• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB II. LANDASAN TEORI

C. DEFINISI WANITA PEKERJA DAN PERKEMBANGAN

Kamus Besar Bahasa Indonesia (2011) mendefinisikan wanita sebagai “perempuan dewasa”, sedangkan pekerja diartikan sebagai “orang yang bekerja; orang yang menerima upah atas hasil kerjanya”. Pada penelitian ini, definisi upah didasarkan pada Kamus Besar Bahasa Indonesia yang berarti “uang dan sebagainya yang dibayarkan sebagai pembalas jasa atau sebagai pembayar tenaga yang sudah dikeluarkan untuk mengerjakan sesuatu; gaji; imbalan”. Berdasarkan definisi-definisi yang telah diuraikan tersebut maka wanita pekerja dapat diartikan sebagai seorang perempuan dewasa yang melakukan suatu pekerjaan dan menerima upah atau gaji atas hasil kerjanya.

Masa dewasa dini merupakan salah satu rentang kehidupan dengan berbagai tugas perkembangan yang mengarah pada penyesuaian diri individu terhadap pola kehidupan baru dan berbagai harapan sosial. Masa ini dimulai ketika seseorang berada pada usia 20 tahun hingga sekitar usia 40 tahun (Papalia, Olds, & Feldman, 2008). Pada masa dewasa dini, seseorang mulai memegang peran baru, seperti peran sebagai suami/istri, orang tua, dan pencari nafkah. Menurut Hurlock (1998), masa dewasa dini memiliki ciri-ciri sebagai berikut:

1. Masa pengaturan

Pada usia dewasa dini, seseorang mulai mengatur segala hal yang berkaitan dengan peran dan tanggung jawabnya terhadap tugas perkembangan pada masa tersebut. Pada laki-laki, masa dewasa dini

merupakan saat untuk mulai memegang tanggung jawab utama di bidang pekerjaan atau berkarier, sedangkan wanita mulai bertanggung jawab terhadap perannya sebagai ibu dan pengurus rumah tangga.

2. Usia reproduktif

Masa dewasa dini ditandai dengan adanya kesiapan individu untuk menerima tanggung jawab baru sebagai orang tua. Hal tersebut menjadi peran yang sangat penting dalam hidup orang dewasa. Pada umumnya, orang akan menikah dan mulai menjadi orang tua pada usia dua puluh hingga awal tiga puluhan tahun.

3. Masa dewasa dini sebagai “masa bermasalah”

Pada masa dewasa dini, seseorang cenderung akan mengalami banyak masalah karena adanya berbagai perubahan dan tanggung jawab baru. Orang dewasa dini cenderung kesulitan melakukan penyesuaian diri pada berbagai persoalan yang dihadapi, seperti persoalan pekerjaan, peran sebagai orang tua, dan peran sebagai warga negara. Kesulitan penyesuaian diri tersebut dipengaruhi oleh beberapa alasan, seperti kurangnya persiapan untuk menghadapi masalah pada masa dewasa serta kurangnya bantuan dalam menghadapi dan memecahkan masalah-masalah yang terjadi pada usia dewasa muda.

4. Masa ketegangan emosional

Ketegangan emosi cenderung banyak terjadi ketika seseorang memasuki usia dewasa dini karena adanya berbagai peran baru yang harus dikuasai. Orang muda diharapkan telah mampu memecahkan berbagai

permasalahan yang dihadapi tersebut pada pertengahan usia tiga puluhan sehingga lebih tenang secara emosional. Apabila seseorang tidak mampu melakukan penyesuaian diri terhadap berbagai masalah pada usia tersebut maka ketegangan emosi akan terus berlanjut sehingga menimbulkan keresahan.

5. Masa keterasingan sosial

Peran baru yang dimiliki oleh orang dewasa dini, seperti bekerja, mengurus rumah tangga, dan mengasuh anak seringkali membuat hubungan mereka dengan teman sebaya menjadi renggang. Kesibukan mereka terhadap peran baru memengaruhi berkurangnya keterlibatan mereka dalam aktivitas kelompok dan sosialisasi. Erikson menyebut masa ini sebagai krisis keterasingan. Orang dewasa dini membutuhkan penyesuaian diri untuk mengatasai krisis ini sehingga mereka tidak larut dalam kesepian.

6. Masa Ketergantungan

Masa ketergantungan biasanya terjadi pada awal memasuki usia dewasa dini. Pada masa tersebut, seseorang cenderung masih bergantung pada orang lain, seperti orang tua untuk membiayai pendidikan yang akan digunakan untuk bekal bekerja.

7. Masa perubahan nilai

Pada usia dewasa dini, seseorang cenderung akan mengalami adanya perubahan nilai-nilai. Orang dewasa cenderung akan lebih berpedoman pada nilai-nilai tradisional untuk menyesuaikan diri dengan lingkungan

sosial yang baru sehingga dapat diterima oleh lingkungan sosial tempat mereka berada.

8. Masa penyesuaian diri dengan cara hidup baru

Masa dewasa dini merupakan periode perkembangan yang banyak mengalami perubahan. Orang muda harus melakukan penyesuaian diri terhadap gaya-gaya hidup sebagai orang tua dan peran gender dalam kehidupan keluarga saat ini.

9. Masa kreatif

Masa dewasa dini merupakan kesempatan bagi seseorang untuk mewujudkan keinginan-keinginan sesuai dengan minat dan kemampuan yang dimiliki. Orang dewasa cenderung lebih memiliki kebebasan karena berkurangnya aturan-aturan yang mengikat dari lingkungan sekitarnya.

Hurlock (1998) mengemukakan ada beberapa tugas perkembangan masa dewasa dini, seperti mendapatkan suatu pekerjaan, membangun hidup berkeluarga, membesarkan anak-anak, mengurus rumah tangga, menerima tanggung jawab sebagai warga negara, dan bergabung dalam kelompok-kelompok sosial di sekitarnya. Pada generasi-generasi terdahulu, masa dewasa dini pada lelaki diartikan sebagai saat menerima tanggung jawab utama untuk membangun karir, sedangkan wanita mulai menerima tanggung jawab sebagai ibu yang mengasuh anak-anak dan mengurus rumah tangga. Akan tetapi, saat ini banyak wanita dewasa dini juga turut memainkan peran dalam dunia kerja atau berkarir.

Keterlibatan wanita dalam dunia kerja tersebut tentu menuntut kemampuan mereka untuk melakukan penyesuaian diri terhadap tugas-tugas perkembangan lain pada masa dewasa dini. Selain tanggung jawab terhadap pekerjaan, pengasuhan terhadap anak juga menjadi tanggung jawab serta tugas perkembangan yang sangat penting dan utama karena anak pada umumnya sedang dalam usia-usia yang membutuhkan perhatian besar.

Tugas-tugas utama pada wanita dewasa dini tersebut tentu menjadi tantangan tersendiri bagi mereka. Meskipun terjadi kemajuan terhadap hak-hak perempuan, seperti keterlibatan mereka dalam dunia kerja, pembagian peran gender secara tradisional masih sering dijumpai pada keluarga-keluarga. Hal tersebut menyebabkan wanita memiliki peran yang lebih dominan daripada laki-laki dalam mengasuh anak dan mengurus rumah tangga di luar jam kerja (Berk, 2012).

Keberhasilan wanita dalam menguasai tugas perkembangan pada usia dewasa dini sangat memengaruhi keberhasilan dan kebahagiaan mereka pada saat itu maupun pada tingkat kehidupan selanjutnya. Akan tetapi, apabila tugas-tugas perkembangan tersebut tidak mampu dikuasai dengan baik maka dapat menjadi hambatan bagi mereka dalam melalui tahap perkembangan selanjutnya. Oleh karena itu, penyesuaian diri perlu dilakukan agar wanita berhasil menguasai tugas-tugas perkembangan pada masa dewasa dini tersebut dengan baik.

Berdasarkan uraian tersebut, dapat disimpulkan bahwa wanita pekerja usia dewasa dini (20 – 40 tahun) yang digunakan sebagai subjek pada

penelitian ini adalah wanita yang telah bekerja pada suatu instansi atau perusahaan tertentu, telah menikah, dan memiliki anak yang masih tinggal bersama.

Dokumen terkait