230210110045 blogs.unpad.ac.id/okliandi45
Sungai Musi adalah sebuah sungai yang terletak di provinsi Sumatra Selatan, Indonesia. Dengan panjang 750 km, sungai ini merupakan yang terpanjang di pulau Sumatera dan membelah Kota Palembang menjadi dua bagian. Jembatan Ampera yang menjadi ikon Kota Palembang pun melintas di atas sungai ini. Sejak zaman Kerajaan Sriwijaya hingga sekarang, sungai ini terkenal sebagai sarana transportasi utama bagi masyarakat.
Mata airnya bersumber di daerah Kepahiang, Bengkulu. Sungai Musi disebut juga Batanghari Sembilan yang berarti sembilan sungai besar, pengertian sembilan sungai besar adalah Sungai Musi beserta delapan sungai besar yang bermuara di sungai Musi. Adapun delapan sungai tersebut adalah :
1. Sungai Komering 2. Sungai Rawas 3. Sungai Leko 4. Sungai Lakitan 5. Sungai Kelingi 6. Sungai Lematang 7. Sungai Semangus 8. Sungai Ogan
Delta merupakan bentang alam yang terbentuk di mulut atau muara sungai. Bentang alam tersebut terbentuk akibat adanya sediment yang tertransport ke muara sungai dan terakumulasi membentuk delta. Pembentukan bentang alam di muara sungai ini dipengaruhi oleh dua proses yaitu proses marine dan proses fluvial. Proses marine merupakan proses yang merusak sedimentasi karena adanya arus air laut yang menyebabkan hancurnya sedimen yang terakumulasi di muara sungai tersebut. Proses yang kedua yaitu proses fluvial, merupakan proses yang membangun sedimentasi. Hal ini disebabkan karena sedimen yang terakumulasi di muara sungai tidak terkikis oleh arus air laut.
Seperti kebanyakan sungai – sungai besar yang ada di Indonesia, sungai Musi cenderung mentransport sedimen ke muara sungai dalam jumlah yang relatif besar
sehingga delta yang terbentuk tersebut dapat dijadikan tempat pemukiman penduduk dan kawasan konservasi alam.
Delta sungai Musi terbagi menjadi tiga delta yaitu Delta Telang, Delta Upang, dan Delta Saleh. Ketiga delta ini terletak di Selat Bangka. Sehingga, perkembangan bentang alam yang terjadi didominasi oleh proses fluvial. Hal ini dikarenakan arus air laut yang berasal dari Laut Cina Selatan yang mengarah ke delta sungai Musi relatif kecil akibat terhalang oleh Pulau Bangka sehingga kecenderungan akumulasi sedimen di muara sungai lebih besar dan optimal. Berdasarkan penjelasan di atas, ketiga delta sungai Musi dapat diklasifikasikan ke dalam tipe High – Constructive Delta yang memiliki high sediment input.
Secara fisiografis, delta dibagi menjadi tiga yaitu Upper Delta Plain, Lower Delta Plain, dan Sub – aqueous Delta.
Upper Delta Plain adalah delta yang tidak dipengaruhi oleh arus air laut dan datarannya didominasi oleh alluvial atau sedimen yang terakumulasi oleh sungai. Lower Delta Plain adalah delta yang dipengaruhi oleh pasang surut air laut. Ketika air laut pasang, delta ini akan tenggelam. Sebaliknya, ketika air laut surut, delta akan timbul kembali. Ini adalah hasil dari proses fluvial dan proses marine. Sedangkan Sub – aqueous Delta adalah delta yang berada di bawah permukaan laut, dan karakter delta ini dipengaruhi oleh proses marine. Jadi, delta sungai Musi ini apabila dilihat dari segi fisiografisnya, maka delta sungai Musi termasuk ke dalam Upper Delta Plain, yang mana delta ini dipegaruhi oleh proses fluvial dan tidak dipengaruhi oleh arus air laut.
Secara stratigrafi, delta juga dibagi menjadi tiga yaitu Topsets Beds, Foreset Beds, dan Bottomset Beds. Topsets Beds sering terdapat di Upper dan Lower Delta Plains dan sedimen yang terakumulasi relatif horizontal atau datar. Foreset Beds, sedimennya miring (agak curam) dan terdapat di Sub – aqueous Delta Plain, ada gradasi dari kasar menjadi halus ketika mengalir ke laut. Bottomset Beds terletak selalu di dasar laut, dan sedimennya agak miring dan tidak terlalu curam. Berdasarkan penjelasan di atas, dapat ditarik kesimpulan bahwa secara statigrafi delta sungai Musi digolongkan sebagai Topsets Beds yang mana sedimen terakumulasi relatif horizontal.
Material-material sedimen yang di bawah oleh sungai musi akan diendapkan di muara sungai musi yang terletak di selat bangka. Daratan hasil pengendapan oleh sungai musi disebut akuatis. Bentang alam yang ada pada delta sungai musi antara lain meander, daratan banjir, tanggul alam dan delta sungai musi itu sendiri.
a. Meander
Meander pada sungai musi merupakan sungai musi yang berkelok - kelok yang terbentuk karena adanya pengendapan. Proses berkelok-keloknya sungai musi dimulai dari bagian hulu sungai musi.Pada bagian hulu, volume air kecil dan tenaga yang terbentuk juga kecil. Akibatnya sungai mulai menghindari penghalang dan mencari rute yang paling mudah dilewati. Sementara, pada bagian hulu belum terjadi pengendapan. Pada bagian tengah sungai musi, yang wilayahnya mulai datar aliran air mulai lambat dan membentuk meander. Proses meander terjadi pada tepi sungai, baik bagian dalam maupun tepi luar. Di bagian sungai musi yang aliranya cepat akan terjadi pengikisan sedangkan bagian tepinya yang lamban alirannya akan terjadi pengendapan.Apabila hal itu berlangsung secara terus-menerus akan membentuk meander.
Meander pada sungai musi terbentuk pada sungai bagian hilir, dimana pengikisan dan Pengendapan terjadi secara berturut turut. Proses pengendapan yang terjadi secara terus menerus akan menyebabkan kelokan sungai terpotong dan terpisah dari aliran sungai, Sehingga terbentuk oxbow lake (suatu bentuk yang seperti berbelok-belokan yang ada di sungai dan kelokan sungai yang terpotong tidak bias dialiri oleh air dari induk sungai.
b. Daratan Banjir dan Tanggul alam
Apabila terjadi hujan lebat, volume air sungai musi meningkat secara cepat. Akibatnya terjadi banjir dan meluapnya air hingga ke tepi sungai. Pada saat air surut, bahan bahan yang terbawa oleh air sungai akan terendapkan di tepi sungai. Akibatnya, terbentuk suatu dataran di tepi sungai. Timbulnya material yang tidak halus (kasar) terdapat pada tepi sungai musi. Akibatnya tepi sungai musi lebih tinggi dibandingkan dataran banjir yang terbentuk. Bentang alam itu disebut tanggul alam.
c. Delta
Pada saat aliran sungai musi mendekati muara, maka kecepatan aliranya menjadi lambat. Akibatnya, terkadi pengendapan sedimen oleh air sungai musi. Pasir akan diendapkan sedangkan tanah liat dan Lumpur akan tetap terangkut oleh aliran air. Setelah sekian lama , akan terbentuk lapisan - lapisan sedimen. Akhirnya lapian lapisan sedimen membentuk dataran yang luas pada bagian sungai yang mendekati muaranya dan membentuk delta sungai musi. Delta sungai musi membentuk sebuah segitiga ketika dilihat dari atas. Bagian tepi luar delta ini tererosi, dan salinitas
beberapa laguna telah meningkat karena bertambahnya saluran sungai di selat bangka.
Secara umum sungai dibedakan menjadi tiga macam, yaitu: Sungai Muda (dimana sungai ini mempunyai lembah yang sempit, terdapat air terjun dan pola alirannya menyerupai hurup P), Sungai Dewasa (dimana sungai ini sudah mempunyai lembah yang mulai meluas dan tidak terdapat lagi air terjun) dan Sungai Tua (dimana Jarak antara tebing dangan pinggiran sungai masih ada pasir dan dataran sungai makin meluas, sehingga terjadi erosi dan mengakibatkan banjir). Dapat kita klasifikasikan bahwa sungai musi ini termasuk kedalam Sungai Tua karena sungai ini mempunyai lembah berbentuk U dan sudah berkelok-kelok (meandering) yang menandakan bahwa sungai tersebut sudah pada stadium tua.
Daftar Pustaka
hedihastriawan.wordpress.com angghajuner.blogspot.com psdg.bgl.esdm.go.id