METODE PENELITIAN A. Desain Penelitian
B. Definisi Operasional Variabel Penelitian
Variabel dalam penelitian ini adalah minat siswa kelas VIII terhadap pembelajaran bolabasket di SMP Negeri 2 Lendah, Kabupaten Kulon Progo. Adapun definisi operasional variabel dalam penelitian ini adalah kecenderungan dalam diri siswa kelas VIII SMP Negeri 2 Lendah dalam hal faktor keturunan, faktor lingkungan, orang tua, dan kebiasaan/adat yang mempengaruhi minat siswa terhadap pembelajaran bolabasket di sekolah yang diukur dengan angket.
C. Populasi dan Sampel Penelitian 1. Populasi
Menurut Suharsimi Arikunto (1983: 102) populasi adalah keseluruhan subjek penelitian. Dalam penelitian ini populasinya adalah siswa kelas VIII SMP Negeri 2 Lendah. Jumlah populasi ada 192 orang terdiri dari 6 kelas. Menurut Suharsimi Arikunto (1983: 107) jika populasi lebih dari 100 orang sampel bisa diambil 10 – 20 % atau lebih.
Tabel 1. Jumlah siswa kelas VIII SMP Negeri 2 Lendah No Kelas VIII SMP Negeri 2 Lendah Jumlah
1 Kelas VIII A 32 2 Kelas VIII B 32 3 Kelas VIII C 32 4 Kelas VIII D 32 5 Kelas VIII E 32 6 Kelas VIII F 32 Jumlah 192
38 2. Sampel Penelitian
Menurut Sugiyono (2013: 63) sampel adalah bagian dari jumlah dan karakteristik yang dimiliki oleh populasi. Penetapan besar kecilnya sampel Suharsimi Arikunto (1983: 107) mengemukakan pendapat sebagai berikut: apabila subjeknya kurang dari 100, lebih baik diambil semua sehingga penelitiannya merupakan penelitian populasi. Selanjutnya jika subjeknya besar dapat diambil antara 10 – 15% atau 20 – 25% atau lebih.
Pengambilan sampel dalam penelitian ini dengan teknik Proportionate Random Sampling. Teknik Proportionate Random Sampling digunakan bila populasi mempunyai anggota/ unsur yang tidak homogen dan proporsional (Sugiyono, 2012: 64). Sampel yang diambil dalam penelitian ini adalah siswa kelas VIII SMP Negeri 2 Lendah. Karena populasi ini lebih dari 100 dari 6 kelas, maka sampel yang diambil adalah siswa kelas VIII sebesar 25% dari 6 kelas. Jumlah siswa setiap kelas terdiri dari 32 siswa, maka 25% dari setiap kelas adalah 8 siswa. Maka jumlah keselurahan sampel dari 6 kelas adalah 48 siswa.
Sampel yang terambil terdiri dari 21 siswa laki-laki dan 27 siswa perempuan. Rincian jumlah siswa yang dijadikan sampel setiap kelas :
Tabel 2. Jumlah siswa yang dijadikan sampel
No Kelas Jumlah Siswa Jumlah Sampel
1 Kelas VIII A 32 8 2 Kelas VIII B 32 8 3 Kelas VIII C 32 8 4 Kelas VIII D 32 8 5 Kelas VIII E 32 8 6 Kelas VIII F 32 8 Jumlah 192 48
39
D. Instrumen dan Teknik Pengumpulan Data 1. Instrumen Penelitian
Instrumen penelitian merupakan alat ukur bantu pada waktu penelitian menggunakan suatu metode. Instrumen dalam penelitian ini adalah dalam bentuk angket yang berisi pernyataan-pernyataan yang akan digunakan untuk mengungkap indikator tertarik, kemampuan, perangai, struktur fisik, lingkungan, orang tua, dan kebiasaan/ adat yang merupakan faktor-faktor yang mempengaruhi minat siswa kelas VIII terhadap pembelajaran bolabasket di SMP Negeri 2 Lendah Kabupaten Kulon Progo.
Instrumen penelitian ini dalam bentuk angket terdiri dari 35 butir pernyataan. Pernyataan positif dengan empat pilihan jawaban, yaitu skor 4 untuk jawaban SS (Sangat Setuju), skor 3 untuk jawaban S (Setuju), skor 2 untuk jawaban TS (Tidak Setuju), dan skor 1 untuk jawaban STS ( Sangat Tidak Setuju).Pernyataan negatif juga memiliki empat pilihan jawaban, yaitu skor 1 untuk jawaban SS (Sangat Setuju), skor 2 untuk jawaban S (Setuju), skor 3 untuk jawaban TS (Tidak Setuju), dan skor 4 untuk jawaban STS ( Sangat Tidak Setuju). Faktor keturunan diukur melalui butir pernyataan nomor 1 - 17, faktor lingkungan diukur melalui butir pernyataan nomor 18 - 31, faktor orang tua diukur melalui butir pernyataan nomor 32 - 33, dan faktor kebiasaan/ adat diukur melalui butir pernyataan nomor 34 - 35.
40
Keberhasilan suatu penelitian banyak ditentukan oleh instrumen yang digunakan. Langkah-langkah dalam penyusunan instrumen penelitian yaitu sebagai berikut (Sutrisno Hadi, 1991: 7).
a. Mendefinisikan Konstrak
Adalah langkah peneliti dalam membatasi variabel yang akan diukur. Konstrak dalam penelitian ini adalah minat siswa kelas VIII terhadap pembelajaran bolabasket di SMP Negeri 2 Lendah Kabupaten Kulon Progo. Minat dalam kecenderungan diri seseorang untuk merasa tertarik, yang menjadi kekuatan pendorong yang menyebabkan seseorang memusatkan perhatiannya pada suatu aktivitas atau objek dan akan cenderung lebih aktif terhadap objek tersebut, serta akan mendatangakan kepuasan dalam diri individu.
b. Menyidik Faktor
Menyidik faktor adalah tahap yang bertujuan untuk menandai faktor-faktor yang diketemukan dalam konstrak yang akan diteliti. Adapun faktor-faktor tersebut meliputi:
1) Faktor dari dalam diri orang/ berasal dari pembawaan adalah keturunan. Keturunan mempunyai sub indikator, meliputi: kemampuan, perangai/ watak, dan struktur fisik/ tubuh.
2) Faktor pengaruh dari luar individu, meliputi: lingkungan ( dengan sub indikator meliputi guru, fasilitas, teman sebaya), dorongan orang tua, dan kebiasaan/ adat.
41
Adalah langkah ketiga dengan menyusun butir-butir pernyataan yang mengacu pada faktor-faktor yang berpengaruh dalam penelitian. Untuk menyusun butir-butir pernyataan, maka faktor-faktor tersebut dijabarkan menjadi kisi-kisi instrumen peneliti yang kemudian dikembangkan dalam butir-butir pernyataan.
Butir-butir pernyataan yang disusun bersifat negatif dan positif. Pernyataan negatif dimaksudkan memvariasikan pernyataan agar tidak monoton dan membosankan. Faktor dari dalam diri orang/ berasal dari pembawaan adalah keturunan. Di dalam faktor keturunan terdapat sub-sub indikator yang meliputi: kemampuan, perangai, dan struktur fisik. Kemudian faktor pengaruh dari luar individu, meliputi: lingkungan, dorongan orang tua, kebiasaan/ adat. Di dalam faktor lingkungan terdapat sub-sub indikator yang meliputi: guru, fasilitas, dan teman sebaya. Apabila dalam menyidik faktor-faktor sudah dijabarkan, langkah selanjutnya adalah mengembangkan dalam suatu kisi-kisi. Setelah kisi-kisi sudah tersusun dilanjutkan langkah membuat butir-butir pernyataan.
Untuk mengungkap faktor yang mempengaruhi minat dari dalam diri orang/ pembawaan disusun 17 butir pernyataan dan untuk mengungkap faktor yang mempengaruhi minat dari luar individu disusun 18 butir pernyataan. Setiap butir pernyataan terdapat pernyataan yang bersifat negatif dan positif yang bertujuan agar responden tidak bosan dalam menjawab. Dalam menyusun instrumen berupa angket peneliti menambahkan 2 langkah lagi, yaitu: Kalibrasi ahli dan uji coba instrumen.
42
Tabel 3. Kisi-kisi Uji Coba Variabel Faktor Indikator Sub
Indikator Butir Peryataan Jumlah Positif Negatif Minat siswa kelas VIII terhadap pembelajaran bolabasket di SMP Negeri 2 Lendah Faktor dari dalam diri orang Keturunan kemampuan 1,2,4,5, 6,7 3 7 perangai 8,10,12 9,11,13 6 Struktur fisik 14,16, 17 15 4 Faktor pengaruh dari luar Lingkungan Guru 19,22, 24,25 18,20, 21,23 8 Fasilitas 26,29 27,28 4 Teman sebaya 30,31 2 Orang tua 32,33 2 Kebiasaan/ adat 34 35 2 Jumlah 35
d. Konsultasi (kalibrasi ahli)
Setelah butir-butir pertanyaan tersusun, maka langkah selanjutnya adalah mengkonsultasikan dengan ahli (Expert Judgement) atau sering disebut kalibrasi ahli. Ahli untuk konsultasi instrumen ini adalah bapak Komarudin, M.A. Para ahli diminta pendapatnya tentang instrumen yang telah disusun, mungkin para ahli akan memberi pendapat: instrument dapat digunakan tanpa perbaikan, ada perbaikan dan mungkin rombak total (Sugiyono, 2013: 352).
e. Uji Coba Instrumen
Uji coba instrumen dilakukan sebelum angket diberikan kepada responden. Uji coba instrumen dilaksanakan pada tanggal 23 Mei 2016 di SMP Negeri 1 Galur. Tujuan dari uji coba instrumen ini adalah untuk
43
menghindari pernyataan yang kurang jelas maksudnya, menghilangkan kata-kata yang sulit dijawab, serta mempertimbangkan penambahan dan pengurangan item. Menurut Suharsimi Arikunto (1996: 157) baik buruknya instrumen ditunjukkan oleh kesahihan (validitas) dan keandalan (reliabilitas). Analisis hasil uji coba instrumen mencakup validitas dan reliabilitas.
Menurut Suharsimi Arikunto (1998: 158-159) tujuan dari uji coba instrumen angket/kuesioner adalah:
1) Mengetahui tingkat terpahaman instrument, apakah responden tidak menemui kesulitan dalam menangkap maksud peneliti.
2) Untuk mengetahui teknik paling efektif.
3) Untuk memperkirakan waktu yang dibutuhkan oleh responden dalam mengisi angket.
4) Untuk mengetahui apakah butir-butir yang tertera di dalam angket sudah memadai dan cocok dengan keadaan di lapangan.
a) Uji Validitas Instrumen
Menurut Suharsimi Arikunto (1983: 136) validitas adalah suatu ukuran yang menunjukkan tingkat-tingkat kevalidan atau kesahihan sesuatu instrumen. Suatu instrumen yang valid adalah memiliki validitas tinggi. Sebaliknya, instrumen yang kurang valid berarti memiliki validitas rendah (Suharsimi Arikunto, 1983: 136). Dilanjutkan menurut Saifudin Azwar (1992: 162) bahwa dalam item tes yang sedang disusun yang tidak
44
memperlihatkan kualitas yang baik harus disingkirkan, hanya item yang memiliki kualitas tinggi sajalah yang boleh digunakan untuk tes.
Langkah pokok analisis butir soal dalam instrumen angket untuk menentukan kevalidan atau kesahihan instrumen yang disusun mempunyai validitas tinggi:
1) Menghitung korelasi momen tangkar dengan cara mengkorelasikan skor item pernyataan dengan skor seluruh item. Menggunakan rumus korelasi Product Moment dari Karl Pearson.
= N∑xy − ∑x ∑y
√{N∑x2− ∑x 2}{N∑y2− ∑y 2} Keterangan:
rXY : koefesien korelasi antara skor butir dengan skor total X : skor butir
Y : skor total
N : banyaknya subyek
2) Selanjutnya r hitung dibandingkan dengan nilai r tabel. Apabila harga r hitung yang diperoleh lebih tinggi dari r tabel pada taraf signifikansi 5% maka butir soal dinyatakan valid. Sebaliknya, jika r hitung lebih kecil dari r tabel, maka butir soal dinyatakan tidak valid/gugur.
Uji validitas dalam penelitian ini menggunakan bantuan komputer program SPSS versi 16.0 dengan rumus Product Moment dari Karl Pearson. Dari hasil uji coba instrumen yang telah dilaksanakan pada tanggal 23 Mei 2016, dengan responden 30 siswa kelas VIII SMP
45
Negeri 1 Galur Kabupaten Kulon Progo, terdapat satu nomer pernyataan angket yang tidak valid yaitu nomer: 33. Lihat pada lampiran 10. Satu nomer yang tidak valid, tidak dilakukan tes lagi dikarenakan keterbatasan waktu dan biaya. Dari seluruh pernyataan tersebut diperoleh rata-rata hasil nilai korelasi (r-hitung) yaitu 0,545.
Tabel 4. Kisi-kisi Instrumen Penelitian Angket Variabel Faktor Indikator Sub
Indikator Butir Peryataan Jumlah Positif Negatif Minat siswa kelas VIII terhadap pembelajaran bolabasket di SMP Negeri 2 Lendah Faktor dari dalam diri orang Keturunan kemampuan 1,2,4,5, 6,7 3 7 perangai 8,10,12 9,11,13 6 Struktur fisik 14,16, 17 15 4 Faktor pengaruh dari luar Lingkungan Guru 19,22, 24,25 18,20, 21,23 8 Fasilitas 26,29 27,28 4 Teman sebaya 30,31 2 Orang tua 32 1 Kebiasaan/ adat 33 34 2 Jumlah 34
b) Uji Reliabilitas Instrumen
Reliabilitas menunjuk pada satu pengertian bahwa suatu instrumen cukup dapat dipercaya untuk dapat digunakan sebagai alat pengumpul data karena instrumen tersebut sudah baik (Suharsimi Arikunto, 1983: 142). Instrumen yang baik tidak akan bersifat tendensius mengarahkan responden untuk memilih jawaban-jawaban tertentu. Seperti yang dikemukakan Suharsimi Arikunto (1983: 142) instrumen yang sudah dapat
46
dipercaya, yang reliabel akan menghasilkan data yang dapat dipercaya juga. Reliabel artinya dapat dipercaya, jadi dapat diandalkan. Reliabilitas menunjuk pada tingkat keterandalan sesuatu.
Setelah uji validitas dilakukan, langkah selajutnya adalah menguji reliabilitas atau keandalan instrumen. Uji keandalan instrumen menggunakan rumus Alpha Cronbach menurut Suharsimi Arikunto (1983: 165) sebagai berikut:
= { − }{ −∑���2�2} Keterangan :
r11 : reliabilitas instrumen
k : banyaknya butir pertanyaan atau soal
∑��2 : jumlah varians butir
��2 : varians total
Analisis uji reliabilitas penelitian ini diolah menggunakan computer program SPSS versi 16.0 dengan rumus Alpha Cronbach. Berdasarkan analisis yang dilakukan, maka pengujian reliabilitas dapat ditunjukkan sebagai berikut:
Tabel 5. Cronbach Alpha
Varibel Cronbach Alpha Kesimpulan
Minat Siswa Kelas VIII Terhadap Pembelajaran
Bolabasket
47
Hasil reliabilitas uji coba instrumen dari 35 butir pernyataan diperoleh 34 butir pernyataan dinyatakan valid, maka dengan reliabilitas uji coba ini dengan hasil 0,931. Sehingga dapat dikatakan bahwa angket tersebut adalah reliabel. Untuk selanjutnya item-item pernyataan pada angket tersebut layak digunakan untuk penelitian tentang minat siswa kelas VIII terhadap pembelajaran bolabasket.
1. Teknik Pengumpulan Data
Teknik pengumpulan data adalah cara yang dipakai dalam pengumpulan data. Dalam penelitian ini pengumpulan data dengan menggunakan angket. Angket dalam penelitian ini merupakan angket tertutup dan jawaban sudah diberikan, responden tinggal menjawab pada jawaban yang telah disediakan.