• Tidak ada hasil yang ditemukan

Dayah Terpadu Ulumul Qur’an Quba’ Bebesen

Dalam dokumen Modernisasi Dayah Di Kabupaten Aceh Tengah (Halaman 127-200)

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

A. Temuan Umum

2. Dayah Terpadu Ulumul Qur’an Quba’ Bebesen

h. Sarana dan Prasarana Dayah Terpadu Darul Mukhlisin

Ketersediaan sarana dan prasarana yang dimiliki Dayah Terpadu Darul Mukhlisin Burnijimet untuk menunjang kegiatan pembelajaran adalah:

Tabel 4

Sarana dan prasarana Dayah Terpadu Darul Mukhlisin Burnijimet

No. Jenis Jumlah Keterangan

1 Masjid 1 Tempat Shalat berjamaah/pengajian 2 Asrama santri putra 5 unit Kapasitas 60 kamar/bilik

3 Asrama santri putri 3 unit Kapasitas 45 kamar/bilik 3 Gedung

sekolah/RKB

22 unit Tempat Kegiatan Belajar dayah/sekolah

4 Asrama tenaga pengajar

1 unit Asrama tempat tinggal tenaga pengajar

5 Rumah tenaga pengajar

4 Rumah tempat tinggal tenaga pengajar

6 Rumah pimpinan 1 Rumah pimpinan dayah/pendiri

7 Kantor 3 1 Kantor dayah, 1 kantor MTs dan 1 Kantor MA

8 Perpustakaan 1 Ruang Baca

9 Kamar mandi/MCK

2 1 Kamar Mandi Umum Laki-Laki dan 1 Kamar Mandi Umum Perempuan

10 Laboratorium 1 Laboratorium Komputer 11 Kantin/dukan 2 1 untuk putra dan 1 untuk putri 12 Fasilitas olah raga 1 Sarana berolah raga

13 Internet corner 1 Sarana Santri tuk menjelajahi dunia maya Data: Dayah Terpadu Darul Mukhlisin Burnijimet

2. Dayah Terpadu Ulumul Qur’an Quba’ Bebesen

Berdasarkan temuan umum berupa kondisi objektif Dayah Terpadu Ulumul Qur’an Quba’ Bebesen, peneliti akan menguraikan hal-hal yang berkaitan dengan sejarah, visi-misi, maksud dan tujuan Dayah Terpadu Ulumul Qur’an Quba’ Bebesen, visi dan misi pendidikan dayah, keadaan teungku dayah, keadaan santri dayah, keadaan sarana prasarana dan lain sebagainya.

a. Sejarah Dayah Terpadu Ulumul Qur’an Quba’ Bebesen

Dayah Terpadu Ulumul Qur’an Quba’ Bebesen, merupakan salah satu lembaga pendidikan Islam yang berada di bawah naungan yayasan Quba’Bebesen kabupaten Aceh Tengah. Kronologi pendirian Dayah Terpadu Ulumul Qur’an Quba’ Bebesen tidak terlepas dari proses berdirinya yayasan Quba’Bebesen kabupaten Aceh Tengah, yang bertujuan untuk mempertahankan eksistensi lembaga pendidikan Islam di kabupaten Aceh Tengah dalam rangka mendidik generasi sesuai ajaran syariat Islam.

Yayasan Quba’ Bebesen berdiri dengan dilatar belakangi oleh sebuah tragedi pembakaran sebuah masjid yang berlokasi di tengah kampung Bebesen, masjid kebanggaan masyarakat Bebesen dan rakyat Gayo itu hangus dibakar oleh PKI pada tahun 1965. Berkaitan dengan pendirian yayasan Quba’ Bebesen, peneliti memperoleh dokumen audio dari salah seorang pendiri, yaitu Drs. Tgk. H. Mahmud Ibrahim. Transkripnya adalah, sebagai berikut:

Yayasan Quba’ Bebesen dibentuk karena didorong oleh kesedihan, satu-satunya rumah Allah (masjid) di kampung Bebesen kabupaten Aceh Tengah yang dibakar oleh PKI adalah masjid Quba’, dibakar pada tahun 1965, masjid Quba’ Bebesen yang dibangun oleh Semi Permane, mendorong kita (para pendiri) yayasan untuk membangun dayah, agar tidak ada lagi rumah Allah (masjid) yang dibakar, karena tidak ada lembaga pendidikan Islam yang sebenarnya”.142

Ide pemikiran pendirian yayasan dilatarbelakangi oleh kesedihan masyarakat terhadap tragedi pembakaran tersebut, sehingga masyarakat terdorong untuk mendirikan yayasan, dua tugas pokok yayasan adalah membangun kembali masjid sebagai sarana ibadah umat, dan mendirikan dayah sebagai benteng untuk menjaga dan memakmurkan masjid. Meski ada oknum yang tidak menginginkan keberadaan rumah ibadah umat Islam dan lembaga pendidikan Islam berkembang di daerah Kabupaten Aceh Tengah. Pendirian dayah juga bertujuan untuk membina generasi yang memiliki ilmu-ilmu keislaman dan beramal saleh dengan

142 Dokumen audio oleh Dr. Tgk. H. Mahmud Ibrahim, MA sebagai pendiri Yayasan

Quba’ Bebesen. Dokumen diperoleh dari Tgk. Syahkirin, S.Pd.I sebagai sekretaris Yayasan Quba’

Bebesen, pada hari Senin tanggal 05 Agustus 2019 pukul 10.00 WIB. Pidato Dr. Tgk. H. Mahmud

Ibrahim tentang pendirian Yayasan Quba’ Bebesen sebagai cikal bakal berdirinya Dayah Terpadu Ulum Qur’an Quba’ Bebesen direkam pada salah satu momen wisuda santri hari Sabtu tanggal 14

ajaran Alquran, oleh sebab itu dayah ini diberi nama Dayah Terpadu Ulumul Qur’an Quba’ Bebesen. Salah seorang inisiator pendiri yayasan Quba’ dan Dayah Terpadu Quba’ Bebesen adalah Dr. Tgk. H. Mahmud Ibrahim, MA, pada saat itu langsung menjabat sebagai ketua yayasan, merangkap ketua pembangunan masjid Quba’ Bebesen.

Dayah Terpadu Ulumul Qur’an Quba’ Bebesen kabupaten Aceh Tengah, sejak awal berdirinya pada tahun 1990, merupakan gagasan dan inisiatif para tokoh, yang memiliki pemikiran dan kepedulian terhadap pentingnya masjid, dan dayah sebagai wadah pengembangan potensi generasi Muslim, Dayah Terpadu Ulumul Qur’an Quba’ Bebesen secara terpadu bersama satuan pendidikan formal lainnya. Dr. Tgk. H. Mahmud Ibrahim, MA menjelaskan, sebagai berikut:

Di Dayah Terpadu Ulumul Qur’an Quba’ Bebesen terdapat 3 sistem pendidikan, yaitu: Pertama, Taman kanak-kanak. Kedua, Pendidikan formal MTs dan MA. Ketiga, Pendidikan Dayah. Waktu santri belajar berlangsung dalam 24 jam, Dayah Terpadu Ulumul Qur’an Quba’ Bebesen berdiri tanggal 08 Agustus 1990. Namun, secara operasional baru membuka penerimaan santri pada tanggal 01 Juni 1991”.143

Pasca pembakaran masjid pada tahun 1965, sejak saat masyarakat merasa sedih berkepanjangan, umat Islam tidak lagi memiliki masjid untuk beribadah, seluruh gerak gerik masyarakat selalu menjadi sasaran pengawasan PKI, termasuk dilarang untuk mendirikan masjid, kondisi semacam ini berlangsung sangat lama, sampai kondisi keamanan mulai kondusif menjelang tahun 1990, muncul pemikiran untuk membangun kembali masjid, yang berawal dengan mendirikan yayasan, proses pembangunan masjid diprakarsai oleh yayasan, diikuti dengan mendirikan dayah untuk menjaga masjid agar tidak ada lagi terjadi peristiwa pemusnahan masjid. Di samping itu, pendirian dayah juga bertujuan untuk menanamkan nilai-nilai agama Islam pada generasi agar memiliki rasa peduli yang tinggi terhadap perkembangan agam Islam dan sarana Ibadah umat Muslim.

Penyelenggaraan pendidikan di Dayah Terpadu Ulumul Qur’an Quba’ Bebesen, dilaksanakan secara terpadu, antara pendidikan dayah dengan pendidikan formal. Yayasan Quba’ Bebesen memiliki program-program prioritas

sebagai target utama yang harus dicapai, penyusunan program kerja yayasan memusyawarahkan untuk ditetapkan dalam rapat yang dihadiri seluruh pengurus yayasan Quba’ dan teungku-teungku dayah. Rapat perdana yayasan Quba’ dilaksanakan pada hari sabtu tanggal 15 September 1990, dengan acara penyusunan program pembangunan masjid dan dayah. Yayasan sangat sulit bergerak karena keterbatasan biaya yang dimiliki, oleh karena itu, ditetapkan 26 donator, yang berasal dari para pemerhati dan orang-orang yang peduli dan ikhlas untuk membantu pembangunan masjid dan pendidikan dayah. Salah satunya adalah Puyeh (donator pertama) pada tahun 1991 beliau menyumbang sebesar Rp10.000.000,- (sepuluh juta rupiah), donator lainnya 25 orang masing-masing menyumbang sebesar Rp5.000.000,- (lima juta rupiah), biaya-biaya tersebut dikumpulkan mencapai jumlah Rp135.000.000,- (seratus tiga puluh lima juta rupiah) sebagai modal awal pembangunan masjid dan dayah.

Sejak awal berdirinya struktur pengurus Dayah Terpadu Ulumul Qur’an Quba’ Bebesen adalah:

Pembina yayasan : Camat (Bapak Mansur dan Salimsyah) Ketua yayasan : Dr. Tgk. H. Mahmud Ibrahim, MA Pimpinan Dayah : Tgk. H. Abdurrahman

Teungku dayah : 1. Dr. Tgk. H. Mahmud Ibrahim, MA 2. Tgk. H. Abdurrahman 3. Drs. H. Kamaruddin 4. Tgk. H. Abdullah Ali 5. Tgk. Syehruddin Suara 6. Tgk. Selamat. A 7. Tgk Harun Manzola

Dayah Terpadu Ulumul Qur’an Quba’ Bebesen resmi membuka pendaftaran santri baru pada tahun 1991, dengan menerima santri sebanyak 16 orang. Rapat pertama pengurus dayah dilaksanakan pada tanggal 01 Juni 1991, yang dihadiri oleh pengurus dayah dan wali santri, dalam rapat tersebut menyepakati mengadakan rapat koordinasi rutin setiap bulan sekali dengan wali santri, kemudian karena wali santri sangat sedikit, maka diadakan pengajian, oleh

yayasan yang diselenggarakan setiap bulan dalam rangka pembinaan nilai-nilai ajaran agama Islam kepada masyarakat sembari sosialisasi tentang keberadaan Dayah Terpadu Ulumul Qur’an Quba’ Bebesen, hal ini dijelaskan oleh Dr. Tgk. H. Mahmud Ibrahim, MA sebagai berikut:

Dayah Terpadu Ulumul Qur’an Quba’ Bebesen, pertama didirikan dipimpin oleh Tgk. H. Abdurrahman, yang resmi menerima santri baru pada tahun 1991 dengan santri 16 orang, di tahun 1992 jumlah santri meningkat menjadi 20 orang, kemudian pada tahun 1993 jumlah santri berjumlah 73 orang. Dalam rapat perdana pengurus dayah dengan wali santri tanggal 01 Juni 1991, rapat tersebut menyepakati beberapa hal, yaitu: mengadakan rapat setiap bulan antara pengurus dayah dengan wali santri, kemudian karena wali santri masih sangat sedikit yayasan mengadakan pengajian wali santri dan orang tua, dalam rangka “qūw amfusakum wa ahlikum nāra”. Namun, kegiatan pengajian hanya berjalan selama 3 tahun, dan berakhir pada tahun 1994, artinya tidak diselenggarakan lagi”.144

Dari hasil temuan data hasil penelitian di atas dapat disimpulkan bahwa, Dayah Terpadu Ulumul Qur’an Quba’ Bebesen telah berdiri sejak tahun 1991, dan resmi menerima santri baru pada tahun 1991. Tentang operasional kegiatan dayah juga dijelaskan oleh Tgk. Syahkirin, S.Pd.I, sebagai berikut: “Penerimaan santri baru pertama dayah dilaksanakan pada tanggal 18 Juni 1991, dengan terbitnya izin operasional dari kementerian agama”.145 Pendirian Dayah Terpadu Ulumul Qur’an Quba’ Bebesen, bertujuan untuk melakukan transinternalisasi nilai-nilai Keislaman yang bersumber dari Alquran dan Hadis secara terpadu dengan memperluas cakupan kurikulum dayah dengan muatan sains dan tekhnologi, oleh sebab itu dayah ini diberi nama Dayah Terpadu Ulumul Qur’an. Dalam kegiatan pembelajaran dayah santri dibimbing langsung oleh teungku dayah, yaitu:

1. Dr. Tgk. H. Mahmud Ibrahim, MA 2. Tgk. H. Abdurrahman 3. Drs. H. Kamaruddin 4. Tgk. H. Abdullah Ali 5. Tgk. Syehruddin Suara 144 Ibid.

145 Hasil wawancara di Takengon dengan Tgk. Syahkirin, S.Pd.I sebagai sekretaris

Teungku-teungku dayah tersebut merupakan tokoh pendiri yayasan dan

dayah yang tulus ikhlas dan memiliki komitmen yang tinggi untuk mengembangkan pendidikan melalui dayah terutama di Kabupaten Aceh Tengah, karena mereka sangat meyakini satu-satunya benteng terkuat untuk melindungi para generasi Muslim dari pengaruh negatif adalah melalui lembaga pendidikan dan mendekatkan mereka kepada masjid.

Lokasi Dayah Terpadu Ulumul Qur’an Quba’ Bebesen menurut Dr. Tgk H. Mahmud Ibrahim, MA, “tanah pertama kira-kita berukuran 20x10 meter, namanya lokasi joyah uken, karena pemerintah sudah membangun panti asuhan jumpo, maka pemerintah membangun joyah uken yang baru maka joyah ini dijadikan sebagai lokasi tempat pertama Dayah Terpadu Ulumul Qur’an Quba Bebesen”.146 Perkembangan dayah terus diupayakan dengan memperluas lahan, berupa wakaf dari masyarakat dalam bentuk uang untuk membeli tanah di samping dayah, tanah dibeli dari Tgk. H. M. Saleh seharga 270 juta, biaya pembelian lahan berasal dari sumbangan wali santri sebanyak 130 juta. “Pada Tahun 2015 pengurus yayasan Quba’ Bebesen, membeli sepetak tanah seluas +3.055 m2 senilai Rp270.000.000,- (dua ratus tujuh puluh juta rupiah), biaya bersumber dari bantuan/sumbangan wali santri”.147 Lokasi dayah berdampingan menyatu berada di bagian barat masjid Quba’ Bebesen. Kemudian bangunan pertama dayah berasal dari wakaf pengajian ibu-ibu yang berasal dari desa Selon (Blang Mancung), di bawah pimpinan Pak Harudi mewakafkan bangunan pengajian dan didirikan di sebelah joyah yang ada, dengan tujuan agar anak-anak mereka dapat ditampung belajar di dayah ini. Santri perintis pertama 3 orang santri perempuan, dan 1 laki-laki berasal dari selon, kemudian Buyeh menyumbang 2 lokal untuk ruang belajar, wakaf berikutnya diperoleh dari Tgk. H Abdurrahman, yang mewakafkan bangunan untuk asrama santri putri. Bantuan berikutnya diperoleh dari Syamsuddin Mahmud menjabat Gubernur Aceh saat itu,

146 Dokumen audio oleh Dr. H. Mahmud Ibrahim, MA salah seorang pendiri Yayasan

Quba’ Bebesen. Dokumen diperoleh dari Tgk. Syahkirin, S.Pd.I sebagai sekretaris Yayasan Quba’

Bebesen, pada hari Senin tanggal 05 Agustus 2019 pukul 10.00 WIB.

147 Dokumen: Laporan pertanggungjawaban pengurus Dayah Terpadu Ulumul Qur’an

mewakafkan 1 unit bangunan RKB, sumbangan lainnya didapat dari wali santri, dan belakangan ada program Gubernur untuk pembangunan dayah di seluruh Aceh. Pada tahun 1991 juga dayah mendapat bantuan dari PT. KIANI berjumlah Rp300.000, yang diberikan secara bertahap.

Selain menyelenggarakan pendidikan dayah, pendidikan madrasah, di dayah ini juga membuka panti asuhan yang dilatarbelakangi oleh banyaknya santri yatim dan berasal dari keluarga tidak mampu/miskin. Gambaran tentang keberadaan panti asuhan di Dayah Terpadu Ulumul Qur’an Quba’ Bebesen, dijelaskan oleh Dr. Tgk. H. Mahmud Ibrahim, MA, sebagai berikut:

Pada Hari Ahad tanggal 16 Juni 1996, Dayah Terpadu Ulumul Qur’an Quba’ Bebesen membentuk panti asuhan, karena banyak santri yang yatim dan miskin, fasilitas panti asuhan berupa 1 unit bangunan kayu bantuan dinas sosial berapa kursi, tempat tidur, dan biaya makan, panti asuhan berjalan selama 10 tahun, sampai tahun 2006 dan akhirnya panti asuhan tersebut diambil alih oleh dinas sosial Kabupaten Aceh Tengah.148

Kepedulian para pendiri dan pengelola yayasan terhadap pengembangan Dayah Terpadu Ulumul Qur’an Quba’ Bebesen sangat tinggi, dayah ini didirikan memiliki misi religius dan misi sosial, penyelenggaraan pendidikan dayah yang disertai dengan kegiatan sosial lainnya seperti taman kanak-kanak, pendidikan formal (MTs dan MA), panti jompo dan panti asuhan telah memberi warna khas tersendiri dalam pelaksanaan pendidikan dayah, program sosial dalam merupakan komitmen terhadap kepedulian sosial bagi masyarakat dan anak-anak yatim dan miskin yang belum memiliki kesempatan untuk memperoleh pendidikan yang layak dan bermutu, di tengah persoalan tersebut, maka didirikan Dayah Terpadu Ulumul Qur’an Quba’ Bebesen sebagai solusi dari permasalahan tersebut.

b. Azas, Maksud dan Tujuan Dayah Terpadu Ulumul Qur’an Quba’ Bebesen

Perjalanan pendidikan Dayah Terpadu Ulumul Qur’an Quba’ Bebesen, berada di bawah naungan Yayasan Quba’ Bebesen adalah dengan berlandaskan kepada: Alquran dan Hadis berakidah Islam (Ahl al Sunnah wa al jamaʻah) dan

148 Dokumen audio oleh Dr. H. Mahmud Ibrahim, MA salah seorang pendiri Yayasan

Quba’ Bebesen. Dokumen diperoleh dari Tgk. Syahkirin sebagai sekretaris Yayasan Quba’

Syariat Islam bermazhab Syafi’i. Pancasila dan UUD 1945 sebagai satu-satunya asas, Undang-Undang Sistem Pendidikan Nasional dan AD/ART Pimpinan Yayasan Quba’ Bebesen. Serta bersifat Independent. Yayasan Quba’ Bebesen didirikan berdasarkan Akta Notaris Husni Usman, SH Banda Aceh No. 115 tanggal 15 September 1990, diperbaharui dengan Akta Notaris Henni Emalia, SH., M.Kn No. 10 tanggal 11 Maret 2010, dan pengesahan dari MENKUMHAM RI, Nomor : AHU.2627.AH.01.04.Tahun 2010 tanggal 30 Juni 2010.149

Dayah Terpadu Ulumul Qur’an Quba’ Bebesen merupakan salah satu lembaga pendidikan Islam yang berada di bawah naungan yayasan Quba’ Bebesen karena itu, semua pelaksanaan program kegiatan yang dilaksanakan di dayah berada dalam pengawasan yayasan, pengurus dayah harus menyampaikan laporan tertulis kepada yayasan setiap akhir tahun anggaran. Tujuan pendirian yayasan Quba’ Bebesen, sebagai berikut:

1. Membangun kembali masjid Quba’ Bebesen sebagai sarana ibadah

2. Membangun Dayah Terpadu Ulumul Qur’an Quba’ Bebesen sebagai wadah pendidikan agama

3. Menjaga kelestarian masjid sebagai tempat ibadah yang nyaman melalui pendidikan dayah

4. Menimbulkan rasa dan mempertinggi kualitas keagamaan melalui masjid dan dayah

5. Menyalurkan rasa penghormatan terhadap hukum-hukum agama Islam dan peraturan-peraturan negara

6. Mencetak kader Ulama dan ilmuwan Muslim yang diharapkan kelak menjadi pembimbing umat di masa depan

7. Mempertinggi martabat dan mutu keagamaan masyarakat Kabupaten Aceh Tengah.150

Perkembangan Dayah Terpadu Ulumul Qur’an Quba’ Bebesen dalam memperluas pergerakannya yang merujuk kepada maksud dan tujuan dayah, yaitu:

1. Membangun masjid sebagai sarana ibadah

149 Profil Yayasan Quba’ Bebesen (YAQUBA), (Takengon: YAQUBA, 2019), h. 1.

2. Membangun dayah sebagai benteng pertahanan masjid 3. Memakmurkan masjid melalui pendidikan dayah

4. Menanamkan nilai-nilai agama Islam melalui pendidikan dayah

5. Menyelenggarakan pendidikan yang terpadu antara ilmu dunia dengan ilmu akhirat

6. Mencetak kader ulama dan cendekiawan muslim

7. Melahirkan kader-kader pemimpin umat yang bertanggungjawab sesuai ajaran Islam

8. Menyebarluaskan dakwah Islamiyah sesuai tradisi dayah.151

c. Visi dan Misi Dayah Terpadu Ulumul Qur’an Quba’ Bebesen

Dengan berlandaskan kepada asas, maksud dan tujuan inilah maka Dayah Terpadu Ulumul Qur’an Quba’ Bebesen berupaya mewujudkan keinginan untuk berpartisipasi dalam mencerdaskan kehidupan bangsa melalui pendidikan dayah, keinginan secara institusional telah dirumuskan dalam visi dan misi dayah, sebagai berikut:

1) Visi Dayah Terpadu Ulumul Qur’an Quba’ Bebesen

Visi Dayah Terpadu Ulumul Qur’an Quba’ Bebesen adalah “Menciptakan manusia yang ṣālih dan berakhlak mulia serta berlandaskan IPTQ dan IPTEK yang menguasai ilmu dunia dan akhirat”

2) Misi Dayah Terpadu Ulumul Qur’an Quba’ Bebesen

Misi Dayah Terpadu Ulumul Qur’an Quba’ Bebesen adalah: a. Membina akhlak para santri

b. Membentuk santri sebagai Agent of Change c. Menumbuhkan rasa kepedulian sosial

d. Menumbuhkan rasa kecintaan kepada alam dan melestarikannya e. Membangkitkan kemampuan santri agar menjadi kreatif

f. Menumbuhkan rasa kekeluargaan g. Menguasai perkembangan teknologi

h. Peduli terhadap ḥabluminallāh, minannās, dan hablumin al-‘alam.152

151 Ibid.

Berdasarkan pemaparan pada visi dan misi dayah di atas, dapat dipahami bahwa ide pendirian sejak awal berdiri sampai saat sekarang ini, penyelenggaraan pendidikan dayah berorientasi kepada penyelenggaraan pendidikan yang mampu melahirkan santri dan lulusan yang berakhlak mulia, bertanggung jawab, kreatif, peduli, disiplin, dan mampu menguasai perkembangan teknologi. Dengan demikian, tujuan pendidikan dayah dalam rumusan visi dan misi dayah adalah untuk mencapai pendidikan dayah yang berkualitas yang berdasarkan Alquran dan sunah.

Tujuan pendidikan Dayah Terpadu Ulumul Qur’an Quba’ Bebesen, adalah:

1) Meningkatkan proses belajar mengajar yang efektif 2) Melengkapi kebutuhan sarana dan prasarana dayah 3) Meningkatkan kedisiplinan dan kenyamanan dayah

Tujuan utama pendirian dayah ini terutama sekali adalah untuk pengembangan ajaran agama Islam yang diamanatkan oleh Rasulullah saw, agar semua warisan suci beliau dapat di sampaikan ke setiap Muslim di seluruh pelosok negeri sepanjang zaman hingga hari kiamat tiba. Dayah Terpadu Ulumul Qur’an Quba’ Bebesen secara khusus didirikan untuk mendidik para santri melalui penanaman nilai-nilai agama Islam dan pengembangan potensi santri. Pendiri bercita-cita menjadikan dayah ini sebagai salah satu dayah yang secara konsisten mengkaji dan menyebarkan luaskan syariat Islam secara terpadu antara ilmu dunia dan ilmu akhirat di tengah-tengah masyarakat.

d. Struktur Kepengurusan

Struktur pengurus Dayah Terpadu Ulumul Qur’an Quba’ Bebesen. Kepengurusan dayah bertugas mengelola pelaksanaan pendidikan dayah. Sebelum struktur ini ditetapkan, tim formatur telah terlebih dahulu melakukan pengkajian melalui rapat terbatas, oleh pengurus dayah dan yayasan, selanjutnya melantik dan mengukuhkan secara resmi struktur pengurus dayah. Susunan kepengurusan Dayah Terpadu Ulumul Qur’an Quba’ Bebesen, sebagai berikut:

1. Pimpinan : Tgk. Aupa Habibi 2. Wakil Bidang Kurikulum: Tgk. Ramadhan, S.HI

3. Wakil Bidang Kesantrian : Tgk. M. Amin, S.Pd 4. Kepala Tata Usaha : Tgk. Syukri, Lc 5. Bendahara : Tgk. Ranta, S,Pd.I

6. Teungku dayah : 1. Tgk. H. Syehruddin Suara 2. Tgk. Syahkirin, S.Pd,I 3. Tgk. Apifuddin, S.Pd.I 4. Tgk. Fahmi Fahlevi 5. Tgk. Al-Chairy Suara 6. Tgk. Ahmad Ghazali 7. Tgk. Siti Masithoh, S.Pd 8. Tgk. Maulidayati, S.Sos.I 9. Tgk. Cecen Yunere, S.Pd 10. Tgk. Saryani 11. Tgk. Zuraidah, S.Pd.I 12. Tgk. Ita Mahyana, S.SI.T 13. Tgk. Reni Puspita Sari 14. Tgk. Efri Mahara

15. Tgk. Murna Simah Bengi, S.Sos 16. Tgk. Agnia Ilma (Guru Bantu) 17. Tgk. Rika Yana (Guru Bantu)

Berdasarkan struktur pengurus di atas, dapat dijelaskan bahwa pimpinan memiliki tanggungjawab mengoordinasikan dan mengorganisasikan seluruh penyelenggaraan organisasi dan program kerjanya serta mempertanggungjawabkannya secara internal dayah dan yayasan. Wakil pimpinan membantu pimpinan dalam mengoordinasikan dan mengorganisasikan seluruh penyelenggara program kerja sesuai divisi yang berada dalam pengurusannya dan mempertanggungjawabkan kepada pimpinan. Sementara kepala tata usaha bertanggungjawab mengoordinasikan seluruh penyelenggaraan roda organisasi bidang administrasi dan tata kerja organisasi dan mempertanggungjawabkan kepada pimpinan dayah. Dan bendahara

bertanggungjawab mengoordinasikan seluruh aktivitas pengolahan keuangan dan kekayaan organisasi dan mempertanggungjawabkan kepada pimpinan dayah. Dan tenaga pengajar bertanggungjawab mengelola proses pembelajaran mulai dari perencanaan, pelaksanaan dan evaluasi, terhadap pelaksanaan pendidikan di dayah.

e. Kurikulum

Kurikulum dan kegiatan pendidikan Dayah Terpadu Ulumul Qur’an Quba’ Bebesen, terintegrasi antara kurikulum yang diatur pada dayah diatur oleh pimpinan dayah melalui musyawarah antar pimpinan dayah dengan kurikulum yang diatur oleh dinas pendidikan dayah Aceh. Sedangkan kurikulum program madrasah dilaksanakan dengan memedomani kurikulum sekolah/madrasah sebagaimana diatur dinas pendidikan dan kebudayaan dan kementerian agama. Pelaksanaan kurikulum dan kitab-kitab yang dipelajari di Dayah Terpadu Ulumul Qur’an Quba’ Bebesen sesuai status predikat yang diperoleh dayah, kurikulum dan kitab pada dayah dengan predikat tipe A adalah:

Gambar 3

Program ekstra kurikuler selain kurikulum pendidikan dayah yang dikembangkan di Dayah Terpadu Ulumul Qur’an Quba’ Bebesen adalah:

1. Muḥāḍarah (berceramah)

2. Pengabdian kepada Masyarakat 3. Olah Raga

4. Les Komputer

5. Kesenian (tilāwah, khaṭ/kaligrafi arab) 6. Żikir, dalā’il dan lain-lain

f. Keadaaan Teungku Dayah Terpadu Ulumul Qur’an Quba’ Bebesen

Teungku adalah tenaga pendidik yang bertugas sebagai pengasuh kegiatan

pembinaan santri dayah, Jumlah teungku dayah adalah sebanyak 20 orang di tambah dengan 2 orang guru bantu, dengan jenjang pendidikan sarjana lulusan dalam dan luar negeri serta alumni pendidikan dayah yang tersebar di Aceh. Untuk memperjelas tentang keadaan teungku dayah dan jenis materi yang diampu di Dayah Terpadu Ulumul Qur’an Quba’ Bebesen secara terperinci dapat dilihat pada tabel di bawah ini:

Tabel 5

Keadaan Teungku di Dayah Terpadu Ulumul Qur’an Quba’ Bebesen

Dalam dokumen Modernisasi Dayah Di Kabupaten Aceh Tengah (Halaman 127-200)

Dokumen terkait