BAB III METODE PENELITIAN
3.5. Definisi dan Batasan Operasional
Untuk menghindari kesalahpahaman dalam memahami penelitian ini maka perlu dibuat definisi dan batasan opersional.
3.5.1 Definisi
1. Karyawan adalah mereka yang bekerja dan secara formal mempunyai hubungan kerja sah dengan perusahaan dan menerima upah dari perusahaan.
2. Karyawan Sampel adalah Karyawan yang bekerja di PTPN IIIPKS Sei Mangkei Kecamatan Bosar Maligas Kabupaten Simalungun Provinsi Sumatera Utara.
3. Tingkat Upah adalah besarnya biaya yang dibayarkan kepada tenaga kerja atas satu hari kerja yang berlaku pada setiap unit usahtani tanpa membedakan jenis kelamin tenaga kerjanya (Rp).
4. Upah adalah besarnya imbalan berupa uang tunai rata-rata yang diterima pekerja per hari dalam satu tahun, yang diukur dalam satuan rupiah (Rp).
5. Upah Minimum adalah upah bulanan terendah yang terdiri dari upah pokok termasuk tunjangan tetap (Rp).
6. Upah Minimum Regional (UMR) adalah upah pokok terendah termasuk tunjangan tetap yang diterima oleh karyawan di wilayah tertentu dalam suatu provinsi (Rp).
7. Tunjangan adalah suatu imbalan yang diterima oleh Karyawan teratur jumlah dan pembayarannya yang tidak dikaitkan dengan kehadiran ataupun pencapaian prestasi kerja tertentu (Rp).
8. Sistem Pengupahan merupakan kerangka pengelolaan perihal bagaimana upah diatur dan ditetapkan.
9. Gaji merupakan pembayaran atas jasa manajerial, administratif dan jasa-jasa yang sama (Rp).
10. Premi merupakan sejumlah uang yang harus dibayarkan setiap bulannya apabila melebihi ketetapan yang telah ditentukan dengan berdasarkan basis borong atau olah (Rp).
11. Bonus adalah kompensasi tambahan yang diberikan kepada seorang karyawan yang nilainya diatas gaji normalnya. Bonus bisa digunakan sebagai penghargaan terhadap pencapaian tujuan-tujuan spesifik yang ditetapkan oleh perusahaan, atau untuk dedikasinya kepada perusahaan.
12. Pegawai adalah orang yang melaksanakan pekerjaan dengan mendapatkan imbalan jasa berupa gaji dan tunjangan.
3.5.2 Batasan Operasional
1. Lokasi penelitian adalah di PTPN III PKS Sei MangkeiKecamatan Bosar Maligas Kabupaten Simalungun Provinsi Sumatera Utara.
2. Populasi adalah karyawan tetap yang bekerja di PTPN III PKS Sei Mangkei.
3. Waktu penelitian adalah tahun 2018.
BAB IV
DESKRIPSI DAERAH PENELITIAN
4.1 Sejarah Singkat PKS Sei Mangkei
PKS Sei Mangkei milik PT. Perkebunan Nusantara III telah dirintis sejak awal tahun 1996.Dengan perubahan manajemen dari PT.Perkebunan V menjadi PT.Perkebunan III maka rencana pembangunan PKS Sei Mangkei dilanjutkan oleh PT.Perkebunan Nusantara III (Persero) Sei Sikambing Medan.
Pendirian PKS Sei Mangkei dengan kapasitas 30 Ton TBS/jam dimulai tanggal 21 April 1997 dilaksanakan oleh Kontraktor Pelaksana PT. Kesco Teguh Prakarsa serta Trikarya Presindo sebagai Konsultan Perencanaan dan Pengawasnya. PKS selesai dibangun tanggal 21 Januari 1999, comissioning pada tanggal 8 s/d 17 maret 1999 dan operasi penuh mulai tanggal 25 April 1999. Pada tahun 2010 dilakukan peningkatan kapasitas olah dengan cara pembangunan pabrik dengan kapasitas olah 45 Ton TBS/jam oleh PT. Nindya Karya, sehingga kapasitas olah total menjadi 75 ton tbs/jam.
4.2 Lokasi dan Letak Geografis
Pabrik Kelapa Sawit Sei Mangkei adalah salah satu Unit Kerja PT. Perkebunan Nusantara III yang terletak di Blok 113 Afdeling II Kebun Dusun Hulu, Nagori Sei Mangkei Kecamatan Bosar Maligas, Kabupaten Simalungun, Provinsi Sumatera Utara. Jarak tempuh unit PKS Sei Mangkei ke kota Provinsi Sumatera Utara sekitar ± 165 Km arah Tenggara Kota Medan.
4.3 Nama-nama karyawan pimpinan PKS Sei Mangkei
Tabel 4. Nama-nama Karyawan Pimpinan PKS Sei Mangkei Tahun 2017
No Nama Tenaga Kerja Tahun
Kerja
Golongan Jabatan
1 Drs. Wagino 01-04-1996 IVD/0 Manajer
2 Reinaldo Revelino S, ST, QIA 01-10-2005 IIID/0 Maskep 3 Pamri P. Situmorang, SE, QIA 01-02-2012 IIIA/0 ATU/APK 4 Samin Sembiring 10-01-1985 IIIB/0 Asst. Teknik 5 Windri Taufik Rahmat, ST 16-09-2013 IIIA/6 Asst.
Laboratorium 6 Lucky Imanuel Sianturi, ST 16-09-2013 IIIA/6 Asst.
Pengolahan 7 Roy Fadli Siregar, ST 01-06-2015 IIIA/2 Asst.
Pengolahan 8 Leonardo Silitonga, ST 01-06-2015 IIIA/0 Asst.
Pengolahan Sumber: PKS Sei Mangkei, Kec. Bosar Maligas, Kab. Simalungun, Tahun 2018
Dari tabel diatas dapat diketahui bahwa karyawan pimpinan PKS Sei Mangkei terdiri atas 8 orang yaitu seorang Manajer,Maskep,ATU/APK,Asisten Teknik,Asisten Laboratorium, dan 3 orangAsisten Pengolahan.
4.4 Posisi Tenaga Kerja s/d Bulan November 2017 Tabel 5. Posisi Tenaga Kerja Bulan November 2017
No. Bagian
Jumlah Karyawan Pelaksana 178 8 186
Total Keseluruhan Karyawan 186 8 194
Sumber: PKS Sei Mangkei, Kec. Bosar Maligas, Kab. Simalungun, Tahun 2018
Dari tabel diatas dapat diketahui bahwa posisi tenaga kerja PKS Sei Mangkei berjumlah 194 jiwa dimana terdiri atas 186 jiwa karyawan tetap dan 8 jiwa karyawan pimpinan pelaksana.
4.5 Kontribusi Pajak Kepada Pemerintah
Tabel 6. Kontribusi Pajak Kepada PemerintahTahun 2017
Uraian Jumlah Disetor
2015 2016 2017
PPH Pasal : 21
144.840.070 313.618.694 709.690.350 Sumber: PKS Sei Mangkei, Kec. Bosar Maligas, Kab. Simalungun, Tahun 2018
Dari tabel diatas dapat diketahui bahwa PTPN III PKS Sei Mangkei hanya menyalurkan kontribusi pajak sesuai dengan uraian PPH Pasal 21 saja dan besar kontribusi pajak kepada pemerintah selama 3 tahun mengalami peningkatan.
4.6 Serikat Pekerja Perkebunan
Di unit PKS Sei Mangkei telah dibentuk Pengurus Serikat Pekerja Perkebunan (SP.BUN) sebagai berikut :
Tabel 7. Serikat Pekerja PerkebunanTahun 2017
Jabatan Nama
Ketua Ahmad Kamil, S. Sos, SE
Wakil Ketua I Sarbani
Wakil Ketua II Mashudi
Sekretaris Syahril Ramdani
Wakil Sekretaris I Suherli, SE
Wakil Sekretaris II Yuhensyah Novien
Bendahara Mulyadi
Wakil Bendahara Juniardi, Am.K
Sumber: PKS Sei Mangkei, Kec. Bosar Maligas, Kab. Simalungun, Tahun 2018
Tujuan dibentuknya serikat pekerja adalah memberikan perlindungan, pembelaan hak dan kepentingan, serta meningkatkan kesejahteraan yang layak bagi pekerja dan keluarganya.
4.6.1 Anggota Serikat Pekerja
Anggota serikat pekerja unit PKS Sei Mangkei terdiri dari beberapa bagian sebagai berikut :
Tabel 8. Anggota Serikat Pekerja PerkebunanTahun 2017
No Jabatan Nama
1 Seksi Perlindungan Dan Pembelaan Usman Effendi Nasution 2 Seksi Pendidikan Dan Pelatihan Ahmad Fahrul Lubis, ST
M. Soleh
Vicky Ardiansyah 3 Seksi Pengembangan Usaha Octavianus Ginting
Suliadi
Muliono, Am.K.
4 Seksi Hubungan antar Lembaga dan Umum M. Nasir Batubara Hotma Hutahaean Sugimin
5 Seksi Pemberdayaan Perempuan Rinna Safitri Lubis May Frianty
Titin Novika Lubis, SE 6 Seksi Analisa Perusahaan Antonius Sembiring
Parman L Gaol Benny Syahputra
7 Seksi Satgas dan Brigade Irfan
Satria Wiguna Iswadi
Sumber: PKS Sei Mangkei, Kec. Bosar Maligas, Kab. Simalungun, Tahun 2018
Dari tabel diatas dapat diketahui bahwa anggota serikat pekerja unit PKSSei Mangkei memiliki 19 anggota dengan 7 bagian antara lain Seksi Perlindungan dan Pembelaan,Seksi Pendidikan dan Pelatihan, Seksi Pengembangan Usaha, Seksi Hubungan Antar Lembaga dan Umum, Seksi Pemberdayaan Perempuan, Seksi Analisa Perusahaan serta Seksi Satgas dan Brigade.
4.6.2 Koperasi
Di unit usaha PKS Sei Mangkei menyediakan koperasi yang anggotanya seluruh karyawan yang ada di unit PKS Sei Mangkei. Tujuan diadakannya
koperasi ini untuk membantu para karyawan. Pelayanan yang diberikan berupa : simpan pinjam dan pengadaan kebutuhan bahan pokok.
4.7 Sistem Manajemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja (SMK3)
Tabel 9.Sistem Manajemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja (SMK3) Tahun 2017
Jabatan Nama
Ketua Drs. Wagino
Wakil Reinaldo Revelino Sembiring, ST, QIA
Sekretaris Pamri P. Situmorang, SE, QIA
Wakil Sekretaris Ahmad Kamil, S.Sos, SE
Bidang Evaluasi Samin Sembiring Roy
Fadli Siregar, ST Ricardo S. Rumapea, ST
Bidang Kelompok Kerja Windri Taufik Rahmat, S
Bidang Pelatihan Leonardo Silitonga, ST
Lucky Imanuel Sianturi, ST Suherli, SE
Bidang Kesehatan Juniardi, Am.K
Sumber: PKS Sei Mangkei, Kec. Bosar Maligas, Kab. Simalungun, Tahun 2018
Dari tabel diatas dapat diketahui bahwaSistem Manajemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja (SMK3) memiliki struktur yang diketuai oleh seorang manajer PKS Sei Mangkei yaitu Drs. Wagino, wakilnya seorang maskep yaitu Reinaldo Revelino Sembiring, ST, QIA serta sekertaris dan wakil yang dan bidang kelompok lainnya seperti bidang evaluasi,bidang kelompok kerja, bidang pelatihan dan bidang kesehatan dibentuk oleh karyawan tetap PKS Sei Mangkei.
Tujuan dibentuknya SMK3 sesuai dengan UU No. 1 Tahun 1970, yaitu untuk memberikan perlindungan terhadap seluruh karyawan Pabrik Kelapa Sawit Sei Mangkei agar selalu terjamin keselamatan dan kesehatannya sehingga dapat meningkatkan produksi dan produktifitas.
4.7.1 Sosialisasi K3
Sosialisasi K3 dilaksanakan disemua unit yang ada di PKS Sei Mangkei oleh Ketua P2K3.
4.7.2 Sertifikat yang telah diterima - Tahun 2013
Sertifikat Audit Sistem Manajemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja dari Menteri Ketenagakerjaan Republik Indonesia.
- Tahun 2015
Sertifikat Audit Sistem Manajemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja dari Menteri Ketenagakerjaan Republik Indonesia.
- Tahun 2017
Sertifikat Audit Sistem Manajemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja dari Menteri Ketenagakerjaan Republik Indonesia.
4.7.3 Penghargaan P2K3/SMK3
- Penghargaan Golden Flag Tahun 2015 - Penghargaan Golden Flag Tahun 2016
4.8 ISO9001: 2008
ISO 9001: 2008 merupakan sebuah standar sistem manajemen mutu yang diukur secara internasional. Dengan adanya ISO, dapat membantu dan memonitor perusahaan sehingga meningkatkan kinerja dan efisiensi disuatu perusahaan.
Unit usaha PKS Sei Mangkei telah menerapkan Sistem Manajemen Mutu.
Dengan penerapan Sistem Manajemen Mutu tersebut, unit usaha PKS Sei
Improvement) dalam melaksanakan pekerjaan yang sesuai dengan persyaratan pelanggan dan ketentuan yang berlaku.
4.8.1Struktur ISO 9001:2008PKS Sei Mangkei
Tabel 10.Struktur ISO9001:2008PKS Sei MangkeiTahun 2017
Jabatan Nama
Manajemen Representative Drs. Wagino
Wakil Reinaldo Revelino Sembiring, ST, QIA
Sekretaris Pamri P. Situmorang, SE, QIA
Sumber: PKS Sei Mangkei, Kec. Bosar Maligas, Kab. Simalungun, Tahun 2018
Dari tabel diatas dapat diketahui bahwa StrukturISO diketuai oleh karyawan pimpinan pelaksana antara lain yaitu manajer yang bertugas di PKS Sei Mangkei, wakil ISO juga dilakukan oleh karyawan pimpinan pelaksana yaitu Masinis Kepala (Maskep) PKS Sei Mangkei, serta sekertaris juga dilakukan oleh karyawan pimpinan pelaksana yaitu ATU/APK (Asisten Tata Usaha atau Administratur Petugas Kantor).
4.8.2 Sertifikat SMM ISO 9001:2008
- Sertifikat ISO 9001:2008 dari Badan Sertifikasi PT. TUV Rheinland Cert GmbH tahun 2013
- Sertifikat ISO 9001:2008 dari Badan Sertifikasi PT. TUV Rheinland Indonesia tahun 2015
- Sertifikat ISO 9001:2008 dari Badan Sertifikasi PT. TUV Rheinland Indonesia tahun 2016
4.8.3 Penghargaan Sawit Nusantara Award (SNA)
- Pabrik Kelapa Sawit Terbaik Sawit-Karet-Teh Nusantara Award (SNA) tahun 2010 - 2017
4.9 AdministratusUnit Usaha PKS Sei Mangkei
Nama-nama Administratus/manajer dari tahun 2013 s/d 2018 Tabel 11. Administratus/ManajerTahun 2017
No Nama
1 Ir. Egbert S.H. Pakpahan, M.Sc 2 H. Ngadri, ST
3 Robert Sitorus
4 Ir. Chastro Simanjuntak
5 H. Yudi Darma Putra Hsb, ST, MM 6 M. Malenta Sebayang, ST, QIA 7 Drs. Wagino
Sumber: PKS Sei Mangkei, Kec. Bosar Maligas, Kab. Simalungun, Tahun 2018 Dari tabel diatas dapat diketahui bahwa administratus atau manajer PKS Sei Mangkei selama 5 tahun terakhir memiliki pergantian sebanyak 7 kali.
BAB V
HASIL DAN PEMBAHASAN
5.1 Karakteristik Sampel
Pada setiap perkebunan atau perusahaan selalu terdapat karyawan perempuan dan laki-laki. Di unit usaha PKS Sei Mangkei dalam hal pengupahan karyawan perempuan atau laki-laki mendapat upah yang sama sesuai dengan jabatannya. Gambaran jumlah karyawan sampel berdasarkan jenis kelamin dapat dilihat pada Tabel 12.
Tabel 12. Distribusi Sampel Berdasarkan Jenis Kelamin
No Jenis Kelamin Jumlah (Jiwa) Presentase (%)
1 Laki-laki 58 89%
Tabel 13. Distribusi Sampel Berdasarkan Usia
No Kelompok Umur (Tahun) Jumlah (Jiwa) Presentase (%)
1 24-34 28 43,0%
2 35-45 25 38,4%
3 46-55 12 18,6%
Jumlah 65 100%
Sumber: Data primer diolah
Berdasarkan tabel diatas dapat dilihat bahwa rata-rata usia sampel yang bekerja di PKS Sei Mangkei jumlah kelompok umur 24-34 tahun yaitu sebanyak
28 orang (43,0%), sama halnya dengan sampel kelompok umur 35-45 tahun yaitu sebanyak 25 orang (38,4%) sedangkan kelompok umur 46-55 tahun sebanyak 12 orang (18,6%).
5.2 Sistem Pengupahan Karyawan Tetap PKS Sei Mangkei
Sistem pengupahan disamping upah berupa uang, juga termasuk komponen tunjangan serta jaminan lainnya baik berupa jaminan fisik, keselamatan dan kesehatan kerja. Unit usaha PKS Sei Mangkei memiliki upah dalam bentuk uang dan beras, yang selanjutnya akan dijelaskan sebagai berikut:
1. Upah Dalam Bentuk Uang
Upah dalam bentuk uang antara lain Gaji Pokok, Premi atau Lembur, Bonus, dan THR (Tunjangan Hari Raya). Pengklasifikasian upah dalam bentuk uang dapat dilihat pada Tabel 14.
Tabel 14.Jumlah Upah Dalam Bentuk Uang Yang diterima Karyawan Tetap PKS Sei Mangkei Per Bulan
Jumlah 2.934,707 4.255.659 3.595.185
Sumber : Data primer diolah dari Lampiran 2
Dari Tabel diatas diketahui rata-rata penerimaan gaji karyawan tetap PKS Sei Mangkei yang diterima adalah Rp. 3.595.185. Upahuntuk golongan I sebesar Rp. 2.934,707 per bulan dengan perincian sebesar Rp. 1.491.095 untuk gaji pokok, Rp. 550.000 untuk bonus, Rp. 769.355 untuk premi, Rp.124.257 untuk THR. Sedangkan upah untuk golongan II sebesar Rp. 4.255,659 per bulan dengan
perincian sebesar Rp. 2.223.994 untuk gaji pokok, Rp.751.333 untuk bonus,
2. Upah Dalam Bentuk Natura
Selain uang tunai karyawan tetap juga menerima upah dalam bentuk natura yakni beras, dengan perincian jatah pekerja 15kg, akan tetapi bila karyawan golongan I atau II memiliki tanggungan maka menerima 15kg untuk istri dan anak dengan total beras yang diterima karyawan yang berumah tangga sebanyak 30 Kg untuk golongan I dan II. Dengan demikian jumlah beras yang diterima dapat dilihat pada Tabel 15 berikut ini.
Tabel 15. Penerima Beras Karyawan Tetap PTPN III PKS Sei Mangkei No Uraian Status
Sumber : Data primer diolah dari Lampiran 2
Berdasarkan Tabel diketahui bahwa penerima beras karyawan tetap PKS Sei Mangkei yang sudah menikah sebanyak 58 orang dengan banyak beras sebesar 1.740 Kg dan belum menikah sebanyak 7 orang dengan banyak beras sebesar 105 Kg. Sehingga total penerimaan beras sebesar 1.845 kg dengan rata-rata penerima beras per karyawan sebesar 28,3 Kg.
5.3 Pengaruh Upah Terhadap Kepuasan Karyawan Tetap PKS Sei Mangkei 5.3.1. Uji Simultan
Hasil pengujian ini dilakukan untuk melihat hubungan variabel independen yaitu gaji pokok, bonus, premi, beras dan THR secara bersama-sama (simultan) mempengaruhi terhadap variabel dependen yaitu Tingkat Kepuasan Karyawan. Adapun hasil pengujian secara simultan dengan menggunakan Regresi
Tabel 16. Tabel Omnibus Tests of Model Coefficients Chi-square df Sig.
Step 1 Step 11.231 5 .047
Block 11.231 5 .047
Model 11.231 5 .047
Sumber : Output SPSS yang diolah pada Lampiran 4
Berdasarkan tabel dapat dilihat bahwa tingkat signifikan berada pada 0.047 dan menunjukkan bahwa lebih kecil atau berada dibawah 0,05, sehingga dapat dikatakan bahwa secara simultan variabel independen gaji pokok, bonus, premi, beras dan THR berpengaruh secara signifikan terhadap variabel dependen kepuasan karyawan tetap PKS Sei Mangkei.
5.3.2. Uji Parsial
Uji Parsial (Individu) dilakukan untuk mengetahui keberartian parameter terhadap model. Pengujian ini dapat dilakukan dengan Uji Wald. Adapun yang dimuat dalam tabel berikut ini:
Tabel 17. Tabel Variables in the Equation
B S.E. Wald df Sig. Exp(B) chi-square tabel = 3,841. Dari hasil uji statistik wald diatas, nilai uji statistik wald
variabel Bonus, Premi, Beras, dan THR lebih kecil dari nilai chi-square tabel.
Dengan nilai signifikansi sebesar 0,007 < (0,05) Sehingga dapat disimpulkan bahwa H0 ditolak, ini berarti hanya variabel gaji pokok yang berpengaruh secara signifikan terhadap kepuasan karyawan tetap PKS Sei Mangkei.
Berdasarkan nilai B (koefisien) pada tabel diatas maka dapat dibuat persamaan regresi logistik untuk pengaruh upah terhadap kepuasan karyawan tetap PKS Sei Mangkei sebagai berikut:
Dari persamaan regresi logistik tersebut, pengaruh variabel independen yaitu gaji pokok, bonus, premi, beras dan THR terhadap kepuasan karyawan tetap di PKS Sei Mangkei dapat dijelaskan sebagai berikut:
1. Konstanta negatif sebesar 6.536 yang berarti variabel independen seperti gaji pokok, bonus, premi, beras dan THR besar kepuasan karyawan adalah sebesar konstanta.
2. Koefisien positif gaji pokok sebesar 2.194 yang berarti setiap kenaikan gaji pokok sebesar satu satuan akan meningkatkan kepuasan karyawan tetap sebesar 2.194 satuan.
3. Koefisien negatif bonus sebesar 0,043 berarti setiap penurunan pemberian bonus terhadap karyawan tetap sebesar satu satuan akan menurunkan kepuasan karyawan sebesar 0.043 satuan.
4. Koefisien positif premi sebesar 0,792 berarti setiap kenaikan premi sebesar satu satuan akan meningkatkan kepuasan karyawan sebesar 0,792 satuan.
Ln 𝑃1−𝑝𝑝𝑃 = -6.536 + 2.194 X1 – 0.043 X2 + 0.792 X3 – 0.778 X4 – 0,014 X5
5. Koefisien negatif beras sebesar 0,778 berarti setiap penurunan beras sebesar satu satuan maka akan menurunkan kepuasan karyawan sebesar 0,778 satuan.
6. Koefisien negatif Tunjangan Hari Raya (THR) sebesar 0,014 berarti setiap penurunan THR sebesar satu satuan maka akan menurunkan kepuasan karyawan sebesar 0,014 satuan.
5.4 Pembahasan Hasil
5.4.1 Pengaruh Gaji Pokok Terhadap Kepuasan Karyawan Tetap PT. Perkebunan Nusantara III PKS Sei Mangkei
Hipotesis penelitian ini menyatakan bahwa variabel gaji pokok karyawan berpengaruh terhadap kepuasan karyawan tetap PTPN III PKS Sei Mangkei. Dari hasil regresi pada (Tabel 17) ditunjukkan bahwa nilai koefisien variabel gaji pokok positif 2.194 dengan signifikansi 0,007 yang berarti berada dibawah tingkat signifikansi (α = 0,05). Hasil pengujian hipotesis ini menunjukkan bahwa variabel gaji pokok yang diberikan terhadap karyawan tetap berpengaruh positif dan signifikan terhadap kepuasan karyawan tetap di PT. Perkebunan Nusantara III PKS Sei Mangkei.
5.4.2 Pengaruh Bonus Terhadap Kepuasan Karyawan Tetap PT. Perkebunan Nusantara III PKS Sei Mangkei
Hipotesis penelitian ini menyatakan bahwa variabel bonus karyawan tidak berpengaruh terhadap kepuasan karyawan tetap PTPN III PKS Sei Mangkei. Dari hasil regresi pada (Tabel 17) ditunjukkan bahwa nilai koefisien variabel bonus negatif 0.043 dengan signifikansi 0,956 yang berarti berada diatas tingkat signifikansi (α = 0,05). Hasil pengujian hipotesis ini menunjukkan bahwa variabel bonus yang diberikan terhadap karyawan tetap berpengaruh negatif dan tidak signifikan terhadap kepuasan karyawan tetap di PT. Perkebunan Nusantara III
PKS Sei Mangkei hal ini dikarenakan upah bonus yang diterima karyawan tetap jika PTPN III PKS Sei Mangkei mendapatkan bonus tahunan maka akan diberikan secara merata dan menyeluruh kepada setiap karyawan.
5.4.3 Pengaruh Premi Terhadap Kepuasan Karyawan Tetap PT. Perkebunan Nusantara III PKS Sei Mangkei
Hipotesis penelitian ini menyatakan bahwa variabel premi karyawan tidak berpengaruh terhadap kepuasan karyawan tetap PTPN III PKS Sei Mangkei. Dari hasil regresi pada (Tabel 17) ditunjukkan bahwa nilai koefisien variabel premi positif 0.792dengan signifikansi 0,377 yang berarti berada diatas tingkat signifikansi(α = 0,05). Hasil pengujian hipotesis ini menunjukkan bahwa variabel premi yang diberikan terhadap karyawan tetap tidak signifikan terhadap kepuasan karyawan tetap di PT. Perkebunan Nusantara III PKS Sei Mangkei. Hal ini dikarenakan upah premi yang diberikan PKS Sei Mangkei tidak tentu, tergantung keadaan dari tertanggung (karyawan tetap).
5.4.4 Pengaruh Beras Terhadap Kepuasan Karyawan Tetap PT. Perkebunan Nusantara III PKS Sei Mangkei
Hipotesis penelitian ini menyatakan bahwa variabel beras karyawan tidak berpengaruh terhadap kepuasan karyawan tetap PTPN III PKS Sei Mangkei. Dari hasil regresi pada (Tabel 17) ditunjukkan bahwa nilai koefisien variabel beras negatif 0,778 dengan signifikansi 0,359 yang berarti berada diatas tingkat signifikansi (α = 0,05). Hasil pengujian hipotesis ini menunjukkan bahwa variabel beras yang diberikan terhadap karyawan tetap berpengaruh negatif dan tidak signifikan terhadap kepuasan karyawan tetap di PT. Perkebunan Nusantara III PKS Sei Mangkei.Hal ini dikarenakan karyawan tetap menerima upah dalam bentuk natura yakni beras, dengan perincian jatah pekerja 15 kg, akan tetapi bila
karyawan golongan I atau II memiliki tanggungan maka menerima tambahan 15 kg untuk istri dan anak dengan total beras yang diterima karyawan yang berumah tangga sebanyak 30 Kg.
5.4.5 Pengaruh THR Terhadap Kepuasan Karyawan Tetap PT. Perkebunan Nusantara III PKS Sei Mangkei
Hipotesis penelitian ini menyatakan bahwa variabel THR karyawan tidak berpengaruh terhadap kepuasan karyawan tetap PTPN III PKS Sei Mangkei. Dari hasil regresi pada (Tabel 17) ditunjukkan bahwa nilai koefisien variabel THR negatif 0,014 dengan signifikansi 0,985 yang berarti berada diatas tingkat signifikansi (α = 0,05). Hasil pengujian hipotesis ini menunjukkan bahwa variabel THR yang diberikan terhadap karyawan tetap berpengaruh negatif dan tidak signifikan terhadap kepuasan karyawan tetap di PT. Perkebunan Nusantara III PKS Sei Mangkei.
5.5Tingkat Kepuasan Karyawan Tetap Terhadap Sistem Pengupahan di PTPN III PKS Sei Mangkei
Untuk mengetahui tingkat kepuasan karyawan tetap terhadap sistem pengupahan dilihat berdasarkan tingkat skoring yang ditetapkan pada tabel berikut.
Tabel 18. Frekuensi Karyawan Berdasarkan Skoring Upah
No Uraian Skor Total
Sumber : Data diolah dari Lampiran 3
Dari tabel dapat diketahui bahwa berdasarkan Gaji pokok 1 Jiwa (1,5%) berada ditingkat sangat puas,54 Jiwa (83,1%) karyawan menerima gaji pokok ditingkat Puas, dan 10 Jiwa (15,4%) karyawan menerima gaji pokok dengan
tingkat cukup puas.Berdasarkan bonus 1 Jiwa (1,5%) berada ditingkat sangat puas, 48 Jiwa (73,8%) karyawan menerima bonus ditingkat Puas, dan 16 Jiwa (24,7%) karyawan menerima bonus dengan tingkat cukup puas.Berdasarkan premi 6 Jiwa (1,5%) berada ditingkat sangat puas, 52 Jiwa (80%) karyawan menerima premi ditingkat Puas, dan 7 Jiwa (10,8%) karyawan menerima premi dengan tingkat cukup puas.Berdasarkan beras 13 Jiwa (20%) berada ditingkat sangat puas, 50 Jiwa (77%) karyawan menerima beras ditingkat Puas, dan 2 Jiwa (3%) karyawan menerima beras dengan tingkat cukup puas.Berdasarkan THR 38Jiwa (58,4%) berada ditingkat sangat puas, 27Jiwa (41,6%) karyawan menerima THR ditingkat Puas.
Keterangan : Sangat Puas (SP) Puas (P)
Cukup Puas (CP) Tidak Puas (TP)
Sangat Tidak Puas (STP)
Perhitungan Perolehan Skor Pada Gaji Pokok :
Jumlah skor untuk 1 orang menjawab poin 5 (SP) :1 x 5 = 5 Jumlah skor untuk 54 orang menjawab poin 4 (P) : 54 x 4 = 216 Jumlah skor untuk 10 orang menjawab poin 3 (CP) : 10 x 3 = 30 Jumlah skor untuk 0 orang menjawab poin 2 (TP) : 0 x 2 = 0 Jumlah skor untuk 0 orang menjawab poin 1 (STP) : 0 x 1 = 0
Jumlah =251
Jumlah skor ideal untuk gaji pokok (skor tertinggi) adalah 5 x 65 = 325 (SP) Jumlah skor terendah 1 x 65 = 65 (STP)
0 65 130 195 251 260 325
Jadi, berdasarkan data pada perhitungan perolehan skor gaji pokok dari 65 sampel diperoleh : 251/325 x 100 = 77,2 % tergolong puas.
Perhitungan Perolehan Skor Pada Bonus :
Jumlah skor untuk 1 orang menjawab poin 5 (SP) : 1 x 5 = 5 Jumlah skor untuk 48 orang menjawab poin 4 (P) : 48 x 4 = 192 Jumlah skor untuk 16 orang menjawab poin 3 (CP) : 16 x 3 = 48 Jumlah skor untuk 0 orang menjawab poin 2 (TP) : 0 x 2 = 0 Jumlah skor untuk 0 orang menjawab poin 1 (STP) : 0 x 1 = 0
Jumlah =245 Jumlah skor ideal untuk bonus (skor tertinggi) adalah 5 x 65 = 325 (SP) Jumlah skor terendah 1 x 65 = 65 (STP)
0 65 130 195 245 260 325
Jadi, berdasarkan data pada perhitungan perolehan skor bonus dari 65 sampel diperoleh : 245/325 x 100 = 75,3 % tergolong puas.
Perhitungan Perolehan Skor Pada Premi :
Jumlah skor untuk 6 orang menjawab poin 5 (SP) : 6 x 5 = 30 Jumlah skor untuk 52 orang menjawab poin 4 (P) : 52 x 4 = 208
Jumlah skor untuk 6 orang menjawab poin 5 (SP) : 6 x 5 = 30 Jumlah skor untuk 52 orang menjawab poin 4 (P) : 52 x 4 = 208