Bagan 2.1 Pembagian Wewenang
2.1.5. Kesehatan 1. Epidemiologi
2.1.5.3. Definisi Penyakit Menular
Penyakit menular adalah penyakit yang disebabkan oleh agent penyakit yang dapat berupa bakteri, virus, atau parasit dan dapat ditularkan melalui media tertentu. Penyakit menular sering juga disebut penyakit infeksi karena penyakit ini diderita melalui infeksi virus, bakteri, atau parasit yang ditularkan melalui berbagai macam media seperti air, udara, jarum suntik, transfusi darah, tempat makan atau minum, dan lain sebagainya.
Dalam Undang-Undang No 4 Tahun 1984 tentang wabah penyakit menular disebutkan bahwa wabah penyakit menular yang selanjutnya disebut wabah adalah kejadian berjangkitnya suatu penyakit menular dalam masyarakat yang jumlah penderitanya meningkat secara nyata melebihi dari pada keadaan yang lazim pada waktu dan daerah tertentu serta dapat menimbulkan malapetaka. Dalam undang-undang tersebut juga dikatakana bahwa sumber penyakit menular adalah berasal dari manusia, hewan, tumbuhan, dan benda-benda yang mengandung dan/atau tercemar bibit penyakit, serta yang dapat menimbulkan wabah.
Dengan demikian penyakit menular dapat kita kategorikan sebagai penyakit wabah jika sumbernya berasal dari manusia, hewan dan benda-benda yang mengandung bahan cemaran dan berpotensi menimbulkan wabah dimasyarakat.
Untuk menilai kemungkinan dampak dari penyakit menular, ada 2 parameter yang perlu diperhatikan yaitu: kemungkinan penularan penyakit (kapasitasnya untuk menyebar) dan tingkat keparahan penyakit dan kemampuannya untuk membunuh (atau melumpuhkan) mereka yang terinfeksi. Hal ini dinilai berdasarkan tingkat reproduksi dan tingkat kematian kasus. Angka kematian kasus tergantung pada definisi penyakit, yaitu akurasi diagnosis (deteksi kasus), dan ketersediaan pengobatan. Infeksi adalah kecenderungan untuk menyebarkan infeksi dari inang ke inang. Masa penularan beberapa penyakit dimulai sebelum gejala muncul, sehingga penyebarannya jauh lebih sulit dikendalikan.32
32 Binns, Colin, Wah Yun Low, and Lee Mi Kyung. “The COVID-19 Pandemic: Public Health and Epidemiology:” Asia Pacific Journal of Public Health, May 19, 2020.
https://doi.org/10.1177/1010539520929223.
31
2.1.5.3. Riwayat Alamiah PenyakitUntuk dapat mengetahui perjalanan subuah penyakit kita perlu mengetahui riwayat alamiah dari suatu penyakit. Terjadinya perkembangan penyakit yang berlangsung secara natural serta tanpa adanya intervensi atau campur tangan medis adalah merupakan riwayat almiah penyakit. Riwayat alamiah penyakit adalah perkembangan penyakit tanpa campur tangan atau bentuk intervensi lainnya sehingga penyakit berlangsung secara natural (tanpa pengobatan apapun) 33 Riwayat alamiah penyakit adalah perkembangan secara alamiah suatu penyakit (tanpa intervensi/campur tangan medis) sehingga suatu penyakit berlangsung secara natural.34
Untuk merancang studi dalam rangka menilai dampak intervensi dalam suatu penyakit, memahami riwayat alami suatu penyakit menjadi prasyarat penting, baik intervensi kemoterapi maupun lingkungan, pada permulaan dan ekspresi kondisi. Identifikasi biomarker yang menandai perkembangan penyakit mungkin memberikan indikator penting untuk target obat dan hasil pengganti untuk uji klinis. Namun, mengumpulkan dan memvisualisasikan data tentang riwayat alamiah penyakit merupakan sebuah tantangan karena proses penyakit yang kompleks dan berkembang dalam periode kronologis yang berbeda untuk subjek yang berbeda.35
Dengan mengetahui riwayat alamiah penyakit, terdapat tiga manfaat yang dapat diketahui yaitu:36
1. Dapat melakukan berbagai macam terapi terhadap penyakit terutama pada fase awal terjadinya penyakit. Karena pada tahap awal penyakit adalah waktu yang tepat untuk pemberian terapi, lebih awal terapi akan lebih baik hasil yang akan diharapkan.
2. Riwayat alamiah penyakit dapat menetapkan diagnostik suatu penyakit, yaitu dengan mengetahui masa inkubasi. Karena masa inkubasi suatu penyakit dapat digunakan sebagai pedoman dalam menentukan jenis penyakit, terutama pada saat terjadinya KLB (Kejadian Luar Biasa).
3. Dapat dijadikan sebagai upaya pencegahan, karena dengan mengetahui rantai penularan penyakit dapat dengan mudah dicari titik potong yang
33 Nugraheni, M. 2014. Pewarna Alami: Sumber dan Aplikasinya Pada Makanan dan Kesehatan. Graha Ilmu. Yogyakarta.
34 Last, John M. Ed. (2001). A Dictionary of Epidemiology 4th edition. Oxford:
Oxforf Press).
35 (Fré Rot et al., 2018
36 Nugrahaeni, Op Cit
32
penting untuk melakukan intervensi dalam upaya pencegahan terhadap penyakit.
Dengan mengetahui riwayat alamiah penyakit, maka kita dapat memperoleh informasi penting yang meliputi:37
1. Sifat biologis kuman pataogen, dapat menjadi bahan informasi untuk melalukukan upaya pencegahan penyakit, secara dalam memberantas kuman penyakit.
2. Lamanya dan beratnya keluhan dialami oleh penderita
3. Masa inkubasi atau masa laten, masa atau waktu yang diperlukan selama perjalanan suatu penyakit untuk menyebabkan seseorang jatuh sakit 4. Sebagai dasar kelengkapan keluhan yang menjadi bahan informasi untuk
melakukan penegakkan diagnosis
5. Sebagai dasar untuk menentukan proses kejadian penyakit menurut musim, kapan penyakit itu lebih sering kejadiannya.
6. Sebagai dasar untuk menentukan lokasi geografis serangan penyakit sehingga dapat dengan mudah dideteksi lokasi kejadian penyakit 2.1.5.4. Penularan /Transmisi Penyakit
Beberapa penyakit menular yang umumnya terdapat di Indonesia dapat di cegah melalui pemberian vaksi dan pola hidup bersih dan sehat. Penyakit menular dapat ditularkan secara langsun maupun tidak langsung.
Penularannya yang secara langsung ini terjadi kuman penyakit pada orang yang sakit berpindah melalui kontak fisik, misalnya melalui sentuhan dan ciuman, melalui udara saat bersin dan batuk, atau melalui kontak cairan tubuh seperti urine dan darah serta cairan tubuh lainnya.
Penyakit infeksi dapat ditularkan kepada manusia yang sensitif melalui beberapa cara yang sering disebut sebagai mode of transmission baik yang terjadi secara langsung atau tidak langsung dari orang ke orang lain atau penyebarannya pada kelompok populasi ditinjau dari aspek epidemiologi.38
Banyak agen infeksi hanya ditemukan di beberapa dekade terakhir.
Peran agent infeksius dalam etiologi penyakit yang dulu diyakini tidak menular semakin diakui. Misalnya, saat ini secara luas diterima bahwa Helicobacter pylori adalah agen penyebab penyakit tukak lambung dan mungkin keganasan lambung. Human papillomavirus kemungkinan besar menjadi penyebab paling penting dari kanker serviks invasif. Untuk setiap
37 Bustan, Nadjib M. Pengantar Epidemiologi. edisi revisi. Jakarta: Rineka Cipta; 2012
38 Chandra, 2013
33
proses infeksi yang terjadi, patogen dan inang harus bertemu satu sama lain terlebih dahulu. Faktor-faktor seperti geografi, lingkungan, dan perilaku memengaruhi kemungkinan infeksi. Meskipun pertemuan awal antara inang yang rentan dan organisme yang mematikan sering kali menyebabkan penyakit, beberapa organisme dapat disimpan di inang selama bertahun-tahun sebelum penyakit terbukti secara klinis.39