• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB 3 METODOLOGI PENELITIAN

3.5 Definisi Operasional

1. Early Childhood Caries (ECC) adalah kerusakan yang terjadi pada satu gigi atau lebih pada anak di bawah usia 71 bulan; dapat berupa lesi kavitas atau non kavitas, gigi yang dicabut karena karies atau terdapatnya permukaan gigi desidui yang ditambal, sesuai dengan indeks kriteria Miller.

2. Usia anak 12 – 36 bulan adalah usia sesuai tanggal kelahiran anak sampai waktu dilakukan penelitian sekarang. Apabila sampel yang diperoleh dari penelitian terdahulu telah melewati usia 36 bulan sejak penelitian dilakukan maka sampel tidak dapat digunakan.

3. Perilaku diet anak adalah akumulasi dari empat jenis pola makan anak yang berbeda yang dikonsumsi dalam waktu 24 jam; dicatat selama 7 hari dalam lembar pencatatan perilaku diet oleh orang tua anak. Perilaku diet anak dikategorikan menjadi pola makan utama, pola makan selingan, pola minum minuman manis dan pola minum susu. Lembar pencatatan perilaku diet anak diperoleh dari peneliti; lembar tersebut berisi identitas anak, contoh pengisian lembar catatan diet dari peneliti dan lembar catatan diet anak sebanyak 10 lembar (jumlah lembar dilebihkan 3 untuk pencatatan diet yang panjang) untuk diisi oleh orang tua dengan catatan makanan dan minuman yang dikonsumsi anak selama 7 hari. (Tabel 4)

4. Pola makan utama adalah kebiasaan makan bagi anak pada waktu makan utama yaitu makan pagi, makan siang dan makan malam mencakup frekuensi dan durasi anak makan. (Tabel 5)

5. Pola makan selingan adalah kebiasaan anak makan selain dari waktu makan utama mencakup frekuensi, durasi dan jenis serta bentuk makanan yang dikonsumsi. (Tabel 6)

6. Pola minum minuman manis adalah kebiasaan anak minum minuman yang mengandung gula atau pemanis tambahan seperti jus buah dan lain-lain mencakup frekuensi, durasi serta minum dengan menggunakan botol pada malam hari sebelum dan sewaktu tidur. (Tabel 7)

7. Pola minum susu adalah kebiasaan anak mengonsumsi susu dengan atau tanpa pemanis mencakup frekuensi, durasi dan minum susu pada malam hari dengan menggunakan botol sebelum dan sewaktu tidur. (Tabel 8)

Tabel 4. Lembar catatan perilaku diet anak

Lembar catatan diet yang telah diisi oleh orang tua selama 7 hari, akan dikategorikan menjadi pola makan utama, pola makan selingan, pola minum minuman manis dan pola minum susu, kemudian akan dianalisis.

Tabel 5. Definisi operasional perilaku diet pola makan utama

Variabel Defenisi Operasional Hasil Ukur (Nilai Bobot) Skala Ukur Frekuensi Makan Utama (makan pagi, siang dan malam).

Rerata frekuensi makan utama perhari. Didapat dari jumlah keseluruhan frekuensi makan utama selama 7 hari kemudian dibagi 7. Makan utama dilihat dengan adanya pola makan yang sama pada jam tertentu selama ≥ 4 hari.

1-3kali/hari (3)

> 3 kali/ hari (1)

Ordinal

Durasi Makan Utama

Lamanya/ durasi anak menghabiskan makanan utama dalam sekali makan yang paling sering dilakukan. Diambil dari modus data keseluruhan. (Bila modus sama, diambil yang paling berisiko).

1 - 20 menit (3)

21 – 30 menit (2)

> 30 menit (1)

Ordinal

Jumlah 6

Kriteria perilaku diet pola makan utama: a. Baik : 5-6 (80%)

b. Sedang : 4 (61%-79%) c. Buruk : ≤ 3 (60%)

Tabel 6. Definisi operasional perilaku diet pola makan selingan

Variabel Defenisi Operasional Hasil Ukur (Nilai Bobot)

Skala Ukur

Frekuensi Makan Selingan

Rerata frekuensi makan selingan perhari. Didapat dari jumlah keseluruhan frekuensi makan selingan selama 7 hari kemudian dibagi 7. 0-1 kali/hari (3) 2-3 kali/hari (2) ≥ 4kali/hari (1) Ordinal Durasi Makan Selingan

Lamanya/ durasi anak menghabiskan makanan selingan dalam sekali makan yang paling sering dilakukan. Diambil dari modus data keseluruhan. 1 - 20 menit (3) 21 – 30 menit (2) > 30 menit (1) Ordinal Jenis Makanan Selingan

Keteraturan mengonsumsi makanan selingan yang berkariogenik tinggi (buah yang dikeringkan, permen, coklat, sereal, kue, biskuit, donat, cupcake, dan bahan pemanis tambahan) dalam hitungan hari selama 7 hari/seminggu. 0-1 hari /minggu (3) 2-3 hari /minggu (2) ≥4 hari /minggu (1) Ordinal Bentuk Makanan Selingan yang Dikonsumsi

Sifat fisik makanan yang sering dikonsumsi dalam 7 hari. Didapat dari modus data keseluruhan.

 Padat: Buah yang

dikeringkan

 Cair: Es krim

 Lengket: Sereal, roti, kue

Padat (3) Cair (2)

Lengket/sticky (1)

Ordinal

Jumlah 12

Kriteria perilaku diet pola makan selingan: a. Baik : 10-12 (80%)

b. Sedang : 8-9 (61%-79%) c. Buruk : ≤ 7 (60%)

Tabel 7. Definisi operasional perilaku diet pola minum minuman manis (selain susu)

Variabel Defenisi Operasional Hasil Ukur (Nilai Bobot) Skala Ukur Frekuensi Minum Minuman Manis (selain susu)

Rerata frekuensi minum minuman manis perhari. Didapat dari jumlah keseluruhan frekuensi minum minuman manis selama 7 hari kemudian dibagi 7. Minuman manis dapat berupa teh manis, minuman ringan dan jus buah.

0-1kali/hari (3) 2-3 kali/hari (2) ≥4 kali/ hari (1) Ordinal Durasi Minum Manis (selain susu)

Lamanya/ durasi anak menghabiskan minuman manis yang paling sering dilakukan. Diambil dari modus data keseluruhan. 1 - 20 menit (3) 21 – 30 menit (2) > 30 menit (1) Ordinal Minuman Manis dengan Botol Pada Malam Hari (sebelum dan sewaktu tidur)

Keteraturan anak mengonsumsi minuman manis dengan botol pada malam hari, terhitung setelah anak selesai makan utama dalam hitungan hari selama 7 hari/seminggu.

Tidak (3)

1-3 hari /minggu (2) 4-7 hari / minggu (1)

Ordinal

Jumlah 9

Kriteria perilaku diet pola minum minuman manis: a. Baik : 8-9 (80%)

b. Sedang : 6-7 (61%-79%) c. Buruk : ≤ 5 (60%)

Tabel 8. Definisi operasional perilaku diet pola minum susu

Variabel Defenisi Operasional Hasil Ukur (Nilai Bobot)

Skala Ukur

Frekuensi Minum Susu

Rerata frekuensi minum susu perhari. Didapat dari jumlah keseluruhan frekuensi minum susu selama 7 hari kemudian dibagi 7. 0-2 kali/hari (3) 3-4 kali/hari (2) ≥5 kali/ hari (1) Ordinal Durasi Minum Susu

Lamanya/ durasi anak menghabiskan susu yang paling sering dilakukan. Diambil dari modus data keseluruhan.

1 - 20 menit (3) 21 – 30 menit (2) > 30 menit (1)

Ordinal

Minum Susu dengan Botol Pada Malam Hari (sebelum dan sewaktu tidur)

Keteraturan anak mengonsumsi susu dengan botol pada malam hari, terhitung setelah anak selesai makan utama dalam hitungan hari selama 7 hari/seminggu. Tidak (3) 1-3 hari /minggu (2) ≥4 hari /minggu (1) Ordinal Jumlah 9

Kriteria perilaku diet pola minum susu: a. Baik : 8-9 (80%)

b. Sedang : 6-7 (61%-79%) c. Buruk : ≤ 5 (60%)

Tabel 9. Nilai pola diet anak

Perilaku Diet Persentase (%) Jumlah Nilai

Nilai maksimal pola makan utama 20 6 (4) = 24

Nilai maksimal pola makan selingan 30 12 (6) = 72

Nilai maksimal pola minum minuman manis 25 9 (5) = 45

Nilai maksimal pola minum susu 25 9 (5) = 45

Nilai keseluruhan (Total) 100 186

Kriteria penilaian pola diet anak: a. Baik : 149-186 (80%) b. Sedang : 112-148 (61%-79%) c. Buruk : ≤ 111 (60%)

Dokumen terkait