BAB III. METODOLOGI PENELITIAN
C. Definisi Operasional
Dalam penelitian ini akan dikemukakan definisi operasional sebagai batasan mengenai persepsi terhadap dukungan organisasi dan employee engagement. Berikut penjelasannya :
1. Persepsi terhadap Dukungan Organisasi
Persepsi terhadap dukungan organisasi adalah keyakinan karyawan mengenai penghargaan organisasi terhadap kontribusi karyawan dan kepedulian organisasi terhadap kesejahteraan karyawan.
Persepsi terhadap dukungan organisasi akan diukur menggunakan Skala Persepsi terhadap Dukungan Organisasi yang dibuat oleh peneliti.
Skala Persepsi terhadap Dukungan Organisasi disusun berdasarkan 2 aspek, yaitu penilaian karyawan mengenai penghargaan organisasi terhadap kontribusi karyawan dan penilaian karyawan mengenai kepedulian organisasi terhadap kesejahteraan karyawan. Semakin tinggi skor total pada Skala Persepsi terhadap Dukungan Organisasi menunjukkan persepsi karyawan yang semakin positif terhadap organisasi.
Sebaliknya, semakin rendah skor total pada Skala Persepsi terhadap Dukungan Organisasi menunjukkan persepsi karyawan yang semakin negatif terhadap organisasi.
2. Employee Engagement
Employee engagement adalah keterlibatan diri karyawan secara penuh dalam melaksanakan pekerjaannya yang dicirikan dengan adanya semangat, dedikasi dan absorpsi. Semangat meliputi energi yang besar selama bekerja, kemauan untuk menginvestasikan usaha pada pekerjaan dan teguh meskipun saat sedang menghadapi masa sukar. Dedikasi meliputi rasa bermakna, antusiasme, inspirasi, bangga dan merasa
tertantang. Sedangkan absorpsi meliputi konsentrasi penuh dan secara dalam mengerahkan perhatian pada pekerjaan, di mana waktu terasa berlalu dengan cepat dan sulit melepaskan diri dari pekerjaan.
Employee engagement akan diukur menggunakan Skala Employee Engagement yang dibuat oleh peneliti. Skala Employee Engagement disusun berdasarkan 3 aspek employee engagement, yaitu semangat, dedikasi dan absorpsi. Semakin tinggi skor total pada Skala Employee Engagement menunjukkankan bahwa responden semakin terlibat penuh dalam pekerjaannya. Sebaliknya, semakin rendah skor total pada Skala Employee Engagement menunjukkankan bahwa responden semakin tidak terlibat dalam pekerjaannya.
D. Subjek Penelitian
Subjek dari penelitian ini adalah karyawan dari beberapa toko peralatan jahit di Yogyakarta. Subjek penelitian ini adalah karyawan di beberapa toko yang mempunyai kriteria sebagai karyawan tetap dengan lama kerja minimal 1 tahun. Persepsi terhadap dukungan organisasi dapat muncul pada karyawan tetap yang telah cukup lama bekerja karena memiliki waktu yang relatif lama untuk mengenal organisasi dan memiliki ikatan yang kuat dengan organisasi (Novliadi, 2007). Dalam penelitian ini, peneliti menggunakan teknik convenience sampling, yaitu dengan menghubungi secara langsung unit-unit penarikan sampel yang mudah dijumpai (Hermawan, 2005).
E. Metode dan Teknik Pengumpulan Data
Metode pengumpulan data pada penelitian ini adalah dengan menggunakan kuesioner yang terdiri dari Skala Persepsi terhadap Dukungan Organisasi dan Skala Employee Engagement. Skala Persepsi terhadap Dukungan Organisasi disusun untuk mengukur persepsi karyawan terhadap dukungan organisasi berdasarkan 2 aspek, yaitu penilaian karyawan mengenai penghargaan organisasi terhadap kontribusi karyawan dan penilaian karyawan mengenai kepedulian organisasi terhadap kesejahteraan karyawan. Sedangkan Skala Employee Engagement disusun untuk mengukur employee engagement berdasarkan 3 aspek, yaitu semangat, dedikasi dan absorpsi.
Aitem pada kedua skala ditulis dalam bentuk item favorable dan unfavorable. Aitem favorable merupakan pernyataan-pernyataan yang bila disetujui menunjukkan sikap positif atau menyukai objek yang menjadi sasaran perhatian (Anderson dalam Supratiknya, 2014). Aitem unfavorable merupakan pernyataan-pernyataan yang bila disetujui menunjukkan sikap negatif atau tidak menyukai objek yang menjadi sasaran perhatian (Anderson dalam Supratiknya, 2014).
Jenis skala yang digunakan pada pengukuran ini adalah Skala Likert, di mana subjek diminta menyatakan persetujuan-ketidaksetujuannya dalam sebuah kontinum yang terdiri atas empat respon, yaitu Sangat Setuju (SS), Setuju (S), Tidak Setuju (TS), dan Sangat Tidak Setuju (STS). Peneliti memilih 4 skala dengan tujuan untuk menghindari
central tendency effect pada subyek penelitian (Supratiknya, 2014).
Pemberian skor pada item favorabel dilakukan dengan cara memberi nilai 4 untuk “Sangat Setuju”, 3 untuk “Setuju”, 2 untuk “Tidak Setuju, dan 1 untuk “Sangat Tidak Setuju”. Pemberian skor pada item unfavorabel dilakukan dengan cara memberi nilai 1 untuk “Sangat Setuju”, 2 untuk
“Setuju”, 3 untuk “Tidak Setuju, dan 4 untuk “Sangat Tidak Setuju”. Skor total subjek adalah jumlah skor setiap pernyataan atau aitem (Bird dalam Supratiknya, 2014). Format item pada skala ini berupa pernyataan atau kalimat yang dilengkapi dengan skala penilaian (item with rating scales).
1. Skala Persepsi terhadap Dukungan Organisasi
Berikut tabel blue print Skala Persepsi terhadap Dukungan Organisasi :
Tabel 1
Blue Print Skala Persepsi terhadap Dukungan Organisasi
Aspek Favorable Unfavorable Total Penilaian karyawan mengenai
Berikut Tabel Penilaian Skala Persepsi terhadap Dukungan Organisasi :
Tabel 2
Penilaian Skala Persepsi terhadap Dukungan Organisasi
Respon Favorable Unfavorable
Sangat Tidak Setuju 1 4
Tidak Setuju 2 3
Setuju 3 2
Sangat Setuju 4 1
2. Skala Employee Engagement
Berikut Tabel Blue Print Skala Employee Engagement : Tabel 3
Blue Print Skala Employee Engagement
Aspek Favorable Unfavorable Total
Semangat 7 aitem (16.67%) 7 aitem (16.67%) 14 aitem (33.33%) Dedikasi 7 aitem (16.67%) 7 aitem (16.67%) 14 aitem (33.33%) Absorpsi 7 aitem (16.67%) 7 aitem (16.67%) 14 aitem (33.33%) Total 21 aitem (50%) 21 aitem (50%) 42 aitem (100%)
Berikut Tabel Peniliaian Skala Employee Engagement : Tabel 4
Penilaian Skala Employee Engagement
Respon Favorable Unfavorable
Sangat Tidak Setuju 1 4
Tidak Setuju 2 3
Setuju 3 2
Sangat Setuju 4 1
F. Validitas dan Reliabilitas Alat Ukur 1. Validitas
Validitas merupakan taraf sejauh mana penafsiran terhadap hasil suatu tes sebagaimana yang dimaksudkan oleh tes yang bersangkutan sungguh-sungguh dapat dipertanggungjawabkan (Supratiknya, 2014).
Validitas yang digunakan dalam penelitian ini adalah validitas isi, yaitu validitas yang diestimasi melalui pengujian terhadap isi tes dengan analisis rasional atau melalui profesional judgement (Azwar, 2012). Pakar yang meneliti isi tes ini adalah dosen pembimbing skripsi peneliti.
2. Uji / Seleksi Aitem
Seleksi aitem dilakukan untuk memilih aitem-tem yang akan membentuk sebuah skala yang homogen dan berdaya diskriminasi tinggi (Azwar, 2012). Artinya, skala tersebut mampu membedakan secara signifikan antara subyek yang memiliki atribut yang diukur dalam kadar rendah dan subyek yang memiliki atribut yang diukur dalam kadar tinggi (Azwar, 2012). Perhitungan daya diskriminasi aitem dilakukan dengan
cara mengkorelasikan skor aitem dengan skor aitem total sehingga didapatkan koefisien korelasi aitem total (rix). Aitem dipandang memiliki daya diskriminasi yang baik apabila aitem tersebut memiliki koefisien korelasi aitem total minimal 0,3 (Azwar, 2009).
Uji coba skala dilaksanakan pada 25-27 Maret 2015 di Toko J. Dari 35 kuesioner yang dibagikan, terdapat 32 kuesioner yang kembali dan dapat diolah datanya. Berikut uji seleksi aitem yang dilakukan pada kedua skala :
a. Skala Persepsi terhadap Dukungan Organisasi
Uji coba Skala Persepsi terhadap Dukungan Organisasi terdiri dari 24 aitem, yaitu 12 aitem untuk aspek penilaian karyawan mengenai penghargaan organisasi terhadap kontribusi karyawan dan 12 aitem untuk aspek penilaian karyawan mengenai kepedulian organisasi terhadap kesejahteraan karyawan.
Berikut Tabel Sebaran Aitem Skala Persepsi terhadap Dukungan Organisasi :
Tabel 5
Sebaran Aitem Skala Persepsi terhadap Dukungan Organisasi
Aspek hingga 0,778. Untuk mendapatkan aitem dengan daya diskriminasi yang baik maka dilakukan seleksi aitem dengan menggugurkan aitem yang memiliki korelasi aitem total (rix) di bawah 0,30. Hasilnya, terdapat 9 aitem yang gugur.
Dari 15 aitem Persepsi terhadap Dukungan Organisasi yang lolos uji seleksi, dilakukan penguguran manual aitem untuk menyeimbangkan jumlah aitem tiap aspek. Aitem yang digugurkan adalah aitem dengan nilai korelasi aitem total (rix) terendah pada
masing-masing aspek. Hasilnya, terdapat 3 aitem yang digugurkan pada aspek penilaian karyawan mengenai penghargaan organisasi terhadap kontribusi karyawan. Hasil akhir Skala Persepsi terhadap Dukungan Organisasi terdiri 12 aitem, yaitu 6 aitem untuk aspek penilaian karyawan mengenai pengahargaan organisasi terhadap kontribusi karyawan dan 6 aitem untuk aspek penilaian karyawan mengenai kepedulian organisasi terhadap kesejahteraan karyawan.
Berikut Tabel Skala Penelitian Persepsi terhadap Dukungan Organisasi :
Tabel 6
Skala Penelitian Persepsi terhadap Dukungan Organisasi
Aspek
b. Skala Employee Engagement
Uji coba Skala Employee Engagement terdiri dari 42 aitem, meliputi 14 aitem aspek semangat, 14 aitem aspek dedikasi dan 14 aitem aspek absorpsi.
Berikut Tabel Sebaran Aitem Skala Employee Engagement :
Tabel 7
Sebaran Aitem Skala Employee Engagement
Aspek hingga 0,708. Untuk mendapatkan aitem dengan daya diskriminasi yang baik maka dilakukan seleksi aitem dengan menggugurkan aitem yang memiliki korelasi aitem total (rix) di bawah 0,30. Hasilnya, terdapat 14 aitem yang gugur.
Dari 28 aitem Employee Engagement yang lolos uji seleksi, dilakukan penguguran manual aitem untuk menyeimbangkan jumlah aitem tiap aspek. Aitem yang digugurkan adalah aitem dengan nilai korelasi aitem total (rix) terendah. Hasilnya, terdapat 7 aitem yang digugurkan, masing-masing 3 aitem dedikasi dan 4 aitem pada aspek absorpsi. Hasil akhir Skala Employee Engagement terdiri dari 21 aitem, meliputi 7 aitem aspek semangat, 7 aitem aspek dedikasi dan 7 aitem aspek absorpsi.
Berikut Tabel Skala Penelitian Employee Engagement :
Reliabilitas adalah konsistensi atau keterpercayaan hasil ukur yang mengandung makna kecermatan pengukuran (Azwar, 2006). Estimasi reliabilitas pada penelitian ini dilakukan dengan menggunakan pendekatan konsistensi internal, yaitu dengan menggambarkan estimasi dari reliabilitas berdasarkan rata-rata korelasi antaraitem dalam sebuah pengujian (Latan, 2014). Koefisien reliabilitas konsistensi internal yang dipandang memuaskan adalah ≥0,70 (Kline dalam Azwar, 2012). Teknik perhitungan konsistensi internal pada penelitian ini dilakukan dengan menggunakan program komputer SPSS (Statistical Product & Service Solution) versi 18.0.
Hasil perhitungan reliabilitas Skala Persepsi terhadap Dukungan Organisasi sebelum dilakukan uji seleksi aitem adalah 0,873. Setelah dilakukan seleksi aitem, nilai koefisien reliabilitas meningkat menjadi
0,906. Setelah dilakukan penguguran manual, nilai koefisien reliabilitas hasil akhir skala menjadi 0,903.
Hasil perhitungan reliabilitas Skala Employee Engagement sebelum dilakukan uji seleksi aitem adalah 0,693. Setelah dilakukan seleksi aitem, nilai koefisien reliabilitas meningkat menjadi 0,916. Setelah dilakukan penguguran manual, nilai koefisien reliabilitas hasil akhir skala menjadi 0,912.
Berdasarkan hasil uji reliabilitas, dapat disimpulkan bahwa reliabilitas kedua skala pada penelitian ini terbilang memuaskan karena memiliki nilai koefisien konsistensi internal lebih dari 0,70. Sesuai dengan Kline (dalam Azwar, 2012), koefisien reliabilitas konsistensi internal yang dipandang memuaskan adalah ≥0,70.
G. Metode dan Teknik Analisis Data 1. Uji Asumsi
a. Uji Normalitas
Uji normalitas dilakukan untuk memeriksa apakah data penelitian berasal dari populasi yang sebarannya normal atau tidak (Noor, 2011).
Uji normalitas data akan dilakukan dengan menggunakan teknik One Sample Kolmogorov-Smirnov Z Test pada program SPSS (Statistical Product & Service Solution) versi 18.0. Distribusi data dinyatakan normal apabila memiliki nilai signifikansi lebih dari 0,05 (p > 0,05) (Nisfiannoor, 2009).
b. Uji Linearitas
Uji linearitas dilakukan untuk mengetahui apakah hubungan antara variabel independen dengan variabel dependen bersifat linier garis lurus (Nisfiannoor, 2009). Teknik yang digunakan untuk menguji linearitas adalah Test for Linearity pada prgoram SPSS (Statistical Product & Service Solution) veri 18.0. Hubungan dapat dikatakan linear apabila nilai signifikansi lebih kecil dari 0,05 (p < 0,05) (Nurgiyantoro, Gunawan, & Marzuki, 2009).
2. Uji Hipotesis
Pengujian hipotesis adalah salah satu cara dalam statistika untuk menguji parameter populasi berdasarkan statistik sampelnya, untuk dapat diterima atau ditolak pada tingkat signifikansi tertentu (Supangat, 2007).
Uji hipotesis pada penelitian ini akan dilakukan dengan cara menggunakan uji korelasi Product Moment Pearson apabila data penelitian dikatakan normal dan liniear. Namun, apabila data penelitian tidak normal dan atau tidak linear maka pengujian korelasi akan dilakukan dengan menggunakan teknik Spearman Brown. Teknik korelasi Spearman Brown tidak mensyaratkan bahwa hubungan dua variabel bersifat linear ataupun berdistribusi normal (Nisfiannoor, 2009). Pengolahan data dilakukan dengan menggunakan program SPSS (Statistical Product & Service Solution) veri 18.0.
44 BAB IV
HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
A. Pelaksanaan Penelitian
Penelitian ini dilakukan di 4 toko yang berbeda di Yogyakarta, yaitu Toko SP, Toko SM, Toko N dan Toko B. Penelitian di Toko SP dilaksanakan pada 31 Maret 2015 dan 2 April 2015. Penelitian di Toko SM dan Toko N dilaksanakan pada 31 Maret 2015 hingga 1 April 2015. Sedangkan penelitian di Toko B dilaksanakan pada 2-3 April 2015. Peneliti menyebar 135 skala dan terdapat 106 skala yang kembali dan dapat diolah datanya.
Subjek dari penelitian ini adalah seluruh karyawan tetap di toko-toko tersebut yang sudah bekerja minimal selama 1 tahun. Persepsi terhadap dukungan organisasi dapat muncul pada karyawan tetap yang telah cukup lama bekerja karena memiliki waktu yang relatif lama untuk mengenal organisasi dan memiliki ikatan yang kuat dengan organisasi (Novliadi, 2007).
Sebelum skala dibagikan, peneliti terlebih dahulu menyampaikan kepada subjek penelitian bahwa data pada skala tersebut bersifat rahasia, hanya digunakan untuk kepentingan penelitian dan tidak akan berdampak apapun pada pekerjaan subjek. Demi menjaga kerahasiaan subjek penelitian, subjek hanya diminta untuk menuliskan inisial nama tanpa perlu mencantumkan nama asli subjek.
B. Deskripsi Subjek Penelitian
Subjek penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah karyawan tetap yang memiliki masa kerja minimal 1 tahun. Sebagian besar subjek penelitian ini berjenis kelamin perempuan. Rentang usia subjek penelitian ini berkisar antara 19-52 tahun. Masa kerja subjek penelitian berkisar antara 1-24 tahun.
Berikut Tabel Data Demografis Subjek Penelitian : Tabel 9
Data Demografis Subjek Penelitian
Deskripsi Jumlah Subjek Total Subjek Usia 19-40 (Dewasa Awal)
41-52 (Dewasa Madya)
C. Deskripsi Data Penelitian Tabel 10
Skala Persepsi terhadap Dukungan Organisasi memiliki mean teoretis sebesar 30 dan mean empiris sebesar 36,97. Mean empiris pada skala ini lebih besar daripada mean teoretisnya. Hal ini menunjukkan bahwa subjek pada penelitian ini memiliki persepsi terhadap dukungan organisasi yang positif dan tinggi. Skala Employee Engagement memiliki mean teoretis sebesar 52,5 dan mean empiris sebesar 64,29. Mean empiris pada skala ini lebih besar daripada mean teoretisnya. Hal ini menunjukkan bahwa subjek pada penelitian ini memiliki employee engagement yang tinggi.
Tabel 11
Hasil Uji T Mean Persepsi terhadap Dukungan Organisasi One-Sample Test signifikan dengan mean teoretis karena memiliki nilai signifikansi lebih kecil dari 0,05 (p < 0,05), yaitu sebesar 0,000 (Santoso, 2010). Hal ini menunjukkan bahwa subjek secara signifikan memiliki persepsi positif terhadap dukungan organisasi.
Tabel 12
Hasil Uji T Mean Employee Engagement One-Sample Test signifikan dengan mean teoretis karena memiliki nilai signifikansi lebih kecil dari 0,05 (p < 0,05), yaitu sebesar 0,000 (Santoso, 2010). Hal ini menunjukkan bahwa subjek secara signifikan memiliki engagement yang tinggi.
D. Hasil Penelitian 1. Uji Asumsi
Uji asumsi diperlukan guna mengetahui teknik uji hipotesis apa yang akan digunakan untuk menganalisis data.
Berikut uji asumsi yang dilakukan pada penelitian ini : a. Uji Normalitas
Tabel 13
Hasil Uji Normalitas
One-Sample Kolmogorov-Smirnov Test
Kolmogorov-Smirnov Z
Asymp. Sig.
(2-tailed) Persepsi terhadap Dukungan
Organisasi
1.296 .070
Employee Engagement .849 .467
a. Test distribution is Normal.
b. Calculated from data.
Berdasarkan uji normalitas, diketahui bahwa nilai signifikansi skor Persepsi terhadap Dukungan Organisasi dan skor Employee Engagement masing-masing adalah 0,070 dan 0,467. Distribusi data dinyatakan normal apabila memiliki nilai signifikansi lebih dari 0,05 (p > 0,05) (Nisfiannoor, 2009). Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa data pada penelitian ini normal karena memiliki nilai signifikansi lebih besar dari 0,05.
Berikut Kurva Normal Persepsi terhadap Dukungan Organisasi : Grafik 1
Kurva Normal Persepsi terhadap Dukungan Organisasi
Berdasarkan grafik 1 dapat diketahui bahwa Kurva Normal Persepsi terhadap Dukungan Organisasi memiliki bentuk bell curve.
Hal ini semakin memperjelas bahwa sebaran data Persepsi terhadap Dukungan Organisasi terbilang normal.
Berikut Kurva Normal Employee Engagement :
Grafik 2
Kurva Normal Employee Engagement
Berdasarkan grafik 2 dapat diketahui bahwa Kurva Normal Employee Engagement memiliki bentuk bell curve. Hal ini semakin memperjelas bahwa sebaran data Employee Engagement terbilang normal.
b. Uji Linearitas
Berikut Tabel Hasil Uji Linearitas Employee Engagement dan Persepsi terhadap Dukungan Organisasi :
Tabel 14
Hasil Uji Linearitas Employee Engagement dan Persepsi terhadap Dukungan Organisasi
F Sig.
Employee Engagement * Persepsi terhadap Dukungan
Organisasi
Between Groups (Combined)
5.803 .000
Linearity 98.200 .000
Deviation from Linearity 1.183 .289
Berdasarkan uji linearitas, diketahui bahwa nilai signifikansi data pada penelitian ini adalah 0,000. Hubungan dapat dikatakan linear apabila nilai signifikansi lebih kecil dari 0,05 (p < 0,05) (Nurgiyantoro, Gunawan, & Marzuki, 2009). Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa data dari penelitian ini linear.
Berikut Scatterplot Hasil Uji Linearitas Employee Engagement dan Persepsi terhadap Dukungan Organisasi :
Grafik 3
Scatterplot Hasil Uji Linearitas
Berdasarkan grafik 1, diketahui bahwa data-data yang menjelaskan hubungan antara variabel persepsi terhadap dukungan organisasi dan data employee engagement mengumpul pada garis lurus. Hal ini semakin menggambarkan bahwa data dalam penelitian ini linear.
2. Uji Hipotesis
Berikut tabel hasil uji hipotesis Persepsi terhadap Dukungan Organisasi dan Employee Engagement :
Tabel 15
**. Correlation is significant at the 0.01 level (1-tailed).
Uji hipotesis dilakukan dengan menggunakan program SPSS (Statistical Product & Service Solution) veri 18.0. Uji korelasi antara persepsi terhadap dukungan organisasi dan employee engagement dilakukan dengan menggunakan teknik korelasi Product Moment Pearson karena data pada penelitian ini normal dan linear.
Berdasarkan hasil analisis, korelasi antara persepsi terhadap dukungan organisasi dan employee engagement memiliki nilai koefisien sebesar 0,691 dengan nilai signifikansi 0,00. Korelasi antara persepsi terhadap dukungan organisasi dan employee engagement termasuk dalam kategori tinggi karena berada pada rentang antara 0,60-0,799 (Sugiyono,
2012). Hasil tersebut menunjukkan bahwa terdapat hubungan positif yang tinggi antara persepsi terhadap dukungan organisasi dan employee engagement karena nilai signifikansinya lebih kecil dari 0,05 (p < 0,05) (Santoso, 2010). Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa semakin positif persepsi karyawan terhadap dukungan organisasi, semakin tinggi employee engagement yang dimiliki oleh karyawan. Sebaliknya, semakin negatif persepsi karyawan terhadap dukungan organisasi, semakin rendah pula employee engagement yang dimiliki oleh karyawan.
3. Analisis Data Tambahan
Berikut analisis tambahan mengenai Persepsi terhadap Dukungan Organisasi dan Employee Engagement berdasakan tahap perkembangan subjek, yaitu dewasa awal dan dewasa madya :
a. Uji Normalitas
Berikut Tabel Uji Normalitas Persepsi terhadap Dukungan Organisasi dan Employee Engagement Berdasarkan Tahap Perkembangan :
Tabel 16
Uji Normalitas Persepsi terhadap Dukungan Organisasi dan Employee Engagement Berdasarkan Tahap Perkembangan
Test Statisticsa
Kolmogorov-Smirnov Z .658 .730
Asymp. Sig. (2-tailed) .779 .662
a. Grouping Variable: Tahap Perkembangan
Hasil uji normalitas berdasarkan tahap perkembangan menunjukkan bahwa data Persepsi terhadap Dukungan Organisasi dan Employee Engagement memiliki nilai signifikansi sebesar 0,779 dan 0,662. Hal ini menunjukkan bahwa sebaran data Persepsi terhadap Dukungan Organisasi dan Employee Engagement terbilang normal karena memiliki signifikansi lebih besar dari 0,05 (p>0,05).
b. Uji Homogenitas
Berikut Tabel Uji Homogenitas Persepsi terhadap Dukungan Organisasi dan Employee Engagement Berdasarkan Tahap Perkembangan :
Tabel 17
Uji Homogenitas Persepsi terhadap Dukungan Organisasi dan Employee Engagement Berdasarkan Tahap Perkembangan
Test of Homogeneity of Variances Levene
Hasil uji homogenitas berdasarkan tahap perkembangan menunjukkan bahwa data Persepsi terhadap Dukungan Organisasi dan Employee Engagement memiliki nilai signifikansi sebesar 0,904 dan 0,988. Hal ini menunjukkan bahwa data Persepsi terhadap Dukungan Organisasi dan Employee Engagement terbilang homogen karena memiliki signifikansi lebih besar dari 0,05 (p > 0,05).
c. Uji T
Uji T dapat dilakukan pada data Persepsi terhadap Dukungan Organisasi dan Employee Engagement berdasarkan tahap perkembangan karena memenuhi syarat normalitas dan homogenitas.
Berikut Tabel Uji T Persepsi terhadap Dukungan Organisasi dan Employee Engagement Berdasarkan Tahap Perkembangan :
Tabel 18
Uji T Persepsi terhadap Dukungan Organisasi dan Employee Engagement Berdasarkan Tahap Perkembangan
Mean Difference -2.503 -3.753
Std. Error Difference 2.053 2.981
95%
Hasil uji t menunjukkan bahwa Persepsi terhadap Dukungan Organisasi dan Employee Engagement memiliki nilai signifikansi sebesar 0,225 dan 0,211, di mana keduanya memiliki signifikansi lebih besar dari 0,05 (p > 0,05). Hal ini menunjukkan bahwa tidak ada perbedaan Persepsi terhadap Dukungan Organisasi dan Employee Engagement pada subjek dewasa awal dan dewasa madya.
E. Pembahasan
Penelitian ini bertujuan untuk melihat hubungan antara persepsi terhadap dukungan organisasi sebagai variabel bebas dengan employee engagement sebagai variabel tergantung. Penelitian ini menggunakan uji korelasi Product Moment Pearson untuk menguji hipotesis karena data penelitian ini normal
dan linear. Berdasarkan hasil penelitian, persepsi terhadap dukungan organisasi dan employee engagement memiliki koefisien korelasi sebesar 0,691 dengan p = 0,00 (p < 0,05). Korelasi antara persepsi terhadap dukungan organisasi dan employee engagement termasuk dalam kategori korelasi tinggi karena berada di antara 0,60-0,799 (Sugiyono, 2012). Hasil tersebut menunjukkan bahwa terdapat korelasi positif yang tinggi dan signifikan antara persepsi terhadap dukungan organisasi dan employee engagement. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa semakin positif persepsi karyawan terhadap dukungan organisasi maka karyawan akan semakin engaged.
Sebaliknya, semakin negatif persepsi karyawan terhadap dukungan organisasi, maka karyawan akan semakin disengaged.
Hasil uji hipotesis pada penelitian ini didukung dengan hasil hasil uji t yang menunjukkan bahwa mean empiris persepsi terhadap dukungan organisasi dan employee engagement secara signifikan berbeda dan lebih besar dari mean teoretis, dimana keduanya memiliki p = 0,00 (p < 0,05). Hal ini menunjukkan bahwa karyawan memiliki persepsi positif terhadap dukungan organisasi dan subjek penelitian ini karyawan yang engaged. Subjek menilai bahwa perusahaan menghargai kontribusi karyawan serta memperhatikan kesejahteraan karyawan. Subjek memiliki semangat dan dedikasi dalam bekerja serta terabsorpsi dalam pekerjaan.
Hasil penelitian ini sejalan dengan hasil wawancara yang dilakukan oleh peneliti dengan 2 subjek penelitian pada 17 April 2015. Subjek 1 memiliki persepsi positif yang cukup terhadap dukungan organisasi dan memiliki
engagement yang terbilang sedang. Subjek 2 memiliki persepsi positif yang tinggi terhadap dukungan organisasi dan juga memiliki engagement yang terbilang tinggi.Hasil wawancara dengan Subjek 1 dan Subjek 2 menunjukkan bahwa kedua subjek memiliki persepsi positif terhadap dukungan organisasi dan memiliki employee engagement yang sedang dan tinggi.
Hasil wawancara menunjukkan bahwa Subjek 1 memiliki persepsi positif yang cukup terhadap dukungan organisasi (Komunikasi pribadi, 17 April 2015). Dalam aspek memperhatikan kesejahteraan karyawan, Subjek 1 memiliki persepsi positif yang cukup baik. Subjek 1 memiliki persepsi yang cukup baik karena perusahaan menyediakan BPJS bagi seluruh karyawan sehingga karyawan merasa terjamin kesehatannya selama bekerja. Namun di sisi lain, Subjek 1 juga menyadari bahwa menyediakan merupakan BPJS kewajiban perusahaan seperti yang telah diatur oleh pemerintah. Dalam aspek penghargaan terhadap kontribusi karyawan, Subjek 1 memiliki persepsi positif yang sangat baik. Subjek 1 memiliki persepsi positif karena perusahaan memberikan kenaikan gaji sesuai dengan kinerja yang dilakukan oleh
Hasil wawancara menunjukkan bahwa Subjek 1 memiliki persepsi positif yang cukup terhadap dukungan organisasi (Komunikasi pribadi, 17 April 2015). Dalam aspek memperhatikan kesejahteraan karyawan, Subjek 1 memiliki persepsi positif yang cukup baik. Subjek 1 memiliki persepsi yang cukup baik karena perusahaan menyediakan BPJS bagi seluruh karyawan sehingga karyawan merasa terjamin kesehatannya selama bekerja. Namun di sisi lain, Subjek 1 juga menyadari bahwa menyediakan merupakan BPJS kewajiban perusahaan seperti yang telah diatur oleh pemerintah. Dalam aspek penghargaan terhadap kontribusi karyawan, Subjek 1 memiliki persepsi positif yang sangat baik. Subjek 1 memiliki persepsi positif karena perusahaan memberikan kenaikan gaji sesuai dengan kinerja yang dilakukan oleh