BAB IV. HASIL DAN PEMBAHASAN
F. Pembahasan Hasil Penelitian
Hasil uji regresi simultan adalah adanya pengaruh signifikan variabel komite audit, kaualitas audit, komisaris audit, terhadap kenerja keuangan . 1. Komite Audit Tidak Bengaruh Terhadap Kinerja Keuangan
Hasil pengujian uji t pada tabel 4.7 menunjukkan bahwa variabel Komite Audit dapat ditentukan bahwa variabel Komite Audit tidak berpengaruh terhadap Kinerja Keuangan yaitu -0,052 dengan tingkat signifikansi sebesar 0,680. Pada tingkat signifikansi α = 5%; maka koefisien regresi tersebut tidak signifikan karena signifikansi 0,680 > 0,05 sehingga dapat disimpulkan bahwa Komite Audit tidak berpengaruh signifikan terhadap kinerja
keuangan sehingga hipotesis H1 penelitian ini tidak didukung oleh data.
Hasil penelitian ini sama seperti penelitian yang dilakukan oleh Audita Setiawan (2016) yang menyatakan bahwa Komite Audit tidak berpengaruh terhadap kinerja keuangan. -0,105 dengan tingkat signifikansi sebesar 0,917. Hal ini menunjukkan bahwa komite audit tidak memberikan peran yang signifikan, hal ini bukan berarti bahwa keberadaan komite audit tidak diperlukan, namun karena komite audit dibentuk dan berada dalam pengawasan dewan komisaris sehingga kualitas kinerja komite audit bergantung pada kinerja dewan komisaris perusahaan. Dengan demikian pengaruh komite audit terhadap kinerja keuangan belum bisa terbaca jelas, karena komite audit berada dalam pengawasan dan pengendalian dewan komisaris.
2. Terdapat Pengaruh Signifikan Kualitas Audit terhadap Kinerja Keuangan
Hasil pengujian uji t pada tabel 4.7 menunjukkan bahwa variabel Kualitas Audit dapat ditentukan bahwa variabel Kualitas audit berpengaruh terhadap Kinerja Keuangan yaitu 0,078 dengan tingkat signifikansi sebesar 0.042. Pada tingkat signifikansi α = 5%; maka koefisien regresi tersebut signifikan karena signifikansi 0,041 < 0,05 dapat disimpulkan bahwa variabel Kualitas audit berpengaruh positif signifikan terhadap kinerja keuangan sehingga hipotesis H2 penelitian ini didukung oleh data.
Hasil penelitian ini sama seperti penelitian yang dilakukan oleh Pande dan Agus (2017) yang menyatakan bahwa Kualitas Audit tidak berpengaruh terhadap kinerja keuangan. 5,886 dengan tingkat signifikansi sebesar 0,000.
Dalam hal ini kompleksitas tugas didasarkan pada persepsi individu tentang
kesulitan suatu tugas audit yang disebabkan oleh terbatasnya kapabilitas, dan daya ingat serta kemampuan untuk mengintegrasikan masalah yang dihadapi seorang pembuat keputusan (Restu dan Iriantoro 2000). Persepsi individu tersebut menimbulkan kemungkinan bahwa suatu tugas audit sulit bagi seseorang, namun mudah bagi orang yang lain. Pada tugas-tugas yang membingungkan (ambiguous) dan tidak terstruktur, alternatif-alternatif yang ada tidak dapat didefinisikan, sehingga data tidak dapat diperoleh dan output nya tidak dapat diprediksi. Chung dan Monroe (2001) mengemukan argumen yang sama, bahwa kompleksitas tugas dalam pengauditan dipengaruhi oleh faktor- faktor yaitu; banyak informasi yang tidak relevan dalam artian informasi tersebut tidak konsisten dengan kejadian yang akan diprediksi, adanya ambiguitas yang tinggi yaitu beragamnya outcome (hasil) yang diharapkan oleh klien dari kegiatan pengauditan. Penelitian terdahulu yaitu penelitian Restuningdiah dan Indriantoro (2000) menyatakan bahwa peningkatan kompleksitas dalam suatu tugas atau sistem, akan menurunkan tingkat keberhasilan dan kualitas audit. Prasita dan Adi (2007) juga mengatakan bahwa apabila kompleksitas tugas seseorang tinggi maka kualitas auditnya akan menurun. Berdasarkan hasil penelitian tersebut hipotesis kedua dikemukakan sebagai berikut; H2: Kompleksitas tugas berpengaruh terhadap kualitas audit
3. Komisaris Audit Tidak Bengaruh Terhadap Kinerja Keuangan Hasil pengujian uji t pada tabel 4.7 menunjukkan bahwa variabel variabel Komisaris Audit dapat ditentukan bahwa variabel Komisaris Audit tidak berpengaruh terhadap Kinerja Keuangan yaitu -0,003 dengan tingkat signifikansi sebesar 0.848. Pada tingkat signifikansi α = 5%; maka koefisien
regresi tersebut tidak signifikan karena signifikansi 0,848 > 0,05 sehingga dapat disimpulkan bahwa Komisaris Audit tidak berpengaruh signifikan terhadap kinerja keuangan sehingga hipotesis H3 penelitian ini tidak didukung oleh data.
Hasil penelitian ini sama seperti penelitian yang dilakukan oleh Daniel dan Yeterina (2014); yang menyatakan bahwa Komisaris Audit tidak berpengaruh terhadap kinerja keuangan -0,1001 dengan tingkat signifikansi sebesar 0,319 Hal ini didukung dari data deskriptif yang menunjukkan bahwa sebagian besar perusahaan memiliki nilai Komisaris Audit yang sedikit, maka tidak mendapatkan suara terbanyak untuk mengambil keputusan dan dianggap kurang mampu melakukan pengawasan terhadap manajemen yang dapat mengakibatkan terjadinya kecurangan dalam pembuatan laporan keuangan. Hal ini dibuktikan karena ada beberapa dewan komisaris yang berasal dari luar emiten atau perusahaan publik yang memenuhi aktivitas evaluasi dan keputusan strategic serta pengurangan inefisiensi dan kinerja yang rendah (Faisal, 2005). Dengan semakin banyaknya jumlah dewan direksi akan membuat koordinasi dan operasional antar bagian dalam sebuah perusahaan akan menjadi semakin efektif yang kemudian dapat meningkatkan kinerja perusahaan. Dewan direksi dalam suatu perusahaan akan menentukan kebijakan yang akan diambil atau strategi perusahaan tersebut secara jangka pendek maupun jangka panjang.
Dari hasil pengujian regresi secara parsial menunjukkan tidak adanya pengaruh signifikan variabel komite audit, kaualitas audit, komisaris audit, terhadap kinerja keuangan .
1. Pengaruh Komite Audit terhadap Kinerja Keuangan
variabel Komite Audit tidak berpengaruh terhadap Kinerja Keuangan pada perusahaan manufaktur di Bursa Efek Indonesia tahun 2016-2020 pada tingkat kepercayaan 95% dengan tingkat signifikansi sebesar 0.680.
Dengan demikian hipotesis ditolak
2. Pengujian variabel kaualitas audit terhadap Kinerja Keuangan
variabel kaualitas audit berpengaruh terhadap Kinerja Keuangan perusahaan manufaktur di Bursa Efek Indonesia tahun 2016-2020 pada tingkat kepercayaan 95% dengan tingkat signifikansi sebesar 0.041.
Dengan demikian hipotesis diterima.
3. Pengujian variabel Komisaris audi terhadap kinerja keuangan
variabel Komisaris audit tidak berpengaruh terhadap Kinerja Keuangan pada perusahaan manufaktur di Bursa Efek Indonesia tahun 2016-2020 pada tingkat kepercayaan 95% dengan tingkat signifikansi sebesar 0.848.
Dengan demikian hipotesis ditolak.
BAB V
KESIMPULAN DAN SARAN
A. Kesimpulan
Berdasarkan hasil analisis data dan pembahasan yang telah dikemukakan dalam bab empat, maka kesimpulan yang dapat diambil dari penelitian ini adalah Pengaruh Komite Audit, Kulitas Audit, Komisaris Audit Terhadap Kinerja Keuangan Pada Perusahan Manufaktur yang Terdapat di Bursa Efek Indonesia baik secara parsial.
a. Berdasarkan hasil pengujian hipotesis menunjukkan secara simultan Komite Audit terhadap Kinerja Keuangan Pada Perusahan Manufaktur tidak berpengaruh terhadap Kinerja Keuangan, dimana tingkat signifikansi lebih besar dari 5% , sehingga hipotesis ditolak.
b. Berdasarkan hasil pengujian hipotesis menunjukkan secara parsial variabel Kualitas Audit terhadap Kinerja Keuangan Pada Perusahan Manufaktur berpengaruh terhadap Kinerja Keuangan dimana tingkat signifikansi lebih kecil dari 5%.
c. Berdasarkan hasil pengujian hipotesis menunjukkan secara parsial variabel Komisaris Audit terhadap Kinerja Keuangan Pada Perusahan Manufaktur tidak berpengaruh terhadap Kinerja Keuangan dimana tingkat signifikansi lebih besar dari 5%. Sehingga hipotesis ditolak.
68
B. Saran
Berdasarkan hasil analisa dari penelitian ini menyarankan bagi peneliti berikutnya disarankan menambah variabel lain yang berkaitan erat secara teori terhadap Kinerja Keuangan Pada Perusahan Manufaktur riil, Maka saran yang dapat diberikan yaitu:`
1. Bagi penelitian selanjutnya diharapkan untuk menggunakan kinerja keuangan yang lain sebagai variabel penelitiannya, agar hasil penelitian mengenai Kinerja Keuangan Pada Perusahan Manufaktur serta memprluas ruang lingkup penelitian, agar hasil penelitian dapat diperluas.
2. Bagi penelitian selanjutnya diharapkan Pengukuran kinerja keuangan perusahaan sebaiknya tidak hanya mengunakan analisis rasio keuangan saja yang hanya menilai dari segi operasional dan keuangan intern saja tetapi juga perlu menerapakan konsep EVA (Economic Value Added) sebagai pendukung analisis kinerja keuangan perusahaan sehingga dapat memberikan perhitungan yang lebih mengarah kepada laba riil perusahaan yang diukur dari kemampuan suatu perusahaan untuk menciptakan nilai tambah dan memberikan tingkat pengembalian sesuai dengan harapan investor baik kreditur maupun pemegang saham.
3. Hasil yang diperoleh dari perhitungan menggunakan metode rasio kenerja keuangan terhadap variable Komite Audit, kualitas audit dan komisaroat audit pada Perusahan Manufaktur yang Terdapat di BEI belum stabil dan berfluktuasi hendaknya mendapat perhatian dari pihak manajemen. Pihak manajemen seharusnya mengeluarkan kebijakan
yang dapat membuat kegiatan operasional perusahaan dapat berjalan lancar, efektif dan efisien. Dana yang ada dalam perusahaan seharusnya dikelola secara baik dan benar agar perusahaan mampu menghasilkan laba yang optima.
(Jurnal Ekonomi Dan Bisnis Islam), 1(2), 235–244.
Anderson, K. L., Gillan, S., dan Deli, D. (2003). Boards of directors, audit committees, and the information content of earnings. Weinberg Center for Corporate Governance Working Paper, 2003–04.
Andini, N. W. L., dan Wirawati, N. G. P. (2014). Pengaruh cash flow pada kinerja keuangan dan implikasinya pada nilai perusahaan manufaktur. E-Jurnal Akuntansi, 7(1), 107–121.
Astuti, F. P., Anisykurlillah, I., dan Murtini, H. (2014). Pengaruh kinerja lingkungan dan kepemilikan asing terhadap kinerja keuangan. Accounting Analysis Journal, 3(4).
DeAngelo, L. E. (1981). Auditor size and audit quality. Journal of Accounting and Economics, 3(3), 183–199.
Dewi, R. R., dan Tarnia, T. (2019). Pengaruh kinerja keuangan terhadap nilai perusahaan dengan good corporate governance sebagai variabel moderasi. Jurnal Informasi, Perpajakan, Akuntansi, Dan Keuangan Publik, 6(2), 115–132.
Efendy, M. (2010). Pengaruh Kompetensi, Independensi, dan Motivasi Terhadap Kualitas Audit Aparat Inspektorat Dalam Pengawasan Keuangan Daerah (Studi Empiris Pada Pemerintah Kota Gorontalo). Universitas Diponegoro.
Eksandy, A. (2017). Pengaruh komisaris independen, komite audit, dan kualitas audit terhadap penghindaran pajak (tax avoidance)(studi empiris pada sektor industri barang konsumsi yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia periode 2010-2014). Competitive, 1(1), 1–20.
Fitrawansyah, F., dan Syahnifah, M. (2018). Pengaruh Independensi Auditor Terhadap Integritas Laporan Keuangan (Studi Empiris pada Perusahaan Manufaktur yang Terdaftar di Bursa Efek Indonesia Periode 2013-2015)”.
Akuntabilitas, 11(2), 245–256.
Ghozali, I. (2011). Aplikasi Analisi Multivariate Dengan Program SPSS 19. Edisi Kelima Semarang : Bandan Penerbitan Universitas Diponegoro.
Hardiningsih, P. (2010). Pengaruh independensi, corporate governance, dan kualitas audit terhadap integritas laporan keuangan. Kajian Akuntansi, 2(1), 247048.
Indonesia, I. B. (2015). Memahami Audit Internal Perbankan. Gramedia Pustaka Utama.
Klein, A. (2002). Audit committee, board of director characteristics, and earnings management. Journal of Accounting and Economics, 33(3), 375–400.
71
Lestari, T. Y., Asyik, B.,dan Utami, R. K. S. (2015). Analisis Karakteristik Sosial Ekonomi Transmigran Kabupaten Lampung Selatan ke Kalimantan (Kecamatan Ketapang).
Lukviarman, N. (2016). Corporate Governance: Towards Conceptual Strengthening and Implementation in Indonesia. PT Era Adicitra Intermedia, First Printing September.
Moss, T. W., Neubaum, D. O., dan Meyskens, M. (2015). The effect of virtuous and entrepreneurial orientations on microfinance lending and repayment: A signaling theory perspective. Entrepreneurship Theory and Practice, 39(1), 27–52.
Munawir, S. (2010). Analisa Laporan Keuangan Edisi 4. Yogyakarta: Liberty.
Nainggolan, I. P. M., dan Pratiwi, M. W. (2017). Analisis Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Kinerja Keuangan Perusahaan. Media Ekonomi Dan Manajemen, 32(1).
Nurjannah, L., dan Pratomo, D. (2014). Pengaruh Komite Audit, Komisaris Independen Dan Kualitas Audit Terhadap Integritas Laporan Keuangan (Pada Perusahaan Manufaktur Yang Terdaftar Di Bei Tahun 2012).
EProceedings of Management, 1(3).
Oe, Y. E. R., dan Jogiyanto, H. M. (2014). Analisis Penerimaan e-filing oleh Wajib Pajak. [Yogyakarta]: Universitas Gadjah Mada.
Parulian, S. R. (2004). Analisis hubungan antara komite audit dan komisaris independen dengan praktek Kinerja Keuangan : studi empiris perusahaan di BEJ. Unpublished Master‟ s Thesis). University of Indonesia, Jakarta, Indonesia.
Prabasari, I. G. A. A. R., dan Merkusiwati, N. K. L. A. (2017). Pengaruh profitabilitas, ukuran perusahaan, dan komite audit pada audit delay yang dimoderasi oleh reputasi KAP. E-Jurnal Akuntansi, 20(2), 1704–1733.
Prastiti, A., dan Meiranto, W. (2013). Pengaruh karakteristik dewan komisaris dan komite audit terhadap Kinerja Keuangan . Fakultas Ekonomika dan Bisnis.
Ramadhan, K. D. (2016). Analisis laporan keuangan dalam mengukur kinerja perusahan pada PT. Ricky Kurniawan Kertapersada (Makin Group) Jambi.
VALUTA, 2(2), 190–207.
Riniati, K. (2015). Pengaruh Komisaris Independen dan Komite Audit terhadap Kinerja Perusahaan. Fakultas Ekonomi, Universitas Negeri Yogyakarta.
Rudianto, R. (2015). Pengaruh Car, Npl, Der, Bopo danLdrterhadapRoe pada perusahaan daerahBANK perkreditan rakyat BANK Pasar di Jawa Tengah Tahun 2011-2013. Universitas StikuBank.
Sari, P. R. (2008). Hubungan Komite Audit terhadap Kinerja Keuangan Melalui Corporate Governance sebagai Variabel Intervening. Skripsi-S1, Fakultas Ekonomi, Universitas Islam Indonesia, Yogyakarta.
Scott, W. R., dan Scott, W. R. (2015). Financial accounting theory. Pearson Canada Inc.
Setyaningrum, D. (2012). Analisis faktor-faktor yang mempengaruhi kualitas audit BPK-RI. Paper Dipresentasikan Pada Simposium Nasional Akuntansi XV, Banjarmasin.
Simanjuntak, P. (2008). Pengaruh Time Budget Pressure Dan Resiko Kesalahan Terhadap Penurunan Kualitas Audit (Reduced Audit Qaulity)(Studi Empiris Pada Auditor Kap Di Jakarta). Program Sarjana Universitas Diponegoro.
Singla, A., Hong, C.-Y., Popa, L., dann Godfrey, P. B. (2012). Jellyfish: Networking data centers randomly. 9th {USENIX} Symposium on Networked Systems Design and Implementation ({NSDI} 12), 225–238.
Sugiono. (2007). Metode Penelitan Kuantitatif, kualitatif dan RdanD. In Bandung:
Alfabeta.
Sugiyono. (2012). Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif dan R dan D.Bandung:Alfabeta. Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif Dan R danD.Bandung:Alfabeta. https://doi.org/10.1017/CBO9781107415324.004 Sugiyono. (2014). Metode Penelitian Pendidikan pendekatan Kuantitatif, Kualitatif
dan RdanD. In Metode Peneliti Ilmiah
Sugiyono. (2015). Metode Penelitian. Metode Penelitian.
Syafaat, M., dan Putra, A. (2020). Pengaruh Kinerja Perusahaan Terhadap Pengungkapan Laporan Keuangan (Studi Pada Perusahaan Manufaktur yang terdaftar di BEI). Jurnal Ilmu Perbankan Dan Keuangan Syariah, 2(2), 157–177.
Tandiontong, M. (2016). Kualitas audit dan pengukurannya. Alfabeta.
Tertius, M. A., dan Christiawan, Y. J. (2015). Pengaruh Good Corporate Governance terhadap Kinerja Perusahaan pada Sektor Keuangan, Business Accounting Review.
Tjager, I. N. (2003). Corporate governance: Tantangan dan kesempatan bagi komunitas bisnis Indonesia. Prenhallindo.
Widiastuty, E., dan Febrianto, R. (2010). Pengukuran kualitas audit: sebuah esai.
Jurnal Ilmiah Akuntansi Dan Bisnis, 5 (2).
Widyati, M. F. (2013). Pengaruh dewan direksi, komisaris independen, komite audit, kepemilikan manajerial dan kepemilikan institusional terhadap kinerja keuangan. Jurnal Ilmu Manajemen, 1(1), 234–249.
Yulinda, N., Nasir, A., dan Idrus, R. (2016). Pengaruh komisaris independen, komite audit, leverage, pergantian auditor, dan spesialisasi industri auditor terhadap integritas laporan keuangan (Studi empiris pada perusahaan manufaktur yang terdaftar di BEI tahun 2010-2013). Riau University.
Myers, James N., Myers, Linda A., and Omer, Thomas C. 2003. Exploring theTerm of the Auditor-Client Relationship and the Quality of Earnings: A Case for mandatory Auditor Rotation?. The Accounting Review, Vol. 78, No.3, p. 779–799.
Pamudji, Sugeng dan Aprillya Trihartati. 2010. “Pengaruh Independensi dan Efektivitas Komite Audit terhadap Kinerja Keuangan .” Jurnal Dinamika Akuntansi. Semarang, Maret.
Purnomo, Budi S. Dan Puji Pratiwi. 2009. “Pengaruh Earning Power terhadap Praktek Kinerja Keuangan (Earning Management).” Jurnal Media Ekonomi.
Scott, W.R. 2006. Financial Accounting Theory. Second Edition.Ontario: Prentice Hall Canada Inc.
Sembiring, Vestry Arta. 2015. “Pengaruh Audit Tenure, Independensi Auditor, Rasio Hutang dan Pertumbuhan Penjualan terhadap Kinerja Keuangan .”
Skripsi. Universitas Sumatera Utara.
Setiawati, Lilis. 2002. “Kinerja Keuangan dan IPO di Bursa Efek Jakarta”. Jurnal Akuntansi Manajemen. Vol. 13 No.3
Sulistiawan, et al. 2011. Creative Accounting: Mengungkap Kinerja Keuangan dan Akuntansi. Jakarta: Salemba Empat.
Suranta, E dan Merdistusi, PP. 2004. “ Income Smoothing, Tobin’s Q, Agency Problem Dan Kinerja Perusahaan.” Simposium Nasional Akuntansi VII, Denpasar, 3 Desember 2004.
Trisnawati, Ratna. 2009.”Pengaruh Leverage Terhadap Kinerja Keuangan Dengan Variabel Pemoderasi Arus Kas Bebas pada Perusahaan Manufaktur Publik yang Terdaftar di Bursa Efek Indonesia”. Skripsi.
Universitas Sebelas Maret.
Utami, Nourma. 2011. “Pengaruh Independensi, Integritas dan Kewenangan terhadap Efektivitas Peranan Komite Audit.” Skripsi. Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah.
Wardhani, Ratna. 2006. “Mekanisme Corporate Governance dalam Perusahaan yang Mengalami Permasalahan Keuangan.” Simposium Nasional Akuntansi IX. Padang, 23-26 Agustus.
www.idx.co.id www.google.com
75
LAMPIRAN 1
DATA POPULASI DAN SAMPEL
No. Nama Perusahaan Kode Kriteria Sampel
1 2 3 4 SEKTOR INDUSTRI DASAR DAN
KIMIA
Sub Sektor Semen 1 PT Indocement Tunggal
Prakarsa Tbk
Sub Sektor Keramik dan Porselin 9 PT Keramika Indonesia Assosiasi
Tbk
KIAS X 10 PT Mulia Industrindo Tbk MLIA X 11 PT Surya Toto Indonesia Tbk TOTO 4
Sub Sektor Logam dan Sejenisnya
12 PT Alakasa Industrindo Tbk ALKA X 13 PT Alumindo Light Metal Industry
Tbk 20 PT Jakarta Kyoei Steel Work LTD
Tbk
JKSW X 21 PT Jaya Pari Steel Tbk JPRS X
22 PT Krakatau Steel Tbk KRAS X X 35 PT Sorini Agro Asia Corprindo
Tbk
SOBI X
36 PT Indo Acitama Tbk SRSN 13
37 PT Chandra Asri Petrochemical Tbk
TPIA X X 38 PT Unggul Indah Cahaya Tbk UNIC X
Sub Sektor Plastik dan Kemasan
39 PT Alam Karya Unggul Tbk AKKU X 40 PT Argha Karya Prima Industry
Tbk
AKPI 14
41 PT Asiaplast Industries Tbk APLI X X X
42 PT Berlinja Tbk BRNA X X
43 PT Titan Kimia Nusantara Tbk FPNI X X 44 PT Champion Pasific Indonesia
Tbk
IGAR 15
45 PT Impack Pratama Industri Tbk IMPC X X X X 46 PT Indopoly Swakarsa Industry
Tbk
50 PT Yana Prima Hasta Persada
Tbk
YPAS X
Sub Sektor Pakan Ternak 51 PT Charoen Pokphand
Indonesia Tbk
CPIN 17
52 PT Japfa Comfeed Indonesia Tbk JPFA 18 53 PT Malindo Feedmill Tbk MAIN X X X
54 PT Siearad Produce Tbk SIPD X Sub Sektor Kayu dan
Pengolahannya
55 PT Sumalindo Lestari Jaya Tbk SULI X 56 PT Tirta Mahakam Resources Tbk TIRT X
Sub Sektor Pulpen dan Kertas
57 PT Alkindo Naratama Tbk ALDO X X X 58 PT Dwi Aneka Jaya Kemasindo
Tbk
DAJK X X X X 59 PT Fajar Surya Wisesa Tbk FASW X 60 PT Indah Kiat Pulp & Paper Tbk INKP X
61 PT Toba Pulp Lestari Tbk INRU X X 62 PT Kertas Basuki Rachmat
Indonesia Tbk
KBRI X
63 PT Suparma Tbk SPMA X
64 PT Pabrik Kertas Tjiwi Kimia Tbk TKIM X
SEKTOR ANEKA INDUSTRI Sub Sektor Otomotif dan
Komponen
71 PT Indomobil Sukses International Tbk
IMAS X
72 PT Indospring Tbk INDS X
73 PT Multi Prima Sejahtera Tbk LPIN X
74 PT Multistrada Arah Sarana Tbk MASA X X Sub Sektor Tekstil dan Garmen
78 PT Polychem Indonesia Tbk ADMG X X
90 PT Sunson Textile Manufacturer Tbk
Sub Sektor Alas Kaki
96 PT Sepatu Bata Tbk BATA 24
97 PT Primarindo Asia Infrastructure Tbk
101 PT Kabelindo Murni Tbk KBLM 26 102 PT Supreme Cable Manufacturing
and Commerce Tbk
105 PT Akasha Wira International Tbk
110 PT Indofood CBP Sukses Makmur Tbk 115 PT Nippon Indosari Corporindo
Tbk
ROTI 34
116 PT Sekar Bumi Tbk SKBM 35
117 PT Sekar Laut Tbk SKLT X X X X
118 PT Siantar Top Tbk STTP X X X 119 PT Ultrajaya Milk Industry and
Trading Company Tbk
ULTJ 36
Sub Sektor Rokok
120 PT Gudang Garam Tbk GGRM 37
121 PT Handjaya Mandala Sampoerna Tbk
HMSP 38
122 PT Bentoel International Investama Tbk
RMBA X
123 PT Wismilak Inti Makmur Tbk WIIM X X X Sub Sektor Farmasi
124 PT Darya Varia Laboratoria Tbk DVLA 39
125 PT Indofarma (Persero) Tbk INAF X 126 PT Kimia Farma (Persero) Tbk KAEF X X X X
127 PT Kalbe Farma Tbk KLBF 40
128 PT Merck Indonesia Tbk MERK X X X
129 PT Pyridam Farma Tbk PYFA X
130 PT Merck Sharp Dohme Pharma Tbk
SCPI X
131 PT Industri Jamu & Farmasi Sido Muncul Tbk
SIDO X X 132 PT Taisho Pharmaceutical
Indonesia Tbk
SQBB X
133 PT Tempo Scan Pasific Tbk TSPC X Sub Sektor Kosmetik
134 PT Martina Berto Tbk MBTO X
135 PT Mustika Ratu Tbk MRAT X
136 PT Mandom Indonesia Tbk TCID 41 137 PT Unilever Indonesia Tbk UNVR 42
Sub Sektor Peralatan
138 PT Chitose International Tbk CINT X X X 139 PT Kedawung Setia Industrial
Tbk
KDSI 43
140 PT Kedaung Indah Can Tbk KICI X 141 PT Langgeng Makmur Industry
Tbk
LMPI X
LAMPIRAN 2 SAMPEL PENELITIAN
No. Nama Perusahaan Kode
1 PT Semen Baturaja (Persero) Tbk SMBR
`2 PT Holcim Indonesia Tbk SMCB
3 PT Asahimas Flat Glass Tbk AMFG
4 PT Surya Toto Indonesia Tbk TOTO
5 PT Beton Jaya Manunggal Tbk BTON
6 PT Lion Metal Works Tbk LION
7 PT Lionmesh Prima Tbk LMSH
8 PT Budi Acid Jaya Tbk BUDI
9 PT Duta Pertiwi Nusantara Tbk DPNS
10 PT Ekadharma International Tbk EKAD
11 PT Intan Wijaya International Tbk INCI
12 PT Indo Acitama Tbk SRSN
13 PT Argha Karya Prima Industry Tbk AKPI
14 PT Champion Pasific Indonesia Tbk IGAR
15 PT Trias Sentosa Tbk TRST
16 PT Charoen Pokphand Indonesia Tbk CPIN
17 PT Japfa Comfeed Indonesia Tbk JPFA
18 PT Nipress Tbk NIPS
19 PT Selamat Sempurna Tbk SMSM
20 PT Ricky Putra Globalindo Tbk RICY
21 PT Trisula International Tbk TRIS
22 PT Nusantara Inti Corpora Tbk UNIT
24 PT Sepatu Bata Tbk BATA
25 PT Jembo Cable Company Tbk JECC
26 PT Kabelindo Murni Tbk KBLM
27 PT Supreme Cable Manufacturing and Commerce Tbk SCCO
28 PT Akasha Wira International Tbk ADES
Sumber: www.idx.co.id
29 PT Delta Djakarta Tbk DLTA
30 PT Indofood CBP Sukses Makmur Tbk ICBP
31 PT Indofood Sukses Makmur Tbk INDF
32 PT Multi Bintang Indonesia Tbk MLBI
33 PT Mayora Indan Tbk MYOR
34 PT Nippon Indosari Corporindo Tbk ROTI
35 PT Sekar Bumi Tbk SKBM
36 PT Ultrajaya Milk Industry and Trading Company Tbk ULTJ
37 PT Gudang Garam Tbk GGRM
38 PT Handjaya Mandala Sampoerna Tbk HMSP
39 PT Darya Varia Laboratoria Tbk DVLA
40 PT Kalbe Farma Tbk KLBF
41 PT Mandom Indonesia Tbk TCID
42 PT Unilever Indonesia Tbk UNVR
43 PT Kedawung Setia Industrial Tbk KDSI
36 ULTJ 0.25 0.75 0 -0.06 37 GGRM 0.20 0.67 0 0.06 38 HMSP 0.25 0.67 0 0.02 39 DVLA 0.21 0.33 1 -0.18 40 KLBF 0.33 0.33 0 0.05 41 TCID 0.35 0.75 1 0.07 42 UNVR 0.33 0.33 0 -0.13 43 KDSI 0.33 0.67 0 -0.02
36 ULTJ 0.33 0.80 0 0.12 37 GGRM 0.22 0.67 0 -0.02 38 HMSP 0.33 0.50 0 0.02 39 DVLA 0.20 0.56 1 0.15 40 KLBF 0.30 0.65 0 0.12 41 TCID 0.30 0.75 1 0.02 42 UNVR 0.21 0.33 0 -0.18 43 KDSI 0.33 0.33 0 0.15
LAMPIRAN 5
DATA VARIABEL PENELITIAN TAHUN 2018
36 ULTJ 0.30 0.65 0 0.12 37 GGRM 0.30 0.75 0 0.02 38 HMSP 0.28 0.67 0 0.01 39 DVLA 0.33 0.33 1 0.01 40 KLBF 0.21 0.33 0 0.05 41 TCID 0.25 0.45 1 -0.03 42 UNVR 0.25 0.55 0 0.01 43 KDSI 0.33 0.80 0 0.12
36 ULTJ 0.30 0.67 0 0.01
37 GGRM 0.30 0.33 0 0.01
38 HMSP 0.28 0.33 0 0.05
39 DVLA 0.21 0.33 1 -0.03
40 KLBF 0.33 0.33 0 0.01
41 TCID 0.33 0.45 1 0.12
42 UNVR 0.21 0.55 0 0.02
43 KDSI 0.18 0.80 0 -0.02
LAMPIRAN 7
DATA VARIABEL PENELITIAN TAHUN 2020
36 ULTJ 0.25 0.65 0 0.19
37 GGRM 0.33 0.75 0 0.03
38 HMSP 0.21 0.60 0 -0.02
39 DVLA 0.31 0.33 1 -0.01
40 KLBF 0.35 0.33 0 -0.01
41 TCID 0.33 0.45 1 0.00
42 UNVR 0.31 0.50 0 -0.03
43 KDSI 0.33 0.75 0 -0.05
LAMPIRAN 8 HASIL OLAHAN SPSS
STATISTIK DESKRIPTIF Descriptive Statistics
N Minimum Maximum Mean Std. Deviation
Komite Audit (X1) 215 -.73 1.70 .2634 .34253
Kualitas Audit (X2)
215 .20 .75 .3976 .09917
Komisaris Audit (X3)
215 2.00 5.00 3.1421 .54996
Kinerja Keuangan (Y)
215 .00 1.00 .4474 .49854
Valid N (listwise) 215
LAMPIRAN 9
PENGUJIAN ASUMSI KLASIK Hasil Uji Normalitas
One-Sample Kolmogorov-Smirnov Test
Unstandardize d Residual
N 215
Normal Parametersa Mean .0000000
Std. Deviation .09059951
Most Extreme Differences Absolute .092
Positive .089
Negative -.085
Kolmogorov-Smirnov Z .989
Asymp. Sig. (2-tailed) .468
a. Test distribution is Normal.
LAMPIRAN 10
Hasil Uji Multikoleniaritas Coefficientsa
Model
Unstandardiz ed
Coefficients
Standardize d
Coefficient s
Collinearit y
Statistics B Std. Error Beta Toleranc
e VIF
1 (Constant) -.004 .043
Komite Audit (X1)
-.052 .125 -.037 .979 1.022 Kualitas Audit (X2) .078 .046 .154 .940 1.064 Komisaris Audit
(X3) -.003 .015 -.017 .978 1.022
a. Dependent Variable : Kinerja Keuangan
LAMPIRAN 11
a. Predictors: (Constant), Komite Audit, Kualitas Audit, Komisaris Audit.
b. Dependent Variable : Kinerja Keuangan
LAMPIRAN 12
PENGUJIAN REGRESI BERGANDA Hasil Uji Regresi Berganda
Coefficientsa
a. Dependent Variable : Kinerja Keuangan
a. Predictors: (Constant), Komite Audit, Kualitas Audit, Komisaris Audit.
b. Dependent Variable : Kinerja Keuangan
LAMPIRAN 14
a. Dependent Variable : Kinerja Keuangan
LAMPIRAN 15 Tabel 4.8
Ringkasan Hasil Uji Hipotesis
No Hipotesis β sig Ket
Hipotesis 1. ( H1 )
Diduga komite audit berpengaruh terhadap Kinerja Keuangan Pada Perusahaan Manufaktur Yang Terdaftar Di BEI Tahun 2016-2020 Manufaktur Yang Terdaftar Di BEI Tahun 2016-2020. Manufaktur Yang Terdaftar Di BEI Tahun 2016-2020.
LAMPIRAN 16
Hasil Analisis Koefisien Determinasi Model Summaryb
Model R R Square
Adjusted R Square
Std. Error of the Estimate
Durbin-Watson
1 .218
a
.047 .009 .0820
1
1.863
1. Predictors: (Constant), Komite Audit, Kualitas Audit, Komisaris Audit.
1. Predictors: (Constant), Komite Audit, Kualitas Audit, Komisaris Audit.