• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB IV METODE PENELITIAN

4.5. Definisi Operasional dan Metode Pengukuran Variabel

4.5.2. Definisi Operasional

Definisi dan pengukuran dari masing-masing variabel penelitian dapat

1. Variabel Karakteristik Tujuan Anggaran

Variabel ini diukur dengan menggunakan instrumen yang telah diuji coba

oleh Munawar, 2006.

Partisipasi dalam Penyusunan Anggaran

Partisipasi dalam penyusunan anggaran adalah tingkat pengaruh dan keterlibatan responden dalam menyusun anggaran di unit kerja. Indikator yang dipakai untuk

mengukur variabel ini terdri dari 5 item pertanyaan yang berkaitan dengan:

1. Pengaruh responden dalam penentuan dan perumusan tujuan anggaran.

2. Pengaruh responden dalam penetapan dan pengendalian tujuan anggaran.

Skala pengukuran yang digunakan adalah Skala Interval dengan menggunakan

skala lima poin, dimana skor terendah (poin 1) menunjukkan partisipasi rendah

sedangkan skor tinggi (poin 5) menunjukkan partisipasi tinggi mulai : ”sangat tidak

setuju”, ”tidak setuju”, ”netral”, ”setuju”, dan ”sangat setuju”.

Kejelasan Tujuan Anggaran

Kejelasan tujuan anggaran adalah luasnya sasaran anggaran yang dinyatakan secara

jelas, spesifik, dan dipahami oleh aparat pemerintah terhadap pencapaian sasaran

anggaran. Indikator yang dipakai untuk mengukur variabel ini terdiri dari 3 item

pertanyaan yang berkaitan dengan:

1. Pengetahuan responden mengenai tujuan Rencana Kerja dan Anggaran (RKA)

pada unit kerjanya serta kejelasan dan perincian tujuan anggaran tersebut.

2. Pengetahuan responden mengenai tujuan prioritas anggaran yang ingin dicapai.

Skala pengukuran yang digunakan adalah Skala Interval dengan menggunakan

skala lima poin mulai : ”sangat tidak setuju”, ”tidak setuju”, ”netral”, ”setuju”, dan

Umpan Balik Anggaran

Umpan balik anggaran adalah hasil yang diperoleh dari upaya aparat pemerintah

untuk mencapai tujuan anggaran yang telah ditetapkan sebagai dasar untuk

merasakan kesuksesan atau kegagalan. Indikator yang dipakai untuk mengukur

variabel ini terdiri dari 3 item pertanyaan yang berkaitan dengan:

1. Besarnya umpan balik yang diterima responden dalam pencapaian tujuan

anggaran serta pengaruhnya terhadap kinerja responden.

2. Pedoman yang diterima responden mengenai penyimpangan anggarannya.

3. Pemberitahuan dari pimpinan mengenai seberapa baik responden bekerja untuk

mencapai tujuan anggaran.

Skala pengukuran yang digunakan adalah Skala Interval dengan menggunakan

skala lima poin mulai : ”sangat tidak setuju”, ”tidak setuju”, ”netral”, ”setuju”, dan

”sangat setuju”.

Evaluasi Anggaran

Evaluasi anggaran adalah tindakan yang dilakukan oleh aparat pemerintah untuk

menilai apakah tujuan anggaran yang telah dilaksanakan sesuai dengan yang telah

ditetapkan sebelumnya. Indikator yang dipakai untuk mengukur variabel ini terdiri

dari 10 item pertanyaan yang berkaitan dengan:

1. Pencapaian efisiensi biaya yang dapat dilakukan responden sebagai pengawas

anggaran unit kerja.

2. Sikap dan penilaian pimpinan kepada responden atas penyimpangan anggaran

unit kerja yang telah dilakukan.

3. Penjelasan responden kepada pimpinan mengenai item-item yang menyebabkan

Skala pengukuran yang digunakan adalah Skala Interval dengan menggunakan

skala lima poin mulai : ”sangat tidak setuju”, ”tidak setuju”, ”netral”, ”setuju”, dan

”sangat setuju”.

Tingkat Kesulitan Anggaran

Tingkat kesulitan anggaran adalah tingkat kesulitan pencapaian anggaran yang

telah ditetapkan oleh aparat pemerintah. Indikator yang dipakai untuk mengukur

variabel ini terdiri dari 5 item pertanyaan yang berkaitan dengan:

1. Tingkat kesulitan dan usaha responden dalam pencapaian tujuan anggaran.

2. Tingkat keahlian dan pengetahuan yang dimiliki responden dalam pencapaian

anggaran.

3. Pendapat responden mengenai tujuan anggaran yang ingin dicapai pada unit

kerjanya.

Skala pengukuran yang digunakan adalah Skala Interval dengan menggunakan

skala lima poin mulai : ”sangat tidak setuju”, ”tidak setuju”, ”netral”, ”setuju”, dan

”sangat setuju”.

2. Variabel Kepuasan Kerja

Kepuasan kerja adalah sikap seseorang terhadap pekerjaannya. Variabel ini diukur

dengan menggunakan instrumen yang dikembangkan dari Minnesotta Satisfaction

Questionaire (MSQ), untuk mengukur kepuasan kerja berdasarkan berbagai

dimensi pekerjaan yang terdiri dari 20 item pertanyaan yang disederhanakan dari

100 pertanyaan. Indikator yang dipakai untuk mengukur variabel ini terdiri dari :

1. Tingkat kestabilan responden dan kesempatan mengerjakan tugas sendiri

2. Kesempatan responden untuk mengerjakan pekerjaannya dengan metodenya

3. Cara pimpinan responden menangani bawahannya dan dalam pengambilan

keputusan.

4. Penerapan kebijakan organisasi dalam praktek.

5. Kondisi pekerjaan serta umpan balik yang diterima dalam bentuk gaji,

penghargaan/pujian sesuai dengan yang diharapkan responden.

Setiap pertanyaan akan dijawab berdasarkan lima jawaban pilihan yang tersedia

yaitu ”sangat tidak setuju”, ”tidak setuju”, ”netral”, ”setuju”, dan ”sangat setuju”.

3. Variabel Prestasi Kerja

Prestasi kerja merupakan tingkat pelaksanaan tugas yang bisa dicapai oleh aparat

pemerintah pada setiap unit kerja dengan menggunakan kemampuan yang ada dan

batasan-batasan yang telah ditetapkan untuk mencapai tujuan organisasi. Variabel

ini diukur dengan menggunakan instrumen yang dikembangkan oleh Lindholm,

Niklas (2000) dimulai dari : ”sangat tidak setuju”, ”tidak setuju”, ”netral”, ”setuju”,

dan ”sangat setuju”. Indikator yang dipakai untuk mengukur variabel ini terdiri dari

5 item pertanyaan yang berkaitan dengan:

1. Pemahaman responden mengenai evaluasi prestasi kerja dalam pencapaian

tujuan anggaran.

2. Penilaian prestasi kerja responden yang dilakukan dengan adil.

3. Umpan balik yang diterima responden langsung dari pimpinan unit kerjanya.

Skala pengukuran yang digunakan adalah Skala Interval.

Tabel 4.2. Definisi Operasional Variabel

Variabel Definisi Variabel Indikator Skala

Pengukuran Independen : Karakteristik Tujuan Anggaran Partisipasi dalam Penyusunan Anggaran

Tingkat pengaruh dan keterlibatan aparat pemerintah dalam memahami dan menyusun anggaran pada pusat pertanggungjawabannya.

1. Pengaruh responden dalam penentuan dan perumusan tujuan anggaran.

2. Pengaruh responden dalam penetapan dan pengendalian tujuan anggaran.

Interval

Kejelasan Tujuan Anggaran

Luasnya sasaran anggaran yang dinyatakan secara jelas, spesifik, dan dipahami oleh aparat pemerintah terhadap pencapaian sasaran anggaran.

1. Pengetahuan responden mengenai tujuan anggaran pada unit kerjanya serta kejelasan dan perincian tujuan anggaran tersebut.

2. Pengetahuan responden mengenai tujuan prioritas anggaran yang ingin dicapai.

Interval

Umpan Balik Anggaran

Hasil yang diperoleh dari upaya aparat pemerintah untuk mencapai tujuan anggaran yang telah ditetapkan sebagai dasar untuk merasakan kesuksesan atau kegagalan.

1. Besarnya umpan balik yang diterima responden dalam pencapaian tujuan anggaran serta pengaruhnya terhadap kinerja responden.

2. Pedoman yang diterima responden mengenai penyimpangan anggarannya.

3. Pemberitahuan dari pimpinan mengenai seberapa baik responden bekerja untuk mencapai tujuan anggaran.

Interval

Evaluasi Anggaran Tindakan yang dilakukan oleh aparat pemerintah untuk menilai apakah tujuan anggaran yang telah dilaksanakan sesuai dengan yang telah ditetapkan sebelumnya.

1. Pencapaian efisiensi biaya yang dapat dilakukan responden sebagai pegawas anggaran unit kerja. 2. Sikap dan penilaian pimpinan kepada responden atas

penyimpangan anggaran unit kerja yang telah dilakukan. 3. Penjelasan responden kepada pimpinan mengenai

item-item yang menyebabkan penyimpangan anggaran unit kerja.

Interval

Tingkat Kesulitan Tujuan Anggaran

Tingkat kesulitan pencapaian anggaran yang telah ditetapkan oleh aparat pemerintah

1. Tingkat kesulitan dan usaha responden dalam pencapaian tujuan anggaran.

2. Tingkat keahlian dan pengetahuan yang dimiliki responden dalam pencapaian tujuan anggaran. 3. Pendapat responden mengenai tujuan anggaran yang

ingin dicapai pada unit kerjanya.

Interval

Prestasi Kerja

Intervening : tingkat pelaksanaan tugas yang bisa

dicapai oleh aparat pemerintah pada setiap unit kerja dengan menggunakan kemampuan yang ada dan batasan-batasan yang telah ditetapkan untuk mencapai tujuan organisasi.

1. Pemahaman responden mengenai evaluasi prestasi kerja dalam pencapaian tujuan anggaran.

2. Penilaian prestasi kerja responden yang dilakukan dengan adil.

3. Umpan balik yang diterima responden langsung dari pimpinan unit kerjanya.

Interval

Kepuasan Kerja

Dependen : Kepuasan kerja adalah sikap seseorang

terhadap pekerjaannya

1. Tingkat kestabilan responden dan kesempatan mengerjakan tugas sendiri

2. Kesempatan responden untuk mengerjakan pekerjaannya dengan metodenya sendiri dan dalam hal membantu rekan kerjanya.

3. Cara pimpinan responden menangani bawahannya dan dalam pengambilan keputusan.

4. Penerapan kebijakan organisasi dalam praktek.

5. Kondisi pekerjaan serta umpan balik yang diterima dalam bentuk gaji, penghargaan/pujian sesuai dengan yang diharapkan responden.

4.6. Metode Analisis Data

Dokumen terkait