• Tidak ada hasil yang ditemukan

TINJAUAN PUSTAKA

2.3 Daun Mimba (Azadirachta indica) .1Pengertian

Daun mimba atau disebut juga Azadirachta indica telah digunakan dalam pengobatan Ayurvedic selama lebih dari 4000 tahun karena mempunyai sifat terapeutik (medicinal properties). Sebagian besar bagian tanaman daun mimba seperti buah, biji, daun, kulit batang, dan akar mengandung senyawa yang terbukti bersifat antiseptik, antivirus, antiinflamasi, antiulser dan antijamur. Daun mimba yang biasa disebut 'Indian lilac' atau 'Margosa' merupakan bagian dari famili Meliaceae.27Azadirachta indica merupakan tanaman yang banyak tumbuh di India, Pakistan, Sri Lanka, Thailand, Indonesia, Malaysia, Singapore, Filipina, Australia, Saudi Arabia, Tropis Africa, dan Amerika.28Tanaman ini ditemui hampir di seluruh wilayah India. Sebanyak 25 juta pohon diperkirakan tumbuh di India, dimana 5,5% ditemukan di Karnataka, 55,7% di Uttar Pradesh, Tamilnadu menempati 17,8% dan 21% ditemukan di negara-negara lain di India. Di Indonesia, pohon mimba ini banyak

tumbuh di daerah Bali, Lombok, daerah pantai utara Jawa Timur, dan Subang. Di Bali tanaman ini dikenal dengan nama Intaran, populasinya mencapai 2 juta pohon. Sedangkan di daerah Lombok populasinya sekitar 250 – 300 ribu pohon.29

2.3.2Morfologi

Secara morfologi, pohon mimbaberukuran besar dengan tinggi maksimal mencapai 15-25 meter dan diameter batang maksimal 3 meter menyebarkan cabang membentuk sebuah mahkota yang luas (Gambar 4a).27,30Setiap tangkai pohon ini mengandung 5-15 daun.31Daunnya berbentuk menyirip dan berwarna mengkilap hijau gelap pada permukaan atas dan hijau pucat di bagian bawah (Gambar 4b).31 Bunganya banyak, kecil, memiliki aroma yang harum, berwarna cream atau putih kekuningan dan berbentuk memanjang (Gambar 4c).30,31

Gambar 4.(a) Pohon mimba27,30

(b) Daun berwarna hijau gelap pada permukaan atas dan hijau pucat di bagian bawah30

(c) Bunga berwarna cream atau putih kekuningan danberaroma harum31

Buahnya sendiri berbentuk bulat dengan panjang 1-2 cm bersama kayu endocarp dan berubah kuning kehijauan ketika telah matang (Gambar 5a).27,30 Bijinya berbentuk ellipsoid, mempunyai kotiledon tebal, berdaging, dan berminyak (Gambar

5b).27,30Bijinya yang paling berguna dan berharga pada pohon ini yang menghasilkan 40% dari minyak kuning tua yang terkenal, yaitu 'Margosa Oil'.27

Gambar 5. (a) Buah bulat dan berubah kuning kehijauan ketika telah matang27,30

(b) Biji ellipsoid, kotiledon tebal, berdaging dan berminyak27,30

2.3.3 Kandungan Kimia

Kandungan utama daun mimba adalah protein 7,1%, karbohidrat 22,9%, mineral, kalsium, fosfor, vitamin C, karotendan lain-lain. Daun mimba juga mengandung asam glutamat, tirosin, asam aspartat, alanin, pralin, glutamin, dan cystin seperti asam amino, dan beberapa asam lemak (dodecanoic, tetradecanoic, elcosanic, dan lain-lain).32

Kandungan kimia mengandung banyak senyawa biologis aktif yang dapat diekstraksi dari daun mimba, termasuk alkaloid, lavonoids, triterpenoid, senyawa fenolik, karotenoid, steroid, dan keton. Senyawa biologis paling aktif adalah azadirachtin yang merupakan campuran dari tujuh senyawa isomer dikenal sebagai azadirachtin A-G dimana azadirachtin E lebih efektif. Senyawa lain yang memiliki efek biologis adalah salanin, volatile oils, meliantriol, and nimbin.10,28

(

2.3.4 Toksisitas

Menurut penelitian Omotayo dkk., ekstrak daun mimba pada dosis rendah 0,6-2,0 g/kg berat badan tidak mempunyai efek toksik pada parameter hematologi, kadar enzim dan parameter histopatologi. Pada dosis tinggi 200 g/kg berat badan, akan menyebabkan penurunan berat badan, kelesuan badan, aneroksia nervosa dan juga defek histopatologi.33

Penelitian Boadu dkk., analisis toksisitas ekstrak daun mimba pada hewan percobaan selama 90 hari tidak menunjukkan adanya tanda klinis toksisitas sistemik. Peneliti menguji komponen aktif mimba, Azadirachtin yang divariasikan dari dosis 3540 mg/kg berat badan hingga 5000 mg/kg berat badan dan diperkirakan sebagai dosis aman apabila diberikan secara oral. Selain itu, mimba tidak mempunyai efek toksik pada parameter hematologi maupun secara biokimia. Efek samping pada hewan percobaan adalah kehilangan nafsu makan disebabkan sifat pahit dari mimba.34

Botelho dkk., melakukan penelitian untuk menguji efektivitas obat kumur ekstrak daun mimba terhadap penurunan gingivitis. Hasil penelitian ini diuji secara klinis pada 54 orang penderita gingivitis selama 7 hari. Formulasi obat kumur yang digunakan dalam penelitian ini adalah ekstrak daun mimba sebanyak 25%, 20% Saccharin sebagai bahan pemanis, peppermint oil (<0,1%) sebagai bahan perisa dan bahan pewarna yang digunakan adalah amaranth red colour. Dosis yang digunakan dalam formulasi obat kumur diperkirakan sebagai dosis aman karena tidak timbulnya efek samping dari penelitian ini.35

2.3.5 Manfaat

Sifat obat mimba telah dikenal di India sejak zaman dahulu. Tulisan Sanskrit medis mengacu pada manfaat buah, biji, minyak, daun, akar, dan kulit kayu pohon mimba. Masing-masing telah digunakan dalam sistem pengobatan Ayurvedic, Unani dan Homeopathic di India.34Manfaat mimba terhadap kesehatan tubuh manusia dan kesehatan gigi dan mulut, antara lain:27-28,36-39

a. Antibakteri

Mimba mempunyai sifat antibakteri di mulut, khususnya dalam penyakit gusi dan gigi berlubang. Hal ini dilihat dengan mengunyah ranting mimba (neem twig) untuk membersihkan gigi di wilayah pedesaan di India karena sifat antimikroba yang dapat membantu mengurangi plak, gingivitis, dan penyakit periodontal. Azadirachtin yaitu komponen aktif mimbayang bersifat antibakteri denganmenghancurkan dinding sel bakteri yang secara langsung akan menghambat pertumbuhan bakteri. Selanjutnya, menyebabkan gangguan tekanan osmotik dan akhirnya menyebabkan kematian sel.

b.Antijamur

Hasil penelitian membuktikan bahwa sifat antijamur mimba dapat menghambat penyebab athlete’s foot, ringworm dan Candida, mikroorganisme penyebab infeksi jamur.

c. Antiinflamasi

Nimbidin, komponen mimba, telah terbukti memiliki aktivitas antiinflamasi dan antiarthritis. Nimbidin dapat menekan fungsi makrofag dan neutrofil yang terlibat dalam peradangan.

d.Antioksidan

Radikal bebas adalah produk alamiah hasil metabolisme sel. Sebagai molekul tidak stabil, radikal bebas selalu menganggu elektron molekul lain di dalam tubuh untuk membuatnya stabil kembali. Radikal bebas yang berlebihan dapat memicu dan memperparah penyakit jantung, penyakit infeksi, tumor, kanker, penyakit mata (katarak), penyakit kulit serta degenerasi sel otak, dan sel saraf.

e. Antivirus

Mimba menghambat pertumbuhanvirus dengue, demam hemoragik yang berhubungan dengan Ebola, dan menghambat reproduksi virus coxsackie B, salah satu dari kelompok "enterovirus". Di India, mimba juga digunakan untuk mengobati penyakit virus seperti smallpox dan chicken-pox. Mimba dapat membantu sebagai obat untuk menyembuhkan AIDS dengan mengkonsumsi ekstrak mimba atau daunnya atau minum teh daun mimba.

f. Antidiabetes

Oleh karena mimbamempunyai rasa pahit, sangat digunakan untuk gangguan yang disebabkan karena mengkonsumsi permen berlebihan. Mimba juga dikatakanmempunyai efek hipoglikemik.

g. Antiulser

Ekstrak kulit pohonmimbadapat menurunkan sekresi asam lambung sekitar 77% serta volume sekresi lambung 63% dan aktivitas pepsin 50%, karena memiliki senyawa anti-inflamasi dimana kerusakan lambung berkurang.

h. Antimalaria

Malaria sangat umum terjadi di India dan di seluruh daerah tropis. Ekstrak daun mimba dapat membantu mencegah berkembangnya virus malaria. Meskipun mimba mungkin efektif terhadap parasit penyebab malaria, tetapi belum terbukti untuk mencegah infeksi malaria. Daunmimba kering dibakar sebagai pengusir nyamuk.

Mimbajuga digunakan dalam penggunaan terapi seperti mengobati kondisi kulit kepala, termasuk ketombe, gatal kepala, mengobati jerawat, penyembuhan luka, mengobati jamur kuku, dan memulihkan kuku yang rapuh.33

Dokumen terkait