• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

A. Dekskripsi tempat peneltian

Penelitian ini dilakukan di sekolah MTs Negeri Soppeng terletak di Jalan Mario Indah Takalala Kel. Tetikenrarae Kec.Marioriwawo Kab.Soppeng.

Dikenal dengan MTs Negeri Takalala didirikan pada Tahun 1985 oleh H.A. Asse Mangkona, Drs.A. Hartasanjaya, H.Muhammad Said Bakkareng, Ba. Dengan status Filial dari MTs Lappariaja Bone . Status Penegerian sejak 25 Oktober 1993.Perubahan nama menjadi MTs Negeri Soppeng ( SK Menteri Agama No.365 Tahun 2015 ). Dengan dasar penegerian ini oleh Kepala kantor Departemen Agama melantik kepala MTs Negeri Soppeng , Drs.Hanis Mannaga Th. 1994 – Juni 2002, Drs.H.M.Suyuti Paduppi Juli 2002-Juni 2003, Syamsuddin Rahman S.Ag Juli 2003-Desember 2009, Alimin S.Ag.,M.Pd.I Januari 2010- Januari 2018, Siliwarni Karim,S.Pd.,M.Pd 2018 sampai sekarang. Fasilitas sekolah pada umumnya dalam kondisi baik. Jumlah ruang kelas menunjang kegiatan pembelajaran yang memadai. Keadaan geedung MTs Negeri Soppeng memiliki ruang kepala sekolah, ruang TU, ruang guru, ruang kelas, ruang lab (IPA, Bahasa, dan Komputer), ruang perpustakaan, masjid. Namun pada dasarnya MTs Negeri Soppeng Lembaga Pendidikan Menegah dibawah naungan Kementrian Agama Kabupaten Soppeng.

Alasan pemilihan judul ini karena ingin mengetahui apakah siswa memahami dengan benar dan telah menerapkan Nilai-nilai Pancasila dalam

kehidupan sehari-hari, memilih siswa, guru dan wakil kepala sekolah MTs Negeri Soppeng sebagai informan karena memudahkan dalam penelitian ini.

Berdasarkan pandangan hidup Pancasila dan dan tujuan hidup dalam pancasila, maka diantara pandangan dan tujuan tersebut terdapat cara yang harus dilaksanakan untuk menyesuaikan pandangan hidup dengan tujuan hidup yang ingin dicapai dengan pancasila ini, yaitu cara hidup melaksanakan pengamalan pancasila itu sendiri merupakan pandangan hidup bangsa Indonesia dengan berpedoman pancasila berarti juga memelihara nilai-nilai luhur yang menjadi kepribadian bangsa Indonesia yang diwujudkan dalam kehidupan sehari-hari dan mewariskannya kepada generasi penerus dengan menyesuaikan perkembangan masyarakat modern. Oleh karena itu Pancasila itu dalam kehidupan sehari-hari harus dijelaskan dengan bahasa yang jelas dan mudah di pahami oleh seluruh warga Indonesia. Penerapan Pancasila dalam kehidupan bermasyarakat pada hakikatnya merupakan realisasi praktis untuk mencapai tujuan bangsa.

a. Visi dan Misi MTs Negeri Soppeng

Visi MTs Negeri Soppeng adalah Terwujudnya madrasah yang unggul dengan sumber daya manusia yang berintegritas, inovatif, kreatif, berkarakter, islami, dan berwawasan lingkungan.

Misi MTs Negeri Soppeng :

 Menumbuh kembangkan kreatifitas dan meningkatkan profesionali dalam melaksanakan tugas

 Membangkitkan budaya literasi dan pembelajaran berbasis ICT

 Melengkapi sarana dan prasarana untuk meningkatkan prestasi akademik dan non akademik

 Mengoptimalkan pembinaan untuk membentuk karakter peserta didik,

maka MTs Negeri Soppeng memberi kesempatan kepada siswa agar : 1. Beriman dan bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, memahami dan

meningkatkan serta mengamalkan ajaran agamanya.

2. Meningkatkan pengembangan keragaman potensi, minat dan bakat serta kecerdasan intelektual, emosional, spiritual, dan kinstetik secara optimal sesuai dengan tingkat perkembangannya.

3. Mampu menguasai ilmu pengetahuan dan teknologi

4. Meningkatkan potensi fisik dan membudayakan sportivitas serta kesadaran dalam hidup sehat (cuci tangan bersama, berdoa bersama, sarapan bersama, minum tablet tambah darah, minum air pakai tumbler, sikat gigi bersama)

5. Meningkatkan kepekaan (sensitivitas), kemampuan mengekspresikan diri dan mengapresiasi keindahan dan keseimbanngan (harmoni), hidup bermasyarakat, berguna untuk orang lain.

6. Membangun, menemukan jati diri melalui proses belajar yang aktif, kreatif, efektif, inovatif, gembira dan menyenangkan.

Tujuan MTs Negeri Soppeng

1. Meningkatkan potensi guru yang memenuhi standar kelayakan

2. Meningkatkan kemampuan siswa untuk mengembangkan diri sejalan dengan perkembangan ilmu pengetahan berdasarkan jiwa islami.

3. Mendorong lulusan yang kompeten, berkualitas, berakhlak mulia dan beriman kepasa ALLAH SWT.

4. Meningkatkan kegiatan ekstrakuriluler yang dapat menumbuhkan kreatifitas dan kepedulian sosial.

B. Hasil Penelitian

1. Implementasi nilai-nilai pancasila dalam mencegah terjadinya lost generation di MTs Negeri Soppeng Kecamatan Marioriwawo Kabupaten Soppeng

Penelitian Implementasi Nilai-nila Pancasila dalam mencegah terjadinya “Lost Generation” di MTs Negeri Soppeng Kecamatan Marioriwawo Kabupaten Soppeng. Berdasarkan penelitian yang dilakukan melalui wawancara dengan 5 informan, diketahui bahwa seluruh jawaban yang diberikan oleh informan sebagaimana terlampiran pada lampiran sangat baik dan jelas pengimplementasian Nilai-nilai Pancasila dalam karakter pribadi sehari-hari. Seperti kita ketahui MTs Negeri Soppeng dalam mendidik siswanya juga sangat menanamkan jiwa pancasila. Hal tersebut didukung dengan adanya sarana dan prasarana yang di sediakan oleh MTs Negeri Soppeng dan Pendidik yang professional.

a. Hasil observasi

Untuk akurasi dalam penelitian ini maka kami memilih salah satu kelas secara acak menjadi fokus pada penelitian ini yaitu kelas VIIIA dengan jumlah siswa sebanyak 24 orang. Laki-laki sebanyak 11 orang dan perempuan 13 orang perempuan.

Adapaun hasil pengamatan atau observasi pada implementasi nilai-nilai pancasila dalam mencegah terjadinya “lost generation” di MTs Negeri Soppeng kecamatan Marioriwawo Kabupaen Soppeng.

sosial dan

yang dicapai

1) Deskripsi Hasil Observasi

1. Sila Ketuhanan yang Maha Esa a. Aktif shalat berjamaah

Pada kegiatan shalat berjamaah di sekolah dilaksanakan pada saat shalat dhuha dan dhuhur dan hasil pengamatan peneliti bahwa dari 24 siswa yang diteliti, 23 orang selalu aktif dan 1 orang seringkali tidak mengikuti shalat berjamaah, baik shalat dhuha maupun dhuhur. Siswa tersebut sering meminta izin dan meninggalkan lingkungan sekolah pada saat waktu shalat tersebut.

b. Mengaji sebelum belajar

Kegiatan mengaji sebelum belajar selalu menjadi rutinitas di sekolah ini sebelum melaksanakan proses belajar mengajar dari hasil pengamatan peneliti bahwa dari 24 siswa yang di teliti, 21 orang siswa selalu aktif dan 3 orang seringkali tidak mengaji apabila guru telah

menghimbau untuk mengaji sebelum belajar. Siswa tersebut sering terlihat bermain bersama teman sebangkunya di bagian belakang.

c. Berdoa sebelum dan sesudah belajar

Pada kegiatan berdoa sebelum dan sesudah belajar wajib dilakukan oleh semua siswa dan guru, dari hasil pengamatan peneliti bahwa dari 24 siswa yang di teliti semua terlihat khsuyuk berdoa sebelum melakukan aktifitas belajar.

2. Sila kemanusiaan yang adil dan beradab

a. Mengakui persamaan derajat, hak dan kewajiban asasi manusia tanpa membeda-bedakan suku, keturunan, agama, kepercayaan, jenis kelamin, kedudukan sosial dan warna kulit.

Dari hasil pengamatan peneliti bahwa dari 24 siswa yang di teliti, 20 orang siswa terlihat Mengakui persamaan derajat, hak dan kewajiban asasi manusia tanpa membeda-bedakan suku, keturunan, agama, kepercayaan, jenis kelamin, kedudukan sosial dan warna kulit, dan 4 orang siswa terlihat selalu memandang dan memilih teman dari derajat dan suku. Siswa tersebut sering terlihat tidak ingin berbagi kepada teman yang lain kecuali teman akrab atau sederajatnya.

b. Gemar melakukan kegiatan kemanusiaan

Gemar melakukan kegiatan kemanusiaan, kegiatan ini rutin dilaksanakan saat ada guru atau siswa yang terkena musibah seperti kebakaran

dan bencana alam lainnya, dari hasil pengamatan peneliti bahwa dari 24 siswa yang diteliti terlihat 22 orang siswa berpartisipasi dalam kegiatan kemanusiaan tersebut dan 2 orang siswa tidak terlihat. Siswa tersebut terlihat tertutup dan tidak ingin membantu.

3. Sila Persatuan Indonesia

a. Mampu menempatkan persatuan, kesatuan serta kepentingan dan keselamatan bangsa dan negara sebagai kepentingan bersama diatas kepentingan pribadi dan hubungan

Dalam kegiatan ini siswa membersihkan lingkungan kelas secara bersama-sama dan memilih bagiannya masing-masing dan salng bekerja sama, dari hasil pengamatan peneliti bahwa dari 24 siswa yang di teliti terlihat 21 orang siswa melakukan kegiatan membersihkan secara bersama-sama dan 3 orang siswa tidak terlihat dalam kegiatan ini. Siswa tersebut tidak ingin melakukan pembersihan lingkungan kelas tersebut walaupun di awasi oleh wali kelas.

b. Menggunakan bahasa Indonesia di lingkungan MTs Negeri Soppeng sebagai bahasa sehari-hari

Menggunakan bahasa Indonesia di lingkungan MTs Negeri Soppeng sebagai bahasa sehari-hari dan sudah di himbau oleh kepala sekolah bahwa di lingkungan sekolah seluruh siswa wajib menggunakan bahasa Indonesia sebagai bahasa sehari-hari di lingkungan sekolah. Dari hasil pengamatan

selalu menggunakan bahasa Indonesia di lingkungan kelas dan 4 orang siswa tidak terlihat menggunakan bahasa Indonesia. Siswa tersebut selalu menggunakan bahasa daerah sebagai alat komunikasi bersama teman sebangkunya.

4. Sila Kerakyatan yang di Pimpin oleh Hikmat Kebijaksanaan dalam Permusyawaratan/perwakilan

a. Mengutamakan musyawarah dalam mengambil keputusan untuk kepentingan bersama.

Mengutamakan musyawarah dalam mengambil keputusan untuk kepentingan bersama sering dilaksanakan di MTs Negeri Soppeng guna mendapatkan kesepakatan bersama, dari hasil pengamatan peneliti bahwa bahwa dari 24 orang siswa yang diteliti 19 orang siswa yang terlihat dan 5 orang tidak terlihat dalam kegiatan pemilihan ketua kelas. Siswa tersebut tidak hadir dalam kegiatan pemilihan ketua kelas selama peneliti berada di sekolah.

b. Menghormati dan menjunjung tinggi setiap keputusan yang dicapai sebagai hasil musyawarah.

Menghormati dan menjunjung tinggi setiap keputusan yang dicapai sebagai hasil musyawarah, dari hasil pengamatan peneliti bahwa dari 24 orang siswa yang diteliti 21 terlihat menghargai hasil pemilihan ketua kelas, 3 orang siswa tidak terlihat menghormati keputusan yang di sepakati bersama. Siswa tersebut tidak memberikan apresiasi kepada teman yang terpilih sebagai ketua kelas.

5. Sila kelima Keadilan Sosial bagi Seluruh rakyat Indonesia a. Menghormati hak orang lain

Menghormati hak orang lain adalah perilaku yang sangat diajarkan oleh guru di sekolah, dari hasil pengamatan peneliti bahwa dari 24 orang siswa yang diteliti 23 orang siswa terlihat menghormati hasil pekerjaan teman kelasnya dan memberikan tepuk tangan sebagai penghargaan atas pekerjaannya, dan 1 orang siswa tidak terlihat memberikan apresiasi terhadap teman kelasnya. Siswa tersebut merasa pekerjaan temannya tidak benar.

2) Deskripsi Informan Penelitian

Informan (subjek) dari penelitian ini terdiri dari 5 orang yaitu 3 siswa MTs Negeri Soppeng, Guru PPKn MTs Negeri Soppeng, Wakil Kepala Madrasah MTs Negeri Soppeng, berikut Profil dari masing-masing informan.

Tabel 1.1 Data-data Informan

No Inorman Pekerjaan Jenis kelamin

1. MU Wakil Kepala

Madrasah MTs Negeri

Soppeng

Laki-laki

2. KL Guru PPKn

MTs Negeri Laki-laki

Soppeng

3. NFA Siswa Kelas

VIIIA Perempuan

4. SFR Siswa Kelas

VIIIA Perempuan

5. NR Siswa Kelas

VIIIA Perempuan

6. 0 siswa Kelas VIIIA

b. Hasil Wawancara.

Penelitian Implementasi Nilai-nila Pancasila dalam mencegah terjadinya

“Lost Generation” di MTs Negeri Soppeng Kecamatan Marioriwawo Kabupaten Soppeng. Berdasarkan penelitian yang dilakukan melalui wawancara dengan 5 informan, diketahui bahwa seluruh jawaban yang diberikan oleh informan sebagaimana terlampiran pada lampiran sangat baik dan jelas pengimplementasian Nilai-nilai Pancasila dalam karakter pribadi sehari-hari.

Seperti kita ketahui MTs Negeri Soppeng dalam mendidik siswanya juga sangat menanamkan jiwa pancasila. Hal tersebut didukung dengan adanya sarana dan prasarana yang di sediakan oleh MTs Negeri Soppeng dan Pendidik yang professional.

a. Implementasi Nilai-nilai Pancasila sila pertama (Ketuhanan Yang Maha Esa)

Implementasi Nilai-nilai Pancasila dalam mencegah terjadinya lost generation tidak hanya harus dilakukan oleh tenaga pendidik. Dalam membangun karakter bangsa diperlukan upaya yang sungguh-sungguh untuk membangun karakter individu. Situasi pandemi covid-19 saat ini, tentunya peserta didik banyak menghabiskan waktu dirumah karena diterapkannya sistem pembelajaran daring atas anjuran pemerintah yang wajib diterapkan oleh setiap sekolah di Indonesia. Oleh karena itu, yang dapat memantau kegiatan peserta didik dirumah adalah orang tua, begitu pula kegiatan implementasi nilai Pancasila khususnya sila Ketuhanan Yang Maha Esa.

Terdapat 2 indikator utama dalam implementasi sila Ketuhanan Yang Maha Esa ditingkat

Sekolah Menegah Pertama yaitu yang pertama peserta didik percaya dan taqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa dan yang kedua kecintaan pada semua makhluk ciptaan Tuhan.

Berdasarkan hasil wawancara dengan narasumber MU bahwa nilai nilai pancasila pada sila pertama sangat sebagai berikut:

“pengembangan nilai-nilai pancasila pada sila ketuhanan yang maha esa sangat penting dan telah dilaksanakan oleh pihak sekolah dan implementasi nilai-nilai Pancasila pada sila ketuhanan yang maha esa di Madrasah ini diarahkan masuk ke dalam pendidikan agama dan pendidikan karakter. Adapun cara Kami pihak sekolah dalam mendukung implementasi nilai-nilai Pancasila yaitu dengan mengambil kebijakan mengadakan kegiatan keagamaan seperti shalat dhuha sebelum malaksanakan proses belajar

mengajar, setiap hari jumat sekolah melakukan kegiatan baca tulis al-quran (wawancara Selasa 24 mei 2022).

Hal Tersebut di benarkan oleh narasumber SFR siswa MTs Negeri Soppeng saat di wawancarai di lapangan bahwa:

“Nilai Pancasila wajib kita amalkan di kehidupan sehari-hari contohnya sila pertama yaitu Ketuhanan Yang Maha Esa, kita di sekolah diharuskan shalat dhuha berjamaah sebelum melakukan proses belajar dan di sekolah sangat mementingkan agama dan dasar negara”. (wawancara 24 mei 2022)

Berdasarkan hasil wawancata diatas dapat disimpulkan bahwa implementasi Nilai-nilai ketuhanan dalam mencegah terjadinya lost generation di MTs Negeri Soppeng dalam mengiplementasikan Nilai-nilai Pancasila antara lain Melalui kegiatan pembelajaran agama, mengadakan kegiatan agama. Kegiatan dan pembelajaran yang diadakan oleh sekolah seperti kegiatan kultum di pagi hari sebelum melaksanakan shalat dhuha berjamaah dan berdoa bersama sebelum melakukan proses belajar mengajar hal ini selaras dengan nilai Pancasila, sila pertama yakni Ketuhanan Yang Maha Esa. Selain itu MTs Negeri Soppeng menerapkan budaya perilaku 5S yakni Senyum, Salam, Sapa, Sopan dan santun.

Pada sila kedua dalam pancasila yang berbunyi kemanusiaan yang adil dan beradab, yang berarti seluruh manusia di negara ini merupakan makhluk yang beradab dan memiliki keadilan di mata tuhan. Pada sila kedua ini mencakup tentang dua hal utama yaitu tentang nilai kemanusiaan dan juga pendidikan moral yang harus di miliki setiap orang.

Nilai-nilai kemanusiaan yang adil dan beradab pada hakikatnya memberikan pemahaman terhadap manusia sebagai mahluk sosial, oleh karena itu pengimplementasian nilai-nilai kemanusia yang adil dan beradab sebagai pedoman dalam berperilaku harus benar-benar dilaksanakan sesuai dengan norma dan peraturan yang berlaku sehingga pelaksanaan nilai-nilai tersebut tidak menyimpang dari makna yang sesungguhnya. Pengamalan sila kemanusiaan yang adil dan beradab mengandung nilai kesamaan derajat maupun kewajiban dan hak, cinta mencintai, hormat menghormati, keberanian membela kebenaran dan keadilan, toleransi, dan gotong royong. Nilai kemanusiaan yang adil mengandung makna bahwa hakekat manusia sebagai mahluk yang berbudaya dan beradab harus berkodrat adil.

Narasumber MU sebagai Wakil Kepala Madrasah MTs Negeri Soppeng menjelaskan bahwa:

“Pada sila kedua pancasila dimana kedudukan para siswa di madrasah ini sama semua derajatnya tidak ada yang dibeda-bedakan siswa satu dengan yang lainnya, dan sebelum pandemi covid-19 setiap pagi hari dewan guru menjemput siswa di depan gerbang sekolah untuk bersalaman sebelum memasuki area sekolah dan bertujuan untuk menumbuhkan rasa hormat dan menumbuhkan jiwa social siswa.

” (wawancara 27 mei 2022) akan merasakan keadialan serta nilai kemanusiaan walau itu hanya sebatas keadilan berpendapat serta bisa memenuhi kewajibannya pembelajaran juga akan lebih

Hal tersebut dibenarkan oleh narasumber NR sebagai siswa MTs Negeri Soppeng bahwa:

“Pada proses pembelajaran guru memberikan kesempatan kepada semua siswa untuk mengajukan pendapat masing-masing dan berdiskusi bersama dengan siswa . (wawancara 27 mei 2022

Pada zaman reformasi saat ini pengimplementasian Pancasila dangan penting dibutuhkan oleh masyarakat, karena didalam pancasila terkandung nilai-nilai luhur bangsa. Selain itu, zaman globalisasi juga sudah didepan mata begitu cepat merambah ke Negara-negara di seluruh dunia termasuk Indonesia.

Berdasarkan hasil wawancara diatas terhadap nilai kemanusiaan dapat disimpulkan bahwa nilai kemanusiaan pada siswa MTs Negeri Soppeng meliputi berperilaku mandiri,peduli kepada sesama. Nilai kemanusiaan yang adil dan beradab dilakukan melalui kegiatan belajar mengajar dikelas yang terintegrasi dalam mata pelajaran ppkn, dan di lingkungan sekolah dapat dilakukan dengan mengakui dan memperlakukan siswa sesuai dengan harkat dan martabatnya sebagai makhluk Tuhan Yang Maha Esa.

Penerapan sila ketiga yang ada di MTs Negeri Soppeng sebagian besar di implementasikan melalui kegiatan ekstrakurikuler, contohnya pramuka, palang merah, marching band.

MU sebagai Wakil Kapala Madrasah MTs Negeri Soppeng bahwa

“Nilai pancasila yang ketiga juga sangat erat kaitannya untuk mencegah terjadinya lost generation dan ada kegiatan yang berkaitan dengan sila ketiga ini contohnya, melakukan kerja bakti setiap hari jumat itu rutin kami laksanakan, senam bersama, dan membawa bekal bersama pada hari jumat. Inilah yang dapat menumbuhkan jiwa persatuan siswa di madrasah kita ini.” (wawancara 27 mei 2022)

KL sebagai guru mata pelajaran PPKn MTs negeri Soppeng bahwa

“Persatuan Indonesia itu sudah terlaksana di madrasah ini khususnya di kegiatan ekstrakurikuler pramuka, dimana di kegiatan pramuka itu siswa diajarkan banyak hal seperti, membangun tenda bersama latihan baris berbaris.”

SFR sebagai siswa MTs Negeri Soppeng bahwa

“Kerja kelompok adalah kegiatan yang menggambarkan sila ketiga pancasila yaitu persatuan Indonesia.” (wawancara 27 mei 2022)

NFA sebagai siswa MTs Negeri Soppeng bahwa

“Contoh penerapan sila ketiga pancasila di kelas itu kk kami diminta untuk melakukan diskusi dalam kelas dan menjawab pertanyaan dari kelompok lain apabila ada pertanyaan” (wawancara 27 mei 2022)

NR sebagai siswa MTs Negeri Soppeng bahwa

“Persatuan Indonesia adalah sila ketiga pancasila dan diterapkan di sekolah contohnya itu adalah kerja bakti setiap hari jumat rutin dilaksanakan sebelum melakukan kegiatan belajar di kelas.” (wawancara 27 mei 2022)

Dari beberapa hasil wawancara diatas menunjukkan bahwa di MTs Negeri Soppeng dalam menerapkan sila ketiga pancasila banyak dilakukan melalui kegiatan diluar kelas diantaranya pada kegiatan pramuka marching band, pmr dan kegiatan jumat bersih yang bertujuan untuk membangkitkan rasa persatuan dan kesatuan siswa, rasa tolong menolong dan saling menghargai. Sedangkan kegiatan sila ketiga di dalam kelas tergantung kepada guru mata pelajaran masing masing.

Pada sila keempat ini, menunjukkan bahwa pancasila sebagai dasar negara Indonesia sangat menjunjung tinggi nilai-nilai demokrasi, menentukan suatu hal dengan cara bermusyawarah untuk mencapai kemufakatan bersama. Dalam

pengimplementasiannya, MTs Negeri Soppeng melakukan kegiatan-kegiatan demokrasi terpimpin dalam menangani suatu masalah atau penentuan kebijakan sekolah.

MU sebagai Wakil Kepala Madrasah MTs Negeri Soppeng bahwa

“Di madrasah kita ini sangat menerapkan sila keempat pancasila dalam menyelesaikan sebuah masalah, baik itu masalah besar maupun kecil, harus kita selesaikan dengan cara musyawarah contoh nya itu rutin diadakan rapat pemantapan kegiatan.” (wawancara 27 mei 2022)

KL sebagai guru PPKn MTs Negeri Soppeng bahwa

“Penerapan sila keempat dilaksanakan juga oleh siswa, contohnya pemilihan ketua osis secara demokrasi tujuannya itu supaya siswa bisa belajar pendidikan demokrasi sejak dini dimana kegiatan dilakukan setiap setahun sekali, siswa diarahkan untuk bisa menentukan pilihannya masing-masing sesuai dengan hati nuraninya.” (wawancara 27 mei 2022)

NFA sebagai siswa MTs Negeri Soppeng bahwa

“kegiatan pemilihan ketua kelas juga diadakan setiap kelas kak dengan alasan kita memilih calon pemimpin kita sesuai dengan kinerjanya bukan cuma dilihat melalui luarnya saja.” (wawancara 27 mei 2022)

Dari hasil wawancara diatas menunjukkan bahwa MTs Negeri Soppeng menerapkan dalam menerapkan sila keempat pancasila dilakukan dengan kegiatan musyawarah, mufakat dan kegiatan pemilihan ketua osis secara demokrasi dimana kegiatan pemilihan ketua osis ini dilaksanakan setiap setahun sekali dan dan bertujuan untuk mengajarkan siswa belajar pendidikan demokrasi sejak dini yang diterapkan di negara kita yaitu negara indonesia

Implementasi nilai Pancasila sila kelima yang berbunyi keadilan social bagi rakyat Indonesia. Dalam hal ini ruang lingkup MTs Negeri Soppeng harus berprilaku adil kepada seluruh siswa maupun dewan guru yang berada di lingkup MTs Negeri Soppeng. Dalam hal ini ada beberapa point yaitu keadilan dalam mendapatkan hak untuk mengembangakn potensi pada siswa dan dewan guru serta keadilan atas peraturan yang berlaku di lingkup MTs Negeri Soppeng.

1. Dewan Guru tidak Boleh Membeda-bedakan Siswa dalam hal Pengembangan Potensi.

“MU sebagai Wakil Kepala Madrasah MTs Negeri Soppeng bahwa

Seperti yang saya jelaskan tadi bahwa seluruh siswa berhak mendapatkan pembelajaran yang sama, tidak ada guru yang membedakan siswa atau dalam hal ini pilih kasih, bukan cuma yang pandai kami ajari tapi semuanya kami sama ratakan tidak ada istilah anak emas. Dan sekarang pembelajaran siswa sudah ada 2 model yaitu menggunakan buku paket dan menggunakan teknlogi yaitu handphone (hp).

Dan kami juga memberikan perhatian khusus bagi siswa yang perilakunya menyimpang dari aturan di Madrasah ini.” (wawancara 27 mei 2022)

KL sebagai guru PPKn MTs Negeri Soppeng bahwa

“Pada proses pembelajaran semua siswa kami sama ratakan tidak ada yang kami anak tirikan, kami memberikan materi yang sama, memberikan tugas yang sama.”

(wawancara 27 mei 2022)

2. Pemberian Beasiswa Prestasi dan Kurang Mampu dan Pemberian Seragam Sekolah Secara Gratis bagi Siswa Baru.

MU sebagai Wakil Kepala Madrasah MTs Negeri Soppeng bahwa

“Setiap tahun ajaran baru kami memberikan beasiswa kepada siswa yang berprestasi baik di akademik maupun non akademik dan beasiswa bagi siswa yang

Tujuan dari semua itu adalah mengapresiasi pencapaian siswa baik pada bidang akademik dan non akademik..” (wawancara 27 mei 2022)

Tujuan dari semua itu adalah mengapresiasi pencapaian siswa baik pada bidang akademik dan non akademik..” (wawancara 27 mei 2022)

Dokumen terkait