BAB III METODOLOGI PENELITIAN
D. RANCANGAN PENELITIAN
6. Definisi Operasional Variabel Penelitian dan Skala
a. Basis data adalah kumpulan file-file data yang mencakup data yang dilaporkan oleh Puskesmas setiap bulan ke Bidang P2PL Dinas Kesehatan Kota Tasikmalaya dengan menggunakan format khusus yang telah dirancang sesuai kebutuhan dan dikelola oleh pengelola pencatatan pelaporan di Bidang P2PL Dinas Kesehatan Kota Tasikmalaya mencakup berbagai data dan dapat dibagi menjadi dua jenis basis data, yaitu basis data mencakup data dasar (demografi), dan data kegiatan sesuai indikator kinerja Standar Pelayanan Minimal (SPM), terdiri dari :
1) Data kegiatan Pencegahan dan Pemberantasan Penyakit yang dapat dicegah dengan Immunisasi (PD3I),
2) Data frekwensi Kejadian Luar Biasa (KLB),
3) Data kegiatan Pencegahan dan pemberantasan Penyakit TB Paru,
4) Data kegiatan Pencegahan dan pemberantasan Penyakit ISPA, 5) Data kegiatan Pencegahan dan pemberantasan Penyakit HIV–
AIDS,
6) Data kegiatan Pencegahan dan pemberantasan Penyakit DBD, 7) Data kegiatan Pencegahan dan pemberantasan Penyakit Diare, 8) Data kegiatan Pencegahan dan Pemberantasan Penyakit Malaria, 9) Data kegiatan Pencegahan dan Pemberantasan Penyakit
Filariasis,
10) Data kegiatan Pencegahan dan Pemberantasan Penyakit Kusta, 11) Data kegiatan Pelayanan Kesehatan Lingkungan,
12) Data kegiatan Pelayanan Pengendalian Vektor,
13) Data kegiatan Pelayanan Hygiene Sanitasi di Tempat Umum (TTU).
b. Sumber daya adalah potensi yang ada untuk mewujudkan perannya dan mampu mengelola seluruh perannya menuju tercapainya pengembangan sistem informasi Bidang P2PL, yang seimbang dan berkelanjutan, meliputi manusia, metode, form form:
c. Manusia adalah tenaga yang menangani pengelolaan data dan informasi Bidang P2PL Dinas Kesehatan Kota Tasikmalaya.
d. Metode adalah cara atau tata cara untuk mewujudkan peran untuk pengembangan sistem informasi Bidang P2PL Dinas Kesehatan Kota Tasikmalaya
e. Form laporan adalah sarana dan prasarana untuk pengembangan sistem informasi Bidang P2PL, meliputi :
1) Form laporan Pencegahan dan pemberantasan Penyakit Polio adalah data-data yang berhubungan dengan kegiatan Immunisasi Polio yang dilaporkan oleh Puskesmas dengan format khusus untuk mencapai Acute Flacid Paralysis (AFP) rate per 100.0000 penduduk < 15 tahun,
2) Form laporan Pencegahan dan pemberantasan Penyakit TB Paru adalah data-data yang berhubungan dengan kegiatan P2TB yang dilaporkan oleh Puskesmas dengan format khusus untuk mencapai presentase kesembuhan penderita TBC BTA(+).
3) Form laporan Pencegahan dan pemberantasan Penyakit ISPA adalah data-data hasil kegiatan Program P2ISPA yang dilaporkan oleh Puskesmas dengan format khusus untuk mencapai indikator presentase cakupan balita dengan pnemonia yang ditangani. 4) Form laporan Pencegahan dan pemberantasan Penyakit HIV–
AIDS yaitu data-data yang berhubungan dengan kegiatan Pencegahan dan pemberantasan Penyakit HIV–AIDS yang
dilaporkan oleh Puskesmas dengan format khusus untuk mencapai presentase klien yang mendapatkan penanganan HIV-AIDS, dan Presentase infeksi menular seksual yang diobati.
5) Form laporan Pencegahan dan pemberantasan Penyakit DBD adalah data-data yang berhubungan dengan kegiatan Pencegahan dan pemberantasan Penyakit DBD yang dilaporkan oleh Puskesmas dengan format khusus untuk mencapai presentase penderita DBD yang ditangani.
6) Form laporan Pencegahan dan pemberantasan Penyakit Diare adalah data-data yang berhubungan dengan kegiatan Pencegahan dan pemberantasan Penyakit Diare yang dilaporkan oleh Puskesmas dengan format khusus untuk mencapai presentase balita dengan diare yang ditangani.
7) Form laporan Pencegahan dan pemberantasan Penyakit Malaria adalah data-data yang berhubungan dengan kegiatan Pencegahan dan pemberantasan Penyakit Malaria yang dilaporkan oleh Puskesmas dengan format khusus untuk mencapai presentase tersangka malaria positif yang diobati
8) Form laporan Pencegahan dan pemberantasan Penyakit Kusta adalah data-data yang berhubungan dengan kegiatan Pencegahan dan pemberantasan Penyakit Kusta yang dilaporkan oleh Puskesmas dengan format khusus untuk mencapai presentase penderita kusta yang menyelesaikan pengobatan
9) Form laporan Pencegahan dan pemberantasan Penyakit Filaria adalah data-data yang berhubungan dengan kegiatan Pencegahan dan pemberantasan Penyakit Filaria yang dilaporkan
oleh Puskesmas dengan format khusus untuk mencapai presentase penderita yang ditangani
10) Form laporan Pelayanan Kesehatan Lingkungan adalah data-data yang berhubungan dengan kegiatan Pelayanan Kesehatan Lingkungan yang dilaporkan oleh Puskesmas dengan format khusus untuk mencapai presentase institusi yang dibina
11) Form laporan Pelayanan Pengendalian Vektor adalah data-data yang berhubungan dengan kegiatan Pelayanan Pengendalian Vektor yang dilaporkan oleh Puskesmas dengan format khusus untuk mencapai presentase rumah/bangunan bebas jentik nyamuk Aedes.
12) Form laporan Pelayanan Hygiene Sanitasi di Tempat Umum adalah data-data yang berhubungan dengan kegiatan Pelayanan Hygiene Sanitasi di Tempat Umum yang dilaporkan oleh Puskesmas dengan format khusus untuk mencapai presentase tempat umum yang memenuhi syarat.
f. Informasi adalah informasi yang dihasilkan sistem informasi untuk mendukung pemantauan bidang P2PL sesudah pengembangan sistem yang berupa :
1) Informasi hasil kegiatan program Pencegahan dan Pemberantasan Penyakit Polio adalah hasil perolehan Immunisasi Polio yang disajikan dalam bentuk angka cakupan, grafik, dan peta bulanan Immunisasi Polio dan pencapaian Acute Flacid Paralysis (AFP) rate per 100.000 penduduk < 15 tahun
2) Informasi hasil kegiatan Pencegahan dan Pemberantasan Penyakit TB Paru (P2TB) adalah hasil perolehan kegiatan program Pencegahan dan Pemberantasan Penyakit TB Paru
(P2TB) yang disajikan dalam bentuk cakupan, grafik, dan peta proporsi susfek yang diperiksa dan proporsi BTA (+) diantara susfek dan presentase kesembuhan penderita TBC BTA(+)..
3) Informasi hasil kegiatan Pencegahan dan pemberantasan Penyakit ISPA adalah hasil kegiatan Pencegahan dan pemberantasan Penyakit ISPA yang disajikan dalam bentuk grafik fluktuasi penyakit/kasus, peta per bulan dan presentase cakupan balita dengan pnemonia yang ditangani.
4) Informasi Pencegahan dan pemberantasan Penyakit HIV–AIDS adalah kegiatan Pencegahan dan pemberantasan Penyakit HIV– AIDS yang disajikan dalam bentuk grafik dan peta, jumlah kasus per bulan dan presentase infeksi menular seksual yang diobati. 5) Informasi Pencegahan dan pemberantasan Penyakit DBD adalah
hasil kegiatan Pencegahan dan pemberantasan Penyakit DBD yang disajikan dalam bentuk peta, grafik pola penyakit/kasus per bulan dan presentase penderita DBD yang ditangani.
6) Informasi Pencegahan dan pemberantasan Penyakit Diare adalah hasil kegiatan Pencegahan dan pemberantasan Penyakit Diare yang disajikan dalam bentuk peta, grafik fluktuasi penyakit/kasus per bulan dan presentase balita dengan diare yang ditangani. 7) Informasi Pencegahan dan pemberantasan Penyakit Malaria
adalah hasil kegiatan Pencegahan dan pemberantasan Penyakit Malaria yang disajikan dalam bentuk peta, grafik per bulan dan presentase tersangka malaria positif yang diobati.
8) Informasi Pencegahan dan pemberantasan Penyakit Kusta adalah hasil kegiatan Pencegahan dan pemberantasan Penyakit Kusta
yang disajikan dalam bentuk peta, grafik per bulan dan presentase penderita kusta yang menyelesaikan pengobatan.
9) Informasi Pencegahan dan pemberantasan Penyakit Filariasis adalah hasil kegiatan Pencegahan dan pemberantasan Penyakit Filariasis yang disajikan dalam bentuk peta, grafik per bulan dan presentase penderita yang ditangani.
10) Informasi Pelayanan Kesehatan Lingkungan adalah hasil kegiatan Pelayanan Kesehatan Lingkungan yang disajikan dalam bentuk peta, grafik dan presentase Institusi yang dibina
11) Informasi Pelayanan Pengendalian Vektor adalah hasil kegiatan Pelayanan Pengendalian Vektor yang disajikan dalam bentuk peta, grafik dan presentase rumah/bangunan bebas jentik nyamuk Aedes.
12) Informasi Pelayanan Hygiene Sanitasi di Tempat Umum adalah hasil kegiatan Pelayanan Hygiene Sanitasi di Tempat Umum yang disajikan dalam bentuk peta, grafik dan presentase tempat umum yang memenuhi syarat.
13) Pemantauan adalah kegiatan pengamatan yang dilakukan terus menerus terhadap pelaksanaan kegiatan/program P2PL untuk mengetahui perkembangan pelaksanaan kegiatan pada Bidang P2PL.
g. Sistem informasi P2PL adalah sistem informasi yang terpadu untuk menyajikan informasi guna mendukung fungsi operasi, manajemen dan pengambilan keputusan dalam Bidang P2PL.
h. Kualitas informasi adalah informasi yang dihasilkan oleh sistem informasi P2PL yang diukur dengan kriteria aksesibilitas, kemudahan,
relevan, bermanfaat, ketepatan waktu, keandalan, akurasi data dan konsisten :
1) Aksesibilitas adalah tersedianya data yang akan dianalaisis dan informasi yang dibutuhkan, cara pengukurannya : melakukan percobaan dengan mencari basis data dan hasil informasi tentang hasil cakupan program oleh responden kemudian ditanyakan tanggapannya mengenai ketersediaan data dan informasi yang dihasilkan
2) Kemudahan adalah informasi yang dihasilkan mudah diperoleh atau diakses kembali oleh user, cara pengukurannya : melakukan percobaan dengan mencari salah satu informasi tentang hasil cakupan program oleh responden kemudian ditanyakan tanggapannya mengenai kemudahan mendapatkan informasi tersebut.
3) Relevansi adalah informasi atau laporan tersedia sesuai dengan informasi yang dibutuhkan oleh user , cara pengukurannya : melakukan wawancara dengan subyek penelitian untuk meminta pendapatnya mengenai relevansi informasi yang tersedia dengan kebutuhan
4) Manfaat informasi adalah informasi atau laporan bermanfaat bagi user, cara pengukurannya : melakukan wawancara dengan subyek penelitian untuk meminta pendapatnya mengenai manfaat informasi tersebut
5) Ketepatan waktu adalah informasi/laporan tersedia sesuai dengan waktu yang telah ditetapkan atau tersedia setiap tanggal 5, cara pengkuruannnya : melakukan wawancara dengan subyek
penelitian untuk meminta pendapatnya mengenai ketepatan dalam memperoleh informasi
6) Reliabel adalah keandalan, dapat dipercaya kebenarannya dalam pengolahan data, cara pengukurannya : cara pengukurannya : melakukan percobaan dengan salah satu informasi tentang hasil cakupan program oleh responden kemudian ditanyakan tanggapannya mengenai kebenaran tentang pengolahan data sehingga menjadi informasi benar.
7) Akurasi adalah informasi yang dihasilkan memuat informasi yang sesuai dengan input atau data yang dimasukkan/dientry, cara pengukurannya : melakukan wawancara pada subyek penelitian mengenai keakuratan dari informasi/laporan dan melakukan percobaan dengan cara entry salah satu data.
8) Konsisten adalah data yang dihasilkan oleh sifo sesuai kebutuhan, tidak bertentangan dengan aturan dan out putnya dapat digunakan untuk mendukung pengambilan keputusan, cara pengukurannya : melakukan wawancara pada subyek penelitian mengenai hasil dari informasi/laporan kemudian ditanyakan tanggapannya mengenai kesinambungan informasi tersebut.
i. FAST adalah merupakan tahapan yang digunakan dalam pengembangkan sistem informasi bidang P2PL yang meliputi 8 tahap. Dalam penelitian ini hanya dibatasi sampai dengan tahap merancang sistem baru.