• Tidak ada hasil yang ditemukan

HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

DATA SIKLUS II

No Klasifikasi Nilai Kriteria Aspek Jumlah Presentase 1 2 3 4 5 90 -100 75 – 89 60 – 74 40- 59 0 -39 Baik Sekali Baik Cukup Kurang Kurang Sekali - 24 4 - - - 85.71 14.29 - - Jumlah 28 100

b. Refleksi Hasil Tindakan

Bertitik tolak dari hasil pengamatan guru dan hasil belajar siswa yang diperoleh pada siklus II tersebut, maka hasil dari tahap refleksi menghasilkan sebagai berikut :

1) Guru dapat mencermati kekurangan yang telah dialami selama kegiatan pembelajaran berlangsung, khususnya peningkatan keterampilan bermain softball.

2) Peningkatan keterampilan bermain softball yang cukup dan dilaksanakan dengan variasi gerakan bermain dalam permainan kasbol membuat siswa cukup termotivasi dan terkonsentrasi untuk bergerak sehingga hasil pembelajaran meningkatkan keterampilan bermain softball di peroleh secara maksimal.

3) Data pada hasil belajar sudah baik dengan memperoleh angka rata – rata hasil evaluasi pada siklus II sebesar 85.71 % dan keberhasilan

hasil belajar. Hal ini berarti bahwa secara individu proses mengajar telah tuntas karena telah melebihi indikator keberhasilan hasil belajar dari 75 % meskipun hasil masih terdapat 4 orang (14.29 %) siswa yang belum berhasil.

Ketidakberhasilan siswa tersebut disebabkan oleh berbagai alasan, seperti : ada siswa yang sakit sehingga tidak maksimal mengikuti latihan, kurang fokus menerima materi pelajaran dan masih terdapat siswa yang tidak melakukan tugas gerakan yang di berikan.

Berdasarkan refleksi tersebut, maka hasil yang diperoleh telah mencapai target yang diharapkan dengan arti bahwa tidak perlu lagi melanjutkan pada siklus berikutnya.

4.2. Pembahasan

Tujuan pembelajaran jasmani adalah untuk membawa perubahan kearah positif pola fikir (Kognitif) pola sikap (efektif) dan ketrampilan dalam (Psikomotor) siswa kearah yang lebih baik.

Tujuan pendidikan jasmani harus mampu menunjang tujuan sekolah dan tujuan pendidikan pada umummnya misalnya perkembangan pribadi anak yang utuh dan mandiri, sehingga mampu mengembangkan dirinya dan dapat membangun masyarakat di sekitarnnya. Untuk tujuan kemandirian dan pengembangan dari anak dirangsang mampu mengutarakan pendapat atau pandangan yang kritis, obyektif, dan menghargai pendapat serta hasil pembahasan – pembahasan teman sejawat. Untuk mencapai tujuan itu, maka guru

sebagai pelaku utama harus berusaha melibatkan siswa secara tepat terhadap suatu materi pelajaran dengan presentase keterlibatan siswa yang tinggi dari waktu yang tersedia untuk mencapai tujuan tersebut salah satu usaha yang diperhatikan guru dalam proses pembelajaran yang mendukung terciptanya suasana belajar yang akrab dan ramah.

Pada pembelajaran materi permainan khususnya mengenai kemampuan dasar dalam permainan softball dan metode yang cocok diterapkan adalah metode permainan modifikasi. Implementasi teknik dari metode permainan modifikasi untuk meningkatkan keterampilan bermain softball adalah dilakukan dengan cara guru menjelaskan, mempraktekkan dan menyuruh siswa untuk mempraktekkan sendiri, sebagai hasil siswa akan memperoleh pengalaman belajar langsung melihat, melakukan, dan merasakannya sendiri, yang diawali dengan cara melakukan permainan modifikasi kasbol secara berulang-ulang. Hal ini akan mengakibatkan peningkatan keterampilan siswa dalam permainan softball. Melalui metode modifikasi permainan kasbol ini terbukti bahwa siswa dapat meningkatkan keterampilan bermain softball. Hasil didasarkan pada hasil pemilihan yang telah dilakukan dan diperoleh data sebagai berikut :

Pada observasi awal rata-rata kemampuan siswa dalam melakukan permainan kasbol hanya mencapai 42.05 % kemudian peneliti melakukan penelitian tindakan penelitian pada siklus I rata-rata siswa memiliki kemampuan 64.28 % dan mengalami peningkatan dari observasi awal ke siklus I mencapai 22.23 %. Karena penelitian belum mencapai dari indikator kinerja, maka penelitian dilanjutkan ke siklus II. Maka dari penelitian ke siklus berikutnya siswa

mengalami peningkatan kemampuan mencapai 85.71 % mengalami peningkatan dari siklus I ke siklus II mencapai 21.43 %.

Dari hasil penelitian dan pembahasan maka dapat di simpulkan bahwa dengan menggunakan permainan modifikasi kasbol, dapat meningkatkan keterampilan siswa dalam bermain softball. Terbukti dari siklus kesiklus keterampilan siswa dalam bermain softball telah mengalami peningkatan. Rekapitulasi nilai rata-rata hasil belajar siswa.

NO SIKLUS NILAI RATA – RATA KEBERHASILAN MAMPU BELUM MAMPU 1 Observasi Awal 42.05 % - 28 (100%) 2 Siklus 1 64.21 % 18 (64.28 %) 10 (35.72 %) 3 Siklus 2 81.03 % 24 (85.71%) 4 (14.29 %)

Memperhatikan hasil pada table di atas menunjukan bahwa hasil belajar dalam peningkatan keterampilan bermain softball siswa dari siklus I ke siklus II memperlihatkan adannya peningkatan yang cukup berarti yakni dari rata- rata hasil belajar siklus I sebesar 64.28 % naik menjadi 85.71 % pada siklus II atau naik sebesar 21.43 %. Hasil yang diperoleh tersebut telah memenuhi kriteria keberhasilan belajar siswa sebagaimana telah ditetapkan pada indikator penelitian ini yaitu sebesar 75 %.

BAB V

PENUTUP

5.1 Kesimpulan

Dari hasil pengamatan ditarik sebuah kesimpulan bahwa klasifikasi kemampuan siswa dalam keterampilan siswa dalam bermain softball pada observasi awal mencapai 42.05 % (kurang). Sehingga dari pengamatan tersebut yang menjadikan alasan peneliti untuk melakukan penelitian tindakan kelas (PTK).

Kemudian peneliti melakukan tindakan penelitian ke siklus I. Memperhatikan dari hasil kegiatan siswa, menunjukan hasil yang diperoleh dalam melakukan permainan modifikasi kasbol di akhir siklus I, menunjukan bahwa siswa memperoleh rata – rata nilai 64.28% (cukup). Telah diperoleh presentase peningkatan hasil dari observasi awal ke siklus I sebesar 22.23 %. Hasil pada evaluasi pada siklus I tersebut belum memenuhi standar ketuntasan dari indikator kinerja yakni mencapai 75 % dari hasil belajar secara klasikal.

Memperhatikan dari hasil evaluasi siklus I tersebut, maka peneliti perlu mengadakan tindakan/ perbaikan lanjutan pada siklus berikutnya. Kemudian dari hasil kegiatan siswa, menunjukan hasil yang diperoleh pada permainan modifikasi kasboldi akhir siklus II, menunjukan bahwa siswa memperoleh rata – rata nilai 85.71 % (Baik). Telah diperoleh presentase peningkatan hasil latihan siswa dari siklus I ke siklus II sebesar 21.43%. Hasil evaluasi pada siklus II tersebut telah melebihi standar ketuntasan dari indikator kinerja yakni mencapai

75 % dari hasil secara klasikal. Memperhatikan dari hasil evaluasi siklus II tersebut, maka penelitian dinyatakan selesai.

Dari hasil penelitian dan pembahasan maka dapat disimpulkan bahwa dengan mengunakan permainan modifikasi kasbol, dapat meningkatkan keterampilan siswa dalam bermain softball. Terbukti dari siklus ke siklus kemampuan siswa telah mengalami peningkatan.

5.2 Saran

Dari kesimpulan di atas, maka dapat disarankan hal – hal sebagai berikut:

1) Pembelajaran Pendidikan Jasmani, Olahraga dan Kesehatan yang selama ini hanya mengunakan metode – metode yang sudah ada, di perlukan upaya guru untuk merancang dan mendesain metode pembelajran yang inovatif, efektif, bermakna dan menyenangkan untuk siswa.

2) Salah satu metode yang dapat di gunakan dalam meningkatkan keterampilan bermain softball adalah melalui permainan modifikasi kasbol.

Dokumen terkait