• Tidak ada hasil yang ditemukan

METODOLOGI PENELITIAN

C. Definisi Operasional Variabel

Definisi operasional variabel bertujuan mendefinisikan variabel yang

telah diidentifikasi, agar dapat dioperasionalkan atau diolah :

1. (Kelompok variabel) Current Account

a. Real effective exchange rate (terhadap dollar AS):

merupakan perhitungan nominal nilai kurs/nilai tukar rupiah

(IFS line 00ae) disesuaikan terhadap tingkat harga konsumen

relative (IFS line 64) – diolah sehinga mendapatkan

commit to user

68 b. Exports: merupakan aliran keluar barang atau jasa dari dalam

negeri ke luar negeri dan diikuti dengan pemasukan dalam

bentuk devisa/perjanjian hutang ke dalam negeri, ekspor

dihitung dalam dollar (IFS line 70d) – diolah sehingga

mendapatkan persentasi pertumbuhannya secara bulanan. c. Imports: merupakan aliran masuk barang dan jasa dari luar

negeri ke dalam negeri dan diikuti dengan pengeluaran dalam

bentuk devisa/perjanjian hutang ke luar negeri, impor

dihitung dalam bentuk dollar (IFS line 71d) – diolah

sehingga mendapatkan persentasi pertumbuhannya secara

bulanan.

d. Rasio Trade balance/GDP: merupakan nilai keseimbangan

neraca perdagangan (IFS line 70d dikurangi 71d) dibagi

dengan produk domestik bruto (IFS line 99b) kemudian

dikonversikan kedalam bentuk dollar.

e. Current account balance/GDI: merupakan neraca transaksi

berjalan (IFS line 78ald) dibagi dengan tingkat investasi

domestik bruto (IFS line 93e ditambag 93I) kemudian

dikonversi kedalam bentuk dollar. 2. (Kelompok variabel) Ca pital Account

a. Foreign reserves: merupakan nilai bruto cadangan

commit to user

69 diolah sehingga mendapatkan persentasi pertumbuhannya

secara bulanan.

b. M2/foreign reserves: merupakan M2 (IFS line 34 plus 35)

dikonversikan ke dollar kemudian dibagi dengan cadangan

internasional (IFS line 1Ld) – diolah sehingga mendapatkan

persentasi pertumbuhannya secara bulanan

c. Foreign liabilities /foreign assets: merupakan

kewajiban/hutang luar negeri (IFS line 32) dibagi dengan

aset luar negeri– diolah sehingga mendapatkan persentasi

pertumbuhannya secara bulanan

3. (Kelompok variabel) Financial Sector

a. M2 multiplier (M2/M0): merupakan M2 (IFS line 34

ditambah 35) dibagi dengan base money (IFS line 14) –

diolah sehingga mendapatkan persentasi pertumbuhannya

secara bulanan.

b. Domestic credit/GDP: merupakan utang domestik/dalam

negeri (IFS line 32) dibagi dengan Produk Domestik Bruto

(IFS line 99b) – diolah sehingga mendapatkan persentasi

pertumbuhannya secara bulanan.

c. Domestic real interest rate: merupakan tingkat suku bunga

dalam negeri (IFS line 60p) dikurangi dengan tingkat inflasi

(IFS line 64x) – diolah sehingga mendapatkan persentasi

commit to user

70 d. Lending-deposit rate spread: merupakan tingkat penyaluran

uang (IFS line 60p) dikurangi tingkat deposit (IFS line 60l).

– diolah sehingga mendapatkan persentasi pertumbuhannya

secara bulanan

4. (Kelompok variabel) Global Economy

a. US real interest rate: merupakan tingkat bungan nominal

Amerika (IFS line 60p) dikurangi tingkat inflasi (IFS line

64x) – diolah sehingga mendapatkan persentasi

pertumbuhannya secara bulanan

b. US GDP growth: merupakan produk domestik bruto Amerika

(IFS line 99b) – diolah sehingga mendapatkan persentasi

pertumbuhannya secara bulanan.

c. World oil prices: merupakan harga minya mentah dunia (IFS

line 00176aaz) – diolah sehingga mendapatkan persentasi

pertumbuhannya secara bulanan.

d. Real yen/Dollar exchange rate: merupakan nominal yen

dibagi dengan kurs dollar (IFS line 64). – diolah sehingga

mendapatkan persentasi pertumbuhannya secara bulanan

5. Domestic Credit Growth – Kredit pinjaman kepada sektor usaha yang

diberikan oleh perbankan. Data diambil dari Bank Data Bank

commit to user

71 Variabel yang dipilih selanjutnya akan dijelaskan rasionalisasinya

mengapa bisa muncul rasio-rasio dan hubungan variabel tersebut terhadap

current account, capital account, financial sector dan global economy.

1. (Kelompok variabel) Current Account

a) Real exchange rate against dollar AS, variabel ini dipilih

karena Real exchange rate adalah indeks rasio daya beli

sebuah mata uang dibandingkan dengan mata uang lainnya.

Rupiah didalam variabel ini dibandingkan dengan dollar AS,

karena dollar AS adalah mata uang perdagangan

internasional. Apabila terjadi peningkatan nilai mata uang

(yang berlebihan) maka hal tersebut akan menjadikan tidak

kompetitifnya barang ekspor dari Indonesia, kemudian akan

menekan sisi ekspor (neraca perdagangan minus) dan dapat

mengganggu keseimbangan di neraca transaksi berjalan.

b) Exports (persentasi pertumbuhan), apabila terjadi tekanan

pada nilai mata uang yang menyebabkan terjadinya

peningkatan nilai mata uang dollar terhadap rupiah

(menurunnya daya beli rupiah terhadap dollar) membuat

barang yang dieksport dari Indonesia menjadi berkurang

nilainya, sehingga keseimbangan didalam neraca

perdagangan (eskpor-impor) menjadi minus. Dampak

commit to user

72 neraca transaksi berjalan. Gangguan didalam transaksi

berjalan telah dibuktikan menjadi penyebab krisis keuangan. c) Import (persentasi pertumbuhan) menurunnya nilai mata

uang terhadap dollar AS secara cepat dapat menaikkan

barang-barang impor, sehingga nilai impor menjadi lebih

besar. sehingga keseimbangan didalam neraca perdagangan

(eskpor-impor) menjadi minus. Dampak selanjutnya adalah

akan megganggu keseimbangan didalam neraca transaksi

berjalan. Gangguan didalam transaksi berjalan telah

dibuktikan menjadi penyebab krisis keuangan.

d) Rasio Trade balance/GDP, variabel rasio ini dipilih dengan

tujuan untuk melihat perubahan keseimbangan ekspor impor

terhadap besaran GDP (secara keseluruhan) semakin kecil

(minus) keseimbangan neraca perdagangan maka nilai GDP

juga semakin kecil, hal ini akan berdampak terhadap

keseimbangan neraca transaksi berjalan.

e) Rasio Current account balance/GDI (gross domestic

investment), rasio ini dipilih karena untuk mengetahui tingkat

perubahan keseimbangan neraca transaksi berjalan terhadap

nilai investasi kotor, nilai investasi kotor adalah investasi

yang digunakan untuk menggantikan modal yang telah

terdepresiasi. GDI adalah perhitungan GDP yang

commit to user

73 2. (Kelompok variabel) Ca pital Account

a) Foreign reserves, variabel cadangan devisa (foreign reserve)

dipilih karena terkait dengan menjaga nilai rupiah tetap

berada didalam ambang batas yang aman.

b) Rasio M2/foreign reserves, rasio ini dipilih karena dapat

mengukur kemampuan negara dalam bertahan menghadapi

arus uang keluar, yaitu penukaran uang dalam negeri (rupiah)

terhadap dollar (foreign currency).

c) Rasio Foreign liabilities /foreign assets, rasio ini dapat

mengukur kesalahan perhitungan arus nilai mata uang

didalam neraca keseimbangan perbankan (bank sentral),

yaitu antara aset dan kewajiban. Rasio ini menunjukkan

pergerakan nilai mata uang sebagai alat kontrol manajemen

nilai tukar.

3. (Kelompok variabel) Financial Sector

a) M2 multiplier (M2/M0), rasio ini dipilih karena dapat

mengukur tingkat perubahan M2 terhadap M0. M2 adalah

uang ditambah dengan deposit sedangkan M0 adalah uang

dalam artian sempit (uang lembaran dan koin) sehingga dapat

commit to user

74 b) Rasio Domestic credit/GDP, rasio ini dipilih karena dapat

mengukur tingkat pertumbuhan kredit dalam negeri terhadap

GDP sehingga akan diketahui seberapa besar kredit yang

menjadi kewajiban swasta terhadap produktivitas Negara

(GDP). Rasio yang terlalu besar mengindikasikan terjadi

boom yang mungkin berpotensi melahirkan krisis ekonomi.

c) Rasio Domestic real interest rate, rasio ini dipilih karena

dapat mengukur tingkat investasi dalam negeri sehingga

menunjukkan juga aliran modal masuk dari luar negeri. d) Lending-deposit rate spread, rasio ini dipilih karena dapat

menunjukkan tingkat perbedaan antara suku bunga tabungan

dengan suku bunga kredit, semakin lebar perbedaannya, yaitu

apabila suku bunga kredit lebih besar hal ini

mengindikasikan bahwa perbankan belum melihat

perekonomian dalam situasi yang stabil. 4. (Kelompok variabel) Global Economy

a) US real interest rate, variabel ini dipilih karena tingkat suku

bungan di Amerika menjadi acuan arus modal internasional.

Menentukan capital flight dan capital flow di Indonesia. b) US GDP growth, variabel ini dipilih karena peningkatan

(Boom) perekonomian di Amerika dan juga resesi yang

commit to user

75 c) World oil prices, variabel ini dipilih karena kenaikan harga

minyak dunia berpengaruh terhadap tingkat konsumsi

masyarakat dan APBN Indonesia.

d) Rasio Dollar/yen real exchange rate, rasio variabel ini dipilih

karena depresiasi mata uang yen terhadap dollar AS, terbukti

memberikan dampak (gejolak) ekonomi di kawasan Asia

Tenggara.

5. Domestic Credit Growth, adalah dana pinjaman bank kepada sektor

usaha.

Domestic Credit ( ) digunakan untuk mengukur efektivitas

kebijakan moneter dalam mempengaruhi krisis (EMP) yaitu apakah

harus mengambilkan kebijakan moneter ketat atau longgar untuk

mengurangi fluktuasi EMP.

Dokumen terkait