• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB IV DESKRIPSI DATA DAN ANALISIS DATA

B. Data Khusus (Deskripsi Data) dan Analisis

MI Sabilil Muttaqin Kapuran Badegan Ponorogo memiliki Visi yang selaras dengan kegiatan akademik dan non akademik yang bertujuan membekali peserta didik berwawaskan islami, berpengetahuan modern dan memiliki karakter yang baik. Ada beragam kegiatan ekstrakurikuler yang bisa di ikuti peserta didik, salah satu wadah kegiatan ekstrakurikuler yang memiliki peran dalam pembinaan karakter peserta didik yakni kegiatan ekstrakurikuler kepramukaan.

Pembinaan sikap moral dan kedisiplinan melalui kegiatan ekstrakurikuler kepramukaan dalam materi PBB terlihat sudah Optimal.

Dengan adanya kerjasama dengan pembina dan instansi POLSEK bisa memberikan sebuah penguatan pembinaan motivasi dalam sikap moral dan kedisiplinan, terlepas dari situ dengan penerapan hukuman terhadap peserta didik yang melanggar, peranan dalam mempengaruhi sikap anak juga tidak terlepas dari dukungan Orang tua/wali dan lingkungan.4 Melalui pembiasaan yang dilakukan oleh para pembina dan menyelaraskan dengan memberikan pembinaan yang baik, peserta didik akan lebih mudah menerima, memahami dan melaksanakan apa yang di berikan pembina. Adapun faktor eksternal yang berperan lebih besar terhadap kesuksesan pembinaan yakni peranan secara nyata dari Orang tua/Wali juga bisa memberikan pengaruh/andil besar dalam proses pembinaan yang di berikan oleh para pembina, oleh karena itu madrasah juga memberikan wadah tampungan untuk saran/pengaduan untuk menjalin komunikasi baik dengan Orang tua/wali peserta didik.

1. Pembinaan Sikap Moral dan kedisiplinan

4 Hasil wawancara dan observasi dengan Bapak Mulyono, S.Pd,I selaku Kepala Madrasah pada tanggal 24 Mei 2021, di ruang kepala madrasah

58

Dalam kegiatan Ekstrakurikuler kepramukaan terdapat banyak kegiatan latihan. Dalam setiap kegiatan tersebut tentunya dapat membantu membiasakan peserta didik baik itu sikap moral dan kedisiplinannya. Dari hasil wawancara yang didapat, dari salah satu pembina menerangkan bahwa

“Dalam kegiatan/latihan kepramukaan ini, khusus materi PBB hanya sebatas memberikan penguatan yang mana, bisa di jadikan pembiasaan berperilaku yang baik bagi siswa/siswi. Untuk pembinaan sikap moral dan kedisiplinan, bisa tercapai jika pembina bisa memberikan tauladan dan contoh yang baik.”5

Ada beragam kegiatan dalam ekstrakurikuler kepramukaan yang bisa di terapkan dalam membina sikap moral dan kedisiplinan peserta didik yakni kegiatan Perkemahan, Upacara dan lain sebagainya.

Di sini penulis memfokuskan peranan salah satu kegiatan/materi yakni (PBB) Peraturan Baris Berbaris.

2. (PBB) Peraturan Baris Berbaris

PBB sebagai wujud salah satu kegiatan fisik guna menanamkan kebiasaan tata cara kehidupan (sikap moral) yang diarahkan kepada terbentuknya sebuah sikap agar memiliki kedisiplinan yang tinggi.

Berdasarkan tujuan (PBB) Peraturan Baris Berbaris yang menumbuhkan sikap pribadi (bermoral dan disiplin) yang baik adalah mengutamakan kepentingan tugas di atas kepentingan pribadi yang pada hakikatnya tidak lain, dari pada keikhlasan. Sehingga (PBB) Peraturan Baris Berbaris dapat di jadikan pembinaan sikap moral dan kedisiplinan peserta didik, dengan penyampaian secara teori dan latihan peserta didik dapat mengendalikan diri agar tertib baik secara individu maupun kelompok. Dalam Hasil observasi dan pengamatan yang dilakukan

5 Hasil wawancara dengan Nila Candra N.S.Pd, Pembina pramuka MI Sabilil Muttaqin, tanggal 31 Mei 2021 di Ruang Guru MI sabilil muttaqin kapuran badegan ponorogo

59

penulis, terkait latihan rutin Pramuka mengenai peran kegiatan ekstrakurikuler kepramukaan materi PBB dalam pembinaan sikap moral dan kedisiplinan peserta didik di MI sabilil muttaqiin kapuran badegan ponorogo juga terkandung dalam prinsip dasar METODIK pendidikan Pramuka, berikut penjabaran tiap butir dasadharma:

a. Taqwa kepada Tuhan Yang Maha Esaa

Dalam hasil observasi yang dilakukan penulis, terkait kegiatan ekstrakurikuler kepramukaan mengemukakan bahwa dalam proses pembinaan sikap moral dan kedisiplinan bisa dilihat dari proses berlangsungnya pelaksanaan awal kegiatan maupun akhir kegiatan berupa Upacara pembukaan dan Upacara penutupan dalam setiap kali latihan rutin ekstrakurikuler Pramuka, dalam pelaksanaannya terdapat pembacaan doa untuk mengawali dan mengakhiri kegiatan, menurut salah satu Pembina Pramuka di MI sabili muttaqin juga menambahkan bahwa,

Selain sebagai pembinaan kedisiplinan, Upacara juga bisa memupuk spiritual moral peserta didik melalui pembiasaan sederhana jika dilakukan berulang pasti akan ada hasilnya pula. Tidak lepas dari aspek spiritual, baik dalam kegiatan pembelajaran, pasti diawali dengan doa dan diakhiri dengan doa, terlebih pada kegiatan-kegiatan yang menginap, pasti shalat atau ibadah itu yang menjadi hal utama dan tidak boleh terlewatkan 6

b. Cinta alam dan kasih sayang sesama manusia

Selain sebagai makhluk pribadi, kita juga sebagai makhluk sosial. Artinya, makhluk yang tidak bisa berdiri sendiri. Kita perlu teman, bergaul, bertetangga. Kita tidak bisa hidup tanpa orang lain, kita memerlukan bantuan orang lain.

6 Hasil wawancara dengan Nila Candra N.S.Pd, Pembina pramuka MI Sabilil Muttaqin, tanggal 31 Mei 2021 di Ruang Guru MI sabilil muttaqin kapuran badegan ponorogo

60

Hasil obsesrvasi dengan Kepala Madrasah yang berkaitan dengan dokumentasi kegiatan ekstrakurikuler kepramukaan materi PBB, yaitu proses kegiatan/latihan dengan system berkelompok, hal ini bertujuan untuk membina kerjasama antar teman kelompok, saling mengetahui keadaan, kemampuan dan kekurangan dari masing-masing anggota sehingga dengan begitu akan timbul rasa saling menyayangi antar anggota. Bentuk rasa sayang banyak sekali perwujudannya, dalam hal kepramukaan diwujudkan dengan adanya bumbung kemanusiaan atau penggalangan dana bagi anggota pramuka yang sedang terkena musibah, hal ini merupakan bentuk rasa iba antar anggota yang sedang mengalami kesulitan atau musibah.

c. Patriot yang sopan dan kesatria

Sebagai Pramuka, kita harus berperilaku yang sopan.

Tindak-tanduk dalam bersikap dan bertutur kata mesti diperhatikan.

Kesopanan melambangkan pribadi seseorang di tengah-tengah pergaulan dalam masyarakat.

Hasil observasi dan pengamatan yang dilakukan penulis, dari pengamalan dasadharma yang ke 3 ini juga terlihat dalam keseharian di sekolah baik dilakukan oleh guru dengan guru yang lain, dan peserta didik kepada gurunya, baik dari segi unggah-ungguh tata bahasa yang sopan dan perilaku disiplin.

d. Patuh dan suka bermusyawarah

Dalam situasi dan kegiatan apa pun, anggota Pramuka wajib taat dan patuh terhadap aturan yang berlaku, dan dalam kegiatan Pramuka selayaknya bermusyawarah dalam mengambil keputusan terbaik dan memuaskan.

Pengaplikasian di MI sabilil muttaqin kapuran badegan ponorogo terkait dasadharma ke 4 juga diterapkan sebagai dasar dalam PBB yakni dengan cara membiasakan mematui peraturan yang sudah ditetapkan, seperti halnya dalam pemilihan PINRUNG

61

ataupun PINRU dengan cara bermusyawarah dalam setiap kegiatan pramuka. hal ini menjadi pembiasaan yan baik di dalam Pramuka karena tidak dianjurkan memakai cara lain seperti pemilihan sepihak, apapun yang udah di sepakati akan dilakukan secara bersama-sama dan ditaati.

e. Rela menolong dan tabah

Pramuka senantiasa rela dalam menolong tanpa membedakan agama, warna kulit, suku, dan sebagainya, dan harus didasari oleh hati yang ikhlas, tulus, tanpa diembel-embeli oleh sikap ingin dipuji. Dalam setiap perjuangan itu seorang anggota Pramuka harus tabah menghadapi gangguan, tantangan, halangan, dan hambatan.

Allah SWT berfirman dalam Al-Qur’an:

ََتَو

Artinya: “Dan tolong-menolonglah kamu sekalian dalam (mengerjakan) kebajikan dan taqwa, dosa dan permusuhan (pelanggaran). Dan bertaqwalah kamu kepada Allah, sesungguhnya Allah amat berat siksa-Nya.” (QS.Al

Ma’idah 2)

Dalam pelaksanaan ekstrakurikuler kepramukaan di MI sabilil muttaqin ini, sikap tolong menolong sangat terliha jelas pada segala hal kegiatan yang dilakukan berkelompok, salah satunya dalam kegiatan penjelajahan, selain disitu peserta didik dituntut utnuk saling menjaga satu dengan yang lain, peserta didik juga saling bantu ketika mengerjakan rintangan yang diberikan oleh pembina. Dengan demikian sikap moral akan tumbuh sendirinya dari beberapa pengalaman yang didapat.

f. Rajin, terampil dan gembira

Anggota Pramuka itu harus rajin melakukan sesuatu yang positif. Kegiatan ketika ia berada dalam pembinaan Pramuka harus diimplementasikan dalam kegiatan sehari-hari. Tidak hanya rajin

62

karena waktu penggodokan dalam kegiatan, tetapi harus dibuktikan ketika ia di rumah dan di sekolah. Dalam melaksanakan kegiatan itu pun harus dilaksanakan dengan senang dan gembira. Terbukti dari hasil observasi oleh penulis terlihat dari beragam penghargaan hasil kejuaraan lomba yang diikuti peserta didik, baik pada tingkat kecamatan maupun kota, salah satunya pada cabang perlombaan Baris-berbaris.

Materi dan sistem pendidikan Pramuka dikemas dalam bentuk permainan yang mengandung unsur pendidikan menyenangkan dalam mencapai tujuannya, hal ini bertujuan agar setiap kegiatan kepramukaan tidak monoton dan selalu menyenangkan, sehingga mempermudah anggota Pramuka untuk memahaminya.

g. Hemat, cermat dan bersahaja

Ada ungkapan yang mengatakan “hemat pangkal kaya”.

Dengan berhemat, tidak menghambur hamburkan uang untuk jajan, tidak berhura-hura untuk kepentingan sesaat merupakan awal menjadi orang kaya. Pramuka harus cermat dalam pengeluaran uang, memprioritaskan apa yang harus dibeli atau didahulukan, dan mana yang tidak perlu janganlah dibeli. Meskipun ia kaya, seorang Pramuka jangan sombong di depan orang lain, jangan angkuh, bersahaja dalam bergaul. Seorang Pramuka harus cerdas, terampil agar ia senantiasa terhindar dari kekeliruan dan kesalahan.

Berangkat dari prestasi yang diraih dalam setiap kejuaraan lomba Pramuka dihasilkan dari kecermatan pembina di dalam melakukan latihan-latihan perlombaan. Sebelum berangkat perlombaan anak-anak dibekali keyakinan untuk menyerahkan semua hasil kepada Allah dan tidak terlalu mengharap kemenangan, hal itu dilakukan karena untuk memberikan pembelajaran bersikap tidak terlalu mengharap atas apa yang diusahakan dikarenakan ketakutan jika hasilnya tidak sesuai apa yang diharapkan, menghindari

63

kemungkinan anak terlalu sedih jika hasil yang diharapkan tidak sesuai dengan pengharapan, Dan juga anggota Pramuka diajarkan untuk tetap bersahaja atau sederhana tidak berlebih-lebihan dalam menyikapi atas apa yang diraihnya dalam berbagai perlombaan.

Kaitannya dengan hemat, siswa yang mengikuti kegiatan kepramukaan juga dibekali materi tentang menabung, materi menabung ini penting karena menjadi syarat dalam penyelesaian dan ujian Syarat Kecakapan Umum (SKU) yang apabila dapat memenuhinya akan diberikan Tanda Kecakapan Khusus (TKK) yaitu pada point tentang menabung.

h. Disiplin, berani dan setia

Anggota Pramuka harus hidup dengan disiplin, baik dalam waktu belajar di sekolah, bermain, dan sebagainya. Kalau Pramuka seperti itu maka hidup tak akan percuma, tetapi akan berguna dalam mencapai cita-cita. Anggota Pramuka harus berani karena benar, tetapi takut karena salah. Jangan berani karena kesalahan, beranilah karena kebenaran. Pramuka harus setia terhadap janji setianya karena itulah nilai-nilai luhur pribadi manusia.

Hasil observasi penulis terkait kedisiplinan anggota dalam latihan terlihat kelengkapan atribut Pramuka secara lengkap, tidak ada yang terlambat pada saat sekolah dan saat upacara pembukaan, karena segala sesuatu nya pasti ada konsekuensinya, jika melakukan kebaikan maka akan mendapatkan reward dan jika melakukan kesalahan akan mendapatkan punishment di setiap kegiatan-kegiatan. Berani dalam konteks ini digambarkan dengan rasa percaya diri anggota di dalam memimpin anggota di dalam barisan dan berani maju kedepan untuk menyampaikan pendapat, berani maju kedepan untuk menjelaskan atau lebih dari itu menguraikan dan menjelaskan apa yang dia ketahui dalam proses pembelajaran biasa di kelas.

64

Ditambah hasil wawancara dengan Bapak Seno, S.Pd. I selaku WAKA Kesiswaan MI sabilil muttaqin kaitannya dengan kedisiplinan yang diajarkan dalam ekstrakurikuler Pramuka sangat erat sekali hubungannya dengan kedisiplinan pembelajaran di kelas.

Dengan berpegang pada kedisiplinan tersebut terlihat sekali nilai kedisiplinan yang dimiliki, contoh anak mau masuk kelas diawali dengan baris sesuai aba-aba atau instruksi dari ketua kelas, dan tidak akan masuk tanpa perintahnya pula.

dari kegiatan ini peserta didik dipoles baik secara pengetahuan dan fisiknya, ketika dari para pembina bisa melaksanakan apa yang seharusnya dilaksanakan (mencontohkan, mendidik, membina, mengayomi) anak akan meniru beberapa hal yang sudah diberikan. 7

i. Bertanggung jawab dan dapat dipercaya

Setiap anggota Pramuka harus bertanggung jawab terhadap apa yang telah ia perbuat, jangan lari, jangan lempar batu sembunyi tangan. Ia harus konsekuen karena ini adalah modal dari kepercayaan terhadap kita.

Berdasarkan hasil observasi, sikap tanggung jawab dapat dilihat ketika upacara, dengan adanya penjadwalan yang terstruktur dari Pembina, para peserta didik bisa melaksanakan sesuai tugas dan wewenang yang sudah menjadi kewajiban mereka. Secara otomatis pemimpin regu yang bertugas mengarahkan anggotanya untuk bersiap- siap melaksanakan Upacara. Selain itu ketika peserta didik melakukan kesalahan, mereka beredia untuk menanggung kesalahan walaupun mereka mendapatkan hukuman.8

Bapak Seno, mengemukakan kegiatan esktrakurikuler kepramukaan dapat memberikan pengaruh posistif terhadap

7 Hasil wawancara dengan WAKA Kesiswaan Bapak SENO, S. Pd. I di Kantor TU MI sabilil muttaqin kapuran badegan ponorogo pada tanggal 24 mei 2021

8 Hasil Observasi dan wawancara di MI sabilil muttaqin

65

peserta didik, untuk melatih diri menjadi disiplin, belajar berani memimpin dan PD. Selain itu, peserta didik yang senantiasa mengikuti kegiatan kepramukaan dengan tekun mempunyai tanggung jawab dan kesadaran tersendiri.

Tanggung jawab itu dapat tercermin ketika adik-adik di beri tugas oleh kakak pembinanya mereka melaksanakan tugas tersebut dengan sebaik-baiknya, patuh dengan perintah kakak pembinanya.9

dimana ketika peserta didik diberi tugas mereka akan berusaha melaksanakan tugas tersebut semampu mereka. Hal ini berarti bahwa dalam diri peserta didik telah timbul rasa tanggung jawab terhadap tugas yang mereka terima.

j. Suci dalam pikiran, perkataan dan perbuatan10

Seorang Pramuka dikatakan matang jiwanya, bila Pramuka itu dalam setiap tingkah lakunya sudah menggambarkan perilaku yang suci dalam pikiran, perkataan dan perbuatan. Setiap Pramuka mempunyai pegangan hidup yaitu agama, jelas di sini bahwa Pramuka itu beragama bukan hanya dalam pikiran dan perkataan belaka, tetapi keberagamaan Pramuka tercermin pula dalam perbuatan yang nyata.

Dalam setiap agama sudah pasti ada larangan berkata yang jelek ataupun berbuat yang tidak baik, dalam agama islam sendiri, Allah berfirman dalam surat Al Hujurat:

َايرحَنكيَنَ َْسيعَءَاسنَنمَءَاسنَلوَمنهمَاَيرخَاَونَكيَن َْسيعَموقَنمَموقَرخسيالاَونم َْنيَلذَاَايه َْيا

Artinya: “Hai Orang-orang yang beriman, janganlah suatu kamu mengolok-olokan kaum yang lain (karena) boleh jadi mereka (yang di olok-olokkan) itu lebih baik dari mereka (yang mengolok-olokkan) dan janganpula wanita-wanita (mengolok-olokkan) wanita-wanita lain, karena boleh jadi wanita-wanita yang (diolok-olokkan) itu lebih baik dari mereka yang (emngolok-olokkan) dan jangan kamu

9 Hasil wawancara dengan WAKA Kesiswaan MI sabilil Muttaqin kapuran badegan ponorogo

10 Agus Widodo HS, Ramuan Lengkap Bagi Pramuka Penggalang, Pramuka penegak, dan Pembina Pramuka (Yogyakarta: Kwartir Daerah XII DIY, 2003), hal. 73.

66

mencela dirimu sendiri dan janganlah kamu panggil memanggil dengan gelar-gelar yang buruk. seburuk-buruk panggilan ialah (panggilan) yang buruk sesudah iman dan barang siapa yang tidak bertaubat, maka mereka itulah orang-orang yang dhalim”.

Oleh sebab itu, segala kata yang kiranya dianggap malu jika dikeluarkan, seyogyanya tidak perlu disebutkan dengan perkataan yang keras, jelas atau terang-terangan, sebab itu juga merupakan berkata-kata dengan tidak adanya kesopanan.

Hasil wawancara dengan Bu Nila, mengemukakan terkait sikap hormat terhadap anggota pramuka yang lain/teman sebaya bahwa:

Dari masing - masing peserta didik tentunya bisa saling komunikasi dengan baik dan saling menghargai satu dengan yang lain, namun juga tetap dilakukan pengontrolan dari para Pembina untuk selalu hormat dan cinta terhadap orang yang lebih tua.11

Secara keseluruhan peran kegiatan ekstrakurikuler kepramukaan materi PBB dalam pembinaan sikap moral dan kedisiplinan peserta didik di MI Sabilil Muttaqin Kapuran Badegan Ponorogo terdapat banyak sekali dalam pembinaan sikap moral dan kedisiplinan meliputi integritas (integrity), Tanggung jawab (responsibility), Perasaan Iba (compassion), pemaaf (forgiveness).

Dari keempat hal tersebut sudah tertuang jelas dalam dasadharma pramuka sebagai dasar ataupun rujuakan METODIK dalam pembinaan sikap moral dan kedisiplinan materi PBB.

Dokumen terkait