• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB II PROFIL KABUPATEN ACEH SINGKIL

2.2 Pemerintahan Kabupaten Aceh Singkil

2.2.5 Demografi

Jumlah penduduk Kabupaten Aceh Singkil pada tahun 2011 adalah 104.856 jiwa yang terdiri dari 52.956 jiwa laki-laki dan 51.900 jiwa perempuan. Persentase penduduk terbanyak terdapat di Kecamatan Gunung Meriah yaitu sebesar 29,88%

dan Sedangkan persentase penduduk terkecil adalah Kecamatan Kuala Baru yaitu sebesar 2,12%. Komposisi umur penduduk didominasi oleh balita dan remaja yang pada suatu saat akan berada pada posisi usia produktif.

Laju pertumbuhan jumlah penduduk (population growth rate) di Kabupaten Aceh Singkil setiap tahunnya rata-rata 2,99% jika mengacu kepada data penduduk dari tahun 2006 sampai dengan 2011yang terangkum dalam data Badan Pusat Statistik Kabupaten Aceh Singkil 2012. Dengan luas wilayah Kabupaten Aceh Singkil yang terbangun 119.895 Ha dan jumlah penduduk yang mendiami 104.856 jiwa maka tingkat kepadatan penduduk Kabupaten Aceh Singkil adalah sebanyak 87 Orang/Km2. Kepadatan penduduk tertinggi terdapat di Kecamatan Singkil sebanyak 264 Orang/Km2 sedangkan kepadatan terendah terdapat di Kecamatan Danau Paris sebanyak 28 Orang/Km2. Jumlah rumah tangga di Kabupaten Aceh Singkil pada tahun 2011 adalah 23.731 rumah tangga. Secara rata-rata banyaknya penduduk yang menempati satu rumah tangga adalah 4 orang.

Rata-rata anggota rumah tangga dalam satu rumah tangga untuk setiap kecamatan dapat dikatakan seragam (homogen)36

36Ibid,.hal.10-11

.

Sedangkan untuk menghitung proyeksi pertambahan penduduk dikabupaten Aceh Singkil selama 5 tahun kedepan, digunakan Metode Geometrik dengan rumus

Pn = P (1+ r)n

dimana:

Pn = jumlah penduduk pada tahun ke n;

Po = jumlah penduduk pada tahun dasar;

= laju pertumbuhan penduduk rata-rata; n = jumlah tahun interval

2.2.6 Keuangan dan Perekonomian Daerah

Pemetaan keuangan dan perekonomian dimaksudkan untuk mendapatkan gambaran yang jelas mengenai arsitektur keuangan dan perekonomian Kabupaten Aceh Singkil dalam melaksanakan pembangunan sanitasi. Hasil pemetaan diharapkan dapat dengan jelas menggambarkan kondisi internal pendanaan sanitasi di Kabupaten Aceh Singkil yang masih dalam jangkauan kontrol kabupaten tentang kekuatan dan kelemahan pengelolaan air limbah domestik, persampahan, drainase, serta promosi higiene dan sanitasi. Selain itu, pemetaan ini juga ditujukan untuk mendapatkan gambaran jelas tentang kondisi eksternal pendanaan sanitasi yaitu kondisi di luar kontrol kabupaten yang menggambarkan tentang kesempatan yang dapat dimanfaatkan ataupun ancaman yang harus

dihindarkan dalam pembangunan dilihat dari sisi pendanaan dan perekonomian.

Untuk mendapatkan gambaran yang lebih tepat, maka diupayakan data yang digunakan adalah data realisasi belanja37

Rekapitulasi realisasi anggaran Kabupaten Aceh Singkil dibagi menjadi tiga bagian, yaitu pendapatan, belanja dan pembiayaan. Untuk bagian pendapatan bersumber dari Pendapatan Asli Daerah (PAD), dana perimbangan (transfer) dan anggaran lain-lain yang sah. Pendapatan Asli Daerah (PAD) meliputi pajak daerah, retribusi daerah, hasil pengolahan kekayaan daerah yang dipisahkan dan

.

Arah kebijakan keuangan daerah merupakan pedoman bagi daerah dalam upaya peningkatan pendapatan daerah dan peningkatan ketepatan alokasi serta efisiensi anggaran dalam pengelolaan keuangan daerah. Implementasi dari kebijakan keuangan daerah ini tertuang secara rinci dan jelas dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) yang merupakan rencana keuangan tahunan pemerintahan daerah yang disetujui oleh Dewan Perwakilan Rakyat Daerah dan ditetapkan dengan Qanun/Peraturan Daerah. Keuangan daerah Kabupaten Aceh Singkil dikelola sesuai dengan Undang-Undang No. 17 tahun 2003 tentang Keuangan Negara, Undang-Undang No. 1 tahun 2004 tentang Perbendaharaan Negara, Peraturan Pemerintah No. 58 tahun 2005 tentang Pengelolaan Keuangan Daerah, dan Undang-Undang No. 13 tahun 2006 yang kemudian diubah dan dilengkapi dengan ketentuan baru yang diatur dalam Permendagri No. 59 tahun 2007 tentang Pedoman Pengelolaan Keuangan Daerah, serta Peraturan Daerah yang mengatur tentang Pengelolaan Keuangan Daerah.

37Buku Putih Sanitasi, op.cit, hal.11-12

anggaran lain-lain pendapatan daerah yang sah. Untuk dana perimbangan (transfer) meliputi dana bagi hasil, dana alokasi umum dan dana alokasi khusus.

Sementara anggaran lain-lain yang sah meliputi hibah, dana darurat, dana bagi hasil pajak dari provinsi kepada kabupaten/kota, dana penyesuaian dan dana otonomi khusus serta bantuan keuangan dari provinsi/pemerintah daerah lainnya.

Untuk bagian belanja, bersumber dari belanja tidak langsung dan belanja langsung. Belanja tidak langsung meliputi belanja pegawai, bunga, subsidi, hibah, bantuan sosial, belanja bagi hasil, bantuan keuangan dan belanja tidak terduga.

Sementara belanja tidak langsung meliputi belanja pegawai, belanja barang dan jasa serta belanja modal.

Realisasi belanja sanitasi SKPD Kabupaten Aceh Singkil bersumber dari Dinas Pekerjaan Umum, Dinas Kesehatan dan Badan Penanggulangan Dampak Lingkungan, Pertamanan dan Kebersihan, meliputi investasi yang termasuk didalamnya pembangunan sarana prasarana, pengadaan lahan, pelatihan, koordinasi, advokasi, kampanye dan studi-studi yang terkait dengan sanitasi serta operasional/pemeliharaan. Pertumbuhan rata-rata belanja sanitasi Kabuapaten Aceh Singkil dari tahun 2008 sampai dengan 2011 adalah Rp 580.048.345/tahun.

Belanja sanitasi kabupaten aceh singkil terbesar adalah tahun 2010, yakni sebesar Rp 6.405.197.700. Sedangkan belanja sanitasi Perkapita Kabupaten Aceh Singkil rata-rata sejak tahun 2008-2011 adalah Rp 36.223/jiwa, dengan belanja sanitasi perkapita terbesar terjadi pada tahun 2010 yakni Rp 62.484/jiwa.38

38Ibid,. hal.12

2.2.7 Tata Ruang

Penataan ruang Kabupaten Aceh Singkil bertujuan "Mewujudkan Kabupaten AcehSingkil sebagai Kawasan Agribisnis dengan Memperhatikan Kelestarian Alam dan Mitigasi Kebencanaan". Untuk mewujudkan tujuan penataan ruang wilayah tersebut maka ditetapkan kebijakan penataan ruang Kabupaten Aceh Singkil meliputi 39

a) Mengembangkan pusat kegiatan baru :

Pemantapan fungsi pusat-pusat kegiatan dan aksesibilitas yang meliputi :

b) Menetapkan kegiatan utama pada pusat-pusat kegiatan

c) Meningkatkan keterkaitan antara kawasan perkotaan dan perdesaan d) Menyediakan sarana sosial ekonomi sesuai standar pelayanan minimal

secara merata, dan

e) Meningkatkan sarana sosial ekonomi di pusat-pusat kegiatan sesuai dengan fungsi dan hirarki pelayanannya

f) Meningkatkan aksesibilitas transportasi darat, laut, dan udara, dan g) Membuka akses dan meningkatkan aksesibilitas antar kawasan dan

antara kawasan dengan pusat-pusat kegiatan.

39Ibid,.hal.26-28

Peningkatan kualitas dan jangkauan pelayanan jaringan prasarana telekomunikasi, energi, dan sumber daya air yang meliputi :

a) Meningkatkan pelayanan jaringan telekomunikasi

b) Meningkatkan jaringan energi dan memanfaatkan energi terbarukan, dan

c) Meningkatkan pelayanan sumber daya air

Peningkatan pengelolaan kawasan lindung, penatagunaan lahan dan manajemen resiko bencana yang meliputi :

a) Meningkatkan dan mengendalikan fungsi kawasan lindung Memulihkan kawasan lindung yang telah menurun fungsinya

b) Meningkatkan nilai ekonomi kawasan lindung tanpa mengabaikan fungsi perlindungan melalui kegiatan pariwisata yang ramah lingkungan, dan

c) Mengatur pola penggunaan lahan di sekitar kawasan lindung

d) Menetapkan zona bahaya dan zona aman pada kawasan rawan bencana Mengembangkan perencanaan sesuai zona kerawanan bencana

e) Mengembangkan sistem pencegahan sesuai sifat dan jenis bencana, serta karakteristik wilayah

f) Mengembangkan sistem adaptasi dan mitigasi bencana

g) Mengembangkan upaya kesiapsiagaan dalam menghadapi bencana Mengembangkan sistem penanganan pasca bencana, dan

h) Mengembangkan sistem monitoring dan evaluasi pengelolaan kawasan lindung

i) Menjaga, mempertahankan, dan meningkatkan fungsi kawasan lindung

Peningkatan dan pengelolaan kawasan budidaya pertanian, pemanfaatan dan pengolahan potensi perikanan dan kelautan sesuai potensi lestari yang meliputi :

a) Meningkatkan lahan pertanian lahan basah b) Meningkatkan produktivitas

c) Mengembangkan infrastruktur pendukung dan

d) Menetapkan fungsi lahan pangan pertanian berkelanjutan

e) Mengintensifikasi dan diversifikasi komoditas hasil perkebunan dan f) Mengoptimalkan fungsi kawasan perkebunan secara terpadu dengan

peternakan dan pertanian lahan kering

g) Mengembangkan pusat pertumbuhan berbasis potensi sumberdaya pariwisata unggulan, kelautan dan perikanan sebagai penggerak utama perekonomian wilayah

h) Mengoptimalkan pemanfaatan perikanan tangkap, budi daya laut, air payau, dan tawar

i) Mengembangkan sarana dan prasarana

j) Mengembangkan industri pengolahan ikan dan Mengembangkan Kawasan Minapolitan

Pengembangan wisata potensial ramah lingkungan dan ramah budaya yang meliputi :

a) Mengembangkan ekowisata, agrowisata, wisata budaya, dan jasa lingkungan

b) Mengembangkan kegiatan pariwisata secara terintegrasi dan

c) Mengembangkan sistem informasi, promosi, akomodasi, dan infrastruktur Pemantapan konsep kawasan agroindustri

d) Pemantapan rencana pengembangan pariwisata

Pengembangan pemanfaatan sumberdaya alam dengan memperhatikan kelestarian lingkungan dan kebencanaan yang meliputi :

a) Merehabilitasi lahan kritis

b) Mengoptimalkan industri hasil hutan

c) Mengembangkan hasil hutan bukan kayu Mengembangkan tanaman hutan

d) Merehabilitasi tanaman tua, dan

e) Memanfaatkan dan mengelola sumber daya mineral ramah lingkungan f) Memanfaatkan potensi tambang, dan

g) Merehabilitasi dan pemulihan cadangan sumber daya alam

Pengembangan sistem jaringan prasarana kegiatan perikanan tangkap, perikanan budidaya, agroindustri, pariwisata, dan permukiman yang meliputi :

a) Mengembangkan prasarana dan sarana transportasi

b) Mengembangkan infrastruktur penghubung simpul kegiatan ekonomi produksi

c) Meningkatkan status dan kualitas jalan

d) Meningkatkan tipe terminal selaras hirarki kota

e) Mengembangkan infrastruktur bandara Syekh Hamzah Fansury Mengoptimalkan dermaga penyeberangan Singkil

f) Membangun pelabuhan barang atau pelabuhan kargo di Kecamatan Singkil dan Kecamatan Singkil Utara

g) Membangun breakwater dan kolam pelabuhan Pulau Sarok Kecamatan Singkil

h) Menyediakan energi dan telekomunikasi

i) Menyediakan jaringan prasarana sumber daya air

j) Mengembangkan jaringan irigasi, rawa, dan jaringan pengairan lainnya

k) Menyediakan sarana prasarana persampahan dan meningkatkan sistem pengelolaan

l) Mengembangkan dan menyediakan air bersih sesuai potensi air baku Menyediakan air bersih pada kawasan rawan air bersih

m) Menyediakan sarana dan prasarana jalur evakuasi

n) Menyediakan sistem pengolahan air limbah ramah lingkungan Memantapkan pengendalian dan normalisasi sungai

o) Membangun dan mengembangkan drainase pada semua daerah, terutama daerah banjir

p) Menyediakan infrastruktur skala pelayanan perdesaan di pusat desa q) Pembangunan tanggul Simpang Epat Sukajaya sampai SMK Kuala

Baru;

r) Pembangunan tanggul melingkari Kota Singkil untuk mengatasi banjir dan gelombang pasang dan

s) Pembangunan pintu-pintu air otomatis di sepanjang tanggul yang melingkari Kota Singkil.

Pengembangan kawasan pertambangan dengan memperhatikan kelestarian lingkungan hidup yang meliputi :

a) Mengembangkan kawasan pertambangan di luar kawasan lindung dengan mempertahan kelestarian lingkungan

b) Mengembangkan kawasan pertambangan di dalam kawasan lindung melalui metode penambangan yang ramah lingkungan, dan

c) Mendorong pengembangan kawasan industri yang berbasis pertambangan dengan tetap memperhatikan kelestarian lingkungan hidup

Peningkatan fungsi kawasan untuk kepentingan pertahanan dan keamanan negara yang meliputi :

a) Mendukung penetapan kawasan strategis nasional dengan fungsi khusus pertahanan dan keamanan negara

b) Mengembangkan kegiatan budidaya secara selektif didalam dan disekitar kawasan strategis nasional untuk menjaga fungsi pertahanan dan keamanan negara

c) Mengembangkan kawasan lindung dan/atau kawasan budidaya tidak terbangun disekitar kawasan strategis nasional sebagai zona penyangga yang memisahkan kawasan strategis nasional dengan kawasan budidaya tidak terbangun

d) Turut serta menjaga dan memelihara aset-aset pertahanan dan keamanan negara dan daerah

Kabupaten Aceh Singkil termasuk daerah yang rawan bencana alam seperti banjir, tanah longsor, gelombang pasang dan abrasi pantai dan bencana tsunami.

Pemetaan kawasan-kawasan rawan bencana alam tersebut telah dilakukan sesuai dengan RTRW Kabupaten Aceh Singkil.Kawasan rawan banjir seluas kurang lebih 22.478,48 Ha meliputi :

Kecamatan Singkil, meliputi Kampung Pasar, Kota Simboling, Kilangan, Takal Pasir, Ujung Bawang dan Rantau Gedang, Suka makmur, Ujung, Siti Ambiya Teluk Ambon, Pea Bumbung, Selok Aceh, Pemuka dan Pulo SarokKecamatan Singkil Utara, meliputi Gampong Gosong Telaga dan Muara

Pea, Kecamatan Kuala Baru, meliputi Gampong Kuala Baru Laut, Kuala Baru Sungai dan Kayu Menang.

Gunung Meriah, meliputi Gampong Cingkam, Handel, Labuhan Kera Lama, Tanjung Betik, Panjaitan, Sianjo-anjo, Peragusan, dan Lae Ijuk, Kecamatan Pulau Banyak, meliputi Gampong Kampung Teluk Nibung, Kecamatan Pulau Banyak Barat, meliputi Kampung Asantola, Ujung Sialit dan Suka Makmur, Kecamatan Simpang Kanan, Serasah, Silatong, Lae Riman, Tanjung Mas, Cibubukan, Ujung Limus, Pakiraman Lama, dan Tugan Lama, Kecamatan Singkohor di Gampong Mukti Jaya dan Mukti Lincir, Kecamtan Kota Baharu di Gampong Lentong, Ladang Bisik Lama, Silakar Udang, Butar Lama, Lapahan Buaya, Kecamatan Suro di Gampong Buloh Sema.

Kawasan rawan longsor seluas kurang lebih 501,91 Ha meliputi :Kecamatan Singkohor, meliputi Kampung Lae Sipola, Mukti Jaya, Lae Pinang dan Singkohor, Kecamatan Simpang Kanan, meliputi Kampung Lipat Kajang, Kuta Tinggi dan Pertabas, Kecamatan Suro Makmur, meliputi Kampung Buloh Sema, Lae Petal, Pangkalan Sulampi.

Kecamatan Danau Paris, meliputi Kampung Biskang, Situbuh-tubuh, Sikoran, Lae Balno dan Napagaluh, Kecamatan Kota Baharu, meliputi Kampung Lentong danKecamatan Gunung Meriah, meliputi Kampung Bukit Harapan, Kawasan rawan gelombang pasang dan abrasi pantai meliputi :Kecamatan Singkil, meliputi Kampung Pulau Sarok, Kecamatan Singkil Utara, meliputi Kampung Gosong Telaga Selatan, Gosong Telaga Utara, Gosong Telaga Timur, Gosong Telaga Barat dan Ketapang Indah, Kecamatan Kuala Baru, meliputi

Kampung Kuala Baru Laut, Kuala Baru Sungai dan Kayu Menang, Kecamatan Pulau Banyak, Kecamatan Pulau Banyak Barat

Kawasan rawan bencana tsunami seluas kurang lebih 11.833,57 Ha meliputi :Kecamatan Singkil, Kecamatan Singkil Utara, Kecamatan Kuala Baru, Kecamatan Pulau Banyak dan, Kecamatan Pulau Banyak Barat

2.3 Sosial dan Budaya

Dokumen terkait