Platform Deliberations
GURU PENDIDIKAN JASMANI SMPN SE KOTA CIMAHI
G. Definisi Operasional
Untuk tidak terjadi penafsiran yang keliru mengenai persoalan yang muncul dalam penelitian ini, penulis mencoba memaparkan secara lebih operasional yang menyangkut hal-hal penting yang tertuang dalam disertasi ini sebagai berikut:
1. Layanan supervisi adalah sebuah pembinaan yang dilakukan kepala sekolah terhadap guru yang sebenarnya lebih menekankan pada pertumbuhan professional dengan inti keahlian secara teknis serta dukungan kepribadian dan sikap professional. Pembinaan terhadap guru sangat penting terutama membekali mereka saat berada di lapangan. Fakry Gaffar (1987: 158-159) memaparkan, “Layanan supervisi merupakan suatu keharusan untuk mengatasi permasalahan tugas di lapangan.” Oleh karena itu, untuk memberdayakan guru secara optimal diperlukan layanan supervisi yang tepat dan baik dalam aspek karir, mental, maupun fisik. 2. Kepemimpinan kepala sekolah adalah sifat dan ciri tertentu yang dapat
menjamin keberhasilan pada setiap situasi. Dalam penelitian ini, penulis mengambil beberapa tipe kepemimpinan menurut Wahjosumidjo (1992:102), yaitu: direktif (pemimpin yang melakukan komunikasi satu arah), konsultatif (pemimpin yang mau mendengar perasaan bawahan), partisipatif (pemimpin dan bawahan sama-sama terlibat dalam kompetensi), dan delegatif (pemimpin mendiskusikan masalah yang dihadapi dengan bawahan). Jadi kepemimpinan kepala sekolah di SD sangat beragam terutama sebagai upaya melakukan perubahan diri guru dalam PBM pendidikan jasmani.
3. Fasilitas pembelajaran ialah segala sesuatu yang dapat mempermudah atau memperlancar tugas guru, dan memiliki sifat yang relatif permanen dan tidak permanen. Salah satu sifat yang relatif permanen artinya benda tersebut bersifat menetap dan susah untuk dipindah-pindahkan. Contohnya, lapangan bola, tempat senam (gymnasium), dsb. Sedangkan yang tidak permanen artinya benda tersebut bersifat tidak menetap dan dapat dipindah-pindah sesuai kebutuhan. Contohnya, raket, net, bola, dsb. 4. Kinerja adalah perbandingan terbaik antara hasil yang diperoleh dengan
jumlah sumber kerja yang dipergunakan. Sebaliknya kinerja dikatakan rendah, jika hasil yang diperoleh lebih kecil dari sumber kerja yang
dipergunakan. Dengan demikian kinerja dapat digambarkan melalui tingkat keberhasilan dalam mencapai tujuan. Sinungan (1997:1) menyatakan bahwa kinerja adalah mencakup sikap mental patriotic yang memandang hari depan secara optimis dengan kehidupan hari ini adalah lebih baik dari hari kemudian dan hari esok lebih baik dari hari ini. Selain itu, kinerja memiliki dimensi-dimensi yang tidak dapat dipisahkan satu sama lainnya. Sehingga dalam proses pengukuran kinerja sebaiknya semua dimensi yang ada itu diukur dan diperlakukan sama. Tentu saja dimensi kinerja kerja dari suatu pekerjaan akan berbeda dengan dimensi pekerjaan lainnya. Terry (1998:43) menyatakan bahwa kinerja memiliki 5 dimensi, yaitu: (1) kualitas kerja, (2) tepat waktu, (3) inisiatif, (4) kemampuan, dan (5) komunikasi.
5. Guru adalah sosok individu yang memiliki kemampuan dalam mentransfer ilmu pengetahuan, informasi, atau pengalaman kepada peserta didiknya. Guru juga individu yang melakukan pekerjaannya berdasarkan pada kemampuan dalam mengarahkan pengalaman belajar peserta didik dalam suatu institusi pendidikan. Menurut Oemar Hamalik (2002:8) guru adalah suatu jabatan profesional, yang memiliki peranan dan kompetensi profesional. UUSPN No. 2 Tahun 1989 Bab VII pasal 27 ayat 3 menjelaskan bahwa tenaga pengajar merupakan tenaga pendidik yang khusus diangkat dengan tugas utama mengajar, yang pada jenjang pendidikan dasar menengah disebut guru. Jadi guru pada esensinya adalah individu yang bertugas dan bertanggung jawab terhadap kegiatan mengajar, melatih, meneliti, mengembangkan, mengelola, dan memberikan pelayanan teknis dalam bidang pendidikan. Dalam penelitian ini yang dimaksud dengan guru adalah guru pendidikan jasmani pada tingkat SLTP yang berdomisili di wilayah Kota Cimahi yang terdiri dari guru laki-laki dan perempuan.
DAFTAR PUSTAKA
Abdul Kadir, Ateng, (1992). Azas-azas dan Landasan Pendidikan Jasmani. Jakarta : Depdikbud. Ditjen Ddikti. P2LPTK.
Abin Syamsudin M., (1996), Pengembangan Profesi dan Kinerja Tenaga Kependidikan: Pedoman dan Intisari Perkuliahan, Bandung: PPS-UPI Aip Syarifuddin, (1996), Belajar Aktif Pendidikan Jasmanidan Kesehatan untuk
Sekolah menengah kelas I sampai dengan VI, (Jakrta: Penerbit PT.Gramedia.
Asim, (2000), Kompetensi Guru Pendidikan Jasmani, Jurnal ISDEK Olahraga Volume 2 No. 2 Mei 2002, hal. 124-128.
Bondi Yosep dan Wiles John, (1988), Supervision: A Guide to Practice, Colombus: Charles E Merril Publishing, Co.
Corbin, et.al. (1979). Concepts in Physical Education: With Laboratories and Experiments. Edisi Ke-3.Iowa: Wm. C. Brown Company Publishers. Dedi Supriadi dan Fasli Jalal, (2001), Reformasi Pendidikan dalam Konteks
Otonomi Daerah, Kerjasama Depdiknas, Bapenas, dan Adicita Karya Nusa.
Djam’an Satori, 1997, Studi Evaluatif Efektivitas Pengelolaan Gugus SD, Laporan Penelitian, Bandung: FIP IKIP Bandung.
Engkoswara, (1987), Dasar-dasar Administrasi Pendidikan, Jakarta, Depdikbud, Ditjen Dikti, P2LPTK.
Fakry Gaffar, (1987), Perencanaan Pendidikan, Jakarta: Depdikbud.
Hamijaya, ES., dan Rusyan, (1992), Profesionalisme Tenaga Kependidikan, Jakarta: Nine Karya.
Husdarta, JS. (2005). Hubungan Kepemimpinan dan motivasi Kepala Sekolah dengan Kinerja Guru Penjas. Penelitian Dana Rutin UPI. Lemlit UPI. Bandung
Idochi, Anwar. (2004). Administrasi Pendidikan dan Manajemen Biaya Pendidikan: Teori, Konsep dan Isu. Bandung: Penerbit Alfabeta.
Jarvis Peter, (1983), Profesional Education, Croon Helm, Londen Camberra. Lavay W.B., French R., dan Henderson L.H., (1997). Positive Behavior
Management Strategies for Physical Educators, Human Kinetics.
Leedy, D.P. (1985). Practical Research: Planning and Design. Edisi ke-3. New York: McMillan Publishing Company.
Mosston, M., & Ashworth, S. (1994). Teaching Physical Education, Edisi ke-4. USA: Macmillan College Publishing Company, Inc.
Ngasmain dan Soepartono, (1997). Modifikasi Olahraga dan Model Pembelajarannya sebagai Strategi Pembinaan Olahraga Usia Dini Bernuansa Pendidikan. Makalah disajikan pada Konferensi Nasional Pendidikan Jasmani dan Olahraga. Bandung 22-23 September
Oemar Hamalik, (2002), Pendidikan Guru: Berdasarkan Pendekatan Kompetensi, Jakarta: SD. Bumi Aksara
Pangrazi, P.R., & Dauer, P.V. (1992). Dynamic Physical Education for Elementary School Children. Edisi ke-7, New York: Allyn dan Bacon.
Rusli Lutan, & Cholik, T. (1997). Strategi Pembelajaran Pendidikan Jasmani dan Kesehatan. Buku Materi Pokok, Depdikbud-Dikdasmen, BP2MG Penjaskes Setara D-II, Universitas Terbuka, Jakarta.
Satori, Djam’an. (1999). Pengawas Sekolah dan Pengelolaan Sekolah. Makalah. Bandung: dalam acara Diklat Calon Pengawas Sekolah.
Sergiovanni, T.J dan Starratt, R.J. (1993). Supervision: A Redefinition. New York: McGraw-Hill, Inc.
Siedentop, D. (1990). Introduction to Physical Education, Fitness, and Sport. California: Mayfield Publishing Company.
Soetjipto dan Kosasi Raflis. (1999). Profesi Keguruan. Jakarta:PT. Rineka Cipta Sudjana Nana dan Ibrahim. (1989). Penelitian dan Penilaian Pendidikan. Bandung:
Penerbit Sinar Baru.
Sudjana. (2000). Manajemen Program Pendidikan. Bandung: Falah Production. Sudjana. (1992). Metode Statistik. Edisi ke-5. Bandung: Tarsito.
Sugiyono. (1997). Statistik untuk Penelitian. Bandung: Penerbit, CV. Alfabeta. Supandi, K. (1990). Manajemen Pendidikan Jasmani dan Olahraga. Diktat.
Bandung: FPOK IKIP Bandung.
Sutisna Oteng. (1987). Pendidikan dan Pembangunan, Bandung: Ganaco.
Tamura K dan Amung M. (2003). A Way for a Change: To Realize Rich Physical Education in Indonesia. Paper. Yogyakarta: Ditjen Olahraga. Depdiknas, International Conference on Sport and Sustainable Development.
Terry George R. (1998). Azas-azas Manajemen. Bandung: Alumni
Thomas, R.J., & Nelson, K.J. (1985). Introduction to Research In Health, Physical Education, Recreation, and Dance. Champaign Illinois: Human Kinetics Publishers, Inc.
Tinning, R. (1987). Improving Teaching in Physical Education. Australia: Deakin University.
Tjutju. Yuniarsih. (1997). Kontribusi Kepemimpinan Kepala Sekolah terhadap Manajemen Mutu SD. Disertasi. PPS-UPI. Bandung
Winarno, (1997). Strategi Meningkatkan Efektifitas Pembelajaran Pendidikan Jasmani di Sekolah. Makalah disajikan pada Konferensi Nasional Konferensi Nasional Pendidikan Jasmani dan Olahraga. Bandung 22-23 September
KEBUTUHAN GURU SEKOLAH DASAR DI CIMAHI DAN KABUPATEN