• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB VII PENUTUP

7.2 Saran

1) Bagi peternak, pencegahan penyakit demam susu harus terus di terapka untuk menjaga kesehatan ternak ruminansia khususnya pada ternak sapi perah

2) Perlu ada kajian lebih lanjut mengenai pencegahan penyakit demam susu dari aspek kesehatan ternak sehingga mengetahui apakah pencegahan penyakit demam susu dapat menguntungkan dari aspek kesehatan ternak.

3) Perlu adanya penyuluhan tentang pencegahan penyakit dengan menggunakan pakan tambahan

61

DAFTAR PUSTAKA

Adriani, L. dan Mushawwir, A., 2008. Kadar Glukosa Darah, Laktosa Dan Produksi Susu Sapi Perah Pada Berbagai Tingkat Suplementasi Mineral Makro.

Artikel Ilmiah. Fakultas Peternakan Universitas Padjadjaran.

Anggraeni, A., & Mariana, E. (2016). Evaluasi aspek teknis pemeliharaan sapi perah menuju good dairy farming practices pada peternakan sapi perah rakyat Pondok Ranggon. Jurnal Agripet, 16(2), 90-96.

Boland, M. P. (2003). Trace minerals in production and reproduction in dairy cows.

Adv Dairy Technol 15, 319–330.

Despal, I. G. P., Toharmat, T., & Amirroennas, D. E. (2019). Pemberian Pakan Sapi Perah. PT Penerbit IPB Press.

Edo Andriyanto, N. (2019). HUBUNGAN KADAR VITAMIN D DAN MAGNESIUM DARAH PRA OPERASI DENGAN KEJADIAN HIPOKALSEMIA PASKA TOTAL TIROIDEKTOMI PADA PASIEN KANKER TIROID (Doctoral dissertation, Universitas Airlangga).

Eniza Saleh. 2004. Dasar Pengolahan Susu dan Hasil Ikutan Ternak. Program Studi Produksi Ternak Fakultas Pertanian Universitas Sumatera Utara.

Sumatera

Goff, 2006. Bahaya cemaran aflatoksin pada pakan ternak terhadap ternak dan manusia. Balai besar pembibitan ternak unggul dan hijauan pakan ternak baturraden. Baturraden.

Hasan, I. S. (2019). Hijauan Pakan Tropik. PT Penerbit IPB Press.

Hess, S.Y. and Zimmermann M. B. (2004). The effect of micronutrient deficiencies on iodine nutrition and thyroid metabolism. Inter. J.Vit. Nutr. Res. 74: 103-115.

Hess, S.Y. and Zimmermann M. B. (2004). The effect of micronutrient deficiencies on iodine nutrition and thyroid metabolism. Inter. J.Vit. Nutr. Res. 74: 103-115.

Hollum, J. R. (1998). Fundamentals of general organic and biological chemistry.

6th ed. John Wiley & Sons, Inc, Torornto. Canada.: 23-95.

Mekonnen, M.H., Asmamaw, K., Courreau, J.F., 2006. Husbandry practices and health in smallholder dairy farms near Addis Ababa, Ethiopia. Prev Vet Med.

74(2):99-107.

Metri, y., & elmiati, r. (2022). Pengaruh penambahan mineral makro dalam ransum terhadap pertambahan berat badan dan efisiensi ransum pada kambing kacang. Stock peternakan, 4(1), 9-17.

Peternakan 3 (1). NRC. (2007) Nutrient Requirements of Small Ruminants: Sheep, Goats, Cervids, and New World Camelids. National Academy Press, Washington, DC.

Sharma, M.C., Joshi, C., Das, G. and Hussain, K. (2007). Mineral nutrition and reproductive performance of the dairy animals: a review. Indian J. Anim. Sci.

77: 599-608. Sheetal, S. K., Choudhary, S. K. and Sengupta, D. (2014).

Mineral deficiency predisposes occurrence of retention of placenta in crossbred. Veterinary World 7(12) : 1140-1143.

Simamora, T ., Fuah, A. M., Atabany, A . dan Burhanuddin, 2015. Evaluasi Aspek Teknis Peternakan Sapi Perah Rakyat di Kabupaten Karo Sumatera Utara.

Jurnal Ilmu Produksi dan Teknologi Hasil

Siregar, S. 1992. Jenis Teknik Pemeliharaan dan Analisis Usaha Sapi Perah.

Penebar Swadaya, Jakarta.

Solfaine, R., & Lestari, B. A. (2014). Kasus hipokalsemia pada sapi perah FH dI KUD Tani Wilis Sendang Tulung Agung. VITEK: Bidang Kedokteran Hewan, 4.

Sugiyono. 2016. Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif, dan R&D. Bandung:

Alfabeta.

Sugiyono. 2010. Metode Penelitian Pendidikan Pendekatan Kuantitatif, kualitatif, dan R&D. Bandung: Alfabeta.

Suprayitno, I., Humaidah, N., & Suryanto, D. (2020). Efektivitas penambahan mineral pada pakan terhadap produksi ternak ruminansia (article review). Dinamika Rekasatwa, 3(02).

Undang-undang nomor: 16 tahun 2006 tentang sistem penyuluhan pertanian, perikanan, dan kehutanan (SP3K).

Underwood, E. J. (1981). The Mineral Nutrition of Livestock. 2nd ed. Slough, UK:

Commonwealth Agricultural Bureaux. : 54 – 70

Underwood, E. J. and Suttle, N. F. (2001). The Mineral Nutrition of Livestock. CABI Publ., New York, NY. 67 – 149.

Underwood, E.J. and Suttle, N. F. (1999). The Mineral Nutrition of Livestock, 3rd edn. CAB International, Wallingford, UK. 105 – 185.

Wahjuti, U. 2007. Metode dan Teknik Penyuluhan Pertanian. Sekolah Tinggi Penyuluhan Pertanian Banyuasin. Banyuasin.

Widhyari, S. D., Esfandiari, A., Wijaya, A., Wulansari, R., Widodo, S., & Maylina, L. (2015). Tinjauan penambahan mineral Zn dalam pakan terhadap kualitas spermatozoa pada sapi Frisian Holstein jantan. Jurnal Ilmu Pertanian Indonesia, 20(1), 72-77.

Widyawati,Aryani, 2002. Kejadian Hypokalsemia Pada Sapi perah Serta Faktor Pendukungnya.http://repository.ipb.ac.id/handle/1234567/12765 Diunduh pada 03 juli 2012.

Yani, A. dan B. P. Purwanto. 2006. Pengaruh Iklim Mikro terhadap Respons Fisiologis Sapi Peranakan Fries Holland dan Modifikasi Lingkungan untuk Meningkatkan Produktivitasnya.

Zakaria. 2011. Rancangan Acak Lengkap (RAL). Fakultas Pertanian.Universitas Samudra.

LAMPIRAN

Lampiran. Peta Wilayah Kajian

Gambar 2. Peta wilayah Kajian

Kegiatan Penyuluhan : Pencegahan Penyakit Demam Susu Pada Ternak Sapi Perah Tujuan Penyuluhan : Untuk dapat mengetahui sikap peternak dan

Sasaran

Penetapan Metode Karakteristik Sasaran

Kelompok Tani Sumber

Asri

Topik Materi Penyuluhan:

Pencegahan Penyakit demam susu (milk fever)

Karakteristik Kondisi/

Keragaan Tujuan

Penyuluhan

Materi Penyuluhan

Jumlah Sasaran

Teknik Komunika

si

1. Karakteristik Pribadi Untuk dapat

mengetahui sikap peternak dan

tingkat pengetahuan

peternak

Pencegahan Penyakit Demam susu

(milk fever)

25 orang Secara langsung a. Jenis Kelamin Laki-laki

b. Umur 50 Tahun

c. Tingkat Pengalaman 2. Status Sosial Ekonomi

a. Tingkat Pendidikan SMA b. Tingkat Pendapatan

c. Jumlah tanggungan keluarga >2 orang d. Keterlibatan dalam Kelompok Aktif

3. Pengalaman Beragribisnis Peternak memelihara sapi secara berkelompok dan individu

4. Tingkat Adopsi (sadar, minat, menilai, mencoba, menerapkan)

Minat 5. Perilaku Keinovatifan

(Pembaharu/Inovator, Penerima Awal/Early Adopter, Penerima Mayoritas Awal/Early Majority, Penerima Mayoritas

Lambat/Late

Majority,Pengikut/Leggard)

Penerima Awal

6. Moral Petani (Moral Subsitensi dan Moral Rasionalitas)

-

FORM MATRIK ANALISA PENETAPAN METODE PENYULUHAN PERTANIAN Kegiatan Penyuluhan : Penyuluhan Pencegahaan penyakit demam susu (milk fever)

Tujuan Penyuluhan : Untuk dapat mengetahui sikap peternak dan tingkat pengetahuan peternak Penyuluhan : Penyuluhan Pencegahaan penyakit demam susu (milk fever)

No. Jenis Metode Penyuluhan

Analisis Penetapan Metode Penyuluhan Pertanian

Prioritas

Keputusan Pemilihan

Metode Karakteristik

Sasaran

Tujuan Penyuluhan

Materi Penyuluhan Jumlah Sasaran

Tekhnik

Komunikasi Biaya Jenis kelamin

laki-laki, umur 50 tahun

Meningkatkan Pengetahuan

Pencegahan Penyakit Demam Susu Pada

Ternak Sapi Perah 25

orang Langsung Murah

1. Ceramah ✓ ✓ ✓ ✓ ✓ ✓ 6 (I) Ceramah

dan Diskusi Kelompok

2. Demonstrasi cara ✓ ✓ ✓ ✓ × × 4

3. Kaji tindak × × ✓ ✓ ✓ × 3

4. Demonstrasi Hasil ✓ ✓ × ✓ ✓ × 4

5. Demonstrasi Plot (Dem-Plot) ✓ × × × ✓ × 2

6. Demonstrasi Farming ✓ × × ✓ ✓ × 3

7. Demonstrasi Area (Dem-Area) ✓ × × × ✓ × 2

8. Demonstrasi Unit (Dem-Unit) ✓ × × × ✓ × 2

9. Pameran × × × × × × 0

10. Diskusi Kelompok ✓ ✓ ✓ ✓ × ✓ 5

11. Temu Wicara ✓ × × × × × 1

12. Temu Bisnis-Temu Usaha × × × × ✓ × 1

13. Temu Karya-Temu Hasil ✓ × × × ✓ ✓ 3

14. Temu Lapangan × × × × ✓ × 1

15. Mimbar Sarasehan × × × × × × 0

16. Kursus Tani × ✓ ✓ × ✓ × 3

17. Metode PP Partisipatif × × × × × × 0

18. Anjangsana × × × × × × 0

No.

Materi Penyuluhan

Pertimbangan Penetapan Materi Penyuluhan Prioritas

Keputusan A B C D E F G H I J K L M N Jml Peringkat

1. PEMECAHAN MASALAH Materi Prioritas:

1.Pencegahan penyakidemam susu pada ternak 2.Pemilihan bibit yang baik 3. Penambahan mineral dalam pakan

1.Pencegahan penyakit Demam susu pada

ternak

√ - √ √ √ - √ √ - √ √ √ - 9 I

2.Pemilihan

bibit yang baik √ - √ - - - √ - - √ √ √ √ - 7 II

2. REKOMENDASI DAN PETUNJUK KERJA

1.Penambahan mineral dalam pakan

- √ - - √ √ - √ - - - √ √ - 6 III

3. BERSIFAT KONSEPTUAL

1. Menganalisa

usaha ternak √ - - - √ - √ √ - - - √ √ - 6 -

2.Tupoksi kepengurusan kelompok

- - √ √ - - - - √ - √ - √ - 5 -

3. Peningkatan nilai jual produk peternakan

√ - - - √ - √ - - √ √ - 5 - Keterangan:

A. Profitable (untung) F. Immediate applicability (aplikasi langsung) K. Vital (mendesak) B. Complementer (pelengkap) G. In expensive (murah) L. Important (penting)

C. Competiblity (sesuai) H. Low risk (rendah resiko) M. Helpful (sangat membantu) D. Simplicity (sederhana) I. Spectacular impact (dampak luar biasa) N. Super Flous (tidak berguna) E. Availability (tersedia)

J. Expandible (dapat diperluas)

No

Jenis Media Penyuluhan

Analisis Penetapan Media Penyuluhan Karateristik

Sasaran

Tujuan Penyuluhan

(P/K/S)

Materi Penyuluhan

Metode yang

Digunakan Jumlah Sasaran

Teknik Komunikasi

Biaya

Prioritas

Keputusan

Media Penyuluhan Jenis

kelamin laki-laki, umur

50 tahun

MeningkatKan Pengetahuan

Pencegahan Penyakit Demam Susu Pada Ternak Sapi Perah

Ceramah dan Diskusi Kelompok

25 orang Langsung Murah

1 Poster - √ - √ - - -

1. Folder

/Leaflet 2. Slide (Presentasi)

2 Film Layar Lebar √ - - - -

3 Film Terproyeksi √ - - - 1

4 Folder/Leaflet √ √ √ - √ √ √ 6

5 Brosur/Komik √ √ - - √ - √ 4

6 Peta Singkap/Flipchart √ √ √ - - √ - 4

7 Papan Flanel √ - - - √ √ - 3

8 Siaran Pedesaan TV dll - - - 0

9 Video √ √ √ √ √ √ √ 7

10 Slide (Presentasi) √ √ √ - - √ √ 5

11 Foto - √ - √ √ - - 3

12 Transparansi - - - √ √ - √ 3

13 Benda sesungguhnya √ - √ √ √ √ - 5

NO Variabel Dimensi Sub Dimensi

Indikator Butir

1

S I K A P

Menerima

P O S I T I F

1. Responden berminat dalam pencegahan penyait demam susu 2. Responden dapat mengikuti pencegahan penyakit demam susu

3. Responden dapat bekerja bersama rekan kerja lainnya saat mencegah penyakit demam susu

4. Responden dapat meyakini menambah mineral dapat mengurangi terjadinya penyakit demam susu

1,2,3,4

Menanggapi 5. Responden dapat memilih langkah langkah pencegahan penyakit demam susu 6. Repsonden dapat mendukung pencegahan penyakit demam susu

7. Responden dapat mengajak anggota lain untuk mencegah penyakit demam susu 8. Responden dapat mengajari anggota lain tentang pencegahan penyakit demam susu

5,6,7,8

Menilai 9. Responden dapat mengusulkan untuk pencegahan penyakit demam susu

10.Responden dapat melengkapi atau mengembangkan pencegahan penyakit demam susu

11.Responden dapat menganggap penambahan mineral kalsium akan lebih efektif digunakan untuk mencegah penyakit demam susu

12.Responden dapat meyakini pencegahan penyakit demam susu akan terus diterapkan

9,10, 11,12

Mengelola N E G A T I F

13.Responden tidak mau mengkitu pencegahan penyakit demam susu

14.Responden tidak ingin mengikuti langkah-langkah pencegahan penyakit demam susu 15.Responden tidak dapat merubah cara pencegahan penyakit demam susu dengan sendiri

16.Responden tidak dapat memahami pencegahan penyakit demam susu yang memiliki manfaat.

13,14, 15,16

Menghayati 17.Responden tidak dapat mempraktekkan cara pencegahan penyakit demam susu 18.Responden tidak dapat memastikan penyuluhan penceghan penyakit demam susu

telah diberikan

19.Responden tidak dapat meyakinkan pencegahan penyakit demam susu kepada peternak lain

20.Responden tidak dapat mematuhi langkah-langkah pencegahan penyakit demam susu

17,18, 19,20

Variabel Dimensi Indikator No. Item

Tingkat Pengetahuan Peternak

Mengetahui a. Responden mampu mendefinisikan atau menjelaskan

tentang penyakit demam susu (milk fever), cara pencegahan penyakit, cara penetuan jumlah kebutuhan kalsium ternak sapi perah

1, 2, 3, 4,5,6,7,8

Memahami b. Responden mampu menjelaskan atau memahami tujuan pencegahan penyakit demam susu (milk fever)

9,10

Menerapkan c. Responden mampu menerapkan langkah-langkah pencegahan demam susu (milk fever)

11,12,13

Menganalisis d. Responden mampu menganalisa kebutuhan kalsium ternak sapi perah untuk mencegah penyakit

14,15,16,17

Mengevaluasi

e. Responden dapat menilai dari hasil pencegahan penyakit demam susu (milk fever)

18,19,20

Lampiran 7.Kuesioner Sikap

KUESIONER SIKAP

KELOMPOK TERNAK SUMBER ASRI DESA SUKOLILO KECAMATAN JABUNG PENCEGAHAN PENYAKIT DEMAM SUSU (MILK FEVER) PADA SAPI PERAH Identitas Responden

Nama :

Jenis Kelamin : Laki-laki/Perempuan*) Umur : Tahun Pendidikan Terakhir : SD/SLTP/SLTA/PT*)

Alamat :

Petunjuk Pengisian :

1. Saudara/saudari dimohon untuk membaca beberapa pilihan check list berikut.

2. Terdapat beberapa komponen pilihan jawaban dalam bentuk pilihan:

SS : Sangat Setuju S : Setuju

RR : Ragu-ragu TS : Tidak Setuju

STS : Sangat Tidak Setuju

3. Berilah tanda cetang (√) pada salah satu jawaban yang dianggap paling sesuai dengan pilihan anda.

4. Jawaban dianggap benar apabila sesuai dengan petunjuk pengisian.

NO

Pertanyaan

Tingkat pemahaman

STS TS KS S SS

1 Saya berminat dalam mencegah penyakit demam susu

2 Saya harus mengikuti pencegahan penyakit demam susu agar meningkatkan pengetahuan

3 Saya memilih bekerja bersama rekan kerja lainnya agar lebih mudah dalam Mencegah penyakit demam susu

4 Saya meyakini dengan

menanmbahkan mineral kalsium dapat mencegah penyakit demam susu

5 Saya akan mengajak anggota lain untuk mencegah penyakit demam susu

6 Saya akan membantu anggota lain saat mencegah penyakit demam susu

7 Saya akan mengusulkan mencegah penyakit demam susu ini menjadi pelajaran utama untuk menjaga kesehatan ternak

8 Saya bias mengembangkan pengetahuan melalui mencegah penyakit demam susu

9 Saya meyakini proses mencegah penyakit demam susu akan terus berlanjut selama peternak masih memelihara sapi agar ternak selalu sehat

10 Saya bisa bias merubah cara mencegah penyakit demam susu guna mendapatkan manfaat lebih banyak

11 Saya akan mematuhi langkah-langkah mencegah penyakit demam susu

12 Saya akan menyarankan langkah-langkah mencegah dema susu kepada peternak lain agar diterapkan

13 Pencegahaan penyakit demam susu tidak perlu dilakukan karena tidak ada manfaatnya

14 Langkah langkah pencegahan penyakit demam susu terbilang susah dan tidak perlu diterapkan

15 Saya tidak bisa merubah beberapa cara dalam pencegahaan penyakit demam susu guna mendapatkan manfaat lebih banyak

16 Saya tidak bisa memahami pencegahan penyakit demam susu agar mendapatkan manfaat lebih bagi ternak

17 Saya tidak akan menunjukkan cara pencegahaan penyakit demam susu kepada peternak lainnya

18 Saya tidak akan memastikan penyuluhan pencegahaan penyakit demam susu telah diberikan untuk dapat di aplikasikan

19 Saya tidak akan mematuhi langkahlangkah pencegahaan penyakit demam susu

20 Saya tidak akan meyarankan langkahlangkah pencegahaan penyakit demam susu kepada peternak lain agar diterapkan

Lampiran 8. Kuesioner Pengetahuan

KUESIONER PENGETAHUAN

KELOMPOK TERNAK SUMBER ASRI DESA SLAMPEREJO KECAMATAN JABUNG PENCEGAHAN PENYAKIT DEMAM SUSU PADA TERNAK SAPI

PERAH Identitas Responden

Nama :

Jenis Kelamin : Laki-laki/Perempuan*) Umur : Tahun Pendidikan Terakhir : SD/SLTP/SLTA/PT*)

Alamat :

Petunjuk Pengisian :

1. Saudara/saudari dimohon untuk membaca beberapa pilihan check list berikut.

2. Terdapat dua komponen pilihan jawaban dalam bentuk pilihan:

Benar dan Salah

3. Berilah tanda cetang (√) pada salah satu jawaban yang dianggap paling sesuai dengan pilihan anda.

4. Jawaban dianggap benar apabila sesuai dengan petunjuk pengisian.

No Pernyataan

Jawaban Benar Salah

1 Penyakit demam susu merupakan penyakit metabolisme ✓

2 Kekurangan kalsium dapat menyebabkan terjadinya penyakit demam susu

3 Penyakit demam susu merupakan penyakit menular ✓ 4 Kebutuhan kalsium hanya dapat terpenuhi melalui

pakan

5 Pakan sangat mempengaruhi terjadinya penyakit milk fever

6 Kasus milk fever umumnya terjadi 1-24 jam setelah melahirkan

7 Diare merupakan salah satu gejala milk fever ✓ 8 Milk fever tidak menyebabkan terjadinya penyakit

lainnya

9 Pencegahan penyakit bertujuan utnuk mengurangi resiko ternak mati

10 Sebuah pencegahan lebih baik dibandingkan pengobatan

11 Pemberian pakan tinggi kalsium selama masa kering kandang baik dilakukan

12 Berikan rumput yang basah selama musim hujan tiga minggu masa kebuntingan akhir

13

Berikan campuran vitamin D dengan 100-500 g kalsium khlorida melalui pakan atau minuman setelah

melahirkan

14 Sapi dengan berat 500 kg membutuhkan 31 g Ca/hari ✓ 15 Pemberian larutan kalsium 400 ml pada induk yang

pernah terkena demam susu sangat dianjurkan

16 Kalsium dapat dicampurkan dengan vitamin D ✓ 17 Memberikan kalsium rendah selama masa kering

kandang

18 Pencegahan penyakit mudah dilakukan ✓ 19 Pencegahan penyakit tidak menyebabkan terjadinya

penyakit lain

20 Pakan seimbang mampu mencegah penyakit demam susu

Lampiran 9. Lembar Persiapan Menyuluh (LPM)

Judul : Pencegahan Penyakit Demam Susu Pada Ternak Sapi Perah Tujuaan : Kelompok Ternak Sumber Asri mengetahui dan memahami

langkah-langkah pencegahan penyakit demam susu sampai dengan 70 %.

Metode : Ceramah dan Diskusi Kelompok Media : leaflet

Waktu : ±90 menit

Alat Bantu : Handphone (Android), Speaker, dan ATK Pokok

Kegiatan

Ukuran Kegiatan Waktu (Menit)

Keterangan

Pembukaan Salam Pembuka 5

Isi

➢ Pembegian kuisioner untuk mengetahui sikap peternak

➢ Pemaparan Materi Pencegahan Penyakit Demam Susu (Milk Fever)

➢ Ceramah Dan Diskusi Kelompok

65

Pengakhiran

➢ Kesimpulan Dan Saran

➢ Evaluasi Hasil: Pembagian kuisioner tentang Pengetahuan pencegahaan penyakit demam susu

➢ Ucapan Terima Kasih

➢ Salam Penutup

20

Mengetahui, Penyuluh peternakan Malang, Maret 2022 Mahasiswa

Asriningsih, SP. Revaldi Widodo

Lampiran 10. Berita Acara Penyuluhan

BERITA ACARA KEGIATAN

PELAKSANAAN PENYULUHAN PETERNAKAN POLITEKNIK PEMBANGUNAN PERTANIAN MALANG

2022

Pada Hari Minggu Tanggal 11 Juli 2022, telah diselenggarakan kegiatan Penyuluhan Peternakan mulai pukul 12.00 WIB sampai selesai.

Tempat : Rumah Kelompok Ternak Sumber Asri Desa Slamperejo Kecamatan Jabung Kabupaten Malang Tema Kegiatan : Penyuluhan Pencegahan Penyakit demam susu

Ternak sapi perah Jumlah Peternak Yang Hadir : 25 Orang

Catatan : Kegiatan Penyuluhan dilakukan dengan metode ceramah dan diskusi kelompok. Pelaksanaan penyuluhan dilakukan secara berkelompok dengan jumlah sasaran yang hadir 25 orang peternak.

Demikian Berita Acara ini dibuat untuk dipergunakan sebagaimana metirinya

Mengetahui, Penyuluh peternakan Ketua Kelompok Sumber Asri

Asriningsih, SP. Sucholis NIP. 19680912 199903 2 004

Lampiran 11. Sinopsis Penyuluhan

Pencegahan Penyakit Demam Susu Pada Ternak Sapi perah

Penyakit ternak adalah gangguan kesehatan pada hewan ternak yang disebabkan oleh cacat genetik, proses degeneratif, gangguan metabolisme, trauma, keracunan, infestasi parasit, prion, dan infeksi mikroorganisme patogen (Undang-Undang Nomor 41 Tahun 2014).Demam susu (milk fever) merupakan penyakit metabolisme yang ditemukan pada ternak sapi perah yang disebabkan oleh kekurangan mineral calcium didalam darah. Penyakit ini ditandai dengan adanya penurunan kalsium di dalam darah, yang normalnya 9-12 mg/dl menjadi kurang dari 5 mg/dl (Goff, 2006. Hipokalsemia 90% ditemukan dalam 48 jam setelah proses kelahiran. Milk fever biasanya ditemukan pada sapi perah yang telah beranak lebih dari 3 kali. Kejadian penyakit 3-4 kali lebih tinggi pada sapi yang dilahirkan dari induk yang pernah mengalami milk fever. Berikut adalah sebeb ternak sapi perah yang mengalami penyakit demam susu:

a) Faktor umur.

b) Produktivitas air susu yang tinggi.

c) Nafsu makan yang menurun.

d) Kandungan gizi ransum tidak mencukupi kebutuhan sapi perah.

e) Fungsi pencernaan yang tidak baik.

f) Bawaan dari lahir.

g) Kecukupan sinar ultra violet.

h) Breed (bangsa) i) Kering Kandang

Untuk gejala Sapi Yang Sedang Terkena Demam susu Yaitu :

j) Sapi menjadi gelisah, ekspresi muka yang beringas, terjadi atonomi rumen, nafsu makan terhenti, urinasi dan defaecasi juga terhenti.

k) Ternak sapi sudah tidak mampu untuk berdiri, terna akan berbaring pada dada kanan dibawah dan kepala ditolehkan kebelakang menumpang bahu kiri atas.

l) Ternak sudah tidak mampu lagi untuk berbaring pada satu sisi (kanan).

Menurut Infovet (2015) Tindakan pencegahan yang dapat dilakukan agar ternak tidak mengalami antara lain:

1. Kalsium dalam pakan.

Pemberian kalsium dengan kandungan Ca > 100 g/hari selama masa kering kandang berhubungan dengan meningkatnya rsiko kejadian milk fever. Sapi

dengan berat 500 kg membutuhkan 31 g Ca/hari untuk maintenance dan kebutuhan fetus pada kebuntingan akhir.

2. Pemberian garam anonik

Keseimbangan kation-anion dalam pakan sapi tranisisi sebelum melahirkan terbukti bias mempengaruhi kejadian milk fever.

3. Injeksi Vitamin D

Vitamin D berperan dalam metabolisme Ca. penambahan dalam dalam tubuh dari sumber luar akan membantu penyerapan Ca dari rumen usus halus.

4. Treatment pencegahaan dengan calcium chloride

Calcium chloride telah dipakai secara efektif sebagai sumber Ca untuk pencegahan milk fever. Pemberian CaCI2 secara oral mampu menurunkan kejadian milk fever klinis dari 11,8% menjadi 4,9%.

Mengetahui, Penyuluh peternakan Malang, Maret 2022 Mahasiswa

Asriningsih, SP. Revaldi Widodo NIP. 19680912 199903 2 004 NIRM. 04.03.18.17

Lampiran 12. Daftar Hadir

DAFTAR HADIR PENYULUHAN PERTANIAN Materi : Pencegahan Penyakit Demama Susu

Waktu : Tempat :

No Nama Paraf/Tanda Tangan

1 1

2 2

3 3

4 4

5 5

6 6

7 7

8 8

9 9

10 10

11 11

12 12

13 13

14 14

15 15

16 6

17 17

18 18

19 19

20 20

21 21

22 22

23 23

24 24

25 25

26 26

27 27

Malang,….Mei 2022 Ketua Kelompok Ternak Pemateri Sumber Asri

Sucholis Revaldi widodo

Mengetahui PPL

Asriningsih, SP.

NIP. 19680912 199903 2 004

Lampiran 14. Output SPSS Aspek Sikap

Lampiran 14. Tabulasi Data Aspek Pengetahuan

1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20

1 Sutrisno 1 1 1 0 1 0 1 0 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 17

2 Ponik 1 1 0 1 1 1 0 1 1 0 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 17

3 Mulyanto 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 20

4 Endang 1 1 1 1 1 0 1 1 0 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 18

5 Mulzama 1 1 1 1 0 0 1 1 1 0 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 17

6 Herita 0 0 0 1 0 1 0 0 1 0 0 1 1 1 1 1 1 1 1 1 12

7 Cahyo 1 1 1 1 0 1 0 1 0 1 0 1 1 1 1 1 1 1 1 1 16

8 Widodo 1 0 1 1 1 1 1 1 0 1 0 1 1 1 1 1 1 1 1 1 17

9 Kuswari 1 1 1 1 1 1 1 0 1 1 0 1 1 1 1 1 1 1 1 1 18

10 Miskan 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 20

11 Umi 1 1 0 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 19

12 Hartatik 1 0 1 1 0 1 0 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 17

13 Sunarti 0 1 1 1 1 1 0 0 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 17

14 Warno 1 1 1 1 1 1 1 0 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 19

15 Kusuma 1 1 0 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 19

16 Sopo 1 0 0 1 0 0 1 0 0 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 14

17 Imam 1 1 0 1 1 1 0 0 0 0 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 15

18 Mesnan 1 1 1 1 1 0 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 19

19 Kasan 1 0 1 1 1 1 1 0 0 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 17

20 Sitta 0 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 19

21 Suliswati 1 1 1 1 1 0 0 0 1 0 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 16

22 Sukarman 1 1 1 1 1 1 0 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 19

23 Supardi 1 1 1 1 1 0 1 0 0 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 17

24 Karman 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 20

25 Moh Yasin 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 20

439 17.56 No Nama peternak

RATA-RATA

Total Pengetahuan

JUMLAH

Lampiran 15. Tabulasi Data Aspek Sikap

1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20

1 Sutrisno 5 5 5 4 5 4 4 4 5 5 4 5 5 4 5 5 5 4 4 4 91

2 Ponik 5 5 5 5 3 3 4 5 5 4 5 4 4 4 5 5 4 4 5 5 89

3 Mulyanto 5 5 5 4 5 5 3 3 5 5 4 4 5 5 5 4 4 5 5 4 90

4 Endang 5 5 3 3 3 4 3 5 4 5 5 3 4 4 4 3 5 5 4 5 82

5 Mulzama 5 5 5 5 4 4 4 5 5 4 5 4 5 3 3 4 4 4 4 5 87

6 Herita 5 5 5 5 4 5 4 4 5 4 5 5 5 5 5 5 3 4 4 5 92

7 Cahyo 5 5 5 4 4 3 5 5 5 5 5 4 5 4 5 5 5 5 4 5 93

8 Widodo 5 4 5 5 5 5 5 5 4 5 4 5 4 5 5 4 5 4 5 5 94

9 Kuswari 5 5 5 4 5 4 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 98

10 Miskan 5 5 5 5 5 5 5 5 5 4 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 99

11 Umi 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 100

12 Hartatik 5 4 3 5 4 5 5 4 5 4 5 3 5 5 5 5 5 4 5 4 90

13 Sunarti 4 4 5 4 5 4 5 5 5 5 5 5 5 4 5 4 5 4 5 4 92

14 Warno 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 100

15 Kusuma 3 3 4 4 3 5 3 5 3 3 4 3 3 3 4 3 3 3 4 3 69

16 Sopo 5 4 5 4 4 4 5 4 4 5 5 5 5 5 4 5 4 5 5 5 92

17 Imam 5 4 5 4 5 5 5 5 5 4 5 4 5 5 4 5 4 5 4 5 93

18 Mesnan 5 5 5 4 5 4 5 5 5 5 4 5 4 5 4 5 4 5 4 5 93

19 Kasan 5 4 5 5 5 5 5 4 4 5 5 5 4 5 4 5 5 4 5 5 94

20 Sitta 4 5 5 5 5 5 5 4 5 5 4 5 4 5 4 5 4 5 5 5 94

21 Suliswati 5 5 5 5 5 5 5 5 5 4 5 4 5 5 5 4 5 5 5 5 97

22 Sukarman 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 100

23 Supardi 5 5 5 5 5 4 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 4 4 97

24 Karman 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 4 4 5 5 5 5 5 5 5 5 98

25 Moh Yasin 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 100

2324 92.96 RATA-RATA

Sikap

No Nama peternak Total

JUMLAH

Dokumen terkait