Definisi operasional ialah pemaparan dan penjelasan variabel penelitian yang akan diterapkan dalam penelitian dengan detail. Dalam penelitian ini ada faktor yang mempengaruhi dan juga yang dipengaruhi, adapun faktor yang mempengaruhi dalam suatu penelitian biasa disebut dengan variabel bebas (independent) dan ditandai dengan X, dalam penelitian yang akan dilakukan ini variabel X itu merupakan model discovery learning. Sedangkan variabel yang akan dipengaruhi adalah variabel terikat (dependent) yang biasa ditandai dengan Y dalam penelitian yang akan dilakukan ada dua variabel Y yaitu Y1 dan Y2, Y1 merupakan variabel keterampilan metakognitif dan variabel Y2 yaitu variabel sikap Percaya diri.
Adapun penjelasan dari variabel-variabel definisi operasional ini sebagai berikut:
1. Efektivitas pembelajaran
Efektivitas pembelajaran ialah standar mutu pendidikan yang diukur dengan tercapainya suatu tujuan, atau kesesuaian dalam mengatur suatu situasi dan kondisi, efektivitas merupakan proses pembelajaran yang ditandai dengan adanya peserta didik yang aktif dalam mengorganisasikan dan menemukan informasi. keefektifan dalam pembelajaran dikatakan berhasil jika adanya kerjasama antara peserta didik dan guru, selain itu adanya kesesuaian antara harapan dan kenyataan. Hal tersebut bahwa segala bentuk dari perencanaan, pelaksanaan dan penilaian akan berhasil dilakukan dengan benar dan sesuai berdasarkan tujuan pembelajaran yang telah ditetapkan. Efektivitas pembelajaran ini dapat diukur dengan menggunakan angket, yang penilaiannya akan dilihat dalam proses pembelajaran secara langsung.
2. Model Discovery Learning
Model discovery learning (Pembelajaran penemuan) meruapakan model yang digunakan dalam suatu pembelajaran yang sudah lama ada, tetapi model discovery learning pada kurikulum 2013 ini sudah diharuskan diterapkan dalam kurikulum 2013 yang berarti pendekatan ilmiah.
Discovery learning adalah model untuk mengembangkan pembelajaran
peserta didik yang terlibat langsung pada proses pembelajaran atau biasa disebut dengan pembelajaran yang terpusat pada peserta didik, peserta didik
aktif dengan mengeksplorasi sendiri, menyelidiki sendiri sehingga hasil yang didapat akan kuat lama dalam ingatan, tidak mudah dilupakan oleh peserta didik. Discovery learning, membuat anak-anak dapat belajar berpikir analisis dan berani mencoba menyelasaikan masalah mereka sendiri yang dihadapi.
Model discovery learning adalah serangkaian aktivitas pembelajaran yang lebih mengarahkan pada proses berpikir kritis dan analisis untuk menggapai dan menemukan jawaban mereka sendiri terhadap masalah yang ditanyakan. Inti dari discovery learning ialah penemuan masalah baru dengan menyelesaikannya dengan cara sendiri, hal ini dapat membantu peserta didik dalam menghadapi permasalahan dalam suatu persoalan dalam pembelajaran di kelas. Adapun langkah-langkah dari model discovery
learning yaitu:
a. Stimulasi/ pemberi rangsangan
Guru memulai pembelajaran dengan memberikan pertanyaan pada peserta didik dengan materi yang akan di pelajari, selain dengan pertanyaan guru juga bisa memberikan cara lain siswa di intruksikan untuk membaca atau mengamati sebuah gambar.
b. Pernyataan masalah
Guru memberikan tugas kepada siswa untuk menentukan permasalahan yang ada pada bahasan baik melalui pertanyaan, bacaan dan gambar.
c. Mengumpulkan data
Pada tahap ini peserta didik harus mencari tahu sumber dan informasi dengan cara bisa dengan percobaan jika memang diperlukan atau dengan mencari bahan dari literatur, mengamati suatu objek dan wawancara sumber untuk mencari solusi dari masalah yang telah ditentukan pada tahap sebelumnya.
d. Mengolah data
Pada tahap ini siswa harus mengolah data yang telah didapatkan dengan cara diolah, diklasifikasikan, disusun dan jika perlu dihitung dengan cara tertentu dan diartikan dengan cara yang seharusnya atau berdasarkan teori tertentu.
e. Membuktikan dan
Dalam tahap ini peserta didik melakukan pemeriksaan ulang terhadap informasi yang didapatkannya dengan teliti dan menetapkan hipotesis atau dugaan sementara yang ditelah ditetapkan pada tahap sebelumnya dengan temuan lain sebagai alternatif lain yang akan dikaitkan dengan tahap pengolahan data.
f. Disimpulkan.
Pada tahap ini peserta didik harus menyimpulkan hasil dari tahap awal yang didapatkan dengan menentukan suatu masalah hingga pada hasil akhir dengan hipotesis peserta didik, yang nantinya akan di bahas bersama dengan guru untuk menguatkan hasil temuan dan solusinya.
peserta didik secara benar dan sungguh-sungguh dalam kegiatan belajar mengajar dan meningkatkan keterampilan metakognitif dengan melakukan tahap-tahap yang ada pada model discovery learning dan rasa Percaya dirimengenai pada peserta didik yang ditemukan selama proses belajar pembelajaran.
3. Keterampilan Metakognitif
Keterampilan metakognitif merupakan keterampilan yang pada hakikatnya sudah dimiliki dalam diri manusia itu sendiri. Metakognitif adalah keterampilan seseorang dalam belajar, bagaimana hal yang harus dilakukan pada awal untuk belajar, apa yang sudah dan belum diketahui, yang memiliki tiga tahapan yaitu perencanaan, pemantauan dan evaluasi. keterampilan metakognitif menekankan pemahaman tentang kemampuan yang dimiliki oleh seseorang tentang apa yang harus dilakukan dalam proses pembelajaran.
Metakognitif terdiri dari dua proses dasar yang terjadi secara bersamaan selama proses pembelajaran yaitu pemantauan kemajuan dan perubahan yang dilakukan. Keterampilan metakognitif sangat penting bagi setiap peserta didik untuk mengolah dan mengendalikan proses kognitif mereka baik pada pembelajaran dan proses berpikir, sehingga hasil belajar peserta didik dapat meningkat.
Adapun indikator dalam keterampilan metakognitif yang disimpulkan dan diambil dari pendapat para ahli yang bisa dilihat dari proses pembelajarannya yaitu dengan melihat proses perencanaan, memantau/
memonitor, menilai dan revisi. Keterampilan metakognitif ini dapat dinilai dari kemampuan peserta didik dalam menjawab pertanyaan/ soal yang diberikan dengan jenis soal berupa essay berdasarkan kenyataan yang ada disekitar kita dengan tingkatan soal C3 hingga C5.
4. Sikap Percaya diri
Sikap Percaya diri adalah suatu keyakinan yang dimiliki oleh setiap manusia, rasa Percaya diriadalah suatu hal yang penting bagi diri manusia karena dapat memotivasi diri sendiri dan lebih yakin pada kemampuan yang dimiliki oleh diri sendiri, selain dari pada itu dapat membuat diri kita menjadi optimis untuk mencapai apapun tujuan dalam hidup. Indikator pada penelitian ada beberapa indikator yang diambil dari sikap percaya diri peserta didik yaitu yakin, optimis, objektif, bertanggung jawab dan rasional. sikap percaya diri dapat dinilai dan diukur dengan cara observasi, angket wawancara dan juga berupa portofolio.
29
BAB II