METODE PENELITIAN
3.1. Definisi Operasional dan Pengukuran Variabel 1. Definisi Operasional
Yang dimaksud dengan definisi operasional di sini adalah suatu pembatasan atau perincian prosedur yang memungkinkan penegasan ada atau tidaknya realitas tertentu sebagaimana digambarkan menurut konsepnya. Opini disini diwujudkan sebagai suatu proses internal yang memungkinkan kita untuk memilih, mengorganisasikan dan menafsirkan rangsangan dari lingkungan kita. Penelitian ini hanya difokuskan pada opini pemirsa tentang pembawa acara pria kebanci-bancian (Studi Deskriptif pada program acara “Ceriwis” di TRANS TV yang dibawakan oleh Indi Indra Bekti, Ruben Onshu, Cici Panda dan Pam-pam). Tipe penelitian yang digunakan dalam penelitain ini adalah tipe penelitian deskriptif dengan menggunakan analisis kuantitatif.
Tipe penelitian deskriptif adalah suatu jenis tipe penelitian yang hanya menggambarkan atau menggunakan atas suatu keadaan sejernih mungkin tanpa adanya perlakuan terhadap obyek yang diteliti. Metode ini merupakan suatu metode yang berupaya untuk memberikan gambaran mengenai suatu fenomena tertentu secara terperinci, yang pada akhirnya akan diperoleh pemahaman yang elebih jelas mengenai fenomena yang sedang diteliti. Sedangkan pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif yaitu pendekatan yang berawal pada data dan bermuara pada kesimpulan. Sasaran atau objek
penelitian tidak dimugkinkan adanaya pelebaran objek penelitian, oleh karena itu kredibilitas dari peneliti sendiri menentukan kualitas dari penelitian ini. Bungin, (2001:26).
3.1.2. Opini
Opini dinyatakan dalam sesuatu hal yang kontroversial atau paling sedikit terdapat pandangan yang berlainan mengenai masalah tersebut. Dalam penelitian ini penulis ingin mengetahui apakah pemirsa mempunyai opini yang sama terhadap pembawa acara pria kebanci-bancian (Studi Deskriptif pada program acara “Ceriwis” di TRANS TV yang dibawakan oleh Indra Bekti, Ruben Onshu, Cici Panda dan Pam-pam). Peneliti berusaha ingin mengetahui hal tersebut diatas melalui opini seseorang terhadap objek yang disebabkan karena kondisi yang mempengaruhi pandangan seseorang, latar belakang pengetahuan yang berbeda, budaya dan psikologis seseorang yang berbeda. Secara opearsional opini dapat dikategorikan menjadi tiga bagian :
a. Opini Positif
Adalah opini pemirsa yang menyatakan “setuju” (deskripsi pembawa acara dan cara penyajian yang dibawakan pembawa acara transeksual tersebut) pernyataan-pernyataan tentang pendeskripsian atau sejumlah indikator dari variabel pembawa acara pria kebanci-bancian yang dibawakan oleh Indra Bekti, Ruben Onshu, dan Pam-pam dalam acara “Ceriwis”.
b. Opini Netral
Adalah opini pemirsa yang menyatakan “ragu-ragu” (deskripsi pembawa acara dan cara penyajian yang dibawakan pembawa acara kebanci-bancian yang dibawakan oleh Indra Bekti, Ruben Onshu, dan Pam-pam dalam acara “Ceriwis” tersebut.
c. Opini Negatif
Adalah opini pemirsa yang menyatakan “tidak setuju” (deskripsi pembawa acara dan cara penyajian yang dibawakan pembawa acara kebanci-bancian yang dibawakan oleh Indra Bekti, Ruben Onshu, dan Pam-pam dalam acara “Ceriwis”.
Adapun variabel atau objek penelitian ini adalah program acara “Ceriwis” di TRANS TV yang dibawakan oleh Indra Bekti, Ruben Onshu, Cici Panda dan Pam-pam, dengan penggambaran beberapa indikatornya adalah sebagai berikut: 1. Deskripsi para pembawa acaranya
2. Cara penyajian perilaku pembawa acara pria kebanci-bancian
3.1.3. Transeksusal Atau Kebanci-bancian
Menurut Purnawan, S.Kep.,Ns , (2008). Transeksual atau kebanci-bancian adalah orang yang identitas seksual atau jendernya berlawanan dengan sex biologisnya. Seorang pria mungkin berfikir tentang dirinya sebagai seorang wanita dalam tubuh pria, atau seorang wanita mungkin menggambarkan dirinya sebagai pria yang terperangkap dalam tubuh wanita. Perasaan ’terperangkap’ ini disebut juga dengan ’disforia gender’.
Menurut Muhammad, (2008:1) transeksual atau kebanci-bancian adalah kaum yang memiliki kelainan identitas seksual karena cacat secara genetis; di ruang agama, dia menjadi makhluk yang terus-menerus dikutuki dengan berbagai justifikasi dalil dan nalar keagamaan tertentu; dalam dimensi sosial, dia dipersepsi sebagai makhluk aneh. Sedangkan menurut pandangan agama Islam banci atau mutakhnnats adalah seorang yang secara fisik laki-laki, namun kemudian karena terpengaruh oleh lingkungan sehingga dia berpikir bahwa dirinya perempuan. 3.1.4. Pengukuran Variabel
Cara pengukuran yaitu dengan mengetahui jawaban atas pertanyaan-pertanyaan mengenai obyek penelitian. Dalam pengukuran opini ini, responden diminta untuk menyatakan kesetujuan atau tidaknya terhadap pembawa acara pria kebanci-bancian (Studi Deskriptif program acara “Ceriwis” di TRANS TV yang dibawakan oleh Indra Bekti, Ruben Onshu, Cici Panda dan Pam-pam). Isi pernyataan untuk menyatakan persetujuannya tersebut terbagi dalam tiga macam kategori jawaban, yaitu “setuju (S)”, “ragu-ragu (R), dan “tidak setuju (TS)”. Dari jawaban tersebut dapat disimpulkan bahwa :
1. Apabila kategori jawaban menyatakan setuju terhadap deskripsi pembawa
acara pria kebanci-bancian (transeksual) yang dibawakan Indra Bekti, Ruben Onshu, dan Pam-pam dalam acara “Ceriwis”, maka opini responden dapat disimpulkan adalah “Opini Positif”.
2. Apabila kategori jawaban menyatakan antara setuju atau tidak (ragu-ragu)
Bekti, Ruben Onshu, dan Pam-pam dalam acara “Ceriwis”, maka opini responden dapat disimpulkan adalah “Opini Netral”.
3. Apabila kategori jawaban menyatakan tidak setuju terhadap deskripsi
pembawa acara pria kebanci-bancian (transeksual) yang dibawakan oleh Indra Bekti, Ruben Onshu, dan Pam-pam dalam acara “Ceriwis”, maka opini responden dapat disimpulkan adalah “Opini Negatif”.
Untuk mengetahui pengkategorian jawaban responden maka diberikan batasan-batasan dalam menentukan lebar interval dari pertanyaan yang akan dijawab yaitu positif, netral dan negatif dengan menggunakan rumus :
diinginkan yang jenjang terendah skor tertinggi skor Interval − =
Dari rumus di atas bahwa untuk menentukan interval kategori jawaban opini responden, telebih dahulu menentukkan skor tertinggi dan skor terendah dan jenjang yang dinginkan adalah sebagai berikut:
Skor tertinggi : 12 X 3 = 36 Skor terendah : 12 X 1 = 12 Jenjang atau Interval : 3
Penentuan untuk batas bawah interval pertama bisa didapat dengan cara Menentukan nilai yang lebih kecil dari nilai data terkecil dengan mempertimbangkan interval jawaban dan jumlah kuesioner jawaban, sehingga batas terbesar tidak terlalu besar atau masih bisa dimasukkan data terbesar.Batas bawah pertama sama dengan data terkecil
Pada penelitian ini terdapat 12 pertanyaan yaitu 6 pertanyaan untuk indikator deskripsi pembawa acara, 6 pertanyaan untuk indikator cara penyajian perilaku pembawa acara transeksual. Dengan demikian interval pengkategorian jawaban responden untuk keseluruhan pertanyaan adalah sebagai berikut:
(12X3) – (12X1) 36 – 12
Interval = = = 8
3 3
Jadi batasan skor dalam lebar interval positif, netral, dan negatif yaitu :
• Opini negatif bila jumlah skor antara : 12 – 20, batasan dalam skor interval ini jika skor nilai yang di dapat antara nilai (12-20) artinya responden memiliki pandangan yang negatif terhadap obyek yang dikaji terhadap pembawa acara transeksual.
• Opini netral bila jumlah skor anrtara : 21 – 29, batasan dalam skor interval ini jika skor nilai yang di dapat antara nilai (21-29), artinya pendapat responden hanya mengambarkan kondisi yang ragu-ragu.
• Opini positif bila jumlah skor antara : 30 – 38, batasan dalam skor interval ini jika skor nilai yang di dapat antara nilai (30-38), artinya pendapat responden setuju dengan apa yang menjadi pilihan jawabannya.
• Dimana untuk jawaban S=3, untuk TS=2 dan TS=1