• Tidak ada hasil yang ditemukan

Data Tentang Efektifitas Presensi Finger Print Terhadap

BAB III METODE PENELITIAN

C. Analisis Data Penelitian

3. Data Tentang Efektifitas Presensi Finger Print Terhadap

Setelah menganalisis data tentang pengunaan presensi finger print terhadap kedisplinan mengajar guru di SMP Negeri 2 Sedati, maka selanjutnya akan dianalisis tentang efektif atau tidaknya pengunaan presensi finger print terhadap kedisplinan mengajar guru di SMP Negeri 2 Sedati. Adapun teknik analisisnya adalah dengan menggunakan rumus produk moment.

Sebelum itu, terlebih dahulu kita buat tabel perhitungan untuk memperoleh indeks korelasi variabel x dan variabel y sebagaimana tabel kerja berikut ini:

Tabel 4.10

Tabel Kerja Korelasi Produk Moment

No X Y X2 Y2 X.Y 1 25 22 625 484 550 2 24 16 574 256 384 3 30 30 900 900 900 4 30 24 900 574 720 5 25 19 625 361 475

97 6 21 21 441 441 441 7 28 27 784 729 756 8 28 28 784 784 784 9 30 20 900 400 600 10 25 27 625 729 675 11 25 27 625 729 675 12 26 26 .676 676 676 13 30 24 900 574 720 14 26 26 676 676 676 15 20 30 400 900 600 16 27 27 729 729 729 17 25 29 625 841 725 18 30 28 900 784 840 19 28 28 784 784 784 20 27 28 729 784 756 21 28 27 784 729 756 22 20 18 400 324 360 23 30 30 900 900 900 24 30 30 900 900 900 25 28 30 784 900 840

98 26 30 30 900 900 900 27 27 28 729 784 756 28 30 27 900 729 810 29 26 26 676 676 676 30 26 26 676 676 676 31 27 27 729 729 729 32 24 24 567 576 576 33 23 23 529 529 529 34 28 28 784 784 784 35 24 24 567 567 567 36 27 27 729 729 729 37 28 28 784 784 784 38 27 27 729 729 729 39 24 24 567 567 567 40 24 28 567 784 672 41 30 26 900 676 780 42 28 30 784 900 840 43 30 28 900 784 840 44 27 30 729 900 810 1176 1153 31.716 30.681 30.976

99

Dari tabel di atas dapat diketahui bahwa:

∑X =1176 ∑Y=1153 ∑X2 =31.716 ∑Y2 =30.681 ∑X.Y =30.976

Adapun rumus korelasi produk momen yang penulis gunakan adalah sebagai berikut: √[ ][ ] √[ ][ ] √[ ][ ] √[ ][ ] √

100

Setelah diketahui r hitung maka langkah selanjutnya adalah dikonsultasikan dengan “r” tabel product moment dengan memperhatikan responden dengan taraf signifikansi 5% dan 1% dan terlebih dahulu mencari derajat bebasnya (db) atau degress of fredomnya (df) dengan rumus:

df = N – nr Keterangan:

df: degress of fredom N: number of casses

nr: banyaknya variable yang dikoreksi Maka diperoleh df = N – nr

df = 44 – 2 df = 42

Dengan diketahuinya hasil rxy = 0,436, maka langkah selanjutnya adalah mengkonsultasikan dengan nilai “r” pada tabel product moment, dengan df = 42, kemudian db/df tersebut dinilai pada tabel “r” product moment yang menunjukkan bahwa pada taraf signifikansi 5% diperoleh r tabel = 0,297, sedangkan pada taraf signifikansi 1% diperoleh r tabel = 0,384.

101

Berarti rxy > r tabel (rxy > dari rt) baik pada taraf signifikansi 5% maupun 1% sebagai konsekuensinya maka hipotesis alternative atau hipotesis kerja (Ha) yang berbunyi “adanya efektifitas presensi finger print terhadap kedisiplinan mengajar guru di SMP Negeri 2 Sedati ” diterima dan disetujui.

Sedangkan untuk mengetahui sejauh mana pengaruh Variabel X terhadap Variabel Y maka digunakan table Interpretasi sebagai berikut : Tabel 4.11 Tabel Interpretasi “ r ” Besarnya r Interpretasi 0,00-0,20 0,20-0,40 0,40-0,70 0,70-0,90 0,90-1,00

Sangat lemah atau rendah

Lemah atau rendah

Cukup

Kuat atau tinggi

102

Dari nilai rxy yang diperoleh sebesar 0,436 , maka selanjutnya dikonsultasikan pada tabel Interpretasi, dan diketahui besarnya rxy= 0,436 terletak antara 0,40-0,70. Yang artinya Antara variabel X dan variabel Y terdapat pengaruh yang cukup. Berarti ”efektifitas presensi finger print terhadap kedisiplinan mengajar guru di SMP Negeri 2 Sedati adalah “ cukup”.

103

BAB V

PEMBAHASAN DAN HASIL PENELITIAN

A. Hubungan Pengunaan Finger Print Dengan Kedisiplinan Mengajar Guru

Di dalam kehidupan sosial dilingkungan sekolah, disiplin merupakan suatu sikap jiwa yang harus dimiliki oleh setiap individu dalam menjalankan tugasnya, agar suatu tindakan dan kegiatan pendidikan itu dapat berjalan dengan lancar, tertib dan teratur.

kedisiplinan mengajar guru adalah suatu keadaan tertib dan teratur yang dimiliki oleh guru dalam mengajar disekolah tanpa ada pelanggaran- pelanggaran yang merugikan baik secara langsung maupun tidak langsung terhadap dirinya, teman sejawatnya dan terhadap sekolah secara keseluruhan.

Guru memiliki pengaruh yang cukup besar terhadap proses pembelajaran dan perilaku para siswanya. Jika para dapat bersikap disiplin terhadap tata tertib yang ada disekolah, maka cenderung para siswa pun akan meniru sikap disiplin para gurunya tersebut. Dengan membiasakan diri untuk bersikap disiplin, maka diharapkan akan menumbuhkan rasa tanggung jawab yang diembannya dan dapat mewujudkan suasana pembelajaran yang baik.

Berdasarkan dari data yang di peroleh menunjukkan bahwa kedisiplinan mengajar guru sebelum digunakannya mesin finger print atau dengan kata lain absensi manual adalah banyak terjadi pelanggaran-

104

pelanggaran yang dilakukan oleh guru salah satunya adalah guru datang terlambat atau memanipulasi absensi dan bahkan bolos mengajar.

Maka kepala sekolah mengevaluasi ketepatan kehadiran guru untuk menciptakan situasi yang disiplin dalam mengajar yaitu dengan cara menggunakan mesin finger print untuk meminimalisir pelanggaran- pelanggaran waktu yang dilakukan oleh guru, karena sebelum di gunakannya absensi finger print sering kali guru memanipulasi absensi.

Berdasarkan dari hasil penelitian dengan cara menyebarkan angket bahwa kedisiplinan mengajar guru di SMP Negeri 2 Sedati adalah Dari data yang diperoleh di atas maka dapat disimpulkan prosentase idealnya adalah nilai 3 dengan jumlah frekuensinya 289 adalah 65,6 %. Maka dapat dikatakan bahwa kedisiplinan mengajar guru di SMP Negeri 2 Sedati tergolong cukup. Karena berada diantara (56% - 75%).

Dengan demikian kedisiplinan mengajar guru setelah diterapkannya mesin finger print berpengaruh dalam menciptakan sikap disiplin guru.

B. Efektifitas Presensi Finger Print Terhadap Kedisiplinan Mengajar Guru

Perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi informasi di era globalisasi saat ini terlihat sangat pesat. Perkembangan tersebut tidak hanya melahirkan era informasi global, tetapi juga melahirkan media informasi dan telekomunikasi yang tidak mengenal batas ruang dan waktu. Pengaruh global

105

juga dirasakan pada bidang pendidikan yang saat ini sangat berkaitan dengan teknologi, yakni dengan munculnya peralatan-peralatan teknologi canggih yang memudahkan usaha manusia terutama guru dalam meningkatkan kinerja dan produktifitas untuk menghadapi persaingan diantara institusi atau sekolah.

Pada saat ini system presensi manual yang masih menggunakan kertas disekolah belum efektif karena selain pemborosan kertas juga masih banyak kemungkinan untuk dicurangi oleh guru. Padahal tingkat kehadiran saat ini diperlukan untuk salah satu syarat mengetahui kedisiplinan mengajar guru, maka dari itu presensi menggunakan finger print lebih efektif karena guru tidak bisa memanipulasi absensi.

Hal ini di tunjukkan oleh data yang diperoleh dari hasil penelitian terbukti bahwa nilai rxy yang diperoleh sebesar 0,436 , maka selanjutnya dikonsultasikan pada table Interpretasi, dan diketahui besarnya rxy= 0,436 terletak antara 0,40-0,70. Yang artinya Antara variabel X dan variabel Y terdapat pengaruh yang cukup. Berarti ”efektifitas presensi finger print terhadap kedisiplinan mengajar guru di SMP Negeri 2 Sedati adalah “ cukup”. Dengan demikian, terbukti bahwa penggunaan presensi finger print berpengaruh dalam kedisiplinan mengajar guru di bandingkan dengan absensi manual yang dilakukan oleh sekolah.

106

BAB VI

PENUTUP

A. Kesimpulan

Penelitian yang dilakukan penulis tentang efektifitas presensi finger print terhadap kedisiplinan mengajar guru di SMP Negeri 2 Sedati menghasilkan 3 kesimpulan penting, yaitu :

1. Penggunaan presensi finger print di SMP Negeri 2 Sedati sudah berjalan cukup. Hal ini di tunjukkan dari data yang di peroleh menunjukkan bahwa presensi finger print sudah berjalan dengan tertib dan baik. Dan dari hasil penyebaran angket juga menunjukkan bahwa pengunaan presensi finger print di SMP Negeri 2 Sedati mencapai 70,6%, maka dari itu dapat diketahui bahwa penggunaan presensi finger print terhadap kedisiplinan mengajar guru di SMP Negeri 2 Sedati cukup , karena berada diantara (56% - 75%)

2. Kedisiplinan mengajar guru di SMP Negeri 2 Sedati selama proses belajar mengajar sebelum di gunakannya presensi finger print banyak mengalami pelanggaran-pelanggaran yang dilakukan oleh guru selama proses belajar mengajar seperti datang ke sekolah terlambat dan pulang sebelum waktunya, tetapi setelah diterapkannya presensi finger print kedisiplinan mengajar guru dalam kategori cukup . Hal ini ditunjukkan dari data yang

107

diperoleh dan dari hasil penyebaran angket juga menunjukkan bahwa kedisiplinan mengajar guru di SMP Negeri 2 Sedati mencapai 65,6%, maka dapat dikatakan bahwa kedisiplinan mengajar guru di SMP Negeri 2 Sedati tergolong cukup. Karena berada diantara (56% - 75%).

3. Efektifitas presensi finger print terhadap kedisiplinan mengajar guru di SMP Negeri 2 Sedati cukup baik dan berjalan dengan efektif , dikarenakan kerjasama yang baik para guru dalam menciptakan kedisiplinan dalam proses belajar mengajar. Hal ini ditunjukkan dari data yang diperoleh dan dari hasil penyebaran angket juga menunjukkan dari hasil rxy = 0,436, dan dari hasil tersebut berarti menunjukkan bahwa rxy > r tabel berarti Ha diterima yaitu adanya efektifitas presensi finger print terhadap kedisiplinan mengajar guru di SMP Negeri 2 Sedati. Dan diketahui besarnya rxy= 0,436 terletak antara 0,40-0,70. Yang artinya Antara variabel X dan variabel Y terdapat pengaruh yang cukup. Berarti ”efektifitas presensi finger print terhadap kedisiplinan mengajar guru di SMP Negeri 2 Sedati adalah “cukup”.

B. Saran

Dengan menggunakan presensi finger print, SMP Negeri 2 Sedati bisa dikatakan lembaga pendidikan yang update dalam pemanfaatan teknologi informasi. Pemanfaatan teknologi informasi di lembaga pendidikan adalah suatu hal yang baik, karena teknologi informasi di kembangkan untuk

108

mempermudah pekerjaan manusia, termasuk pendisiplinan guru. Namun, setelah penulis melakukan berbagai macam pengamatan dan penelitian di lembaga ini ada beberapa catatan dan masukan yang mungkin berguna untuk meningkatkan pendisiplinan guru melalui penggunaan presensi finger print di SMP Negeri 2 Sedati Sidoarjo.

1. Operator Finger print seharusnya melaksanakan langkah-langkah pengunaan presensi finger print sesuai dengan prosedur agar semua fitur bisa dimanfaatkan sekolah.

2. Proses cetak hasil finger print seharusnya dilakukan secara berkala agar sekolah memiliki arsip hardcopy terkait dengan kedisiplinan guru. Arsip tersebut juga bisa digunakan untuk menganalisis kedisiplinan guru dan kemudian menindak lanjutinya.

3. Diperlukan aturan khusus, atau bahkan sanksi tegas untuk guru yang tidak melakukan presensi finger print.

4. Kepala sekolah hendaknya melakukan supervisi baik secara rutin ataupun isidentil untuk mengevaluasi pelaksanaan pendisiplinan guru melalui pengunaan finger print.

Begitulah sekelumit catatan serta saran yang bisa saya berikan kepada sekolah sehingga menjadi bahan acuan untuk menjadi lebih baik kedepannya. Amin.

DAFTAR PUSTAKA

Arikunto, Suharsimi. Prosedur Penelitian Suatu Pendekatan Praktek, Jakarta: Rineka Cipta. 2010.

Bungis, Burhan. Metodologi Penelitian Sosial, Surabaya: Airlangga University Press. 2001.

Muhiddin, Ali. Analisis Korelasi Regresi dan Jalur Dalam Penelitian, Bandung: Pustaka Setia. 2007.

Moenir, A.S. Pendekatan manusiawi dan organisasi terhadap pembinaan kepegawaian, Jakarta: PT. Gunung Agung.1983.

Nugroho, Eko. Biometrika, Mengenal Sistem Identifikasi Masa Depan, Yogyakarta: Andi Offset.2009.

Partanto, Pius . Kamus Ilmiah Populer, Surabaya: Arkola.2001

Purwanto, Ngalim. Ilmu Pendidikan Teoretis dan Praktis, Bandung: PT.Remaja Rosdakarya.1991

Putra, Darma. Sistem Biometrika, Yogyakarta: Andi Offset.1991

Suhertien, Piet. Dimensi Administrasi Pendidikan di Sekolah, Surabaya : Usaha Nasional.1994

Wijaya,Cece. Kemampuan Dasar Guru Dalam Proses Belajar Mengajar, Bandung : Remaja Rosda Karya.1991.

Subari. Supervisi Pendidikan Dalam Rangka Perbaikan Mengajar, Jakarta:Bumi Aksara.1994.

Kartono, Kartini. Bimbingan Dan Dasar Pelaksanaanya, Jakarta : CV Raja Grafindo Persada.1985.

Soekanto, Soejono. Remaja dan Masalahnya, Jakarta: Balai Pustaka.1990. Nasution, Didaktik Asas-Asas Mengajar, Jakarta : Bumi Aksara.1995.

Imran, Ali. Pembinaan Guru Di Indonesia, Malang : PT. Dunia Pustaka Jaya.1995. Yaqub, Hamzah. Menajemen Pendidikan, Jakarta : Gramindo.1983.

Poerwadarmita. Kamus Besar Bahasa Indonesia, Jakarta: Kurnia.2000.

Furchan, Arif. Pengantar Penelitian dalam Pendidikan, Surabaya: Usaha Nasional. 1982.

Hadi, Sutrisno. Metodologi Research, Yogyakarta: Andi Offset. 1989.

UU RI No.2. Sistem Pendidikan Nasional dan Peraturan Pelaksanaanya, Jakarta:Sinar Grafika.1995.

Prayitno. Dasar Teori dan Praktis, Jakarta: PT.Gramedia Widiarsana Indonesia.2009.

Data Dokumentasi, Sarana dan Prasarana, SMP Negeri 2 Sedati, 2014-2015. Data Dokumentasi, SMP Negeri 2 Sedati, Pada Tanggal 15 Desember 2014.

Departemen Pendidikan Nasional. Kamus Besar Bahasa Indonesia, Jakarta: PT. Gramedia Pustaka Utama. 2011.

Sudijono, Anas. Pengantar Statistik Pendidikan, Jakarta: Raja Grafindo Persada. 2006.

Sugiyono. Statistik Untuk Penelitian, Bandung: Alfabeta. 2010. Margono. Metodologi Pendidikan, Jakarta: Rineka Cipta. 1997.

Muhadjir, Noeng. Metodologi Penelitian Kualitatif, Yogyakarta: Rakesarasin. 1996. Nasir, M. Metodologi Penelitian, Jakarta: Ghalia Indonesia. 1988.

Nasution, S. Metode Research, Bandung: Bumi Aksara. 1996. Nazir, Moh. Metode Penelitian, Jakarta: Chalia Indonesia. 2003.

Observasi, di lingkungan sekolah SMP Negeri 2 Sedati, Pada Tanggal 15 Desember 2014.

Surat Al-Ashr: 1-3, Al-Qur’an dan Terjemahnya, Surabaya: CV. Karya Utama Surabaya, 2005.

Suryabrata, Sumadi. Metodologi Penelitian, Jakarta: Raja Grafindo Persada. 1998. http://sidik-jari.com/identifikasi-sidik-jari-untuk-absensi/#.UJsgV2dMbIU, diakses

pada tanggal 8 Nopember 2014

Katermia A. Sinaga, dkk, Aplikasi Pencatatan dan InformasiKehadiran Mahasiswa dengan Sensor Sidik Jari dan SMS Gateway (StudiBandung Politeknik Negeri

Bandung), diakses dari Respository.politekniktelkom.ac.id padatanggal 28 Nopember 2014

Interview, Retno Untari Hadi P selaku Kepala SMP Negeri 2 Sedati, Pada Tanggal 15 Desember 2014.

Dokumen terkait