• Tidak ada hasil yang ditemukan

Konsep dan Definisi Indikator Kinerja Utama BPS Tahun 2021 Sasaran 1.1 “Meningkatnya pemanfaatan data statistik yang berkualitas”

Dalam dokumen Katalog BPS: (Halaman 33-39)

PERENCANAAN KINERJA

2.3. Konsep dan Definisi Indikator Kinerja Utama BPS Tahun 2021 Sasaran 1.1 “Meningkatnya pemanfaatan data statistik yang berkualitas”

Terdapat dua IKU yang digunakan untuk menangkap ketercapaian tujuan dari sasaran 1.1. “Meningkatnya pemanfaatan data statistik yang berkualitas”, yaitu:

1.1. Persentase pengguna data yang menggunakan data BPS sebagai dasar perencanaan, monitoring, dan evaluasi pembangunan nasional.

Indikator ini menangkap kemampuan Badan Pusat Statistik untuk menghasilkan data dan informasi statistik yang digunakan sebagai dasar rujukan dalam perencanaan, monitoring, dan evaluasi pembangunan nasional. Indikator ini berfungsi untuk mengukur tingkat kepercayaan pengguna (lembaga/Instansi pemerintah) terhadap data dan informasi yang dihasilkan BPS. Angka pada indikator ini bersumber dari Survei Kebutuhan Data (SKD) BPS yang dilaksanakan setiap tahun dan yang menjadi penanggungjawab atas indikator ini adalah Kedeputian Metodologi dan Informasi Statistik.

Cara penghitungannya adalah:

𝑃 𝑃𝑀𝐸𝑃 =𝐽𝑃𝑀𝐸𝑃

𝐽𝑃 × 100%

Keterangan

P PMEP : Persentase pengguna data yang menggunakan data BPS sebagai dasar perencanaan, monitoring, dan evaluasi pembangunan nasional.

JPMEP : Jumlah K/L/D/I yang menggunakan data BPS sebagai dasar perencanaan, monitoring, dan evaluasi pembangunan nasional.

JP : Jumlah K/L/D/I yang menggunakan data BPS.

1.2. Persentase publikasi statistik yang menerapkan standar akurasi sebagai dasar perencanaan,monitoring, dan evaluasi pembangunan nasional.

Indikator ini berusaha menangkap kemampuan Badan Pusat Statistik untuk menghasilkan publikasi statistik yang bersumber dari aktivitas statistik yang sudah menerapkan standar akurasi dan bertujuan untuk mengukur publikasi yang menyajikan data dan informasi akurat yang dihasilkan Badan Pusat Statistik. Angka pada indikator ini bersumber dari data internal Direktorat Pengembangan Metodologi Sensus dan Survei BPS. Yang menjadi penanggungjawab atas indikator ini adalah Kedeputian Bidang Sosial, Produksi, Distribusi dan Jasa, serta NAS.

Cara penghitungannya adalah:

𝑃 𝑃𝑏𝐴𝑆 =𝐽𝑃𝑏𝐴𝑆

𝐽𝑃𝑏 × 100%

Keterangan

P PbAS : Persentase publikasi statistik yang menerapkan standar akurasi sebagai dasar perencanaan, monitoring dan evaluasi pembangunan.

JPbAS : Jumlah publikasi statistik yang bersumber dari aktivitas statistik menerapkan standar akurasi.

JPb : Jumlah publikasi yang dihasilkan.

Sasaran 2.1 “Penguatan komitmen K/L/D/I terhadap SSN”

Terdapat dua IKU yang digunakan untuk menangkap ketercapaian tujuan dari sasaran 2.1. yaitu “Persentase K/L/D/I yang melaksanakan rekomendasi kegiatan statistik (%)” dan “Persentase K/L/D/I yang menyampaikan metadata sektoral dan khusus sesuai standar (%)” yang keduanya merupakan tanggungjawab Kedeputian Metodologi dan Informasi Statistik.

2.1. Persentase K/L/D/I yang melaksanakan rekomendasi kegiatan statistik.

Indikator ini berusaha menangkap kemampuan Badan Pusat Statistik sebagai pembina kegiatan statistik K/L/D/I dalam dalam merekomendasikan kegiatan statistik di K/L/D/I. Indikator ini bertujuan untuk mengukur tingkat capaian Badan Pusat Statistik dalam membina kegiatan statistik K/L/D/I melalui rekomendasi kegiatan statistik yang dilakukan oleh K/L/D/I. Angka pada indikator ini bersumber dari data internal Direktorat Diseminasi Statistik BPS.

Cara penghitungannya adalah:

𝑃 𝐿𝑚𝑅𝑆 =𝐽𝐿𝑚𝑅𝑆

𝐽𝐿𝑅 × 100%

Keterangan

P LmRS : Persentase K/L/D/I yang melaksanakan rekomendasi kegiatan statistik.

JLmRS : Jumlah K/L/D/I produsen data yang melaksanakan rekomendasi kegiatan statistik.

JLR : Jumlah K/L/D/I produsen data yang diberikan rekomendasi statistik.

2.2. Persentase K/L/D/I yang menyampaikan metadata sektoral dan khusus sesuai standar.

Indikator ini berusaha menangkap kemampuan Badan Pusat Statistik sebagai pembina kegiatan statistik K/L/D/I dalam penerapan standar kegiatan statistik yang akan dilaksakanan K/L/D/I. Indikator ini bertujuan untuk mengukur tingkat capaian Badan Pusat Statistik dalam membina kegiatan statistik K/L/D/I melalui pembinaan penerapan standar kegiatan statistik yang dilakukan K/L/D/I. Angka pada indikator ini bersumber dari data internal Direktorat Diseminasi Statistik BPS.

Cara penghitungannya adalah:

𝑃 𝐿𝑚𝑀 =𝐽𝐿𝑚𝑀

𝐽𝐿𝑠 × 100%

Keterangan

P LmM : Persentase K/L/D/I yang menyampaikan metadata sektoral dan khusus sesuai standar.

JLmM : Jumlah K/L/D/I yang menyampaikan metadata sektoral dan khusus sesuai standar.

JLs : Jumlah K/L/D/I yang melakukan kegiatan statistik.

Sasaran 3.1 “Penguatan statistik sektoral K/L/D/I”

Hanya ada satu IKU yang digunakan untuk menangkap ketercapaian tujuan dari sasaran 3.1. yaitu “Persentase K/L/D/I yang mampu menyelenggarakan statistik sektoral secara mandiri sesuai NSPK (%)”. Seluruh kedeputian bertanggung jawab terhadap indikator ini.

3.1. Persentase K/L/D/I yang mampu menyelenggarakan statistik sektoral secara mandiri sesuai NSPK.

Indikator ini menangkap kemampuan Badan Pusat Statistik sebagai pembina kegiatan statistik K/L/D/I dalam penyelenggaraan statistik sektoral yang dilaksanakan K/L/D/I secara mandiri sesuai NSPK. Indikator ini bertujuan untuk mengukur tingkat capaian Badan Pusat Statistik dalam membina kegiatan statistik K/L/D/I dalam penyelenggaraan statistik sektoral yang dilaksanakan K/L/D/I secara mandiri sesuai NSPK. Angka pada indikator ini bersumber dari seluruh subject matter teknis BPS.

Cara penghitungannya adalah:

𝑃 𝐿𝑚𝑆𝑆 =𝐽𝐿𝑚𝑆𝑆

𝐽𝐿𝑠 × 100%

Keterangan

P LmSS : Persentase K/L/D/I yang mampu menyelenggarakan statistik sektoral secara mandiri sesuai NSPK (%).

JLmSS : Jumlah K/L/D/I yang menyelenggarakan statistik sektoral secara mandiri sesuai NSPK.

JLs : Jumlah K/L/D/I yang melakukan kegiatan statistik.

Sasaran 4.1 “SDM statistik yang unggul dan berdaya saing dalam kerangka tata kelola kelembagaan”

Terdapat dua IKU yang digunakan untuk menangkap ketercapaian tujuan dari sasaran 4.1 yaitu “Opini BPK atas Laporan Keuangan BPS” dan “Persentase kepuasan pengguna data terhadap sarana dan prasarana pelayanan BPS (%)“.

4.1. Opini BPK atas Laporan Keuangan BPS.

Indikator ini merupakan hasil penilaian Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) atas laporan keuangan tahunan yang disusun oleh Badan Pusat Statistik dan bertujuan mengukur tingkat akuntabilitas tata kelola penyelenggaraan pemerintahan di Badan Pusat Statistik. Yang menjadi penanggungjawab atas indikator ini adalah Inspektorat Utama. Dalam penilaian kinerja indikator, kategori opini BPK terhadap laporan keuangan diberikan skor sebagai berikut:

Target BPS adalah Wajar Tanpa Pengecualian (Skor=100).

4.2. Persentase kepuasan pengguna data terhadap sarana dan prasarana pelayanan BPS.

Indikator ini menangkap kemampuan Badan Pusat Statistik sebagai penyedia data statistik dalam memberikan pelayanan prima kepada pengguna data.

• Tidak menyatakan pendapat (Disclaimer) skor 25

• Tidak Wajar skor 50

• Wajar Dengan Pengecualian skor 75

• Wajar Tanpa Pengecualian skor 100

Indikator ini bertujuan untuk mengukur tingkat kepuasan pengguna data terhadap sarana dan prasarana dalam pelayanan statistik di BPS. Angka pada indikator ini bersumber dari Survei Kebutuhan Data (SKD) BPS yang dilaksanakan setiap tahun dan yang menjadi penanggungjawab atas indikator ini adalah Kesestamaan karena berhubungan dengan penyiapan dan pemeliharaan sarana dan prasarana BPS.

Cara penghitungannya adalah:

𝑃 𝑃𝑃𝑑 =𝐽𝑃𝑃𝑑

𝐽𝑃𝑑 × 100%

Keterangan

P PPd : Persentase kepuasan pengguna data terhadap sarana dan prasarana pelayanan BPS (%).

JPPd : Jumlah pengguna data yang puas terhadap sarana dan prasarana pelayanan BPS.

JPd : Jumlah pengguna data BPS.

Dalam dokumen Katalog BPS: (Halaman 33-39)

Dokumen terkait