Tipe I Aspal
3. Pengujian Marshal tes ( Aspal Menggunakan Fly Ash Coklat )
4.2. Grafik Hasil Uji Marshall untuk Penentuan KAO
4.3.5. Data Uji Marshall Campuran Aspal Menggunkan Abu Batu Apung
Pada pengujian benda uji dengan alat marshall, Tujuan dari uji marshall ini ialah untuk mengetahui karakteristik campuran aspal panas dengan membandingkan kadar aspal optimum dengan waktu 30 menit dan 24 jam menggunakan 5 variasi waktu perendaman, diperoleh dua data hasil pengujian yaitu pembacaan stabilitas dan flow benda uji.
Dari hasil pengujian dan perhitungan marshall yang telah dilakukan terhadap benda uji untuk campuran AC – WC dengan mnggunakan filler abu batu apung disajikan pada perhitungan
di bawah ini :
No Pemeriksaan
Filler Abu Batu Spesifikasi 2010 KAO 8,75%
1 Hari 3 Hari 5 Hari 7 Hari 9 Hari Revisi 3
1 Kepadatan 2,17 2,18 2,19 2,19 2,19 -
2 Stabilitas (Kg) 1209,58 1171,29 1106,77 1044,19 991,74 Min 800
3 VMA (%) 20,4 20,4 20,0 19,9 19,7 Min 15
4 MQ (Kg/mm) 376,1 336,1 276,7 250,5 224,7 Min 250
5 Flow (mm) 3,2 3,5 4,0 4,2 4,4 Min 3
6 VIM (%) 9,6 9,5 9,0 9,0 8,8 Min 3,0 – 0,5
7 VFB (%) 53,19 53,41 54,84 54,85 55,54 Min 65
Hasil Penggabungan Agregat ( Combined )
Batu Pecah 1 - 2 15 % x 93,5 % = 0,1403 x = 168,3
Batu Pecah 0,5 - 1 44 % x 93,5 % = 0,4114 x = 493,7
Abu Batu 40 % x 93,5 % = 0,374 x = 448,8
Semen 1 % x 93,5 % = 0,0094 x = 11,2
Aspal 6,5% = 78
1200 X
1200 1200 1200 1200 1200
IV - 15
Gambar 4.3. Grafik Hasil Uji Marshall Campuran Aspal Menggunakan Filler Abu Batu Apung dengan variasi perendaman berulang.
Kepadatan
Gambar 4.3. Diagram Kepadatan Aspal panas AC-WC menggunakan bahan pengisi Abu Batu Apung Dengan Waktu Perendaman 30 Menit Dengan Suhu 60°C.
Dari gambar 4.3 diatas terlihat bahwa nilai kepadatan dengan 5 variasi waktu perendaman untuk campuran Aspal panas AC-WC dengan bahan pengisi Abu Batu Apung pada hari pertama (2,17), ketiga (2,18), dan kelima (2,19) mengalami peningkatan sedangkan dihari ketujuh dan kesembilan tidak mengalami peningkatan maupun penurunan yaitu 2,19.
1 Hari 002
3 Hari 002
5 Hari 002
7 Hari 002
9 Hari 002
002 002 002 002 002
001 002 002 003 003
Kepadatan
IV - 16
Gambar 4.4. Diagram Stabilitas Antara Aspal panas AC-WC menggunakan bahan pengisi Abu Batu Apung Dengan Waktu Perendaman 30 Menit Dengan Suhu 60°C.
Stabilitas merupakan ukuran kemampuan dari campuran untuk menahan beban yang diterima. Nilai stabilitas dipengaruhi oleh bentuk, kualitas, tekstur permukaan dan gradasi agregat serta kadar dan daya lekat aspal dalam campuran. Nilai stabilitas berpengaruh juga dengan bahan yang digunakan.
Dari gambar 4.4. diatas terlihat nilai stabilitas dengan 5 variasi waktu perendaman pada campuran aspal panas AC-WC menggunakan bahan pengisi Abu Batu Apung yaitu semakin lama waktu perendaman maka semakin rendah stabilitasnya.
1 Hari 1.210
3 Hari 1.171
5 Hari 1.107
7 Hari 1.044
9 Hari 992
700 800 900 1.000
Stabil
IV - 17
Gambar 4.7. Diagram Pebandingan MQ Aspal panas AC-WC menggunakan bahan pengisi Abu Batu Apung Dengan Waktu Perendaman 30 Menit Dengan Suhu 60°C.
Dari gambar 4.7 di atas terlihat bahwa nilai MQ dengan 5 variasi waktu perendaman pada campuran AC-WC dengan bahan pengisi Abu Batu Apung, menunjukan bahwa semakin lama waktu perendaman maka nilai MQ semakin menurun, Meski pada perendaman 9 Hari nilai MQ tidak memenuhi spesifikasi.
Rongga Terisi Aspal (VFB) minimal 65
Gambar 4.8. Diagram Pebandingan VFB Antara Aspal panas AC-WC menggunakan bahan pengisi Abu Batu Apung Dengan Waktu Perendaman 30 Menit Dengan Suhu 60°C.
1 Hari 376
3 Hari 336
5 Hari 277
7 Hari 251
9 Hari 225
251 225
100 150 200 250 300
Marshall Qu
1 Hari 053
3 Hari 053
5 Hari 055
7 Hari 055
9 Hari 056
053 053 055 055 056
020 030 040 050 060 070 080 090 100
Vfb
IV - 18
nilai rongga terisi aspal sehingga semakin kedap air dan kedap udara.
Dari gambar 4.8 di atas terlihat nilai VFB dengan 5 variasi waktu perendeman pada campuran AC-WC menggunakan bahan pengisi Abu Batu Apung, menunjukkan bahwa nilai VFB bertambah seiring bertambahnya waktu perendaman, akan tetapi nilai VFB campuran AC-WC menggunakan bahan pengisi Abu Batu Apung tidak memenuhi Abu Batu Apung.
Rongga Dalam Campuran (minimum 0,3 - 0,5)
Gambar 4.6. Diagram Pebandingan Flow Antara Aspal panas AC-WC menggunakan bahan pengisi Abu Batu Apung Dengan Waktu Perendaman 30 Menit Dengan Suhu 60°C.
Dari gambar 4.6 di atas terlihat nilai VIM dengan 5 variasi waktu perendaman pada campuran aspal AC-WC dengan menggunakan bahan pengisi Abu Batu Apung yaitu seiring dengan lamanya waktu perendaman
1 Hari 10
3 Hari 10
5 Hari 09
7 Hari 09
9 Hari 09
10 10 09 09 09
01 02 03 04 05 06 07 08 09 10
VIM
IV - 19
sehingga aspal mudah teroksidasi oleh udara sehingga mengakibatkan kadar aspal dalam campuran akan terus berkurang.
Pelelehan (FLOW) minimum 3
Gambar 4.5. Diagram Perbandingan Flow Antara Aspal panas AC-WC menggunakan bahan pengisi Abu Batu Apung Dengan Waktu Perendaman 30 Menit Dengan Suhu 60°C.
Flow atau pelelehan plastis adalah keadaan perubahan bentuk suatu campuran yang terjadi akibat suatu beban sampai batas runtuh yang dinyatakan dalam mm atau 0,01”. Flow merupakan parameter akan sifat suatu kelenturan suatu campuran. Nilai flow dipengaruhi oleh kadar viskositas aspal, gradasi agregat, jumlah dan suhu pemadatan. Campuran dengan nilai stabilitas tinggi dan flow rendah cenderung menjadi kaku, sedangkan nilai campuran dengan nilai flow tinggi dan stabilitas rendah cenderung menjadi plastis dan mudah berubah bentuk.
1 Hari 003
3 Hari 004
5 Hari 004
7 Hari 004
9 Hari 004
003 004
004 004 004
001 002 002 003 003 004 004 005 005
Flow
IV - 20
Viskositas beton Aspal menggunakan bahan pengisi abu terbang lebih tinggi sehingga nilai flow menjadi rendah.
Rongga Dalam Agregat
Gambar 4.9. Diagram Pebandingan MQ Aspal panas AC-WC menggunakan bahan pengisi Abu Batu Apung Dengan Waktu Perendaman 30 Menit Dengan Suhu 60°C.
VMA adalah banyaknya pori diantara butir-butir agregat didalam beton aspal padat. Dari gambar 4.9 di atas terlihat bahwa nilai VMA dengan 5 variasi waktu perendaman pada campuran AC-WC menggunakan bahan pengisi Abu Batu Apung menunjukkan bahwa nilai VMA semakin berkurang seiring bertambahnya waktu perendaman. Ini disebabkan karena nilai pori yang meningkat pada beton aspal menggunakan bahan pengisi abu Batu Apung.
1 Hari 020
3 Hari 020
5 Hari 020
7 Hari 020
9 Hari 020
020 020 020 020 020
001 006 011 016 021 026 031
VMA
IV - 21 tabel dibawah ini;
Tabel 4.17. Hubungan KAO Dengan Persentase Nilai IKS Beton Aspal HRS – WC Menggunakan Bahan Pengisi Abu Batu Dan Abu Terbang.
Bahan Pengisi
Variasi
Perendaman KAO
Waktu Perendaman Dengan Suhu 60°C
IKS Spek 30 Menit 24 Jam Min
Stabilitas Filler
Semen - 6,50% 1308,2 1221,8 93,39 90
Abu Batu Apung
1 Hari
6,50%
1306,6 1179,4 90,3
90
3 Hari 1270,2 1160,0 91,3
5 Hari 1207,5 1103,9 91,4
7 Hari 1132,0 1068,0 94,4
9 Hari 1062,4 1010,1 95,1
Sumber : Hasil penelitian Laboratorium
Dari Tabel terlihat nilai stabilitas untuk campuran AC-WC menggunakan bahan pengisi Abu Batu Apung dengan perendaman 30 menit dan 24 jam pada suhu 60°C, menunjukan bahwa nilai Stabilitas bahan pengisi filler semen untuk perendaman 24 jam mengalami penurunan terhadap nilai Stabilitas yang diperoleh untuk perendaman 30 menit pada suhu yang sama, sedangkan untuk nilai stabilitas bahan pengisi Abu Batu Apung untuk perendaman 24 jam mengalami penurunan terhadap nilai stabilitas yang diperoleh untuk perendaman 30 menit pada suhu yang sama.
V - 1 5.1. Kesimpulan
Dari hasil penelitian laboratorium mengenai penggunaan filler abu batu apung sebagai bahan pengganti filler pada lapisan aspal (AC-WC) dapat diambil kesimpulan sebagai berikut :
1. Bahan abu batu apung memenuhi syarat teknis sebagai pengganti filler. Hal ini dibuktikan dengan pengujian :
- Pemeriksaan Material
- Pemeriksaan Filler abu batu apung - Analisa saringan
- Berat jenis
2. Karakteristik campuran aspal panas (AC-WC) menggunakan Portland Cement :
- Nilai kepadatan untuk Aspal Standar perendaman 30 menit yaitu 2,29
- Nilai stabilitas dengan perendaman 30 menit pada suhu 60º saat menggunakan aspal standar, yaitu 1308,22 kg
- Nilai flow dengan perendaman 30 menit pada suhu 60º saat menggunakan campuran aspal standar 3,67 mm masuk spesifikasi Jendral Bina Marga Spesifikasi 2010 Revisi 3.
Disebabkan karena kedua benda material benda uji tersebut masih terselimuti aspal dengan baik.
V - 2 Bina Marga 2010 Revisi 3.
- Nilai VFB saat menggunakan campuraan beton aspal standar dengan perendaman 30 menit pada suhu 60º yaitu 70,19 % memenuhi spesifikasi
- Nilai VMA dengan perendaman 30 menit pada suhu 60º saat menggunakan campuran beton aspal standar 16,35 %
3. Karakteristik campuran aspal panas (AC-WC) menggunakan abu batu apung sebagai pengganti filler :
- Untuk 1 hari perendaman
Kepadatan 2,17, Stabilitas 1209,6 kg, VMA 20,45%, MQ 376,1 kg/mm, Flow 3,23 mm, VIM 9,6 %, VFB 53,19 %.
- Untuk 3 hari perendaman
Kepadatan 2,18, Stabilitas 1171,3 kg, VMA 20,38%, MQ 336,1 kg/mm, Flow 3,5 mm, VIM 9,5 %, VFB 53,41 %.
- Untuk 5 hari perendaman
Kepadatan 2,19, Stabilitas 1106,8 kg, VMA 19,97%, MQ 276,7 kg/mm, Flow 4 mm, VIM 9 %, VFB 54,84 %.
- Untuk 7 hari perendaman
Kepadatan 2,19, Stabilitas 1044,2 kg, VMA 19,93 %, MQ 250,5 kg/mm, Flow 4,2 mm, VIM 9 %, VFB 54,85 %.
V - 3
4. Dari hasil uji karakteristik Marshall campuran HRS-WC menggunakan bahan pengisi Abu Batu dan Abu Terbang, Maka bahan pengisi Abu Batu lebih baik dari pada bahan pengisi Abu terbang.