• Tidak ada hasil yang ditemukan

Definisi Penelitian Waktu

Dalam dokumen BAB 2 LANDASAN TEORI (Halaman 27-34)

2.3 Penelitian Waktu

2.3.1 Definisi Penelitian Waktu

Penelitian waktu ialah teknik pengukuran kerja untuk mencatat jangka waktu dan perbandingan kerja mengenai unsur pekerjaan tertentu yang dilaksanakan dalam keadaan tertentu pula serta untuk menganalisa keterangan itu hingga ditemukan waktu yang diperlukan untuk pelaksanaan pekerjaan itu pada tingkat prestasi tertentu.

Pada garis besarnya, teknik-teknik pengukuran waktu kerja dapat dibagi atau dikelompokkan ke dalam dua bagian, yaitu :

a) Pengukuran waktu kerja secara langsung.

Salah satu pengukuran cara kerja yaitu kita dapat melakukan secara langsung dengan menggunakan jam henti atau biasa kita sebut dengan stopwatch yang merupakan aktivitas yang mengawali dalam pengukuran kerja lain. Dengan kata lain pengukuran langsung adalah pengukurannya dilaksanakan dimana tempat pekrjaan yang diukur

dijalankan atau langsung pada saat melakukan pekerjaan. Pengukuran kerja dengan dengan jam henti ini merupakan cara pengukuran yang obyektif karena disini waktu ditetapkan berdasarkan fakta yang terjadi dan tidak hanya sekedar diestimasi secara subyektif.

Disini juga akan berlaku asumsi-asumsi dasar yaitu :

● Metode dan fasilitas untuk menyelesaikan pekerjaan harus sama dan dibakukan terlebih dahulu sebelum kita mengaplikasikan waktu baku ini untuk pekerjaan serupa.

• Operator harus memahami benar prosedur dan metode pelaksanaan kerja sebelum dilakukan pengukuran kerja. Operator-operator yang akan dibebani dengan waktu baku ini diasumsikan memiliki tingkat ketrampilan dan kemampuan yang sama dan sesuai untuk pekerjaan tersebut. Untuk ini persyaratan mutlak pada waktu memilih operator yang akan dianalisa waktu kerjanya benar-benar memiliki tingkat kemampuan rata-rata. • Kondisi lingkungan fisik pekerjaan juga relatif tidak

jauh bebeda dengan kondisi fisik pada saat pengukuran kerja dilakukan.

Performance kerja mampu dikendalikaan pada tingkat yang sesuai untuk seluruh periode kerja yang ada.

Melakukan pengukuran secara langsung ditempat pekerjaan yang akan diukur. Pada pengukuran waktu kerja dengan cara ini terdapat dua cara yang biasa dilakukan, yaitu:

1) Pengukuran waktu kerja dengan jam henti (stopwatch time study).

Pengukuran ini menggunakan jam henti sebagai alat utamanya (stopwatch). Cara ini banyak dikenal dan digunakan dikarenakan kesederhanaan dan kemudahannya. Pengukuran kerja dengan cara ini merupakan cara pengukuran

yang obyektif karena disini waktu yang ditetapkan berdasarkan fakta yang terjadi dan tidak berdasarkan perkiraan secara subyektif.

2) Sampling kerja (work sampling).

Dengan cara ini pengamat tidak terus-menerus berada ditempat pekerjaan untuk mengamati, melainkan hanya pada waktu-waktu yang telah ditentukan secara acak untuk mengetahui apa yang terjadi ditempat kerja yang bersangkutan.

b) Pengukuran kerja secara tidak langsung.

Pada dasarnya pengukuran kerja tidak langsung dapat melingkupi waktu baku dan waktu gerakan. Beberapa aktivitas pengukuran kerja seringkali dilaksanakan hanya untuk satu jenis operasi tertentu saja dan sama sekali tidak ada pemikiran yang jauh bahwa data yang diperoleh akan bisa dimanfaatkan untuk operasi kerja lainnya. Hal ini tentu dipertimbangkan sebagai langkah yang tidak efisien, karena bagaimanapun berbagai macam pekrjaan/ operasi akan memiliki elemen-elemen kerja yang sama. Pengukuran waktu kerja tanpa pengamat harus ditempat pekerjaan yang diukur di sini adalah aktivitas yang dilakukan hanya membaca tabel-tabel waktu yang tersedia. Pengukuran waktu kerja secara tidak langsung, dilakukan tanpa pengamat berada ditempat pekerjaan yang diukur. Penghitungan waktu kerja dilakukan dengan membaca tabel-tabel waktu yang tersedia, dengan catatan pengamat sudah mengetahui jalannya pekerjaan melalui elemen pekerjaan atau elemen-elemen pekerjaan atau elemen-elemen-elemen-elemen gerakan. Cara pengukuran waktu kerja ini biasa dilakukan dalam aktivitas :

1) Data waktu baku (standard data).

Waktu yang dibutuhkan oleh seorang pekerja yang memiliki tingkat kemampuan rata-rata untuk menyelesaikan suatu pekerjaan. Disini sudah termasuk kelonggaran waktu yang

diberikan dengan memperhatikan situasi dan kondisi pekerjaan yang diberikan.

Waktu baku untuk suatu proses kerja/ operasi bisa ditetapkan dengan berbagai macam cara yaitu dengan stopwatch atau standar data (data waktu baku). Pengukuran waktu dengan stopwatch atau sampling kerja penyelidikan harus dilakukan secara langsung, menyeluruh dan terus-menerus. Satu hal lain yang penting ialah bahwa pengamatan / pengukuran kerja hanya dapat diilaksanakan setelah kegiatan tersebut berlangsung beberapa lama. Ketidak-beruntungan ini dapat dieliminir melalui kegiatan pengukuran kerja dengan metode standard data.

Di sini telah dikembangkan data waktu baku untuk elemen-elemen kegiatan dari suatu pekerjaan yang kiranya akan terdapat pula pada pekerjaan-pekerjaan lain; sehingga untuk suatu pekerjaan bila bagian-bagian pekerjaan yang harus dilakukan sudah diketahui, maka waktu baku secara keseluruhan dapat ditentukan dengan cara yaitu mengintesakan waktu-waktu baku dari bagian-bagiannya tersebut yang telah tersedia pada tabel-tabel data waktu baku.

Berbagai cara pembagian suatu pekerjaan atas elemen-elemen gerakan telah melahirkan beberapa metode penentuan waktu baku secara sistesa. Terdapat diantaranya, yaitu :

● Analisa waktu gerakan. • Waktu gerakan baku. • Waktu gerakan dimensi. • Faktor-faktor kerja.

• Pengukuran waktu gerakan. • Pengukuran waktu gerakan dasar.

Data waktu baku pada prinsipnya berisi tentang waktu yang diperlukan untuk menyelesaikan suatu pekerjaan secara wajar yang pengukurannya telah dilakukan pada masa lalu.

2) Waktu gerakan (predetermined time system).

Dengan cara ini memperlihatkan elemen-elemen gerakan sebagai penguraian dari suatu pekerjaan. Suatu kumpulan data waktu dan prosedur sistematik dengan menganalisa dan membagi-bagi setiap operasi kerja (manual) yang dilaksanakan oleh operator ke dalam gerakan-gerakan kerja, gerakan-gerakan anggota tubuh, (body movements) ataupun elemen-elemen gerakan manual lainnya dan kemudian menetapkan nilai waktu masing-masing berdasarkan waktu yang ada. Masing-masing sistem dengan menggunakan data waktu ini ditetapkan berdasarkan study yang ekstensif dengan memperhatikan semua aspek yang berkaitan dengan performans

kerja manusia melalui prosedur pengukuran kerja, evaluasi dan pemakuan data waktu yang diperoleh.

Data waktu gerakan yaitu kita mengukur segala gerakan dengan menggunakan jam henti atau stopwatch, pengukuran disini ada tiga cara yanng digunakan, yaitu :

● Mengukur waktu secara terus-menerus. • Mengukur waktu secara berulang-ulang. • Pengukuran waktu secara penjumlahan.

Metode pengukuran kerja dengan menggunakan data waktu gerakan mempunyai beberapa kelebihan, yaitu :

● Karena setiap elemen gerakan sudah diketahui waktunya (data dikumpulkan dalam tabel-tabel), maka waktu penyelesaian suatu operasi kerja dapat ditentukan sebelum operasi itu sendiri.

• Waktu baku untuk setiap operasi kerja dapat ditentukan secara cepat, karena hanya sekedar menyintesa waktu-waktu dari elemen-elemen gerakannya.

• Karena biaya untuk sistem ini Sangat rendah.

• Untuk mengembangkan metode yang ada, maka disini perlu dievaluasi waktu dari metode lama dan dikembangkan metode baru.

• Untuk membantu dalam merancang produk. Bila ternyata kondisi fisik produk memberi pengaruh buruk terhadap waktu kerja, maka dapat diusahakan perbaikan.

Dalam dokumen BAB 2 LANDASAN TEORI (Halaman 27-34)

Dokumen terkait