HASIL DAN PEMBAHASAN
D. Demografi Responden
Sebagaimana sebuah studi ilmiah, maka gambaran sumber data studi ini juga menjadi bagian penting yang harus diketahui. Mengingat sumber data pada studi ini adalah pendapat dan tanggapan dari responden, maka langkah pertama yang harus dilakukan adalah mendeskripsikan karakteristik responden yang terlibat. Penggambaran ini perlu dilakukan untuk bisa membantu proses pemahaman dan analisis jawaban atas pertanyaan-pertanyaan yang diajukan pada kuesioner. Tidak hanya itu gambaran karakteristik responden ini akan bisa pula menjadi acuan bagi para pembaca dalam menghubungkan setiap tema pembahasan pada konteks darimana sumber datanya diperoleh. Proses penggambaran karakteristik responden biasanya dilakukan dengan menarasikan kondisi responden berdasarkan jenis kelamin, sebaran daerah asal, suku dan lama menetap di lokasi studi.
Berdasarkan jumlah responden yang berhasil dihimpun oleh peneliti adalah berjumlah 131 orang responden. Responden yang diambil merupakan karyawan Bank Sumut syariah di Kota Medan. Karakteristik umum responden
yang dianalisis meliputi jenis kelamin, usia, pendidikan terakhir, dan masa kerja. Berdasarkan informasi yang dikumpulkan oleh peneliti berikut disajikan deskripsi data responden.
1. Jenis Kelamin
Berdasarkan data yang telah dihimpun, dari 131 orang responden, responden laki-laki lebih banyak dibandingkan dengan responden perempuan dimana 60.3% adalah responden dengan jenis kelamin laki-laki, sedangkan sisanya 39.7% adalah responden dengan jenis kelamin perempuan. Hal ini menunjukkan bahwa Bank Sumut Syariah lebih banyak mempekerjakan karyawan dengan jenis kelamin laki-laki dibandingkan karyawan perempuan.
Table 4.1 Jenis Kelamin
Jenis Kelamin Frequency Percentage
Laki-Laki 79 60.3%
Perempuan 52 39.7%
Sumber : Data Diolah, 2019
Perbedaan jumlah karyawan laki-laki dan perempuan tentunya juga berpengaruh terhadap respon yang diterima dalam penelitian ini. Kondisi ini memperlihatkan bahwa hasil yang dicapai dalam studi ini lebih banyak mewakili respon laki-laki terhadap kondisi Bank Sumut Syariah. Dengan kata lain, sisi maskulinitas dalam memandang kinerja akan jauh lebih tergambar dalam penelitian ini.
2. Usia
Berdasarkan data yang telah dihimpun, dari 131 orang responden, mayoritas responden penelitian ini memiliki rentang usia diantara 30-40 yaitu sebesar 68.7%, lalu diikuti oleh responden dengan rentang usia < 30 tahun yaitu sebesar 22.9%, dan responden dengan rentang usia 40-55 yaitu sebesar 8.4%. Hal ini menunjukkan bahwa karyawan Bank Sumut syariah di Kota Medan mayoritas adalah usia produktif.
Table 4.2 Usia
Usia Frequency Percentage
<30 tahun 30 22.9%
30-40 tahun 90 68.7%
40-55 tahun 11 8.4%
Sumber : Data Diolah, 2019
Gambaran tabel di atas memperlihatkan bahwa arus tenaga kerja di Bank Sumut Syariah berada pada rentang yang panjang untuk bertahan. Hal ini dibuktikan pada rentang usia 30-40 tahun. Sebagai rentang usia terbanyak, dengan kata lain mayoritas karyawan Bank Sumut Syariah memiliki usia pekerjaan yang cukup lama. Karyawan yang bertahan ini tentu memiliki penyebab seperti kesejahteraan yang baik dan kualitas kehidupan kerja yang membuat mereka nyaman secara individu untuk memberikan kontribusi positif untuk perusahaan.
Usia dibawah 30 tahun berada di urutan kedua sebagai usia terbanyak yang bekerja di Bank Sumut Syariah. Tingkat usia ini mayoritas bekerja sebagai posisi teller atau frontliner. Sikap sigap, ketelitian dan motivasi kerja di masa muda turut membangun karyawan di rentang usia ini untuk mengukir kontribusi dan menaikkan kualitasnya di hadapan manajemen.
3. Pendidikan
Selanjutnya melihat dari sisi pendidikan menjadi pertimbangan penting. Bagaimana mereka berfikir dan menganalisa masalah juga berbeda berdasarkan pendidikan terakhir yang mereka miliki. Kondisi tersebut sangat berhubungan dimana studi ini memiliki dinamika respon yang beragam dengan beragamnya tingkat pendidikan responden tersebut.Informasi mengenai pendidikan terakhir responden dapat dilihat pada table berikut ini:
Table 4.3 Pendidikan
Jenis Kelamin Frequency Percentage
D3 12 9.2%
S1 104 79.4%
S2 15 11.5%
Sumber : Data Diolah, 2019
Berdasarkan data yang telah dihimpun, dari 131 orang responden, mayoritas responden penelitian ini memiliki pendidikan terakhir S1 yaitu sebesar 79.4%, lalu diikuti oleh latar belakang pendidikan S2 yaitu sebesar 11.5%, dan hanya 9.2% yang lulusan D3. Hal ini menunjukkan Bank SUMUT Syariah Kota Medan cukup besar menyerap tenaga kerja yang lulusan S1.
Kondisi lebih luas yang dapat dilihat dari sajian tabel di atas adalah besarnya karyawan yang berpendidikan S1. Hal ini menunjukkan bahwa rekrutmen karyawan selama ini masih menjadikan S1 sebagai syarat diterima sebagai karyawan di beberapa posisi penting perusahaan. Namun hal ini tidak menutup kemungkinan juga tingkatan D3, berdasarkan dari tabel di atas 12 orang karyawan dengan tamatan D3 memperlihatkan bahwa D3 juga masih mengisi beberapa posisi di perusahaan.
Keberadaan tamatan S2 tidak juga dapat diremehkan dalam persebaran responden. Dari total jumlah responden Bank Sumut Syariah terdapat 15 orang dengan jenjang itu. Hal ini membuktikan bahwa karyawan Bank Sumut syariah juga meningkatkan kapasistas pendidikannya,tidak hanya untuk dirinya namun untuk mengembangkan perusahaan lebih baik. Ke-15 karyawan tersebut, berada di jajaran pimpinan cabang hingga kepala divisi.
4. Masa Kerja
Masa kerja adalah masa dimana seorang karyawan berdidikasi untuk perusahaan. Dimana seorang karyawan akan bekerja, menuangkan ide dan tenaganya untuk kemajuan perusahaan. Masa kerja seorang karyawan ditentukan dari sebarapa nyaman dan seberapa tinggi seorang karyawan mencintai pekerjaannya. Seorang yang sudah merasa nyaman dan mencintai pekerjaan
yang dimiliki akan bertahan lebih lama di sebuah perusahaan. Hal ini tentu juga terjadi di Bank Sumut Syariah, dimana seorang karyawan tentu akan berdedikasi tinggi apabila ia telah merasakan manfaat dan mencintai apa yang ia kerjakan.
Berdasarkan data yang telah dihimpun, dari 131 orang responden, mayoritas responden penelitian ini memiliki masa kerja kurang dari 10 tahun yaitu sebesar 69.5%, lalu diikuti oleh dengan karyawan yang memiliki masa kerja 10-20 tahun yaitu sebesar 26.0%, 3.8% diantaranya adalah karyawan yang telah mengabdi selama 21-30 tahun, dan hanya 0.8% yang telah mengabdi selama lebih dari 30 tahun. Hal ini menunjukkan bahwa mayoritas karyawan di Bank Sumut Syariah memiliki masa kerja berkisar antara 0-20 tahun.
Table 4.4 Masa Kerja
Masa kerja Frequency Percentage
< 10 tahun 91 69.5%
10-20 tahun 34 26.0%
21-30 tahun 5 3.8%
> 30 tahun 1 0.8%
Sumber : Data Diolah, 2019
Durasi masa kerja terbanyak di Bank Sumut syariah berada pada kisaran kurang dari sepuluh tahun. Hal ini menunjukkan bahwa di perusahaan ini tidak selalu meluluskan fresh graduate dalam setiap rekrutmennya, hal ini terlihat dari jumlah karyawann yang lebih banyak di usia 30-40 tahun dengan durasi masa kerja di bawah sepuluh tahun. Kondisi ini tentu meperlihatkan bagaiman proses rekrutmen ketat yang dilakukan oleh Bank Sumut Syariah. Durasi masa kerja terbanyak kedua adalah 10-20 tahun sebanyak 34 orang diikuti 21- 30 tahun dengan 5 orang dan lebih dari 30 tahun sebanyak 1 orang. Kondisi disini memperlihatkan bahwa karyawan di Bank Sumut Syariah bisa bertahan dengan waktu yang cukup panjang diperusahaan.