• Tidak ada hasil yang ditemukan

Definisi Operasional Variabel Penelitian dan Skala

Dalam dokumen ESTER NUNUK TRIMUMPUNI (Halaman 52-57)

BAB III METODOLOGI PENELITIAN

F. Definisi Operasional Variabel Penelitian dan Skala

Kehandalan perawat didefinisikan sebagai persepsi pasien / klien rawat inap terhadap akses layanan keperawatan klinik yang meliputi ketepatan layanan keperawatan klinik, ketrampilan perawat, prosedur layanan dan pemberian informasi.

Cara mengukur : melalui wawancara kepada pasien dengan menggunakan kuesioner terstruktur. Pasien diminta menyatakan persepsinya tentang apa yang tertuang dalam kuesioner.

Adapun jawaban responden untuk kemudian diberi skor 1 apabila sangat tidak sesuai, skor 2 apabila tidak sesuai, skor 3 apabila kurang sesuai, skor 4 apabila sesuai dan skor 5 apabila sangat sesuai, jawaban atas pernyataan yang terpisah dalam suatu variabel dijumlahkan ke dalam skor komposit. Pengukuran data dilakukan berdasarkan jumlah total skor yang diperoleh masing-masing responden per kelompok variabel penelitian. Data yang diperoleh dilakukan uji normalitas data dengan uji statistik Kolmogorof-

Smirnov dan diperoleh hasil 0,171 p=0,000 (p<0,05), yang berarti data variabel tersebut terdistribusi secara tidak normal, maka skor jawaban dapat digolongkan 2 kategori dengan menggunakan batasan nilai median adalah:

a) perawat handal bila skor ≥ 36

b) perawat kurang handal bila skor ≤ 36 Skala pengukuran: ordinal

2. Daya tanggap perawat

Daya tanggap perawat didefinisikan sebagai persepsi pasien / klien rawat inap terhadap kecepatan untuk tanggap menyelesaikan keluhan dan kecepatan pemberian layanan keperawatan klinik.

Cara mengukur: melalui wawancara kepada pasien dengan menggunakan kuesioner terstruktur. Pasien diminta menyatakan persepsinya tentang apa yang tertuang dalam kuesioner.

Adapun jawaban responden untuk kemudian diberi skor 1 apabila sangat tidak sesuai, skor 2 apabila tidak sesuai, skor 3 apabila kurang sesuai, skor 4 apabila sesuai dan skor 5 apabila sangat sesuai, jawaban atas pernyataan yang terpisah dalam suatu variabel dijumlahkan ke dalam skor komposit. Pengukuran data dilakukan berdasarkan jumlah total skor yang diperoleh masing-masing responden per kelompok variabel penelitian. Data yang diperoleh dilakukan uji normalitas data dengan uji statistik Kolmogorof- Smirnov dan diperoleh hasil 0,209 p=0,000 (p<0,05), yang berarti data variabel tersebut terdistribusi secara tidak normal, maka skor jawaban dapat digolongkan 2 kategori dengan menggunakan batasan nilai median adalah:

a) perawat tanggap bila skor ≥ 24

b) perawat kurang tanggap bila skor ≤ 24 Skala pengukuran: ordinal

3. Jaminan pelayanan keperawatan

Jaminan pelayanan keperawatan didefinisikan sebagai persepsi pasien/klien rawat inap terhadap kejujuran perawat, sifat perawat yang baik, keterjangkauan layanan keperawatan dan perlindungan yang baik yang diberikan perawat kepada klien.

Cara mengukur: melalui wawancara kepada pasien dengan menggunakan kuesioner terstruktur. Pasien diminta menyatakan persepsinya tentang apa yang tertuang dalam kuesioner.

Adapun jawaban responden untuk kemudian diberi skor 1 apabila sangat tidak sesuai, skor 2 apabila tidak sesuai, skor 3 apabila kurang sesuai, skor 4 apabila sesuai dan skor 5 apabila sangat sesuai, jawaban atas pernyataan yang terpisah dalam suatu variabel dijumlahkan ke dalam skor komposit. Pengukuran data dilakukan berdasarkan jumlah total skor yang diperoleh masing-masing responden per kelompok variabel penelitian. Data yang diperoleh dilakukan uji normalitas data dengan uji statistik Kolmogorof- Smirnov dan diperoleh hasil 0,221 p=0,000 (p<0,05), yang berarti data variabel tersebut terdistribusi secara tidak normal, maka skor jawaban dapat digolongkan 2 kategori dengan menggunakan batasan nilai median adalah:

a) perawat terjamin bila skor ≥ 24

b) perawat kurang terjamin bila skor ≤ 24 Skala pengukuran: ordinal

4. Empati perawat

Empati perawat didefinisikan sebagai persepsi pasien / klien rawat inap terhadap perhatian yang diberikan perawat, keterbukaan perawat, kesungguhan perawat dan kesabaran perawat.

Cara mengukur: melalui wawancara kepada pasien dengan menggunakan kuesioner terstruktur. Pasien diminta menyatakan persepsinya tentang apa yang tertuang dalam kuesioner.

Adapun jawaban responden untuk kemudian diberi skor 1 apabila sangat tidak sesuai, skor 2 apabila tidak sesuai, skor 3 apabila kurang sesuai, skor 4 apabila sesuai dan skor 5 apabila sangat sesuai, jawaban atas pernyataan yang terpisah dalam suatu variabel dijumlahkan ke dalam skor komposit. Pengukuran data dilakukan berdasarkan jumlah total skor yang diperoleh masing-masing responden per kelompok variabel penelitian. Data yang diperoleh dilakukan uji normalitas data dengan uji statistik Kolmogorof- Smirnov dan diperoleh hasil 0,155 p=0,000 (p<0,05), yang berarti data variabel tersebut terdistribusi secara tidak normal, maka skor jawaban dapat digolongkan 2 kategori dengan menggunakan batasan nilai median adalah:

a) perawat berempati bila skor ≥ 24

b) perawat kurang berempati bila skor ≤ 24 Skala pengukuran: ordinal

5. Bukti langsung / wujud asuhan keperawatan

Bukti langsung / wujud asuhan keperawatan didefinisikan sebagai persepsi pasien / klien rawat inap terhadap kenyataan yang dialami dan dirasakan oleh klien selama masa perawatan meliputi penampilan profesional perawat, kelengkapan peralatan keperawatan.

Cara mengukur: melalui wawancara kepada pasien dengan menggunakan kuesioner terstruktur. Pasien diminta menyatakan persepsinya tentang apa yang tertuang dalam kuesioner.

Adapun jawaban responden untuk kemudian diberi skor 1 apabila sangat tidak sesuai, skor 2 apabila tidak sesuai, skor 3 apabila kurang sesuai, skor 4 apabila sesuai dan skor 5 apabila sangat sesuai, jawaban atas

pernyataan yang terpisah dalam suatu variabel dijumlahkan ke dalam skor komposit. Pengukuran data dilakukan berdasarkan jumlah total skor yang diperoleh masing-masing responden per kelompok variabel penelitian. Data yang diperoleh dilakukan uji normalitas data dengan uji statistik Kolmogorof- Smirnov dan diperoleh hasil 0,158 p=0,000 (p<0,05), yang berarti data variabel tersebut terdistribusi secara tidak normal, maka skor jawaban dapat digolongkan 2 kategori dengan menggunakan batasan nilai median adalah:

a) asuhan keperawatan berwujud bila skor ≥ 27,5

b) asuhan keperawatan kurang berwujud bila skor ≤ 27,5 Skala pengukuran: ordinal

6. Persepsi kepuasan klien rawat inap pada asuhan keperawatan klinik

Persepsi kepuasan klien rawat inap pada asuhan keperawatan klinik didefinisikan sebagai ungkapan perasaan puas atau tidak puas pasien/klien terhadap pelayanan asuhan keperawatan klinik yang telah diterimanya selama dirawat di bangsal rawat inap RSU Puri Asih Salatiga, dimana persepsi kepuasan klien pada asuhan keperawatan klinik tersebut meliputi:

a. pemeriksaan fisik dan pengawasan kondisi pasien oleh perawat

b. hubungan komunikasi antara perawat dengan pasien / keluarga pasien

c. penyuluhan kesehatan oleh perawat yang berhubungan dengan penyakit pasien

d. lingkungan bangsal tempat perawatan

Cara mengukur: melalui wawancara kepada pasien dengan menggunakan kuesioner terstruktur. Pasien diminta menyatakan persepsinya tentang apa yang tertuang dalam kuesioner.

Persepsi pasien diketahui berdasarkan respon atas 4 pernyataan. Skala pengukuran: nominal

Data yang diperoleh dilakukan uji normalitas data dengan uji statistik

Kolmogorof-Smirnov dan diperoleh hasil 0,395 p=0,000 (p<0,05), yang berarti data variabel tersebut terdistribusi secara tidak normal, maka skor jawaban dapat digolongkan 2 kategori dengan menggunakan batasan nilai median adalah:

a) pasien puas bila skor ≥ 4 b) pasien tidak puas bila skor ≤ 4

G. Sumber Data dan Instrumen Penelitian

Dalam dokumen ESTER NUNUK TRIMUMPUNI (Halaman 52-57)

Dokumen terkait