• Tidak ada hasil yang ditemukan

DATA PERKEMBANGAN III (4-5 Maret 2015/Malam) jam 20.00 WIB

Dalam dokumen ASUHAN KEBIDANAN PADA BAYI NY. N UMUR 3 (Halaman 42-56)

BAB III TINJAUAN KASUS

DATA PERKEMBANGAN III (4-5 Maret 2015/Malam) jam 20.00 WIB

S :

- Ibu mengatakan kuning pada bayinya sudah berkurang - Ibu mengatakan bayinya sudah bisa menyusu dengan baik - Ibu mengatakan belum mengerti cara perawatan BBLR O :

- KU : sedang

- HR : 115x/menit RR : 46x/menit S : 36,00C - Kulit bayi sudah mulai tidak kuning

- Reflek sucking baik A :

- Bayi Ny. N umur 3 hari jenis kelamin laki-laki dengan BBLR dengan masalah hipotermi

P :

1. Menaikkan suhu incubator 0,50C sampai suhu stabil

Hasil : jam 22.00 suhu incubator dinaikkan 0,50C menjadi 32,50C Jam 23.00 suhu incubator dinaikkan menjadi 33,00C 2. Mengobservasi TTV setiap 1 jam dengan hasil

Waktu HR RR Suhu 20.30 WIB 115 46 36,0 21.00 WIB 121 59 36,2 22.00 WIB 120 50 36,1 23.00 WIB 115 48 36,0 00.00 WIB 154 39 36,1 01.00 WIB 133 48 36,4 02.30 WIB 127 49 36,4 03.00 WIB 114 36 36,5 04.00 WIB 128 39 36,7 05.00 WIB 135 40 36,6 06.10 WIB 145 50 36,8 07.00 WIB 151 46 36,9

Hasil: jam 21.00 injeksi amoxicylin 85mg

4. Mengobservasi eliminasi (BAB dan BAK) serta menjaga personal higyene

Hasil: jam 03.40 WIB, BAB+BAK 100 gram, pampers sudah diganti 5. Mengobservasi tetesan infuse

Hasil: tetesan infuse berjalan lancar D5% 5tpm, 6. Mengkaji reflek sucking bayi

Hasil: reflek sucking baik

7. Menganjurkan ibu menyusui bayinya Hasil: jam 02.00 WIB menyusu dengan ibu 8. Memberikan ASI melalui pipet

Hasil: Jam 05.00 WIB ASI 8cc masuk 9. Menimbang berat badan bayi

Hasil: jam 05.00 WIB BBS= 1650 gram 10. Memandikan bayi

Hasil: jam 05.00 bayi sudah dimandikan dan sudah diganti pampers 11. Menjelaskan kepada ibu tentang kangoroo mother care yaitu kulit

bayi menempal pada kulit ibu. Dengan KMC, bayi akan merasa hangat sehingga suhu tubuhnya bisa (36,5-37,5). Selain itu, akan menambah ikatan batin antara ibu dan bayi dan mempercepat peertambahan berat badan bayi pada payi BBLR.

Hasil: jam 06.00 WIB ibu mengerti tentang kangoroo mother care 12. Bayi dilakukan KMC dengan cara menempelkan bayi pada perut ibu

dan kepala bayi di antara payudara ibu. Kepala bayi menoleh ke arah salah satu sisi. Tangan dan kaki diletakkan di samping badan badan bayi, membentuk seperti katak. Bayi dibiarkan telanjang atau hanya menggunakan popok saja, sehingga kulit bayi menyentuh langsung dengan kulit ibu. Bayi dipakaikan topi, sarung tangan, dan sarung kaki. Saat dilakukan KMC, ibu bisa menggunakan pakaian berkancing depan dan saat bayi menempel di perut ibu, bayi bisa

ditali dengan menggunakan jarik. KMC bisa dilakukan setiap hari, sesering mungkin, dilakukan minimal 1 jam.

Hasil: jam 06.00 WIB ibu melakukan KMC sampai pukul 07.00WIB DATA PERKEMBANGAN IV

(05-3-2015/Siang) jam 14.00 WIB S:

- Ibu mengatakan bayinya sudah mulai pintar menyusu - Ibu mengatakan kulit bayinya sudah mulai tidak kuning O :

- KU : sedang

- HR : 132 x/menit - sucking baik

- RR : 50x/menit - ikterus sudah berkurang, dan mulai hilang - S : 36,80C - sudah dilakukan KMC

A :

- Bayi Ny. N umur 3 hari jenis kelamin laki-laki dengan BBLR P :

1. Mengobservasi TTV setiap 3 jam dengan hasil

Jam 15.00 Jam 18.00

HR : 132 x/menit HR : 130x/menit

RR : 50 x/menit RR : 52 x/menit

Suhu : 36,80c Suhu : 36,90c

2. Mengobservasi eliminasi (BAB & BAK) dan menjaga personal hygiene

Hasil: jam 18.20 WIB BAK+ BAB 100 gram, pampers sudah diganti 3. Mengobservasi tetesan infuse

Hasil: jam 15.30 Tetesan infuse berjalan lancar D5% 5tpm 4. Mengkaji reflek sucking bayi

Hasil: jam 14.00 reflek sucking baik 5. Bayi disusukan pada ibunya

Hasil: Jam 14.00 WIB bayi sudah pintar menyusu dengan ibu. Sudah menyusui selama 10 menit bergantian antara payudara kiri dan kanan.

Jam 17.00 WIB ibu menyusui selama 12 menit bergantian payudara kiri dan kanan

6. Menimbang bayi

Hasil : jam 15.25 BBS : 1650gr 7. Memandikan bayi

Hasil: jam 15.30 bayi sudah dimandikan

8. Melakukan Kangoroo Mother Care pada bayi selama 1 jam agar bayi merasa hangat.

Hasil: Jam 18.00 -19.00 WIB ibu melakukan KMC DATA PERKEMBANGAN IV (05-3-2015/Malam) jam 20.00 WIB S:

- Ibu mengatakan bayinya sudah mulai pintar menyusu

- Ibu mengatakan bayinya terlihat nyaman saat dilakukan KMC - Ibu mengatakan bayinya sudah tidak kuning

O :

- KU : baik

- HR : 112 x/menit - sucking baik - RR : 44x/menit

- S : 36,8 0C A :

- Bayi Ny. N umur 3 hari jenis kelamin laki-laki dengan BBLR P :

1. Mengobservasi TTV setiap 3 jam dengan hasil

Jam 21.00 Jam 00.00 Jam 03.00 Jam 06.00

HR:

112 x/menit HR: 120x/menit HR:128x/menit HR:130x/menit

44 x/menit 42 x/menit 50 x/menit 45 x/menit Suhu : 36,80C Suhu : 36,70C Suhu : 36,70C Suhu : 36,80C 2. Melanjutkan injeksi sesuai advice dokter

Hasil: Jam 21.00 WIB injeksi amoxicilin 85mg masuk

3. Mengobservasi eliminasi (BAB & BAK) dan menjaga personal hygiene Hasil: Jam 23.00 WIB BAK+BAB 100 gr, pampers sudah diganti

Jam 02.00 WIB BAK 25 gr, pampers sudah diganti

Jam 04.30 WIB BAB+BAK 100 gr, pampers sudah diganti 4. Mengobservasi tetesan infuse

Hasil: tetesan infuse berjalan lancar D5% 5tpm 5. Mengkaji reflek sucking bayi

Hasil: reflek sucking baik/kuat 6. Bayi disusukan pada ibunya

Hasil: Jam 04.00 WIB menyusui selama 5 menit bergantian payudara kanan dan kiri

Jam 07.00 WIB ibu menyusui selama 12 menit bergantian payudara kanan dan kiri

7. Menimbang bayi

Hasil : jam 05.10 BBS : 1650 gr 8. Memandikan bayi

Hasil: jam 05.15 WIB bayi sudah dimandikan, pampers sudah diganti 9. Melakukan Kangoroo Mother Care

BAB IV PEMBAHASAN Manajemen

Varney

Teori Kejadian di Lapangan Analisa

Klmpk Pengkajian

S

Pegertian BBLR:

Bayi berat lahir rendah (BBLR) adalah bayi dengan berat lahir kurang dari 2500 gram tanpa memandang masa gestasi (Prawirohardjo, 2010)

Berat badan bayi Ny.N 1700 gram Tidak ada kesenjan gan Etiologi:

Penyebab terbanyak terjadinya BBLR adalah kelahiran prematur (IDAI, 2004).

Penyebab BBLR bayi Ny.N adalah prematur (usia kehamilan 32 minggu) karena ibumengalami KPD

Pengkajian O

Manisfitasi Klinis: (hasil px.fisik) a. Kepala lebih besar dr tubuh b. Kulit tipis

c. Genetalia imatur, labia mayora belum menutup labia minora d. Pergerakan kurang dan lemah,

tangis lemah, pernapasan blm teratur

e. Lebih banyak tiudr, reflek sucking belum sempurna

BB : 1700 gr PB : 36 cm LK : 28 cm LD : 26 cm

Bayi lebih sering tidur, tangisan lemah, dan reflek sucking blm sempurna Tidak ada kesenjan gan Interpretasi data A

- BBLR adalah bayi dengan berat lahir kurang dari 2500 gram tanpa memandang masa gestasi

- Masalah pada BBLR

Suhu tubuh, pernafasan, alat pencernaan makanan, hepar yang belum matang, ginjal yang belum matang, perdarahan dalam otak, gangguan Immunologik

- Kebutuhan bayi dengan BBLR Pengaturan suhu, pemberian nutrisi, perlindungan terhadap infeksi, penimbangan berat badan

- Diagnosa : Bayi Ny, N jenis keamin laki-laki umur 3 hari dengan BBLR

BBS : 1700gr

- Masalah bayi Ny. N : suhu tubuh, ikterus, reflek sucking lemah

- Menaikkan suhu incubator, KMC

Menetek, pemberian ASI (pipet) , infuse

Pengunjung hanya

diperbolehkan melihat dari kaca, mencuci tangan, membersihkan incubator, membersihkan ruangan, petugas menggunakan baju

Komplikasi BBLR:

- Hepar yang belum matang:

Mudah menimbulkan gangguan pemecahan hiperbilirubin sehingga mudah terjadi hiperbilirubinemia (kuning)

- Antisipasi tindakan segera: Dilakukan fototerapi

khusus

Penimbangan berat badan setiap akan mandi

- Komplikasi pada bayi Ny. N adalah terjadi hiperbillirubin dimana kadar billirubin dalam darah lebih dari normal, hasil pemeriksaan kadar billirubin adalah sbb: Hasil Nilai Rujukan Bil.total 10,0 mg/ dl <1 Bil.direk 0,5 mg/dl 0,25 Bil.indire k 9,5 mg/dl

- Kolaborasi dengan dokter Sp.A untuk dilakukan fototerapi.

Advise dokter dilakukan fototerapi 1x12 jam Penata-laksanaan P Penatalaksanaan: 1. Stabilisasi suhu a. Kontak kulit

b. Kangoroo Mother Care (KMC) c. Pemancar panas d. Lampu penghangat e. Inkubotor f. Boks g. Ruangan hangat 2. Nutrisi 3. Penimbangan ketat

4. Perlindungan terhadap infeksi

Stabilisasi suhu di RSUD Salatiga menggunakan inkubator dan Kangooro Mother Care (KMC).

Penimbangan ketat dilakukan setian akan mandi

Tidak ada kesenjan gan Tempat tidur

Berat Badan (gram) 600-800 1000801- 1001-1500 1501-2000 Radiant 120 cc 90 cc 15 cc 65 cc Incubat or 90 cc 75 cc 65 cc 55 cc Lain-lain 70 cc 55 cc 50 cc 45 cc

a. Membersihkan ruangan pada waktu-waktu tertentu

b. Setiap bayi mempunyai perlengkapan sendri

c. Jika mungkin, bayi dimandikan di tempat tidur masing

d. Petugas di bangsal bayi, harus memakai pakaian yang telah disediakan

e. Petugas yang menderita penyalit menular (infeksi saluran nafas, diare, konjungtivitis, dll) dilarang merawat bayi.

f. Pengunjung hanya boleh melihat bayi dari belakang kaca

Prinsip pencegahan infeksi dengan menggunkan baju khusus, dan antiseptic tempat tidur bayi.

Evaluasi E

1. BBLR

- Pengaturan suhu (KMC, pemancar panas, ruangan yang hangat, incubator)

- Pemenuhan nutrisi (menetek, per oral/dengan pipet, cairan IV, observasi BAB BAK)

- Perlindungan terhadap infeksi (pisahkan bayi yang terkena infeksi dan yang tidak, mencuci tangan, membersihkan tempat tidur bayi, ruangan, petugas menggunakan baju khusus, dan pengunjung hanya melihat dari kaca)

- Penimbangan (dilakukan setiap hari) bayi dgn BBLR akan kehilangan BB 7-10 hari pertama. Bayi dengan berat >1500 gr dapat kehilangan BB sampai 10%

2. Hiperbilirubin

- Penatalaksanaan dilakukan pemberian obat secara farmakologis, fototerapi, dan transfuse tukar

- Dilakukan KMC, dan pengaturan suhu incubator. Hasil: suhu bayi stabil 36,70C - Bayi menetek, diberikan ASI

dengan pipet, infuse D10% 5tpm

Hasil: reflek sucking semakin membaik

- Hasil: pencegahan infeksi

dilakukan dengan

memisahkan bayi yang infeksi, mencuci tangan, dan petugas menggunakan baju khusus.

- Hasil: bayi ditimbang setiap hari saat akan mandi.

Bayi mengalami penurunan BB sebanyak 100 gram. - Hasil: advise dokter dilakukan

fototerapi 1x12 jam, ikterus berkurang

BAB V PENUTUP A. Kesimpulan

Berdasarkan urain pembahasan asuhan kebidanan pada pada bayi Ny. N umur 3 hari dengan BBLR, dapat disimpulkan bahwa:

1. Pengkajian secara menyeluruh telah dilakukan pada Bayi ny. N dengan hasil bayi NY. N umur 3 hari dengan BBLR dikarenakan usia kehamilan < 37minggu (premature). Berat badan lahir 1750gr.

2. Interpretasi data telah ditentukan, yaitu Bayi ny. N umur 3 hari dengan BBLR dengan masalah ikterus dan menyusu belum adekuat. Kebutuhan yang diberikan yaitu cukupi kebutuhan bayi dengan ASI, latihan menyusu, dan kaji reflek sucking, serta lanjutkan terapi sesuai dengan advice dr. Sp.A

3. Diagnosa potensial yang terjadi pada Bayi ny. N umur 3 hari adalah hiperbilirubin

4. Tindakan segera yang dilakukan pada Bayi ny. N umur 3 hari adalah kolaborasi dengan dokter Sp.A untuk dilakukan fototerapy

5. Perencanaan asuhan secara menyeluruh dan tepat sudah dilakukan kepada Bayi ny. N mulai dari megobservasi KU dan TTV setiap 3 jam, mengkaji reflek sucking, pemenuhan nutrisi, mengajarkan KMC, sampai melaksanakan advice dokter untuk dilakukan fototerapy

6. Pelaksanaan asuhan kebidanan pada Bayi Ny. N umur 3 hari telah dilakukan dengan hasil bayi telah di obesrvasi KU dan TTV,hingga melakukan fototerapy selama 12 jam mulai dari jam 19.00-07.00 WIB 7. Evaluasi asuhan kebidanan yang diberikan kepada Bayi ny. N umur 3

hari telah dilakukan dengan hasil tindakan yang dilakukan sudah tepat dan kondisi bayi membaik, hasil evaluasi terakhir S= 36,70C, N= 101 x/menit, R= 47 x/menit, kuning sudah menghilang.

B. Saran

1. Bagi Mahasiswa

Mahasiswa diharapkan dapat menambah pengetahuan tentang pemberian asuhan kebidanan pada Bayi 3 hari dengan BBLR beserta komplikasinya 2. Bagi Akademi Kebidanan Yogyakarta

Akademi Kebidanan Yogyakarta diharapkan mampu membekali pengetahuan yang lebih kompleks lagi mengenai asuhan kebidanan patologi, khususnya pada bayi beserta komplikasi yang menyertainya 3. Bagi RSUD Kota Salatiga

RSUD Kota Salatiga diharapkan semakin meningkat pelayanan kesehatan terhadap bayi baik yang beresiko mengalami komplikasi maupun yang tidak beresiko.

DAFTAR PUSTAKA

Sukadi, A, 2008, Hiperbilirubinemia, Dalam: Kosim MS, Yunanto A, Dewi R, Sarosa GI, Usman A, Buku Ajar NeonatologiEdisi 1, IDAI, Jakarta

Etika R, Harianto A, Indarso F, Damanik M.S, Hiperbilirubinemia Pada Neonatus, Diunduh dari : www.pediatrik.com/pkb/20060220-js9. Diakses tgl 10 Maret 2015

Wiknjosastro, H, 2008, Ilmu Kebidanan, Yayasan Bina Pustaka, Sarwono Prawirohardjo, Jakarta

Saifuddin AB, 2009, Pelanyanan Maternal dan Neonatal, Yayasan Bina Pustaka, Sarwono Prawirohardjo, Jakarta

Martin CR, Cloherty JP, 2004 Neonatal Hipernilirubinemia, Dalam: Cloherty Jp, Eichenwald EC, Stark AR, penyunting. Manual of Neonatal Care Edisi ke -5, Lippincolt Williams & Wilkins, Philadelphia

Ardakani SB, Dana VG, Ziaee V, Ashtiani AH, Djavid GE, Alijani M, 2011, Bilirubin/Albumin Ratio For Predicting Acute Bilirubin-Induced Neurologic Dysfunction, Iran J Pediatr

Kemenkes RI, 2011, Buku Paduan Pelatih Manajemen BBLR untuk Bidan dan Perawat, Direktorat Jenderal Bina Gizi dan Kesehatan Ibu dan Anak, Jakarta

Depkes RI, 2005, Pelatihan Pelayanan Kegawatdaruratan Obstetri Neonatal Esensial Dasar - Buku Acuan, DepKes RI, Jakarta

DinKes Jateng, 2013, Profil Kesehatan Provinsi Jawa Tengah 2012, DinKes Jateng, Semarang

Population and Development Strategies Series Number 10, UNFPA, 2003, Millennium Development Goals (Mdgs)

Manuaba, IBG, 2007, Ilmu Kebidanan, Penyakit Kandungan dan Keluarga Berencana Untuk Pendidikan Bidan, EGC, Jakarta

Kemenkes RI, 2014, Profil Kesehatan Indonesia Tahun 2014, Kemenkes RI, Jakarta

Prawiroharjo, 2010, Ilmu Kebidanan, Yayasan Bina Pustaka Sarwono Prawirohardjo, Jakarta

Pudjiadti Antonius, H, Hegar Badrul, dkk, 2010, Pedoman Pelayanan Medis Ikatan Dokter Indonesia, IDAI, Jakarta

Proverawati Atikah, & Ismawati Cahyo, S, 2010, BBLR : Berat Badab Lahir Rendah, Nuha Medika, Yogyakarta

Surasmi A, Handayani S, Kusuma H, 2005, Perawatan Bayi Resiko Tinggi, EGC, Jakarta

Arif, Mansjoer, dkk, 2007, Kapita Selekta Kedokteran Edisi 3, Medica Aesculpalus, FKUI, Jakarta

Yushananta, 2007, Perawatan Bayi Risiko Tinggi, Gramedia Pustaka Utama, Jakarta

ZR, Arief, Weni Kristiyana Sari. 2009. Neonatus dan Asuhan Keperawatan Anak. Nuha Medika, Yogyakarta

Lembar Observasi

DATA PERKEMBANGAN (3 Maret 2015/Malam jam 20.00 WIB)

Waktu HR RR Suhu Keterangan

21.00 WIB 139 43 36,5 ASI 11cc masuk

Injeksi amoxicylin 85mg masuk 22.00 WIB 129 45 36,2 23.00 WIB 131 42 36,2 23.10 WIB 136 41 36,4 ASI 5cc 00.00 WIB 148 39 36,4 ASI 10cc 01.00 WIB 150 44 36,4 BAB 50gr 02.00 WIB 143 48 36,5 02.30 WIB 144 42 36,5 ASI 10cc 03.30 WIB 134 39 36,5 04.45 WIB 147 41 36,5 BAB/K 25gr 05.00 WIB 150 50 36,7

05.30 WIB 141 39 36,7 ASI (netek)

06.30 WIB 121 40 36,7

DATA PERKEMBANGAN (4 Maret 2015/Pagi jam 08.00 WIB)

Waktu HR RR Suhu Keterangan

07.00 118 44 36,6 Dilakukan aff

Fototeraphi

08.00 WIB 120 50 36,7 Advise dokter: tidak

perlu dilakukan cek billirubin ulang

09.00 WIB 131 49 36,7 ASI (netek),

Injeksi amox 85mg, genta 8mg

11.30 WIB 125 48 36,6 ASI (netek)

14.30 WIB 131 49 36,7 ASI (netek)

DATA PERKEMBANGAN (05-03-2015/pagi jam 08.00 WIB)

Waktu HR RR Suhu Keterangan

08.00 WIB ASI (netek),

09.00 WIB 104 42 36,7 injeksi amox 85mg,

gentamicyn 8mg

11.00 WIB 121 46 36,5 BAK 25gr

12.00 WIB 135 48 36,5 ASI (netek)

Dalam dokumen ASUHAN KEBIDANAN PADA BAYI NY. N UMUR 3 (Halaman 42-56)

Dokumen terkait