• Tidak ada hasil yang ditemukan

Demi Kota Cerdas, T.Tinggi Harus Bangun Global School

Dalam dokumen MEDIA PEMERINTAH KOTA TEBING TINGGI (Halaman 51-53)

S

mart City (Kota Cerdas) merupakan salah

satu hayalan Wali Kota Tebing Tinggi Ir.H. Umar Zunaidi Hasibuan, MM, yang muncul ketika beliau menangkap fenomena kian terintegrasinya berbagai sisi kehidupan dengan dunia informatika yang berkembang pesat, melalui internet. Dikatakan hayalan, karena konsep kota cerdas sendiri belum ada dalam program Pemko Tebing Tinggi, jika merujuk pada visi dan misi Wali kota Tebing Tinggi.

Tapi harus diakui, konsep ini sudah berkem- bang dalam tataran teknologi, baik dalam konse- phardware maupun softwarenya. Hanya persoalan- nya, ketika wali kota menginginkan konsep ini jalan, terkesan aparaturnya di bawah mengalami kega- mangan dalam mengejawantahkan konsep ini secara aplikatif. Maka yang terlihat, adalah kerja-kerja

dadakan yang tak terprogram dan cenderung reaktif, sehingga jadi lip service program saja.

Salah satu contoh gagalnya hayalan kota cer- das, adalah ketidak mampuan instansi terkait dalam aplikasi peralatan teknologi yang dihibahkan oleh pemerintah pusat kepada kota Tebing Tinggi.

Padahal, perangkat teknologi itu bernilai puluhan bahkan ratusan juta rupiah. Misalnya, mobil M-PLIK yang dihibahkan Kementerian Infokom RI kepada Bagian Adm. Humas PP sebanyak dua buah. Demikian pula operasional ‘radio komunitas’ yang dihibahkan untuk membangun informasi hingga basis akar rumput. Kedua peralatan teknologi infor- matika itu, saat ini ngangkrak, karena ketidak jelasan visi dan misi yang harus ditempuh dalam pencapaian smart city dimaksud.

SINERGI PROFIL

MARCHING band siswa MIN Padang Hulu yang

berupaya membangun kreatifitas anak sejak dini.

Sinergi/A. Khalik Kecenderungan ini menunjukkan kota Tebing

Tinggi sebenarnya belum siap dalam mewujudkan smart city seperti yang dihayalkan Wali Kota Ir.H Umar Zunaidi Hasibuan, MM. Persoalannya yang paling utama, adalah mindset warga kota yang belum terbiasa dengan konsep itu, sehingga berbagai pro- gram ke arah itu cenderung mengalami kegagalan. Salah satu perubahan peradaban yang harus segera diantisipasi adalah pemberlakukan ‘Masyarakat Ekonomi Asean (MEA)’ yang akan mula berlaku akhir 2015 ini. Pemko Tebing Tinggi telah menya- takan kesiapan dalam menghadapi MEA. Namun, persoalannya apakah seluruh perangkat birokra- si kita sudah siap dalam menghadapi MEA itu?

Peran Dinas Pendidikan

Dalam pemahaman demikian, dunia pen- didikan harus menjadi garda terdepan dalam upaya penumbuhan mindset warga kota Tebing Tinggi menuju smart city. Salah satu di antara upaya yang bisa segera dilaksanakan, adalah mereformulasi pen- didikan kurikulum dengan mengintegrasikan antara kurikulum nasional dan muatan lokal yang bersifat global. Selanjutnya, mendirikan sekolah bertaraf global (global school), baik dalam hal kurikulum maupun sistem pendidikannya. Sayangnya, konsep ini kebanyakan sudah didahului oleh berbagai lem- baga pendidikan swasta yang telah melakukannya sejak lima tahun belakangan. Sebut saja misalnya, Prime One School di Medan atau lembaga pendidikan ‘Del’ di Soposurung, Balige. Atau model pendidikan pesantren yang sejak dulu sudah melakukan integrasi antara model pendidikan modern dan klasik, sehing- ga melahirkan lulusan yang mandiri dan berilmu. Global school dimaksudkan sebagai sekolah yang memiliki kehususan dalam pendidikan, sehingga setelah selesai dari sekolah dimaksud, para lulu- san bisa menjadi manusia yang siap pakai di du- nia global, khususnya di negara-negara Asean. Ada beberapa langkah yang bisa dilaku- kan Dinas Pendidikan kota Tebing Tinggi, mis- alnya dengan menetapkan salah satu sekolah yang ada di kota Tebing Tinggi sebagai global school. Sebut saja misalnya SMAN 1 yang pernah menge- cap model sekolah Rintisan Sekolah Berstandar Internasional (RSBI). Pada sekolah ini, Disdik bisa melakukan eksperimental menjadikan sekolah itu sebagai sekolah global, Paling tidak di tahap awal melakukan berbagai kegiatan ekstra kurikul- er guna menguatkan kurikulum yang sudah baku. Beberapa jalan yang bisa dilakukan, adalah memberikan pemahaman serta skill kepada siswa sekolah tentang berbagai hal terkait dengan Asean, misalnya soal Ipoleksosbudhankam masing-mas- ing negara. Peluang dan tantangan yang akan diha- dapi kelak serta berbagai hal terkait dengan MEA.

Peran Dewan Pendidikan

Peran utama Dewan Pendidikan dalam kasus ini, adalah bagaimana memberikan konspesi yang je- las dan terukur serta terarah kepada Dinas Pen- didikan, tentang apa dan bagaimana yang harus dilakukan terhadap Global School itu. Peran DP se- benarnya jika melihat keputusan menteri soal itu sangat strategis. Karena DP bisa menjadi lembaga sentral dalam membangun isu-isu pendidikan dan kependidikan di suatu daerah, sesuai dengan ke- butuhan dan kepentingan masa depan daerah itu.

Dalam menghadapi MEA melalui konsep smart city, DP kota Tebing Tinggi bisa membangun jaringan kerja (networking) dengan berbagai kalan- gan untuk membuka kran informasi seluas-luasnya kepada dunia pendidikan kota Tebing Tinggi tentang apa, siapa dan bagaimana yang harus dilakukan dalam upaya membangun konsep smart city di era MEA ini.

Beberapa langkha yang bisa dilakukan, mis- alnya melakukan kegiatan expo pendidikan, atau mem- bangun jaringan donasi dengan dunia usaha. Membu- ka informasi dengan berbagai konsul negara sahabat yang ada di Medan atau dengan perusahaan-perusa- haan multi nasional. Upaya itu, tentu saja membutuh- kan kerja keras serta kemampuan masing-masing per- sonil DP yang berada di atas rata-rata. Jika hal itu tak bisa dilakukan, atau hanya sebatas angan, maka ke- beradaan DP nantinya tidak akan pernah bermanfaat. Selain itu, peran DP juga adalah mendorong agar Pemko Tebing Tinggi dan Dinas Pendidikan, me- miliki vsi yang jelas dalam soal keberadaan perguruan tinggi di kota Tebing Tinggi. Hal itu penting mengingat selama ini, keberadaan PT seakan bukan bagian pent- ing dalam dinamika pendidikan di kota Tebing Tinggi. Dalam periode 2015-2012 nanitnya, DP kota Tebing Tinggi harus memiliki sejumlah agenda bagi penguatan sektor pendidikan dasar yang kemudian terpadu dengan sektor pendidikan menengah serta terintegrasi pula dengan sektor pendidikan tinggi. Kerja berat itu, membutuhkan pemikiran dan tinda- kan yang visioner, maka dibutuhkan sosok pengurus DP yang memiliki ilmu, skill dan networking yang baik agar capaian target itu bsa dilaksanakan di masa kepengurusannya. Wallahu a’lam… **.Tim Sinergi

SINERGI

Wali Kota Beri Apresiasi Atas Prestasi

Dalam dokumen MEDIA PEMERINTAH KOTA TEBING TINGGI (Halaman 51-53)

Dokumen terkait