• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

C. Validasi ahli dan Revisi Produk

1. Data Validasi Pakar Kurikulum 2013

Produk awal yang dibuat oleh peneliti adalah Prota, Prosem, Silabus, dan RPPTH. Produk tersebut kemudian diberikan kepada dua orang pakar (validator ahli) untuk dilakukan validasi. Validasi dilakukan bertujuan untuk menguji kelayakan perangkat pembelajaran inovatif model Paradigma Pedagogi Reflektif (PPR) dan Quantum

Learning. Dari hasil validasi ini, peneliti akan mendapat masukan

berupa saran dan komentar yang dijadikan pedoman oleh peneliti untuk melakukan revisi produk yang telah dibuat sehingga layak untuk di ujicobakan di lapangan .

Validasi perangkat pembelajaran inovatif dilakukan oleh salah satu mahasiswa PPG Universitas Sanata Dharma yaitu saudari NR pada bulan Juli-Agustus dan satu guru kelas 1 SD Negeri Babarsari

90

yaitu ibu NW pada bulan September. Terdapat beberapa aspek dalam instrumen penilaian yang digunakan oleh pakar pembelajaran inovatif. Aspek yang dinilai dari komponen perangkat pembelajaran inovatif dalam instrumen validasi yang digunakan oleh peneliti yaitu untuk Program Tahunan (Prota), Program Semester (Prosem), dan Silabus terdiri dari: (1) identitas komponen, (2) kelengkapan komponen, (3) waktu yang dipergunakan, (4) kesesuaian materi pokok dengan KI/KD, (5) keterkaitan antara komponen satu dengan yang lainnya. Sedangkan aspek yang dinilai untuk RPPTH yaitu: (1) kelengkapan identitas, (2) kesesuaian indikator dengan KI/KD, (3) perumusan tujuan pembelajaran, (4) pemilihan materi pembelajaran, (5) strategi pembelajaran, (6) pemilihan media pembelajaran, (7) pemilihan sumber pembelajaran, (8) evaluasi, (9) kemampuan mengembangkan HOTS, (10) skenario pembelajaran, (11) pengembangan 5M, (12) pengembangan 4C, (13) kelengkapan instrumen evaluasi, (14) media, (15) LKPD, (16) bahasa.

Berdasarkan hasil validasi yang dilakukan oleh pakar perangkat pembelajaran inovatif yaitu saudari NR, rerata skor dari 3 RPPTH model Paradigma Pedagogi Reflektif (PPR) sebanyak 4,27 dengan kategori “sangat baik” dan 3 RPP model Quantum Learning dengan rerata 4,31 dengan kategori “ sangat baik”, maka diperoleh rerata total sebanyak 4,29 dengan kategori “sangat baik”. Perangkat pembelajaran inovatif dinyatakan layak untuk digunakan atau diuji coba lapangan dengan revisi sesuai saran. Ibu NR sebagai validator pembelajaran inovatif memberi komentar pada komponen RPPTH model Paradigma Pedagogi Reflektif (PPR) dan Quantum Learning sebagai berikut: (1) kelengkapan identitas belum lengkap, (2) ada beberapa tujuan dan indikator belum mencakup ABCD (audience,

behavior, condition, degree), (3) literasi bisa dikembangkan berupa

video atau gambar tidak hanya dalam bentuk teks bacaan, (4) sumber belajar diperbanyak, (5) kemampuan pada indikator beberapa belum

91

HOTS, (6) kelengkapan instrumen evaluasi, (7) media dapat dikembangkan dalam bentuk kartu pop up agar lebih menarik, (8) penulisan kata/ kalimat dan tanda baca masih terdapat kesalahan.

Peneliti juga melakukan validasi perangkat pembelajaran inovatif kepada validator yang kedua yaitu ibu NW. Berdasarkan hasil validasi yang telah dilakukan, ibu NV memberikan skor rerata pada RPPTH model pembelajaran Paradigma Pedagogi Reflektif yaitu 4.18 dengan kategori "baik". Perangkat pembelajaran dinyatakan layak digunakan dengan revisi sesuai saran. Ibu NV memberi komentar pada beberapa aspek kegiatan pembelajaran yaitu (1) media pembelajaran dibuat lebih menarik lagi, (2) kemampuan berpikir tingkat tinggi (HOTS) beberapa belum nampak (3) rubrik pedoman penskoran dibuat lebih jelas agar mempermudah penskoran, (4) masih terdapat beberapa kesalahan penulisan kata atau kalimat, dan tanda baca.

Sedangkan untuk uji coba RPPTH model Quantum Learning, ibu memberi skor rerata 4,25 dengan kategori "sangat baik". Perangkat pembelajaran dinyatakan layak digunakan dengan revisi sesuai saran Ibu NV memberi saran dan masukan terhadap produk yang sudah dibuat. Ibu NV memberikan saran yaitu (1) pemilihan media yang digunakan lebih diperhatikan lagi agar menarik perhatian siswa, (2) keterampilan abad 21 sudah ada namun terkadang tidak sesuai dengan keadaan lapangan khususnya pada kerjasama dan komunikasi, (3) LKPD dikemas lebih jelas dan menarik agar mempermudah siswa dalam mengerjakan, (4) masih terdapat beberapa kesalahan penulisan kata atau kalimat, dan tanda baca.

Dengan hasil validasi oleh guru kelas 1 tersebut, maka produk perangkat pembelajaran inovatif mendapat skor total rerata 4,22 dengan kategori “sangat baik”. Sehingga perangkat pembelajaran dinyatakan layak digunakan dengan revisi sesuai saran.

92 2. Revisi Produk

Perangkat pembelajaran inovatif yang telah divalidasi oleh kedua pakar pembelajaran inovatif tersebut direvisi sesuai dengan komentar dan saran yang telah diberikan. Komentar/ saran dan revisi dari hasil validasi pakar kesatu tersebut dijelaskan pada tabel berikut:

No. Aspek yang dinilai Komentar

Validator Pakar Revisi peneliti RPP (Rencana Pelaksanaan Pembelajaran)

1. Kejelasan dan kelengkapan identitas RPP (satuan pendidikan, kelas, semester, tema/ subtema/ pembelajaran ke-, alokasi waktu/ hari dan tanggal.

Identitas belum lengkap pada bagian hari dan tanggal.

menambahkan hari dan tanggal sesuai dengan hari pelaksanaan. 2. Kesesuaian tujuan pembelajaran dengan indikator, kata kerja dapat diukur, mencakup komponen A (Audience), B (Behaviour), C (Condition), D (Degree)

Komponen degree

banyak yang belum ada Menambahkan komponen degree pada setiap indikator.

3. Pemilihan sumber belajar (bahan cetak, lingkungan sekitar dan internet)

Sumber belajar bisa menggunakan buku yang terkait. Menambah referensi sumber belajar yang berupa buku.

93 4. Mengembangkan

kemampuan berpikir tingkat tinggi pada indikator (C4-C6 / HOTS) Masih terdapat beberapa indikator yang belum menunjukkan kemampuan berfikir tingkat tinggi. Memperbaiki pengembangan HOTS 5. Kelengkapan instrumen evaluasi (soal, kunci, rubrik pedoman penskoran). Diberi pedoman penskoran, misalnya skor 2 jika menjawab 2 benar 1 salah Memberikan pedoman penskoran Media 1. Pemilihan media pembelajaran (sesuai dengan tujuan, materi, dan kondisi kelas)

Media dibuat lebih menarik lagi bisa dibuat kartu pop up tentang peristiwa di malam hari Memperbaiki media pembelajaran agar lebih menarik Bahasa 1. Penggunaan bahasa

sesuai dengan PUEBI (Panduan Umum Ejaan Bahasa Indonesia

Masih terdapat beberapa kesalahan penulisan kata atau kalimat serta tanda baca Memperbaiki penulisan kata, kalimat, dan penggunaan tanda baca Tabel 4.1 Komentar validator pakar 1 dan revisi

94

Sedangkan untuk komentar/ saran dan revisi dari hasil validasi pakar kesatu tersebut dijelaskan pada tabel berikut:

No. Aspek yang dinilai Komentar

Validator Pakar Revisi peneliti RPP (Rencana Pelaksanaan Pembelajaran)

1. Pemilihan media pembelajaran (sesuai dengan tujuan, materi, dan kondisi kelas)

Media pembelajaran dibuat lebih menarik lagi Peneliti akan membuat media pembelajaran lebih menyenangkan . 2. Mengembangkan kemampuan berpikir tingkat tinggi pada indikator (C4-C6 / HOTS) Masih terdapat kemampuan berpikir tingkat tinggi (HOTS) beberapa belum Nampak Memperbaiki pengembangan HOTS 3. Kelengkapan instrumen evaluasi (soal, kunci, rubrik pedoman penskoran).

Rubrik pedoman penskoran dibuat lebih jelas agar mempermudah penskoran Memperbaiki rubrik pedoman penskoran 4. Mengembangkan 4 keterampilan dasar belajar abad 21 4C yaitu berfikir kritis (critical

thinking), berfikir kreatif

(creative thinking),

kerjasama

(collaborative), dan

Keterampilan abad 21 sudah ada namun terkadang tidak sesuai dengan keadaan lapangan khususnya pada kerjasama dan komunikasi Memperbaiki keterampilan abad 21 4C agar lebih realistis untuk diterapkan untuk siswa

95 komunikasi

(communicative)

kelas I SD

LKPD (Lembar Kerja Peserta Didik) 1. Kelayakan bahasa

(kalimat dengan kaidah Bahasa Indonesia, penggunaan tanda baca sesuai, struktur kalimat mudah dipahamu, mendorong siswa untuk berfikir kritis, kemultiafsiran kalimat).

LKPD dikemas lebih jelas dan menarik agar mempermudah siswa dalam mengerjakan Memperbaiki LKPD agar menarik dapat dimengerti oleh siswa Bahasa 1. Penggunaan bahasa

sesuai dengan PUEBI (Panduan Umum Ejaan Bahasa Indonesia

Masih terdapat beberapa kesalahan penulisan kata atau kalimat, dan tanda baca Memperbaiki penulisan kata, kalimat, dan penggunaan tanda baca Tabel 4 2 Komentar validator pakar 1 dan revisi

D. Uji Coba Terbatas

1. Data uji coba terbatas

Peneliti melakukan revisi berdasarkan saran oleh validator pembelajaran inovatif kemudian produk perangkat pembelajaran diuji cobakan di lapangan yaitu di Sekolah Dasar. Ujicoba ini sekaligus untuk diamati dan dinilai oleh satu guru kelas I sekolah dasar. Guru kelas I tersebut adalah Ibu NV dari SD N Babarsari. Uji coba tersebut dilakukan selama seminggu pada tanggal 08 Oktober 2018 sampai dengan 13 Oktober 2018, namun uji coba hanya dilakukan 3 kali yaitu

96

pada tanggal 08 Oktober 2018 sampai dengan 10 Oktober 2018 karena di SD N Babarsari ada kegiatan outing class di Kebun Binatang Gembira Loka yang sudah dirancang sebelumnya oleh pihak sekolah sehingga guru terkait hanya memberikan kesempatan untuk melakukan ujicoba 3 kali dengan model pembelajaran yang berbeda.

Terdapat dua instrumen ujicoba yaitu (1) instrumen untuk menilai guru atau peneliti saat ujicoba perangkat pembelajaran, (2) instrumen untuk menilai siswa saat ujicoba perangkat pembelajaran. Aspek yang dinilai dalam validasi yang dilakukan oleh guru kelas I adalah : (1) Guru melaksanakan pembelajaran sesuai dengan makna dan karakteristik model pembelajaran inovatif yang digunakan, (2) Guru melaksanakan pembelajaran sesuai dengan sintaks model pembelajaran inovatif yang digunakan, (3) Guru menerapkan pendekatan saintifik 5M (mengamati, menanya, menalar, mencoba, mengomunikasikan) kepada siswa, (4) Guru telah mengembangkan keterampilan belajar dasar abad 21 (berfikir kritis, kreatif, kolaboratif dan komunikatif), (5) Guru menguasai materi dalam mengajar dan tidak terjadi miskonsepsi. (6) Guru lebih berperan sebagai motivator & fasilitator pada saat pembelajaran, (7) Pembelajaran berpusat pada siswa, (8) Guru menggunakan beragam media dalam pembelajaran, (9) Guru mengembangkan kemampuan berpikir tingkat tinggi (HOTS) dalam kegiatan pembelajaran, (10) Guru mengusahakan kegiatan pembelajaran yang bervariasi, (11) Guru mengembangkan pendidikan karakter, (12) Guru melaksanakan pembelajaran terpadu dengan landai, (13) Guru menciptakan suasana pembelajaran yang menyenangkan, (14) Guru melaksanakan penilaian autentik.

Selain itu, aspek intrumen uji coba dan validasi yang digunakan untuk menilai siswa berbeda dengan aspek intrumen uji coba dan validasi yang digunakan untuk menilai guru. Aspek tersebut tersebut adalah : (1) Siswa dapat mencapai indikator pembelajaran yang ditetapkan, (2) Siswa terlibat aktif dalam kegiatan pembelajaran, (3)

97

Siswa melaksanakan 5M dalam pembelajaran (mengamati, menanya, menalar, mencoba, mengomunikasikan), (4) Siswa terkesan senang dalam mengikuti kegiatan pembelajaran, (5) Siswa asik dalam mengikuti kegiatan pembelajaran, (6) Siswa terlibat dalam penggunaan media pembelajaran, (7) Siswa memperoleh pengalaman langsung dalam pembelajaran, (8) Siswa mengembangkan kemampuan 4C-nya.

Berdasarkan hasil uji coba yang telah dilakukan, ibu NV selaku penagamat dari hasil uji coba guru kelas 1 SD N Babarsari memberikan skor rerata pada RPPTH model pembelajaran Paradigma Pedagogi Reflektif yaitu 4,32 dengan kategori "sangat baik". Perangkat pembelajaran dinyatakan layak digunakan dengan revisi sesuai saran. Ibu NV memberi komentar pada beberapa aspek kegiatan pembelajaran yaitu (1) perdalam lagi materi yang akan disampaikan di kelas, (2) kemampuan berpikir tingkat tinggi (HOTS) beberapa belum nampak, (3) tingkatkan variasi media pembelajaran, (4) masih terdapat beberapa kesalahan penulisan kata atau kalimat, dan tanda baca.

Sedangkan untuk uji coba RPPTH model Quantum Learning, ibu NV memberi skor rerata 4,28 dengan kategori "sangat baik". Perangkat pembelajaran dinyatakan layak digunakan dengan revisi sesuai saran Ibu NV memberi saran dan masukan terhadap produk yang sudah dibuat. Ibu NV memberikan komentar dan saran yaitu (1) sudah bagus dalam menerapkan pendekatan saintifik, selalu libatkan siswa dalam kegiatan pembelajaran, (2) kemampuan berfikir tingkat tinggi (HOTS) belum terlalu nampak, tingkatkan agar pembelajaran lebih bermakna, (3) sudah bagus dalam mengembangkan pendidikan karakter, (4) masih terdapat beberapa kesalahan penulisan kata atau kalimat, dan tanda baca.

Dengan hasil penilaian uji coba terbatas oleh guru kelas 1 tersebut, maka produk perangkat pembelajaran inovatif mendapat skor total rerata 4,30 dengan kategori “sangat baik” sehingga perangkat

98

pembelajaran dinyatakan layak digunakan dengan revisi sesuai komentar dan saran yang telah diberikan.

Dokumen terkait