baku. Kata baku difahami adalah dipahami. Penulisannya menggunakan huruf p bukan f.

80

Pada kata hidupkan (26), merupakan kata tidak baku, karena didalam wacana yang sudah ditentukan kata hidupkan tersebut tidak berfungsi sebagai kalimat perintah, oleh karena itu kata hidupkan dalam wacana termasuk dalam kata yang tidak baku. Jadi kata baku hidupkan seharusnya menghidupkan.

Kata menyarikan pada kode data (27), merupakan kata tidak baku, karena kata menyarikan berasal dari kata dasar cari yang mendapat imbuhan Me-N+C, maka huruf c tetap ada tidak bisa dihilangkan tidak melebur. Jika pengucapan dan penulisannya disesuaikan dalam kaidah bahasa Indonesia, kata baku menyarikan adalah mencarikan.

Pada kode data (28) pencinta, merupakan kata tidak baku, karena kata pencinta berasal dari kata dasar cinta yang mendapat imbuhan Pe-N+C, mamaka huruf c akan hilang. Kata baku menyarikan adalah mencarikan.

Pada kode data (29) hijo, termasuk kata tidak baku, karena kata hijo merupakan kata yang digunakan oleh bahasa daerah, jadi jika pengucapan penulisannya digunakan dalam situasi yang formal sesuai dengan kaidah bahasa Indonesia, maka kata baku dari hijo adalah hijau.

Kata antar sesama pada kode data (30), merupakan kata tidak baku, karena kata tersebut merupakan kata yang memiliki satu arti atau satu kata yang utuh yang cara penulisannya tidak bisa dipisahkan. Kata baku antar sesama adalah antarsesama.

81

5.2 Kemampuan Menentukan Ketidakbakuan Kata dan Mengubah Menjadi Kata Baku Di luar Wacana

Berdasarkan hasil tes siswa, pada jawaban kode data (31) bahaia, merupakan kata tidak baku. Kata baku bahaya adalah bahaya.

Penulisannya yang benar menggunakan i dan a bukan y dan a.

Pada kode data (32) cindera mata, merupakan kata tidak baku. Kata baku cindera mata adalah cendera mata. Jadi kata tersebut sudah sesuai dengan kaidah bahasa Indonesia sebelumnya dan tidak mengalami perubahan.

Kata diaknosis kode data (33), merupakan kata tidak baku. kata baku diaknosis adalah diagnosa, karena kata tersebut berasal dari bahasa Inggris yaitu diagnose, kemudian diserap kedalam bahasa Indonesia, maka yang berubah hanya huruf e menjadi a.

Pada kode data (34) enerji, termasuk kata yang tidak baku. Kata baku energy adalah energi, karena berasal dari bahasa Inggris energy yang kemudian diserap ke dalam bahasa Indonesia, maka yang berubah hanya huruf y menjadi i.

Pada kode data (35) engkou, merupakan kata tidak baku. Kata baku engkou adalah engkau. Cara penulisannya mengunakan huruf u buka o.

Kata menyuci pada kode data (36), merupakan kata tidak baku, karena kata menyuci berasal dari kata dasar cuci yang mendapat imbuhan Me-N+C, maka huruf c tidak bisa melebur atau hilang. Jadi penulisan yang benar kata baku menyuci adalah mencuci.

Pada kata nulis (37), merupakan kata tidak baku, karena kata nulis digunakan dalam bahasa daerah. Jika penulisannya digunakan dalam situasi yang formal, maka yang benar kata nulis adalah menulis.

82

Pada kode data (38) apotik, merupakan kata tidak baku, karena berasal dari bahasa Inggris apotheek, kemudian diserap ke dalam bahasa Indonesia, maka penulisan kata baku apotik dalah apotek.

Kata praktek pada kode data (39), merupakan kata tidak baku. Kata baku praktek adalah praktik, karena berasal dari bahasa Inggris practic, kemudian penulisannya diserap ke dalam bahasa Indonesia, maka yang berubah hanya huruf c menjadi k.

Pada kode data (40) foto copy, merupakan kata tidak baku, karena foto copy termasuk kata dari bahasa Inggris, kemudian diserap ke dalam bahasa Indonesia, maka yang berubah hanya huruf y menjadi i. Penulisan kata baku dari foto copy adalah foto kopi.

Pada kode data (41) tehnology, merupakan kata tidak baku. Kata baku tehnologi adalah teknologi, karena berasal dari kata asing technology, kemudian diserap ke dalam bahasa Indonesia, maka yang berubah hanya huruf c menjadi k, dan huruf y menjadi i.

Kata duniya pada kode data (42), merupakan kata tidak baku. Kata baku dari duniya adalah dunia. Penulisannya menggunakan huruf i dan a bukan y dan a.

Pada kode data (43) fikir, merupakan kata tidak baku. Kata baku dari fikir adalah pikir. Penulisan yang benar menggunakan huruf p bukan f.

Pada kata jadwal (44), merupakan kata tidak baku. Kata baku dari jadwal adalah jadual. Penulisannya menggunakan huruf u bukan w.

83

Kata pebruari pada kode data (45), merupakan kata tidak baku. Kata baku pebruari dalah februari. Penulisannya menggunakan huruf f bukan p.

Pada kode data (46) kompyuter, merupakan kata tidak baku, karena berasal dari serapan kata bahasa Inggris yaitu computer,

kemudian disesuaikan ke dalam penulisan dan pengucapan kaidah bahasa Indonesiam maka huruf yang berubah hanya huruf c menjadi k.

Kata baku kompyuter adalah komputer.

Kata gue pada kode data (47) merupakan kata tidak baku, karena kata gue termasuk bahasa gaul yang dipakai dalam situasi yang tidak formal, apabila digunakan dalam situasi yang formal adalah saya.

Kode data (48) syawal, merupakan kata yang tidak baku, karena berasal dari serapan bahasa Arab, kemudian jika penulisannya disesuaikan ke dalam kaidah bahasa Indonesia, maka penulian kata baku syawal adalah sawal.

Kata telefisi pada kode data (49), termasuk kata yang tidak baku, karena berasal dari serapan kata asing television, jika penulisannya disesuaikan dengan ejaan bahasa Indonesia yang benar, maka huruf on menjadi hilang. Kata baku telefisi adalah televisi.

Pada kode data (50) tekat, merupakan kata tidak baku. Kata baku tekat adalah tekad. Jadi penulisannya menggunakan huruf d bukan t.

84

Pada kode data (51) jebra, merupakan kata yang tidak baku. Kata baku jebra adalah zebra,. Penulisannya menggunakan huruf z bukan j.

Pada kata kwalitas (52), merupakan kata tidak baku, karena berasal dari serapan kata asing yaitu quality, kemudian jika penulisannya disesuaikan ke dalam kaidah bahasa Indonesia, maka huruf yang berubah hanya huruf q menjadi k dan mendapat imbuhan as. Jadi

penulisan kata baku kwalitas adalah kualitas.

Pada kode data (53) supervisior, merupakan kata tidak baku. Kata baku supervisior adalah supervisor. Jadi kata tersebut sudah sesuai dengan kaidah bahasa Indonesia sebelumnya dan tidak mengalami perubahan.

Pada kode data (54) standart, merupakan kata tidak baku. Kata baku standart dalah standar, karena termasuk dalam ejaan fonemik, artinya hanya satuan bunyi yang berfungsi dalam bahasa Indonesia yang dilambangkan dengan huruf.

Kata stap (55), merupakan kata tidak baku. Kata baku stap adalah staf. Jadi penulisanya menggunakan huruf f bukan p.

Pada data (56) refolusi, merupakan kata tidak baku. Kata bku refolusi adalah revolusi, karena kata refolusi berasal dari serapan bahsa Inggris yaitu revolution, merupakan kata tidak baku kemudian apabila penulisannya disesuaikan ke dalam bahasa Indonesia, maka huruf yang berubah hanya hurf t menjadi s dan on mnejadi hilang.

85

Pada data (57) kata propesor, merupakan kata yang tidak baku. Kata baku propesor adalah profesor. Penulisannya menggunakan huruf f bukan p.

Kata wysata pada data (58), merupakan kata tidak baku. Kata baku wysata adalah wisata. Penulisannya menggunakan huruf i bukan y.

Pada kode data (59) lebel, merupakan kata tidak baku. Kata baku lebel adalah label, penulisan huruf yang tepat digunakan adalah huruf a bukan e.

kata montor pada kode data (60), merupakan kata tidak baku, karena kata montor biasa dipakai dalam bahasa daerah, jika digunakan dalam situasi yang formal, maka yang benar adalah ditulis motor.

Kata ngajak pada kode data (61), termasuk kata tidak baku, karena kata ngajak biasanya digunakan dalam bahasa daerah, jika pengucapan dan penulisannya digunakan dalam situasi formal, maka kata baku dari ngajak adalah mengajak.

Pada kode data (62) nasihat dan menasihati, merupakan kata tidak baku. Kata baku nasihat dan menasihati adalah nasehat dan menasehati. Penggunan penulisan hurufnya yang benar memakai e bukan i.

Pada kode data (63) faseh, merupakan kata tidak baku. Kata baku faseh adalah fasih, jadi penulisanya menggunakan huruf i bukan e.

Pada kode data (64) faspor, merupakan kata tidak baku. Kata baku faspor adalah paspor. Penulisannya menggunakan huru p bukan f.

86

Pada kode data (65) sentosa, merupakan kata tidak baku. Kata baku sentosa adalah santosa. Penulisannya mengunakan huruf a bukan p.

Pada kode data (66) nutrizy, merupakan kata tidak baku, kata baku nutrizy adalah nutrisi, karena kata tersebut berasal dari serapan bahasa Inggris yaitu nutrition, jika ditulis dalam kaiadah bahasa Indonesiam maka huruf yang berubah hanya t menjadi s, dan on menjadi hilang.

Kata jemuah pada kode data (67) merupakan kata tidak baku, karena kata jemuah adalah kata yang dipakai dalam bahasa jawa, oleh karena itu penulisan yang benar sesuai kaidah bahasa Indonesia kata baku jemuah adalah jumat.

Pada kode data (68) Indonesa, merupakan kata tidak baku. Kata baku Indonesa adalah Indonesia. Jadi kata Indonesia sudah sesuai dengan kaidah bahasa Indonesia sebelumnya dan tidak mengalami perubahan.

Pada kode data (69) jamjam, merupakan kata tidak baku, karena berasal dari kata serapan bahasa Arab yaitu zamzam, kemudian penulisannya disesuaikan ke dalam bahasa Indonesia, maka kata baku jamjam adalah zamzam.

Pada kode data (70) seloso, merupakan kata yang tidak baku, karena kata seloso adalah kata yang dipakai dalam bahasa daerah, oleh karena itu jika digunakan dalam situasi formal, maka penulisan kata baku seloso adalah selasa.

87

Pada kode data (71) sepedah, merupakan kata yang tidak, karena kata sepeda adalah kata yang dipakai dalam bahasa daerah, jika digunakan dalam situasi formal, maka Kata baku sepedah adalah sepeda.

Pada kode data (72) saptu, merupakan kata yang tidak. Kata baku saptu adalah sabtu. Penulisannya yang benar menggunakan huruf b bukan p.

Pada kode data (73) senen, merupakan kata yang tidak. Kata baku senen adalah senin. Penulisannya yang benar menggunakan huruf i bukan e.

Dari hasil analisis peneliti terdapat juga siswa yang menyebutkan nama orang yaitu pada kode data (74) pani dan (150) nopa, seharusnya siswa tidak menyebutkan kata yang termasuk ke dalam kategori kata tidak baku, karena nama orang bukan termasuk dalam kata baku, melainkan tergantung cara pengucapan siapa yang menyebutkannya. Jadi kata tersebut tidak bisa digolongkan ke dalam kata baku.

Pada kode data (75) rabo, merupakan kata yang tidak baku, karena kata rabo adalah kata yang dipakai dalam bahasa daerah, oleh karena itu penulisan digunakan dalam situasi yang formal kata baku rabo adalah rabu. Penulisan yang benar menggunakan huruf u bukan o.

Pada kode data (76) sabok, merupakan kata yang tidak baku, karena kata sabok adalah kata yang dipakai dalam bahasa daerah, oleh karena itu jika digunakan dalam situasi formal, maka kata baku sabok adalah ikat pinggang.

88

Pada kode data (77) kalong, merupakan kata yang tidak baku, karena kata kalong adalah kata yang dipakai dalam bahasa daerah. Jika digunakan dalam situasi formal, maka kata baku kalong adalah kalung. Penulisan yang benar menggunakan huruf u bukan o.

Pada kode data (78) cendela, merupakan kata yang tidak baku. Kata baku cendela yang benar adalah jendela. Penulisan yang benar menggunakan huruf j bukan c.

Pada kode data (79) nopember, merupakan kata yang tidak baku. Kata baku nopember adalah november. Penulisan yang benar menggunakan huruf v bukan p.

Pada kode data (80) faham, merupakan kata tidak baku. Kata baku difahami adalah paham. Penulisannya menggunakan huruf p bukan f.

Pada kode data (81) lobang, merupakan kata yang tidak baku, karena kata kalong adalah kata yang dipakai dalam bahasa daerah. Jika digunakan dalam situasi formal, maka kata baku lobang adalah lubang. Penulisan yang benar menggunakan huruf u bukan o.

Pada kode data (82) cincen, merupakan kata yang tidak baku, karena kata kalong adalah kata yang dipakai dalam bahasa daerah. Jika digunakan dalam situasi formal, maka kata baku cincen adalah cincin. Penulisan yang benar menggunakan huruf i bukan e.

Pada kode data (83) anteng, merupakan kata yang tidak baku, karena kata anteng adalah kata yang dipakai dalam bahasa daerah. Jika digunakan dalam situasi formal, maka kata baku baku anteng adalah anting. Penulisan yang benar menggunakan huruf i bukan e.

89

Pada kode data (84) banjer, merupakan kata yang tidak baku, karena kata banjer, adalah kata yang dipakai dalam bahasa daerah. Jika digunakan dalam situasi formal, maka kata baku baku banjer adalah banjer. Penulisan yang benar menggunakan huruf i bukan e.

Pada kode data (85) Jaman, merupakan kata yang tidak baku. Kata baku jaman adalah zaman. Penulisannya meggunakan z bukan j.

Pada kode data (86) crita, merupakan kata yang tidak baku. Kata baku crita adalah cerita. Jadi kata tersebut sudah sesuai dengan kaidah bahasa Indonesia sebelumnya dan tidak mengalami perubahan.

Pada kode data (87) january, merupakan kata yang tidak baku. Kata baku january adalah januari. Penulisannya menggunakan huruf i bukan y.

Pada kode data (88) kalo dan kalaw, merupakan kata tidak baku, karena kata kalo dipakai dalam bahasa daerah, jadi jika digunakan dalam situasi yang formal adalah kalau..

Pada kode data (89) gimana, termasuk kata yang tidak baku karena kata gimana merupakan bahasa gaul yang dipakai oleh orang tertentu dalam situasi yang tidak formal atau tidak resmi, jika digunakan dalam situasi formal, maka kata baku gimana adalah bagaimana.

Pada kode data (90) kemaren, merupakan kata tidak baku. Kata baku kemaren adalah kemarin. Penulisa yang benar menggunakan huruf i bukan e.

90

Pada kode data (91) sabon, merupakan kata tidak baku, karena kata sabon dari bahasa daerah, maka jika ditulis dalam situasi yang formal, maka kata baku sabon adalah sabun. Penulisannya menggunakan huruf u bukan o.

Kata tidak baku sistim pada kode data (92), merupakan kata tidak baku. Kata baku sistim adalah sistem, karena termasuk kata serapan bahasa Inggris yaitu system, jika penulisannya disesuaikan dalam kaidah bahasa Indonesia, maka huruf yang berubah hanya y menjadi i.

Kata tidak baku peroleh pada kode data (93), merupakan kata tidak baku, karena kata memperoleh berasal dari kata dasar peroleh

Kata tidak baku peroleh pada kode data (93), merupakan kata tidak baku, karena kata memperoleh berasal dari kata dasar peroleh

Dokumen terkait