BAB III METODOLOGI PENELITIAN
F. Definisi Operasional Variabel Penelitian dan Skala
Kehandalan perawat didefinisikan sebagai persepsi pasien / klien rawat inap terhadap akses layanan keperawatan klinik yang meliputi ketepatan layanan keperawatan klinik, ketrampilan perawat, prosedur layanan dan pemberian informasi.
Cara mengukur : melalui wawancara kepada pasien dengan menggunakan kuesioner terstruktur. Pasien diminta menyatakan persepsinya tentang apa yang tertuang dalam kuesioner.
Adapun jawaban responden untuk kemudian diberi skor 1 apabila sangat tidak sesuai, skor 2 apabila tidak sesuai, skor 3 apabila kurang sesuai, skor 4 apabila sesuai dan skor 5 apabila sangat sesuai, jawaban atas pernyataan yang terpisah dalam suatu variabel dijumlahkan ke dalam skor komposit. Pengukuran data dilakukan berdasarkan jumlah total skor yang diperoleh masing-masing responden per kelompok variabel penelitian. Data yang diperoleh dilakukan uji normalitas data dengan uji statistik Kolmogorof-
Smirnov dan diperoleh hasil 0,171 p=0,000 (p<0,05), yang berarti data variabel tersebut terdistribusi secara tidak normal, maka skor jawaban dapat digolongkan 2 kategori dengan menggunakan batasan nilai median adalah:
a) perawat handal bila skor ≥ 36
b) perawat kurang handal bila skor ≤ 36 Skala pengukuran: ordinal
2. Daya tanggap perawat
Daya tanggap perawat didefinisikan sebagai persepsi pasien / klien rawat inap terhadap kecepatan untuk tanggap menyelesaikan keluhan dan kecepatan pemberian layanan keperawatan klinik.
Cara mengukur: melalui wawancara kepada pasien dengan menggunakan kuesioner terstruktur. Pasien diminta menyatakan persepsinya tentang apa yang tertuang dalam kuesioner.
Adapun jawaban responden untuk kemudian diberi skor 1 apabila sangat tidak sesuai, skor 2 apabila tidak sesuai, skor 3 apabila kurang sesuai, skor 4 apabila sesuai dan skor 5 apabila sangat sesuai, jawaban atas pernyataan yang terpisah dalam suatu variabel dijumlahkan ke dalam skor komposit. Pengukuran data dilakukan berdasarkan jumlah total skor yang diperoleh masing-masing responden per kelompok variabel penelitian. Data yang diperoleh dilakukan uji normalitas data dengan uji statistik Kolmogorof- Smirnov dan diperoleh hasil 0,209 p=0,000 (p<0,05), yang berarti data variabel tersebut terdistribusi secara tidak normal, maka skor jawaban dapat digolongkan 2 kategori dengan menggunakan batasan nilai median adalah:
a) perawat tanggap bila skor ≥ 24
b) perawat kurang tanggap bila skor ≤ 24 Skala pengukuran: ordinal
3. Jaminan pelayanan keperawatan
Jaminan pelayanan keperawatan didefinisikan sebagai persepsi pasien/klien rawat inap terhadap kejujuran perawat, sifat perawat yang baik, keterjangkauan layanan keperawatan dan perlindungan yang baik yang diberikan perawat kepada klien.
Cara mengukur: melalui wawancara kepada pasien dengan menggunakan kuesioner terstruktur. Pasien diminta menyatakan persepsinya tentang apa yang tertuang dalam kuesioner.
Adapun jawaban responden untuk kemudian diberi skor 1 apabila sangat tidak sesuai, skor 2 apabila tidak sesuai, skor 3 apabila kurang sesuai, skor 4 apabila sesuai dan skor 5 apabila sangat sesuai, jawaban atas pernyataan yang terpisah dalam suatu variabel dijumlahkan ke dalam skor komposit. Pengukuran data dilakukan berdasarkan jumlah total skor yang diperoleh masing-masing responden per kelompok variabel penelitian. Data yang diperoleh dilakukan uji normalitas data dengan uji statistik Kolmogorof- Smirnov dan diperoleh hasil 0,221 p=0,000 (p<0,05), yang berarti data variabel tersebut terdistribusi secara tidak normal, maka skor jawaban dapat digolongkan 2 kategori dengan menggunakan batasan nilai median adalah:
a) perawat terjamin bila skor ≥ 24
b) perawat kurang terjamin bila skor ≤ 24 Skala pengukuran: ordinal
4. Empati perawat
Empati perawat didefinisikan sebagai persepsi pasien / klien rawat inap terhadap perhatian yang diberikan perawat, keterbukaan perawat, kesungguhan perawat dan kesabaran perawat.
Cara mengukur: melalui wawancara kepada pasien dengan menggunakan kuesioner terstruktur. Pasien diminta menyatakan persepsinya tentang apa yang tertuang dalam kuesioner.
Adapun jawaban responden untuk kemudian diberi skor 1 apabila sangat tidak sesuai, skor 2 apabila tidak sesuai, skor 3 apabila kurang sesuai, skor 4 apabila sesuai dan skor 5 apabila sangat sesuai, jawaban atas pernyataan yang terpisah dalam suatu variabel dijumlahkan ke dalam skor komposit. Pengukuran data dilakukan berdasarkan jumlah total skor yang diperoleh masing-masing responden per kelompok variabel penelitian. Data yang diperoleh dilakukan uji normalitas data dengan uji statistik Kolmogorof- Smirnov dan diperoleh hasil 0,155 p=0,000 (p<0,05), yang berarti data variabel tersebut terdistribusi secara tidak normal, maka skor jawaban dapat digolongkan 2 kategori dengan menggunakan batasan nilai median adalah:
a) perawat berempati bila skor ≥ 24
b) perawat kurang berempati bila skor ≤ 24 Skala pengukuran: ordinal
5. Bukti langsung / wujud asuhan keperawatan
Bukti langsung / wujud asuhan keperawatan didefinisikan sebagai persepsi pasien / klien rawat inap terhadap kenyataan yang dialami dan dirasakan oleh klien selama masa perawatan meliputi penampilan profesional perawat, kelengkapan peralatan keperawatan.
Cara mengukur: melalui wawancara kepada pasien dengan menggunakan kuesioner terstruktur. Pasien diminta menyatakan persepsinya tentang apa yang tertuang dalam kuesioner.
Adapun jawaban responden untuk kemudian diberi skor 1 apabila sangat tidak sesuai, skor 2 apabila tidak sesuai, skor 3 apabila kurang sesuai, skor 4 apabila sesuai dan skor 5 apabila sangat sesuai, jawaban atas
pernyataan yang terpisah dalam suatu variabel dijumlahkan ke dalam skor komposit. Pengukuran data dilakukan berdasarkan jumlah total skor yang diperoleh masing-masing responden per kelompok variabel penelitian. Data yang diperoleh dilakukan uji normalitas data dengan uji statistik Kolmogorof- Smirnov dan diperoleh hasil 0,158 p=0,000 (p<0,05), yang berarti data variabel tersebut terdistribusi secara tidak normal, maka skor jawaban dapat digolongkan 2 kategori dengan menggunakan batasan nilai median adalah:
a) asuhan keperawatan berwujud bila skor ≥ 27,5
b) asuhan keperawatan kurang berwujud bila skor ≤ 27,5 Skala pengukuran: ordinal
6. Persepsi kepuasan klien rawat inap pada asuhan keperawatan klinik
Persepsi kepuasan klien rawat inap pada asuhan keperawatan klinik didefinisikan sebagai ungkapan perasaan puas atau tidak puas pasien/klien terhadap pelayanan asuhan keperawatan klinik yang telah diterimanya selama dirawat di bangsal rawat inap RSU Puri Asih Salatiga, dimana persepsi kepuasan klien pada asuhan keperawatan klinik tersebut meliputi:
a. pemeriksaan fisik dan pengawasan kondisi pasien oleh perawat
b. hubungan komunikasi antara perawat dengan pasien / keluarga pasien
c. penyuluhan kesehatan oleh perawat yang berhubungan dengan penyakit pasien
d. lingkungan bangsal tempat perawatan
Cara mengukur: melalui wawancara kepada pasien dengan menggunakan kuesioner terstruktur. Pasien diminta menyatakan persepsinya tentang apa yang tertuang dalam kuesioner.
Persepsi pasien diketahui berdasarkan respon atas 4 pernyataan. Skala pengukuran: nominal
Data yang diperoleh dilakukan uji normalitas data dengan uji statistik
Kolmogorof-Smirnov dan diperoleh hasil 0,395 p=0,000 (p<0,05), yang berarti data variabel tersebut terdistribusi secara tidak normal, maka skor jawaban dapat digolongkan 2 kategori dengan menggunakan batasan nilai median adalah:
a) pasien puas bila skor ≥ 4 b) pasien tidak puas bila skor ≤ 4
G. Sumber Data dan Instrumen Penelitian