• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB II KAJIAN TEORIKAJIAN TEORI

METODE PENELITIAN

D. Data dan Sumber Data

Data adalah keterangan atau bahan nyata yang dapat dijadikan dasar kajian (analisis atau kesimpulan). Dengan demikian, maka data merupakan kumpulan catatan yang tersedia untuk di analisi yang dilakukan dengan cara sebagai berikut :

a. Mencatat kembali dan mengembangkan catatan lapangan dari hasil wawancara.

b. Mencatat dalam bentuk teks data penelitian yang di rekam. c. Mencatat data lapangan dari hasil observasi.

d. Membaca beberapa kali data dokumen resmi dan tidak resmi.

Sumber data adalah subyek dari mana data dapat di peroleh.4 Sumber data dalam penelitian kualitatif adalah subyek penelitian berupa individu atau kelompok yang bertindak sebagai sumber informasi. Oleh karena itu, dapat dikatakan bahwa sumber data itu menunjukkan asal informasi. Data itu harus

diperoleh dari sumber data yang tepat, sumber data tidak tepat, maka mengakibatkan data tersebut tidak relevan dengan masalah yang akan diteliti. Sehubungan dengan wilayah sumber data yang dijadikan sebagai sumber subyek penelitian ini ada dua yaitu :

1. Sumber data primer

Sumber data primer adalah sumber data yang diperoleh secara langsung dari lapangan.5 Sumber primer juga merupakan sumber-sumber dasar yang merupakan bukti atau saksi utama dari kejadian lalu. Contoh dari data atau sumber primer dalah catatan resmi yang dibuat pada acara atau upacara, suatu keterangan oleh saksi mata, keputusan rapat, foto dan lainnya.6

Data primer dalam penelitian ini adalah informasi verbal yang berasal dari hasil wawancara dengan para informan, yang kemudian dicatat melalui catatan tertulis atau perekaman video/audio tapes serta pengambilan foto. Sedangkan data yang berasal setelah melakukan observasi terhadap subyek penelitian yang terkait dengan pelaksanaan kegiatan ekstrakurikuler keagamaan di MTsN Tembelang dan MTsN Bakalan Rayung Jombang. Data sekunder diperoleh peneliti dari informasi dari pihak lain yang disajikan dalam bentuk publikasi atau jurnal terkait subyek penelitian. Jadi, data primer ini dalam penelitian ini adalah kata-kata, ucapan dari informan yang berkaitan dengan pelaksanaan kegiatan ekstrakurikuler keagamaan dalam meningkatkan keberhasilan pendidikan 5Suharsimi Arikunto, Op. Cit., hlm.107

agama Islam di MTsN Tembelang dan MTsN Bakalan Rayung Jombang. Data primer dalam penelitian diperoleh dari kepala sekolah, waka kurikulum, guru bidang studi pendidikan agama Islam, pengurus kegiatan ekstrakurikuler keagamaan, pembina kegiatan ekstrakurikuler keagamaan, dan sebagian siswa yang mengikuti kegiatan ekstrakurikuler keagamaan di MTsN Tembelang dan MTsN Bakalan Rayung Jombang.

2. Sumber data sekunder

Sumber data sekunder adalah data yang diperoleh atau dikumpulkan oleh orang yang melakukan penelitian dari sumber-sumber yang telah ada.7 Data ini biasanya diperoleh dari perpustakaan atau laporan-laporan dari peneliti terdahulu. Data sekunder juga disebut juga data tersedia. Data tambahan ini biasanya dalam bentuk dokumen dan lain-lain. Dalam hal ini yang termasuk data sekunder adalah dari dokumen-dokumen catatan

Berkenaan dengan sumber data ini, peneliti menggali data dari penelitian lapangan. Penelitian lapangan atau penelitian yang dilaksanakan dengan terjun langsung lapangan untuk memperoleh data-data. Sumber data sekunder ini bersumber dari dokumen-dokumen berupa catatan kepegawaian guru dan hal-hal yang berhubungan dengan pelaksanaan kegiatan ekstrakurikuler keagamaan dalam meningkatkan keberhasilan pendidikan agama Islam di MTsN Tembelang dan MTsN Bakalan Rayung Jombang.

7Sumadi Suryabrata, Metodologi Penelitian, (Jakarta : Raja Grafindo Persada, 1998), hlm. 84

Untuk menentukan informan maka peneliti menggunakan pengambilan sampel secara purposive sampling, internal sampling dan time sampling. Teknik sampel secara purposive akan memberikan leluasan bagi peneliti untuk menentukan kapan penggalian informasi dihentikan dan diteruskan. Pengambilan sampel didasarkan pada kedalaman informasi yang didapatkan tentang fokus penelitian. Biasanya hal ini dilakukan dengan menetapkan informan lainnya dengan teknik bola salju (snowball sampling).

Berdasarkan pada teknik purposive sampling, maka peneliti menetapkan informan kunci pada penelitian di antara lain kepala sekolah, waka kurikulum, guru bidang studi pendidikan agama Islam, pengurus kegiatan ekstrakurikuler keagamaan, pembina kegiatan ekstrakurikuler keagamaan, dan sebagian siswa yang mengikuti kegiatan ekstrakurikuler keagamaan di MTsN Tembelang dan MTsN Bakalan Rayung Jombang. Dari informan kunci ini kemudian dikembangkan ke informan lainnya dengan teknik bola salju (snowball sampling) dengan tujuan untuk mendapatkan akurasi data yang diperoleh. Berikut ini sejumlah informan yang menjadi informan kunci penelitian yaitu : 1) kepala sekolah, 2) waka kurikulum, 3) guru bidang studi pendidikan agama Islam, 4) pengurus kegiatan ekstrakurikuler keagamaan, 5) pembina kegiatan ekstrakurikuler keagamaan,dan 6) sebagian siswa yang mengikuti kegiatan ekstrakurikuler keagamaan di MTsN Tembelang dan MTsN Bakalan Rayung Jombang. Diharapkan dari masing-masing informan kunci ini didapatkan data utama

tentang fokus penelitian yang dipadukan dengan data dari para informan lainnya.

Pengambilan sampel dengan internal sampling yaitu peneliti berupaya untuk memfokuskan gagasan umum tentang apa yang diteliti, dengan siapa akan wawancara, kapan melakukan observasi, dan dokumen apa yang dibutuhkan. Internal sampling akan melihat kualitas data dengan melakukan keragaman tipe informan yang dieksplorasi. Hal ini dapat dilakukan dengan melakukan wawancara, observasi, dan studi dokumentasi secara lintas sumber data.

Sedangkan teknik pengambilan sampel dengan time sampling yaitu peneliti mengambil data dengan mengunjungi lokasi atau informan didasarkan pada waktu dan kondisi tempat. Karena situasi di sekitar mempengaruhi data yang dikumpulan. Di sinilah pentingnya seorang peneliti untuk mempertimbangkan waktu dan tempat menemui informan.

Mempertimbangkan teknik-teknik pengambilan sampel tersebut, maka pengumpulan data yang dikumpulkan. Di sinilah pentingnya seorang peneliti untuk mempertimbangkan waktu dan tempat untuk menemui informan.

Mempertimbangkan teknik-teknik pengambilan sampel tersebut, maka pengumpulan data kualitatif akan berhenti manakala data mengalami titik jenuh. Titik jenuh data dapat dipahami apabila peneliti telah mendapatkan gambaran yang akurat tentang fenomena-fenomena fokus penelitian.

Sehubungan dengan pengambilan sampel tersebut maka informan-informan meliputi : 1) kepala sekolah, 2) waka kurikulum, 3) guru bidang studi pendidikan agama Islam, 4) pengurus kegiatan ekstrakurikuler keagamaan, 5) pembina kegiatan ekstrakurikuler keagamaan,dan 6) sebagian siswa yang mengikuti kegiatan ekstrakurikuler keagamaan di MTsN Tembelang dan MTsN Bakalan Rayung Jombang. Dari sinilah peneliti menggali data untuk mengungkapkan pelaksanaan kegiatan ekstrakurikuler keagamaan yang berlangsung di sekolah. Peneliti berupaya menggali data untuk mengungkapkan pelaksanaan kegiatan ekstrakurikuler keagamaan dalam meningkatkan keberhasilan pendidikan agama Islam.

Sedangkan sumber data selain di atas, maka peneliti menjadikan dokumen, manuskrip, surat-surat keputusan, kegiatan-kegiatan sekolah dan lain-lain yang terkait dengan pelaksanaan kegiatan esktrakurikuler keagamaan yang sedang berlangsung. Sumber-sumber data ini tentunya akan menjadi kesatuan dalam memahami fokus penelitian secara holistik dalam penelitian kualitatif.