• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB IV : ANALISIS DATA

METODE PENELITIAN A. Desain Penelitian

C. Definisi Operasional Variabel

Penelitian ini menggunakan variabel independen dan dependen. 1. Variabel independen

a. Return on Asset

ROA termasuk salah satu rasio profitabilitas yang dapat diperoleh dengan membagi laba bersih dengan total aktiva yang dimiliki perusahaan. Rasio ROA yang positif menunjukkan bahwa dari total aktiva yang dipergunakan untuk beroperasi perusahaan mampu memberikan laba bagi perusahaan. Sebaliknya apabila ROA negatif menunjukkan bahwa total aktiva yang dipergunakan untuk beroperasi perusahaan,tetapi perusahaan mengalami kerugian. Secara sistematis return on asset dapat dirumuskan sebagai berikut :

ROA =

Aktiva Total

bersih Laba

(Hanafi dan Halim,2003 : 84)

b. Debt to Equity Ratio

Debt to equity ratio adalah rasio leverage yang merupakan rasio yang digunakan untuk mengukur tingkat leverage (penggunaan hutang ) terhadap shreholders’equity yang dimiliki perusahaan. Rasio ini menunjukkan komposisi atau struktur modal dari total pinjaman (hutang ) terhadap total modal yang dimiliki perusahaan. Semakin tinggi DER menunjukkan komposisi total hutang (jangka pendek dan jangka panjang) semakin besar dibandingkan dengan total modal sendiri,sehingga berdampak semakin besar beban perusahaan terhadap pihak luar (kreditur). Secara sistematis debt to equity ratio(DER) dapat dirumuskan sebagai berikut : DER = Sendiri M odal Kewajiban Total (Husnan &Pudjiastuti,2006:70) c. Earning Per share

EPS (earning per share) adalah bagian dari proporsi laba perusahaan yang diakui dalam setiap lembar saham biasa yang beredar,nilainya dapat naik jika jumlah lembar saham yang beredar dikurangi dan begitu pula sebaliknya.

beredar yang biasa saham lembar jumlah g tertimban rata -rata istimewa saham dividen -bersih Laba

(Prastowo & Juliaty, 2002: 93) d. Price Earning Ratio

Price Earning Ratio(PER) yang mewakili rasio pasar. PER merupakan perbandingan antara harga pasar perlembar dengan laba perlembar. Rasio ini merupakan indicator yang digunakan untuk menentukan apakah harga saham tertentu dinilai terlalu tinggi atau rendah. Faktor-faktor yang mempengaruhi PER adalah rasio laba yang dibayar sebagai dividen, tingkat keuntungan yang diharapkan pemodal dan pertumbuhan deviden. Semakin tinggi nilai rasio ini maka invesrtor mengharapkan nilai saham perusahaan akan naik. PER menerangkan perbandingan harga pasar dari setiap lembar saham terhadap laba perlembar saham. Secara Sistematis price earning ratio dapat dirumuskan sebagai berikut :

Price earning ratio (PER) =

Saham lembar Per Laba Saham Harga (Husnan &Pudjiastuti,2006:76) 2. Variable dependen

Variabel dependen dalam penelitian ini adalah return saham actual (actual return). Return actual merupakan return yang sesungguhnya terjadi.

Return saham merupakan keuntungan yang diterima dari investasi saham selama periode pengamatan yang secara sistematis diperoleh dengan rumus :

R1t = 1) -(t 1) -(t it

Pi

P

P

Keterangan :

Rit : Return saham i waktu ke t Pit : Harga saham i waktu ke t Pi( t-1) : Harga saham i waktu ke t-i

3. Variabel kontrol

Variabel kontrol dalam penelitian ini adalah ukuran perusahaan. Ukuran perusahaan dalam penelitian ini diproksikan dengan total asset perusahaan. Untuk perusahaan yang total assetnya diatas rata-rata termasuk golongan perusahaan besar sedangkan untuk perusahaan yang total asetnya dibawah rata-rata termasuk golongan perusahaan kecil. Rata-rata total asset diperoleh dari keseluruhan total aset masing-masing perusahaan dibagi dengan jumlah perusahaan.

D Analisis Data

1. Statistik Deskriptif

Sebelum melakukan uji hipotesis terlebih dahulu dilakukan uji statistik umum yang berupa statistik deskriptif. Statistik deskriftif meliputi mean,

minimum, maximum serta standar deviasi yang bertujuan mengetahui distribusi data yang menjadi sampel penelitian.

2. Uji Asumsi Klasik

Uji asumsi klasik terdiri dari pengujian-pengujian sebagai berikut : a. Uji Normalitas Data

Menurut Ghozali (2005), uji normalitas data dilakukan dengan tujuan untuk mengetahui apakah sampel yang diambil telah memenuhi kriteria sebaran atau distribusi normal. Pengujian normalitas data dilakukan dengan menggunakan uji One- Sample Kolmogorov-Smirnov. Sebuah variabel dikatakan terdistribusi dengan normal apabila hasil pengujian menunjukkan nilai signifikansi diatas 5 %. Apabila data tidak terdistribusi dengan normal, maka data dapat dinormalkan dengan cara tranformasi data.

b. Uji Multikolinieritas

Uji multikolinearitas bertujuan untuk menguji apakah dalam model regresi ditemukan adanya korelasi antar variabel bebas / independen. Jika variabel independen saling korelasi, maka variebel-variebel ini tidak ortogonal. Variabel ortogonal adalah variabel independen yang nilai korelasi antar sesama variabel independen yang lainnya sama dengan nol.uji multikolinearitas dilakukan dengan melihat tolerance value dan

value–inflating factor (VIF). Nilai yang umum dipakai adalah tolerance value 0,10 dan VIF lebih kecil dari 10

c. Uji Autokorelasi

Ghozali (2005)menyatakan bahwa uji autokorelasi adalah sebuah pengujian yang bertujuan untuk menguji apakah di dalam model regresi ada korelasi antara kesalahan penggangu pada periode t dengan kesalahan pengangu pada periode t-1. jika terjadi korelasi bama dinamakan problem autokorelasi. Autokorelasi terjadi karena observasi yang berurutan sepanjang waktu berkaitan satu sama lainnya. Autokorelasi diuji dengan menggunakan Durbin-Watson. Kriteria pengujiannya adalah sebagai berikut :

a) Jika 0 < d < d1, maka terjadi autokorelasi positif

b) Jika d1 < d < du , maka tidak ada kepastian apakah terjadi autokorelasi atau tidak (ragu-ragu)

c) Jika 4-d1 < d < 4 , maka terjadi autokorelasi negatif

d) Jika 4-du < d < 4-d1, maka tidak ada kepastian apakah terjadi autokorelasi atau tidak (ragu-ragu)

e) Jika du < d < 4- du, maka tidak terjadi autokorelasi baik positif maupun negatif.

d. Uji Heteroskedastisitas

Ghozali (2005) menyatakan bahwa uji heteroskedastisitas dilakukan untuk menguji apakah dalam model regresi terjadi

ketidaksamaan variance dari residual suatu pengamatan ke pengamatan lain.model regresi yang baik adalah yang homokedastisitas atau tidak heterosdastisitas. Heteroskedastisitas dalam penelitian ini di uji dengan menggunakan uji scatterplot. Ada atau tidaknya heteroskedastisitas dapat dilakukan dengan melihat ada atau tidaknya pola tertentu pada grafik scatterplot antara SRESID dan ZPRED dimana sumbu Y adalah Y yang diprediksi dan sumbu X adalah residual. Jika ada pola tertentu, seperti titik-titik yang ada membentuk pola tertentu (bergelombang,melebar kemudian menyempit) maka mengindikasikan telah terjadi heteroskedastisitas. Jika tidak ada pola yang teleh dan titik menyebar di atas dan di bawah angka 0 maka tidak terjadi heteroskedastisitas.

3. Uji Hipotesis

Data dalam penelitian ini dianalisis dengan menggunakan regresi linier berganda. Persamaan regresi dalam penelitian ini adalah :

Y= α + b1x1 + b2x2 + b3x3 + b4x4 + b5x5+€

Keterangan :

Y : Return saham

α : Konstanta x1 : Return on Asset x2 : Debt to Equity Ratio x3 : Earning Pershare x4 : Price Earning Ratio

x5 : Ukuranperusahaan

€ : residual

a) Koefisien Determinasi ( R2)

Koefisien determinasi adalah nilai yang menunjukkan seberapa besar variabel independen dapat menjekaskan variabel dependen. Nilai koefisien determinasi (R2) dilihat pada hasil pengujian regresi linier berganda untuk variabel independen terhadap variabel dependennya. Koefisien determinasi dapat dilihat nilai adjusted R2

b) Uji F (Nilai F Regresi)

Uji F (nilai F regresi) merupakan pengujian bersama-sama variabel independen yang dilakukan untuk melihat variabel independen secara keseluruhan terhadap variabel dependen. Melalui uji F (ANOVA) kita akan mengetahui apakah return on asset, debt to equity ratio, earning per share, price earning ratio dan ukuran perusahaan berpengaruh secara simultan (bersama-sama) terhadap return saham

c) Pengujian koefisien regresi parsial ( Uji-T)

Uji T (nilai T regresi) merupakan pengujian yang dilakukan untuk mengetahui apakah variabelindependen berpengaruh secara signifikan terhadap variebel dependen. Uji T (nilai T regresi)dalam penelitian ini menggunakan tingkat signifikansi 5 %. Variabel independen dikatakan berpengaruh signifikan terhadap variabel dependen apabila nilai sig (p-Value) dibawah 5 %. Uji t dilakukan untuk mengetahui apakah return on

asset, debt to equity ratio, earning per share, price earning ratio berpengaruh secara parsial terhadap return saham.

BAB IV

Dokumen terkait