• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB VII PENUTUP

7.2 Saran

1. Bagi Masyarakat Tani

a. Diharapkan mampu menerapkan informasi tentang nilai tambah terhadap keripik lobak

b. Diharapkan dapat memacu masyarakat tani untuk lebih berani dalam berinovasi dengan memanfaatkan limbah dan potensi pertanian yaitu lobak.

2. Bagi Mahasiswa

a. Diharapkan meningkatkan kemampuan dalam menganalisis lebih dari analisis nilai tambah dan menganalisis usahatani yang lainnya

b. Diharapkan mahasiswa dapat melakukan perhitungan setiap usahatani karena berpengaruh dalam pendapatan ekonomi kedepannya.

3. Bagi Institusi Politeknik Pembangunan Pertanian Malang

a. Diharapkan penelitian ini dapat bermanfaat dan dijadikan referensi pengembangan suatu karya ilmiah selanjutnya.

b. Diharapkan dapat bekerjasama dengan baik antar petani, penyuluh, dan institusi terhadap pengabdian kepada masyarakat melalui penelitian tugas akhir.

65

DAFTAR PUSTAKA

Amin, Muchamad Al, and Dwi Juniati. 2017. “Klasifikasi Kelompok Umur Manusia.”

MATHunesa 2(6): 34. https://media.neliti.com/media/publications/249455-none-23b6a822.pdf.

Andrika A, 2019. Respon Pertumbuhan Dan Produksi Tanaman Lobak Putih (Raphanus Sativus L.) Terhadap Pemberian Poc Limbah Kulit Nanas Dan Pupuk Urea. Fakultas Pertanian. Univeritas Muhammadiyah Sumatera Utara. Medan

Artika, I. B. E., I.A.K. Marini. 2016. Analisis nilai tambah (value added) buah pisang menjadi kripik pisang di kelurahan Babakan kota Mataram (studi kasus pada industri rumah tangga kripik pisang cakra). Gane C Swara.

10(1): 94-98.

Arikunto, S. 2013. Prosedur Penelitian Suatu Pendekatan Praktik. Jakarta : PT.

Rineka Cipta

Bayu. 2016. Faktor Tenaga Kerja Dan Contohnya. (Online).

http://dosenekonomi.com/ilmu-ekonomi/sdm/faktor-produksi-tenaga-kerja.

Badan Pusat Statistik. (2019). Tabel Dinamis Subjek Holtikultura Produksi Tanaman Sayuran Lobak 2014-2018.

Daddy Budiman, Rini Hakimi. 2004. Sistem Perencanaan Produksi dan Pengendalian Persediaan Bahan Baku pada perusahaan Susu Olahan.

Jurnal Teknik Mesin Vol. 1, No. 2,

Dennysal, Selena, and Sri Muljaningsih. 2015. “Analisis Usahatani Sayuran Organik Kota Batu (Studi Pada Kelompok Tani ‘Anjasmoro Organik’ Desa Sumberbrantas, Kecamatan Bumiaji Kota Batu).”

Diani, Faiqoh N. 2009. Analisis Nilai Tambah Agoindustri Kerupuk (Krecek) Rambak Di Desa Bangsal, Kecamatan Bangsal, Kabupaten Mojokerto.

Fakultas Pertanian. Universitas Brawijaya.

Gusti, Irganov Maghfiroh, Siwi Gayatri, and Agus Subhan Prasetyo. 2022. “The Affecting of Farmer Ages, Level of Education and Farm Experience of the Farming Knowledge about Kartu Tani Beneficial and Method of Use in Parakan Distric, Temanggung Regency.” Jurnal Litbang Provinsi Jawa Tengah 19(2): 209–21.

Geen, Lawrence. Health Education Planning A Diagnostic Approach. Baltimore.

The John Hopkins University, Mayfield Publishing Co, 1992

Hattori, 2015. Agoindustri. Makalah. http://bukudg.blogspot.co.id2015 05AGOINDUSTRI.html. (Diakses Tanggal 30 November 2015).

K., Endang Bekti, and Ika Fitriana. 2014. “SIFAT FISIK DAN KIMIA PADA KRUPUK LOBAK (Raphanus Sativus L) DENGAN BERBAGAI TEPUNG KOMPOSIT TERIGU DAN MOCAF.” Jurnal Teknologi Pangan dan Hasil

Pertanian 11(2): 1–5.

http://journals.usm.ac.id/index.php/jtphp/article/view/763.

66

Kementan. 2013. Peraturan Menteri Pertanian Nomor 91 Tahun 2013 tentang Evaluasi Kinerja Penyuluh Pertanian.

Makarawang, Vinny, Paulus A. Pangemanan, and Caroline B.D. Pakasi. 2017.

“ANALISIS NILAI TAMBAH BUAH PISANG MENJADI KERIPIK PISANG PADA INDUSTRI RUMAH TANGGA DI DESA DIMEMBE KECAMATAN DIMEMBE Vinny Makarawung The Purpose of This Study Is to Calculate the Profit and Added Value of the Business of Processing Bananas into Banana C.” Agi-SosioEkonomi Unsrat 13: 83–90.

Manullang, Santo Ronaldo. 2021. “Analisis Usaha Agoindustri Tahu ( Studi Kasus Agoindustri Tahu Pak Gutd Di Kecamatan Mandau , Kabupaten Bengkalis ).”

Jurnal Agoteknologi Agibisnis dan Akuakultur 1(1): 41–48.

Mardikanto, T. 2009. Sistem Penyuluhan Pertanian. Surakarta: UNS PRESS.

Miska, Moh. Ega Elman. 2013. “Pengaruh Pemberian Berbagai Jenis Dan Dosis Pupuk Evagow, Herbafarm, Bio Natura Terhadap Pertumbuhan Dan Hasil Tanaman Lobak.” Journal of Chemical Information and Modeling 53(9): 1689–

99.

Melly, S., Ernita, Y., Novita, Sri A., Zulnadi. 2020. Manajemen Mesin Pertanian 1 (Kajian Konsep Dasar Manajemen Mesin Pertanian). Sleman: The Journal Publishing.

Rahman, Syamsul. 2015. “Analisis Nilai Tambah Agoindustri Chips Jagung.”

Jurnal Aplikasi Teknologi Pangan 4(3): 108–11.

Rente, Arifin. 2016. “Pengantar Agoindustri.” CV. Mujahid Press (August): 1–110.

http://library.um.ac.id/free-contents/printbook2.php/koleksi-digital-perpustakaan-24564.html.

Resseffendi. (2010). Metode Penelitian. NASPA Journal, 33, 26–36.

Rosmiati, Mia, Rijanti Rahaju Maulani, and Angga Dwiartama. 2018. “Efisiensi Usaha Dan Nilai Tambah Pengolahan Ubi Kayu Menjadi Modified Cassava Flour (Mocaf) Pada Kelompok Wanita Tani Medal Asri, Desa Sukawangi Kecamatan Pamulihan Kabupaten Sumedang.” Jurnal Sosioteknologi 17(1):

14–20.

Rukmana, Rahmat 2015. Wirausaha Ternak Kambing Secara Intensif. Lily Publisher : Yogyakarta Shinta, Agustina. 2011. Ilmu Usahatani. Universitas Brawijaya Press (UB Press). Malang

Saadudin, Didin, Yus Rusman, and Cecep Perdani. 2017. “ANALISIS BIAYA, PENDAPATAN DAN R/C USAHATANI JAHE ( Zingiber Officinale ).” Jurnal Ilmiah Mahasiswa Agoinfo Galuh 3(2): 85.

Soehyono, Fanky, Dini Rochdiani, and Muhamad Nurdin Yusuf. 2017. “Analisis Usaha Dan Nilai Tambah Agoindustri Tempe.” Jurnal Ilmiah Mahasiswa Agoinfo Galuh 1(1): 43.

Soekartawi. 2000. Pengantar Agoindustri. PT. RajaGafindo Persada. Jakarta. 151 hal. Soekartawi. 1991. Agibisnis. Teori dan Aplikasinya. PT. Raja

Sugiyono. 2015. Metode Penelitian Kuantitatif Kualitatif dan R&D. CV Alfabeta : Bandung

67

Suratiyah, K. 2006. Ilmu Usahatani. Penebar Swadaya. Jakarta

Undang-Undang Nomor 16 Tahun 2006. Sistem Penyuluhan Pertanian, Perikanan, dan Kehutanan

Usaha, Pada, Ternak Ayam, and Potong Ras. 2020. ANALISIS BREAK EVEN POINT DAN MARGIN OF SAFETY PADA USAHA TERNAK AYAM POTONG RAS PEDAGING (Broiler) DI KOTA TARAKAN (Studi Kasus Usaha Ternak Ayam Potong Pak Muji).

Waryat, Waryat, Diah Rina Kamardiani, and Lestari Rahayu. 2016. “Analisis Nilai Tambah Dan Usaha Pengolahan Tepung Sukun Sebagai Upaya Peningkatan Pendapatan Petani.” AGARIS: Journal of Agibusiness and Rural Development Research 2(2): 128–33.

68 LAMPIRAN

Lampiran 1. Penelitian Terdahulu

No. Peneliti Judul Metode Hasil Perbedaan

1 2 3 4 5 6

1. (Rahman 2015)

Analisis Nilai Tambah Agoindustri Chips Jagung

Analisis data yang digunakan dalam penelitian ini yaitu analisis nilai tambah menggunakan metode Langitan tahun 1994

Nilai tambah yang didapatkan dari agoindustri chips jagung adalah Rp 7.698 dengan rasio nilai tambah sebesar 22,6 persen. Rasio nilai tambah terhadap nilai produk sebesar 22,6 persen Sehingga prosentase keuntungan dari agoindustri chips jagung terhadap nilai produk sebesar 55,76 persen. Jika dilihat secara keseluruhan, distribusi nilai tambah terhadap tenaga kerja langsung adalah cukup besar.

Metode ini menggunakan analisis nilai tambah menurut Langitan yang dikemukakan pada tahun 1994.

2. (Makarawan g,

Pangemanan , and B.D.

Pakasi 2017)

Analisis Nilai Tambah Buah Pisang Menjadi Keripik Pisang Pada Industri Rumah Tangga Di Desa Dimembe Kecamatan Dimembe

a. Nilai Tambah Bruto NTb = Na – Ba = Na – (Bb + Bp) Keterangan : NTb = Nilai tambah bruto (Rp) Na = Nilai produk akhir keripik pisang (Rp) Ba = Biaya antara(Rp) Bb = Biaya bahan baku keripik pisang (Rp) Bp = Biaya bahan penolong (Rp) b. Nilai Tambah Netto (NTn) NTn = NTb– NP Nilai Awal NP = Umur Ekonomis

Nilai tambah bruto merupakan dasar dari perhitungan nilai tambah netto dan nilai tambah per bahan baku. Analisis nilai tambah pisang dengan produk akhir yang diterima oleh agoindustri keripik pisang adalah nilai yang diberikan atau dijual dari agoindustri kepada konsumen. Semakin besar nilai tambah maka semakin besar keuntungan yang diperoleh dan juga sebaliknya.

Perbedaan penelitian dengan penelitian yang akan saya ambil yakni adanya variabel seperti NTbb (Nilai Tambah per Bahan Baku).

69

1 2 3 4 5 6

3. (Waryat, Rina Kamardiani, and Rahayu 2016)

Analisis Nilai Tambah

dan Usaha

Pengolahan Tepung Sukun Sebagai Upaya Peningkatan

Pendapatan Petani

i) rasio nilai tambah rendah apabila memiliki persentase < 15%; ii) rasio nilai tambah sedang apabila memiliki persentase 15%– 40%; iii) rasio nilai tambah tinggi apabila memiliki persentase > 40%.

Nilai R/C rasio pada usaha pengolahan sukun menjadi tepung sukun adalah 1,57 berarti, setiap Rp100 biaya yang dikeluarkan dalam awal kegiatan usaha pengolahan sukun menjadi tepung sukun memberikan penerimaan sebesar 1,57 dari biaya yang telah dikeluarkan.

Penelitian ini menggunakan rasio nilai tambah dengan menghitung dari yang terendah yang mana terlalu detail dalam perhitungan rasionya.

4. (Dennysal and

Muljaningsih 2015)

Analisis Usahatani Sayuran Organik Kota Batu (Studi Pada Kelompok Tani

”Anjasmoro Organik”

Desa Sumberbrantas, Kecamatan Bumiaji Kota Batu)

R/C (Return Cost) Ratio R/C Ratio

= Penerimaan/ Biaya

Untuk jenis sayuran yang memiliki R/C ratio yang paling tinggi dalam setahun adalah brokoli, dengan R/C ratio sebesar 2.4, yang artinya setiap Rp 1 modal yang dikeluarkan akan menghasilkan pengembalian

Perbedaan adalah menggunakan sampel hanya per 1 kg dalam perhitungan satu kali produksinya, yang akan saya ambil yakni apabila dalam satu kali produksi sebanyak 25kg.

5. (Rosmiati, Maulani, and Dwiartama 2018)

Efisiensi Usaha Dan

Nilai Tambah

Pengolahan Ubi Kayu Menjadi Modified Cassava Flour

(Mocaf) Pada

Kelompok Wanita Tani Medal Asri, Desa Sukawangi

Kecamatan

Pamulihan Kabupaten Sumedang

Pada proses pengolahan singkong menjadi mocaf dihitung nilai tambahnya dengan menggunakan metode Hayami. Nilai tambah merupakan nilai produk akhir dikurangi biaya bahan baku dan biaya input lainnya yang digunakan dalam proses pengolahan suatu produk (Hayami, et al 1987)

Dalam satu kali proses produksi, KWT Medal Asri menghasilkan 68 kg mocaf dari 200 kg singkong. Harga jual mocaf Rp7.500/kg sehingga penerimaan yang diperoleh sebesar Rp510.000.

Biaya produksi yang dikeluarkan sebesar Rp282.500 yang terdiri atas biaya variabel sebesar Rp222.500,00 (pembelian ubi kayu, ragi, plastik kemasan, dan biaya tenaga kerja) dan biaya tetap sebesar Rp60.000,00.

Selisih antara penerimaan dan biaya sebesar Rp227.500 merupakan keuntungan usaha.

Perbedaan dalam penelitian ini sama dengan sebelumnya akan tetapi ini terlalu banyak yakni sabnyak 200kg, dan memiliki eprsamaan yakni

sama sama

menggunakan metode hayami yang akan digunakan dalam penelitian ini.

70 Lampiran 2. Usahatani Lobak

Status Luas lahan (m2) Biaya sewa jarak tanam (cm)Cara memperoleh Jumlah Harga (Rp/Kaleng) Jenis Jumlah (Kg)Harga (Rp/kg)Jumlah (Rp/Kg)Jeniskebutuhan (ml)Harga Jumlah(Rp)Pengolahan tanahPenanaman Perawatan Panen

1. Suwana 63 Dsn. TegalsariSD Tidak ikut Perhutani 1000 360.000 20x20 membeli 5 90.000 Pupuk Kandang 400 500 200.000 210000 210000 140000 140000 10 700000 1.350.000 3000 3000000 1.650.000 1,222222 2,222222 450 1350

2. Cahyo 45 Dsn. TegalsariSD Tidak ikut Perhutani 2500 900.000 25x25 membeli 8 144000 Pupuk Kandang 850 680 578000 70000 70000 70000 70000 4 280000 1902000 6000 6000000 4.098.000 2,154574 3,154574 317 1902

3. Eni 48 Dsn. TegalsariSD Tidak ikut milik sendiri 2500 0 10x10 membeli 12 216000 Pupuk Kandang 0 0 0 140000 70000 70000 140000 6 420000 636000 12000 9600000 8.964.000 14,09434 15,09434 53 636

4. Rudi Siswanto 50 Dsn. TegalsariSMP Tidak ikut Perhutani 2500 900000 20x20 membeli 8 144000 Pupuk Kandang 850 720 612000 prefaton 250 163 40750 120000 120000 60000 60000 6 360000 2056750 6500 6500000 4.443.250 2,160326 3,160326 316 2057

5. Suyitno 48 Dsn. TegalsariSD Tidak ikut milik sendiri 3000 1080000 20x20 membeli 12 216000 Pupuk Kandang 1200 500 600000 prefaton 500 163 81500 210000 280000 140000 210000 12 840000 2817500 11000 11000000 8.182.500 2,90417 3,90417 256 2818

6. Mi'anah 52 Dsn. TegalsariSD Tidak ikut Perhutani 2500 900000 20x20 membeli 8 144000 Pupuk Kandang 850 500 425000 210000 210000 140000 140000 10 700000 2169000 15500 15500000 13.331.000 6,14615 7,14615 140 2169

7. Toni 32 Dsn. TegalsariSMA anggota milik sendiri 2500 900000 20x20 membeli 8 144000 Pupuk Kandang 800 500 400000 210000 210000 140000 140000 10 700000 2144000 20000 20000000 17.856.000 8,328358 9,328358 107 2144

8. Munandar 44 Dsn. TegalsariSMP Tidak ikut milik sendiri 4000 1440000 25x25 membeli 15 270000 Pupuk Kandang 2000 500 1000000 350000 280000 140000 280000 15 1050000 3760000 24500 24500000 20.740.000 5,515957 6,515957 153 3760

9. Fatima 50 Dsn. TegalsariSMP Tidak ikut Perhutani 2500 900000 25x25 membeli 8 144000 Pupuk Kandang 850 500 425000 210000 210000 140000 140000 10 700000 2169000 25000 25000000 22.831.000 10,52605 11,52605 87 2169

10. Darmali 38 Dsn. TegalsariSMA Tidak ikut Perhutani 1000 360000 25x25 membeli 5 90000 Pupuk Kandang 500 500 250000 140000 210000 140000 140000 9 630000 1330000 33500 33500000 32.170.000 24,18797 25,18797 40 1330

11. Rodhi 56 Dsn. TegalsariSMP anggota perhutani 3000 1080000 20x20 membeli 10 180000 Pupuk Kandang 1000 450 450000 70000 70000 70000 70000 4 280000 1990000 6500 6500000 4.510.000 2,266332 3,266332 306 1990

12. Idris 48 Dsn. TegalsariSMP Tidak ikut perhutani 2500 900000 10x10 membeli 14 252000 NPK mutiara 100 1200 120000 140000 70000 70000 70000 5 350000 1622000 8000 8000000 6.378.000 3,932182 4,932182 203 1622

13. Syafiq 45 Dsn. TegalsariSMA Tidak ikut milik sendiri 4000 1440000 25x25 membuat sendiri 15 270000 Pupuk Kandang 2500 600 1500000 prefaton 300 163 48900 140000 140000 140000 140000 8 560000 2318900 11500 11500000 9.181.100 3,959248 4,959248 202 2319

14. Daus 61 Dsn. TegalsariSD Tidak ikut perhutani 2500 900000 20x20 membeli 10 180000 Pupuk Kandang 450 450 202500 70000 70000 70000 70000 4 280000 1562500 4000 4000000 2.437.500 1,56 2,56 391 1563

15. Imam 34 Dsn. TegalsariSMA Tidak ikut milik sendiri 1000 360000 20x20 membeli 5 90000 Pupuk Kandang 300 650 195000 140000 70000 70000 70000 5 350000 905000 3500 3500000 2.595.000 2,867403 3,867403 259 905

16. Muh. Rizwan 32 Dsn. TegalsariSMA anggota Perhutani 2500 900000 25x25 membeli 10 180000 NPK mutiara 50 1500 75000 70000 70000 70000 70000 4 280000 1360000 2800 2800000 1.440.000 1,058824 2,058824 486 1360

17. Fatih 33 Dsn. TegalsariSMA anggota Perhutani 3000 1080000 20x20 membeli 10 180000 NPK mutiara 50 1500 75000 70000 70000 70000 70000 4 280000 1615000 3500 3500000 1.885.000 1,167183 2,167183 461 1615

18. Khamim 55 Dsn. TegalsariSMP anggota Perhutani 2500 900000 25x25 membeli 8 144000 Pupuk Kandang 500 450 225000 140000 70000 70000 70000 5 350000 1619000 4500 4500000 2.881.000 1,779494 2,779494 360 1619

19. Wajib 49 Dsn. TegalsariSMA Tidak ikut Perhutani 3500 1260000 20x20 membeli 12 216000 NPK mutiara 100 1200 120000 200 150 30000 70000 70000 140000 140000 6 420000 2046000 17000 17000000 14.954.000 7,308895 8,308895 120 2046

20. Nurhadi 54 Dsn. TegalsariSD anggota Perhutani 4000 1440000 25x25 membeli 14 252000 Pupuk Kandang 1200 500 600000 210000 210000 140000 140000 10 700000 2992000 15000 15000000 12.008.000 4,013369 5,013369 199 2992

21. Fahmi 39 Dsn. TegalsariSD anggota Perhutani 2500 900000 20x20 membeli 8 144000 Pupuk Kandang 850 500 425000 140000 70000 70000 70000 5 350000 1394000 7000 7000000 5.606.000 4,021521 5,021521 199 1394

22. Dayat 43 Dsn. TegalsariSMP anggota milik sendiri 1000 360000 10x10 membeli 7 126000 Pupuk Kandang 250 500 125000 70000 70000 70000 70000 4 280000 891000 1800 1800000 909.000 1,020202 2,020202 495 891

23. Rizki 31 Dsn. TegalsariSMA anggota perhutani 3000 1080000 25x25 membeli 10 180000 NPK mutiara 50 1200 60000 70000 70000 70000 70000 5 280000 1600000 3500 3500000 1.900.000 1,1875 2,1875 457 1600

24. Halimah 56 Dsn. TegalsariSD anggota perhutani 2000 720000 20x20 membeli 7 126000 Pupuk Kandang 100 500 50000 140000 70000 70000 70000 5 350000 1246000 2500 2500000 1.254.000 1,006421 2,006421 498 1246

25. Siti Asrikah 60 Dsn. TegalsariSD anggota Perhutani 2500 900000 20x20 membeli 20 360000 pupuk kandang 200 500 100000 140000 70000 70000 70000 5 350000 1710000 4000 4000000 2.290.000 1,339181 2,339181 428 1710

26. Malik 36 Dsn. TegalsariSMA anggota perhutani 4000 1440000 25x25 membeli 12 216000 pupuk kandang 2200 450 990000 210000 210000 140000 140000 10 700000 3346000 25000 25000000 21.654.000 6,471608 7,471608 134 3346

27. Tholib 63 Dsn. TegalsariSD anggota Perhutani 2500 900000 20x20 membeli 10 180000 Pupuk Kandang 450 450 202500 70000 70000 70000 70000 4 280000 1562500 4000 4000000 2.437.500 1,56 2,56 391 1563

28. Masrur 44 Dsn. TegalsariSMP anggota milik sendiri 3000 1080000 25x25 membeli 8 144000 Pupuk Kandang 250 500 125000 140000 70000 70000 70000 5 350000 1699000 4000 4000000 2.301.000 1,354326 2,354326 425 1699

29. Romli 33 Dsn. TegalsariSMA anggota perhutani 2000 720000 20x20 membeli 7 126000 pupuk kandang 200 450 90000 70000 70000 70000 70000 4 280000 1216000 4001 4001000 2.785.000 2,290296 3,290296 304 1216

30. Gustomi 38 Dsn. TegalsariSMA anggota milik sendiri 3000 1080000 25x25 membeli 5 90000 NPK mutiara 50 1200 60000 70000 70000 70000 70000 4 280000 1510000 4002 4002000 2.492.000 1,650331 2,650331 377 1510

No. Lahan

Di poktan Pendidikan Umur

total biaya produksi Jumlah Tenaga KerjaBiaya Upah Tenaga Kerja Alamat

Nama bibit Pupuk

Jenis Kegiatan

Pestisida Tenaga kerja Output BEP

B/C R/C

panen(kg)PenerimaanPendapatan harga produksi

71

Lampiran 3. Analisa Usahatani Lobak Segar Dan Keripik Lobak ANALISIS USAHATANI LOBAK SEGAR

1. TC (Total Cost)

TC = FC + VC

= Rp. 4.680.000 + Rp. 981.638

= Rp. 5.661.638 2. TR (Total Revenue)

TR = Q X P

= 9.770,1 Kg X Rp. 1.000

= Rp. 9.770.100 3. Pendapatan

π = TR - TC

= Rp. 9.770.100 - Rp. 5.661.638

= Rp. 4,108,462 4. BEP (Break Event Point)

AVC (Average Variable cost)

AVC = VC / Q

= Rp. 981.638 / 9770.1 Kg

= 100.47372 AVC/P

AVC/P = AVC / P

= 100.47372 / Rp. 1.000

= 0.100473724

1-(AVC/P)

1-(AVC/P) = 1 - (AVC/P)

= 1 - 0.100473724

= 0.899526276 BEP Produksi

BEP Produksi = FC / (P - AVC)

= Rp. 4.680.000 / (Rp. 1.000 - 100.47372)

= 5202.7 Kg

BEP Harga

BEP Harga = FC / 1-(AVC/P)

= Rp. 4.680.000 / 0.899526276

= Rp. 5.202.738,51

72 5. B/C Ratio

B/C Ratio = π / TC

= Rp. 4,108,462 / Rp. 5.661.638

= 0.73 6. R/C Ratio

R/C Ratio = TR / TC

= Rp. 9.770.100 / Rp. 5.661.638

= 1.726

ANALISIS USAHATANI KERIPIK LOBAK 1. TC (Total Cost)

TC = FC + VC

= Rp. 315.000 + Rp. 1.307.500

= Rp. 1.622.500 2. TR (Total Revenue)

TR = Q X P

= 250 Pcs X Rp. 12.000

= Rp. 3.000.000 3. Pendapatan

π = TR - TC

= Rp. 3.000.000 - Rp. 1.622.500

= Rp. 1.377.501 4. BEP (Break Event Point)

AVC (Average Variable cost)

AVC = VC / P

= Rp. 1.307.500 / Rp. 12.000

= 108.958 AVC/P

AVC/P = AVC / Q

= 108.958 / 250 Pcs

= 0.44

1-(AVC/P)

1-(AVC/P) = 1 - (AVC/P)

= 1 - 0.43

= 0.56

P-AVC

P-AVC = P - AVC

= Rp. 12.000 - 108.958

73

= Rp. 11.891,0

BEP Harga

BEP Harga = TC / AVC

= Rp. 1.622.500 / 108.958

= Rp. 6.490

BEP Produksi

BEP Produksi = TC / (P-AVC)

= Rp. 1.622.500 / Rp. 11.891,0

= 136

5. R/C Ratio

R/C = TR / TC

= Rp. 3.000.000 / Rp. 1.622.500

= 1.85

74 Lampiran 4. Kuisioner Usahatani Lobak

KUISIONER USAHATANI PETANI LOBAK

DESA SUMBERGONDO KECAMATAN BUMIAJI KOTA BATU

A. Biodata

1. Nama Responden : ... , ( L / P )* , Usia : ... Tahun a. Alamat : Jl./Dsn... Desa...

Kec... Kota ...

b. No. Handphone : ...

c. Pendidikan Terakhir :(Tidak sekolah / SD / SMP / SMA / Perguuan Tinggi)*

d. Keaktifan di Kelompok tani sebagai : (Pengurus/Anggota/Tidak mengikuti)*

B. Sarana dan Prasarana Produksi Usahatani 1. Lahan

a. Status Kepemilikan Lahan : ( Milik Sendiri / Sewa / Bagi Hasil / Pemerintah )*

b. Luas Lahan : ... m2

c. Biaya sewa lahan (Apabila menyewa lahan) : Rp. ... / Tahun d. Jarak Tanam : ... X ... cm

2. Bibit

a. Cara memperoleh bibit ( menyemai sendiri / membeli / lainnya ...)*

b. Harga bibit/benih lobak : Rp.../kaleng

c. Jumlah yang diperlukan setiap menanam : ... kaleng 3. Pupuk

No. Jenis Pupuk

Cara memperoleh pupuk (  ) Jumlah (Kg/m2)

Harga (Rp/Kg) Membeli Dapat

Bantuan

Membuat sendiri

75 4. Pestisida

No. Jenis Pestisida

Cara memperoleh Pestisida

(  ) Jumlah

(Liter/m2)

Harga (Rp/Liter) Membeli Dapat

Bantuan

Membuat sendiri

a. Pengendalian Hama dan Penyakit

1. Frekuensi melaksanakan pengendalian hama dan penyakit ...

2. Hama dan penyakit apa yang menyerang tanaman lobak Hama : ...

Penyakit : ...

3. Cara pengendalian hama dan penyakit :

...

...

b. Pasca Panen

1. Penanganan pasca panen yang dilaksanakan meliputi

...

2. Hasil panen lobak dijual dalam bentuk segar (Kg)

...

3. Hasil panen rata-rata dalam satu kali musim tanam : Rp. ...

7. Tenaga Kerja

a. Tenaga Kerja ( Menggunakan bantuan tenaga kerja / digarap sendiri )*

b. Apabila menggunakan tenaga keja cara pemberian upah (harian/borongan)*

Berikut tabel dibawah apabila menggunakan tenaga kerja c. Biaya tenaga kerja yang dikeluarkan

76 No. Jenis

Kegiatan

Jumlah Tenaga Kerja

Biaya Upah Tenaga Kerja

(Rp)

Jumlah Keseluruhan

(Rp)**

1.

2.

3.

)* = Coret yang tidak perlu

)** = Bisa dibantu diisi oleh mahasiswa

77 Lampiran 5. Kuisioner Analisis Nilai Tambah

KUISIONER ANALISIS NILAI TAMBAH PRODUK KERIPIK LOBAK

KELOMPOK WANITA TANI SEKAR SARI

A. Biodata

Nama : ...

Umur : ...

Pendidikan Terakhir : ...

Jenis Kelamin : ...

B. Produksi Pengolahan Keripik Lobak

1. Kriteria lobak yang digunakan dalam pembuatan keripik :

...

2. Satu kali produksi keripik lobak dari bahan lobak segar sebanyak ... Kg , menjadi berapa ... Kg keripik lobak 3. Bahan-bahan yang digunakan dalam proses produksi

No. Jenis Bahan Satuan Jumlah yang

digunakan

Jumlah Harga (Rp)

78

4. Alat atau mesin yang digunakan dalam proses produksi

No. Jenis Alat / Mesin Umur Alat Harga per Unit Jumlah Harga (Rp)

5. Tenaga Kerja yang diperlukan dalam pembuatan produksi keripik lobak satu kali produksi

No. Jenis Kegiatan Jumlah Tenaga Kerja

Upah Tenaga Kerja per Orang

(Rp)

Jumlah (Rp) 1. Persiapan bahan

baku 2. Pengolahan

3. Pengemasan / Packaging

6. Berapa pcs keripik lobak yang dihasilkan dalam satu kali produksi : ...

7. Berapa harga jual keripik lobak yang telah dihasilkan : Rp. ...

8. Varian rasa keripik lobak yang paling disukai ...

9. Berapa kg keripik lobak yang dihasilkan dalam 1 kali produksi ...

79

MATRIK ANALISA PENETAPAN METODE PENYULUHAN PERTANIAN

Kegiatan Penyuluhan : Melaksanakan Penyuluhan Pertanian Tujuan Penyuluhan : Mengukur peningkatan pengetahuan petani Materi Penyuluhan : Nilai Tambah Lobak Terhadap Keripik Lobak

No Metode dan Teknik Penyuluhan

Analisis Penetapan Metode Penyuluhan Prioritas Keputusan

Karakteri stik sasaran

Tujuan penyuluhan

(P/S)

Materi Media yang digunakan

Pendekatan Psiko-Sosial

Tingkat

adopsi Kondisi

1 Diskusi Kelompok v v v v v v v 7 (II) Metode yang

dipilih berdasarkan karakteristik dan kondisi lapangan yaitu metode ceramah dan diskusi kelompok,

2 Anjangsana v v v - v v - 4

3 Demonstrasi Cara - - v - - - - 1

4 Demonstrasi Hasil - v v - - - - 2

5 Demonstrasi Plot v - v - - - - 3

6 Demfarm - - v - - - - 1

7 Demontrasi Area - - v - - - - 1

8 Demonstrasi Unit - - v - - - - 1

9 Pameran - - v - - - - 1

10 Sekolah Lapang - v v - - v - 3

11 Temu Wicara v v v - v - - 4

12 Temu Lapangan v - v - v - - 3

15 Ceramah v v v v v v v 8 (I)

80

MATRIK ANALISA PENETAPAN METODE PENYULUHAN PERTANIAN Kegiatan penyuluhan : Penyuluhan tentang nilai tambah terhadap keripik lobak

Tujuan penyuluhan : Mengukur peningkatan pengetahuan petani Materi Penyuluhan : Nilai tambah terhadap keripik lobak

No.

Jenis Media

Penyulu-han

Analisa Penetapan Media Penyuluhan Pertanian

Prioritas Keputusan Penetapan

Media Karakteristik

Sasaran

Tujuan Penyuluhan

(P/K/S)

Materi Penyuluhan

Metode yang

Digunakan Jumlah Sasaran

Insfrastr-uktur

Sosial Budaya

Kelemba-gaan Petani Mengetahui

Pengetahuan Petani

Teknis, Rekomendasi,

Petunjuk dan Konsep

Ceramah dan diskusi

25 orang

Sarana dan Prasarana

1. Poster v v v - - V - v 5

Folder

2. Video v - v - v V - - 4

3. Booklet v v v v v - - v 6

4. Folder v v v v v V v v 8(I)

5. Brosur v - - v - - v v 3

6. Leaflet v v v v - - v v 6

7. Powerpoint v v v v v - - v 6

8. Foto v v v v v - - v 6

9. Papan Tulis v v - v v - v v 6

81 Lampiran 9. Uji Validitas dan Uji Reliabilitas

82

83

84 Lampiran 10. Berita Acara Penyuluhan

85

Lampiran 12. Daftar Hadir Kegiatan Penyuluhan

86

87 Lampiran 13. Instrumen Evaluasi Penyuluhan

KUESIONER

PENINGKATAN PENGETAHUAN KWT TERHADAP NILAI TAMBAH LOBAK I. Identitas Responden

1. Nama :

2. Umur :

3. Pendidikan :

4. Lama Usahatani :

5. Alamat

Daftar Pernyataan Pengetahuan

Petunjuk pengisian: Berilah tanda centang (x) pada salah satu kriteria sesuai pendapat saudara.

1). Manfaat tanaman lobak yang baik untuk tubuh a. Melancarkan sistem pencernaan

b. Mengontrol kadar gula darah

c. Menghambat pertumbuhan sel kanker d. Benar semua

2). Kriteria lobak yang bisa di manfaatkan untuk bahan pembuatan keripik lobak, kecuali

a. Lobak yang tidak sesuai gade permintaan b. Harga lobak sangat murah di pasar c. Panen lobak yang melimpah

d. Pada saat harga lobak naik

3). Untuk menghasilkan keripik lobak yang mempunyai cita rasa yang kuat, dalam pembuatannya dilakukan perendaman dengan

a. Air, garam, bawang putih bubuk dan penyedap rasa b. Air, merica dan garam

c. Air, bawang putih bubuk dan merica d. Air dan penyedap rasa saja

4). Lama perendaman irisan lobak untuk dijadikan keripik lobak yaitu a. 3 jam

b. 4 jam c. 5 jam d. 6 jam

88

5). Tahapan pengolahan lobak menjadi keripik lobak antara lain a. Pemotongan

b. Pengupasan c. Pencucian

d. Pengupasan, pencucian, pemotongan, perendaman 6). Tujuan perendaman lobak

a. Tidak mudah remuk b. Tekstur keripik kenyal

c. Menghilangkan rasa langu pada loba dan memberi cita rasa d. Mengecilkan ukuran

7). Alat untuk menipiskan atau memotong lobak a. Spatula

b. Ayakan c. Saringan d. Pasrah

8). Minyak goreng yang digunakan a. Sudah menghitam

b. Bekas gorengan bahan lain c. Bermutu

d. Minyak yang di hinggap serangga

9). Bahan yang sesuai untuk meniriskan minyak goreng setelah penggorengan keripik lobak

a. Tissu dapur b. Tissu wajah c. Koran bekas

d. Kertas yang terdapat coretannya

10). Pengemasan produk keripik lobak baiknya menggunakan a. Plastik dengan klip

b. Standing Pouch dengan Alat Sealer c. Kantong plastik/ kresek

d. Kertas

11). Nilai tambah adalah

a. Perbedaan antara biaya input untuk membuat menjadi suatu produk serta terdapat harga jualnya

89 b. Perbedaan biaya input dan output

c. Pemasukan bahan lain lain tanpa adanya biaya output

d. Pemasukan biaya output tanpa adanya menjadikan suatu produk 12). Yang termasuk biaya penyusutan barang

a. Bahan baku b. Alat

c. Mesin

d. Alat dan mesin

13). Sumbangan input lain adalah a. Biaya bahan baku

b. Bahan-bahan lain yang ikut dalam proses pertambahan nilai tersebut selain bahan baku dan tenaga kerja

c. Bahan baku dan tenaga kerja d. Biaya penyusutan mesin dan alat 14). Yang termasuk sumbangan input lain

a. Tenaga kerja b. Mesin dan alat c. Lobak

d. Kemasan, stiker, minyak goreng, bumbu tabur 15). Manfaat nilai tambah adalah

a. Menjadikan produk lebih bisa mendapatkan biaya menjadi lebih tinggi b. Menjadikan produk lebih tahan lama

c. Menjadikan lobak yang tidak sesuai gade diolah dengan baik d. Benar semua

16). Satuan dalam biaya tenaga kerja adalah a. Hari Orang Kerja (HOK)

b. Bulan Orang Kerja (BOK) c. Bagi hasil rata

d. Bayar didepan

17). Harga produk rata-rata dalam analisis nilai tambah disebut juga dengan a. Harga output

b. Harga input c. Biaya penyusutan d. Koefisien tenaga kerja

18). Yang terkait dalam perhitungan nilai tambah yaitu

90

a. Nilai output – nilai sumbangan input lain – harga bahan baku b. Nilai output – nilai sumbangan input lain

c. Nilai sumbangan input lain – harga bahan baku d. Nilai output - harga bahan baku

19). Imbalan tenaga kerja dipengaruhi oleh a. koefisien input dan output

b. Koefisien tenaga kerja dan upah tenaga kerja c. Koefisien produk dan bahan baku

d. Koefisien sumbangan input lain 20). Nilai Tambah dipengaruhi oleh nilai

a. Harga produk b. Biaya penyusutan

c. Sumbangan Input lain dan bahan baku d. Imbalan tenaga kerja

Jawaban Benar

1. D 11. B

2. D 12. D

3. A 13. B

4. A 14. B

5. D 15. D

6. C 16. A

7. D 17. A

8. C 18. A

9. A 19. B

10. B 20. C

91 Lampiran 14. LPM dan Sinopsis

92

93 Sinopsis

94

95 Lampiran 15. Hasil Pretest dan Posttest

Pretest

no. nama Kuisioner

X1 X2 X3 X4 X5 X6 X7 X8 X9 X10 X11 X12 X13 X14 X15 X16 X17 X18 X19 X20 Jumlah

1. Indayani 0 0 0 1 1 1 0 1 0 1 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 5

2. Sumartini 0 0 0 1 1 1 1 1 1 1 1 0 0 0 0 0 0 0 0 0 8

3. Yasri 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 0 1 1 1 0 1 18

4. Sugiarti 0 1 0 1 1 1 0 1 0 1 0 1 0 1 0 0 0 0 0 0 8

5. Kastiyar 0 0 0 0 0 1 1 0 0 1 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 3

6. Kasiati 0 0 0 1 0 1 1 1 0 1 1 0 0 0 0 0 0 0 0 0 6

7. Kurnia 1 1 0 1 0 0 0 1 1 1 1 0 0 0 1 0 0 0 0 0 8

8. Danik 0 0 0 0 1 1 1 1 0 1 1 0 0 0 0 0 0 0 0 0 6

9. Yayuk 0 0 0 1 1 1 1 0 0 1 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 5

10. Yasri 0 0 0 1 1 0 1 1 1 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 5

11. Umbarsari 0 0 0 1 1 1 1 1 1 1 1 0 0 1 1 0 0 1 0 0 11

12. Rubik 0 0 0 0 1 1 1 1 0 1 1 0 0 0 0 0 0 0 0 0 6

13. Yuliani 0 0 0 0 1 1 1 0 1 1 1 0 1 0 0 1 0 0 0 0 8

14. Esa 0 0 0 0 0 1 1 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 2

15. Darminten 0 0 0 1 1 1 1 1 0 1 1 0 0 0 0 0 0 0 0 0 7

16. Rinda 0 0 0 1 1 1 1 1 1 1 1 0 0 0 0 0 0 0 0 0 8

17. Arbaiyah 0 0 0 1 1 1 1 1 1 1 1 0 0 0 0 0 0 0 1 0 9

18. Ningsih 0 0 0 1 1 0 1 1 1 0 1 0 0 1 0 0 0 0 1 0 8

19. Anis 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 0 0 0 0 0 1 0 1 1 14

20. Irul 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 0 0 1 0 1 1 1 0 0 15

21 Sulianah 0 0 0 1 1 1 1 1 1 1 1 0 0 0 0 0 0 0 1 0 9

22 Naroh 0 0 0 1 1 1 1 1 1 1 1 0 0 0 0 0 0 0 0 0 8

23 Tatik 0 0 0 1 0 1 1 1 0 1 1 0 0 0 0 0 0 0 0 0 6

24 Romlah 0 0 0 1 1 0 1 1 1 0 1 0 0 1 0 0 0 0 1 0 8

25 Zulaika 0 0 0 1 1 1 1 1 0 1 1 0 0 0 0 0 0 0 0 0 7

Skor 198

96 Posttest

no. Nama Kuisioner

X1 X2 X3 X4 X5 X6 X7 X8 X9 X10 X11 X12 X13 X14 X15 X16 X17 X18 X19 X20 Jumlah

1. Indayani 1 0 1 1 1 1 1 1 0 1 0 0 1 1 0 1 1 1 1 1 15

2. Sumartini 0 0 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 0 1 1 1 1 1 17

3. Yasri 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 20

4. Sugiarti 0 1 0 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 0 1 1 1 1 1 17

5. Kastiyar 0 0 1 0 1 1 1 0 0 1 0 0 0 1 0 1 1 1 0 1 10

6. Kasiati 0 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 0 1 1 1 0 0 1 1 1 16

7. kurnia 1 1 1 1 0 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 0 1 1 1 1 18

8. Danik 0 0 1 0 1 1 1 1 0 1 1 1 1 0 0 1 1 1 1 1 14

9. Yayuk 1 1 1 1 1 1 1 0 0 1 0 1 1 1 1 0 1 1 1 1 16

10. Sumarliyah 0 1 1 1 1 1 1 1 1 1 0 0 0 0 1 1 1 0 1 1 14

11. Umbarsari 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 0 1 1 1 1 19

12. Rubik 0 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 0 0 1 1 0 1 1 1 1 16

13. Yuliani 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 0 1 1 1 1 1 19

14. Esa 0 0 1 1 0 1 1 0 1 0 0 0 0 0 0 1 1 1 1 1 10

15. Darminten 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 0 0 0 1 1 0 16

16. Rinda 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 0 0 0 0 1 0 1 1 0 14

17. Arbaiyah 0 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 0 1 1 1 18

18. Ningsih 0 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 0 1 1 0 0 1 1 1 16

19. Anis 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 0 1 1 1 1 1 19

20. Irul 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 20

21 Sulianah 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 0 0 0 0 1 0 1 1 0 14

22 Naroh 0 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 0 1 1 1 18

23 Tatik 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 0 1 1 1 1 1 19

24 Romlah 1 1 1 1 0 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 0 1 1 1 1 18

25 Zulaika 0 0 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 0 1 1 1 1 1 17

Skor 410

97 Lampiran 16. Dokumentasi

1. Survey Petani Lobak 2. Survey Petani Lobak (Sumber : Fitriana, 2022) (Sumber : Fitriana, 2022)

3. Survey Petani Lobak 3 (Sumber : Fitriana, 2022)

4 Wawancara Pemilik Home Industri Keripik Lobak (Sumber : Fitriana, 2022)

98

5. Kegiatan Penyuluhan 6. Kegiatan Penyuluhan

7. Kegiatan Penyuluhan (Sumber : Fitriana, 2022)

Dokumen terkait