• Tidak ada hasil yang ditemukan

DENDA KETERLAMBATAN 6 BULAN (JANUARI S/D JUNI 2015) DENDA

Mahkamah Agung Republik Indonesia

DENDA KETERLAMBATAN 6 BULAN (JANUARI S/D JUNI 2015) DENDA

DENDA

KETERLAMBATAN 24% X JUMLAH UPAH TIAP BULAN NO. NAMA PARA

PENGGUGAT NPK GAJI NORMATIF JUMLAH DITERIMA DENDA KETERLAMBATAN (JANUARI S/D JUNI 2015) Disclaimer

Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu. Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :

Email : [email protected]

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Halaman 41 dari 52 hal. Put. Nomor 74 K/Pdt.Sus-PHI/20162 Dalam Pokok Perkara:

1. Mengabulkan gugatan Para Penggugat untuk sebagian;

2. Menyatakan Pemutusan Hubungan Kerja antara Para Penggugat dengan Tergugat karena Efisiensi sejak bulan September 2015;

3. Menghukum Tergugat untuk membayar hak-hak Pesangon kepada Para Penggugat sebesar Rp1.523.801.060.00 (satu miliar lima ratus dua puluh tiga juta delapan ratus satu ribu enam puluh rupiah ), yang perinciannya adalah sebagai berikut:

TAHUN BULAN 1 2 3 4 5 9 10 1 Totok Winarno FLK 004 1.541.000 03/12/98 16 1 75 115.575.000 16 24.656.000 21.034.650 161.265.650 2 Sulendro Danisworo GGK 043 1.692.500 23/07/99 15 6 75 126.937.500 15 25.387.500 22.848.750 175.173.750 3 Purwadi XFJ 684 1.573.800 16/06/90 24 7 75 118.035.000 24 37.771.200 23.370.930 179.177.130 4 Sugiyatno EDJ 856 1.552.800 02/04/97 17 9 75 116.460.000 17 26.397.600 21.428.640 164.286.240 5 Sujadmiko DAJ 800 1.582.500 06/01/96 19 0 75 118.687.500 19 30.067.500 22.313.250 171.068.250 6 Edi Budiyono FLK 047 1.541.000 16/12/98 16 1 75 115.575.000 16 24.656.000 21.034.650 161.265.650 7 Agus Budiyanto EKJ 944 1.574.900 30/11/97 17 2 75 118.117.500 17 26.773.300 21.733.620 166.624.420 8 Nursodin ZAJ 704 1.643.400 09/09/97 17 4 75 123.255.000 17 27.937.800 22.678.920 173.871.720 9 Yoga Prasetyo P CHJ 739 1.582.500 21/08/95 19 5 75 118.687.500 19 30.067.500 22.313.250 171.068.250 1.071.330.000 253.714.400 198.756.660 1.523.801.060 UANG PENGHARGAAN MASA KERJA

DAFTAR UPAH PESANGON PEKERJA/KARYAWAN PT. ISN UNIT PATAL SECANG YANG DI PHK

JUMLAH TOTAL = Rp 6 7 8 UANG GANTI PERUMAHAN & PENGOBATAN 15% X (7 + 8) JUMLAH DITERIMA PESANGON DITERIMA (SESUAI PASAL 73 PKB) NO. NAMA PARA

PENGGUGAT NPK GAJI NORMATIF TANGGAL MASUK KERJA MASA KERJA S/D 01/01/2015 UANG PESANGON (SESUAI PASAL 73 PKB)

Terbilang : (satu miliar lima ratus dua puluh tiga juta delapan ratus satu ribu enam puluh rupiah)

4. Menghukum Tergugat untuk membayar uang Tunjangan Hari Raya tahun 2015 kepada Para Penggugat dengan perincian sebagai berikut:

THR tahun 2015

NO NAMA NPK MASA KERJA

Thn-Bln UPAH TER-AKHIR THR th 2015 1 Totok Winarno FLK 004 16 1 1,541,000 1,541,000 2 SULENDRO D GGK 043 15 6 1,692.500 1,692.500 3 PURWADI XFJ 684 24 7 1,573,800 1,573,800 4 SUGIYATNO EDJ 856 18 9 1.552,800 1.552,800 5 SUJADMIKO DAJ 800 19 0 1,582,500 1,582,500 Disclaimer

Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu. Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :

Email : [email protected]

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Halaman 42 dari 52 hal. Put. Nomor 74 K/Pdt.Sus-PHI/20162

6 EDI B FLK 047 16 1 1,541,000 1,541,000

7 AGUS B EKJ 944 17 2 1,574,900 1,574,900

8 NURSODIN ZAJ 704 17 4 1,643,400 1,643,400

9 YOGA P. P CHJ 739 19 5 1,582,500 1,582,500

JUMLAH TOTAL = Rp 14,284,400 5. Menghukum Tergugat untuk membayar Gaji Normatif Para Penggugat dari

bulan Januari sampai dengan September 2015 sebagai berikut: Gaji Normatif dari bulan Januari s/d September 2015

NO NAMA NPK

MASA KERJA

Thn-Bln UPAH TER-AKHIR

Gaji Januari s/d September 2015 (9 x) 1 Totok Winarno FLK 004 16 1 1,541,000 13,869,000 2 SULENDRO D GGK 043 15 6 1,692.500 15,232,500 3 PURWADI XFJ 684 24 7 1,573,800 14,164,200 4 SUGIYATNO EDJ 856 18 9 1.552,800 13,975,200 5 SUJADMIKO DAJ 800 19 0 1,582,500 14,242,500 6 EDI B FLK 047 16 1 1,541,000 13,869,000 7 AGUS B EKJ 944 17 2 1,574,900 14,174,100 8 NURSODIN ZAJ 704 17 4 1,643,400 14,790,600 9 YOGA P. P CHJ 739 19 5 1,582,500 14,242,500 JUMLAH TOTAL = Rp 128,559,600 6. Menghukum Tergugat untuk membayar Tunjangan Kerja Tahunan, yaitu

tahun 2012,2013 dan 2014 dengan perincian sebagai berikut: TUNJANGAN KERJA TAHUNAN (TAHUN 2012, 2013,2014)

NO NAMA NPK Gaji Normatif TKT 2012 TKT 2013 TKT 2014 JUMLAH 1 Totok Winarno FLK 004 1,541,000 1,541,000 1,541,000 1,541,000 4,623,000 2 SULENDRO D GGK 043 1,692.500 1,692,500 1,692,500 1,692,500 5,077,500 3 PURWADI XFJ 684 1,573,800 1,573,800 1,573,800 1,573,800 4,721,400 4 SUGIYATNO EDJ 856 1.552,800 1,552,800 1,552,800 1,552,800 4,658,`400 5 SUJADMIKO DAJ 800 1,582,500 1,582,500 1,582,500 1,582,500 4,747,500 6 EDI B FLK 047 1,541,000 1,541,000 1,541,000 1,541,000 4,623,000 7 AGUS B EKJ 944 1,574,900 1,574,900 1,574,900 1,574,900 4,724,700 8 NURSODIN ZAJ 704 1,643,400 1,643,400 1,643,400 1,643,400 4,930,200 9 YOGA P. P CHJ 739 1,582,500 1,582,500 1,582,500 1,582,500 4,747,500 42,853,200 Terbilang : (empat puluh dua juta delapan ratus lima puluh tiga ribu dua ratus rupiah)

7. Menolak gugatan Para Penggugat untuk selain dan selebihnya;

8. Menghukum Tergugat untuk membayar biaya yang timbul sebesar

Rp211.000,00 (dua ratus sebelas ribu rupiah);

Menimbang, bahwa putusan Pengadilan Hubungan Industrial pada Pengadilan Negeri Semarang diucapkan dengan hadirnya Kuasa Para Penggugat dan Kuasa Tergugat pada tanggal 15 Oktober 2015, terhadap putusan tersebut Tergugat melalui kuasanya berdasarkan Surat Kuasa Khusus tanggal 26 Oktober 2015 mengajukan permohonan kasasi pada tanggal 28 Oktober 2015, sebagaimana ternyata dari Akta Permohonan Kasasi Nomor

Disclaimer

Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu. Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :

Email : [email protected]

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Halaman 43 dari 52 hal. Put. Nomor 74 K/Pdt.Sus-PHI/20162

43/Pdt.Sus-PHI/K/2015/PN.Smg yang dibuat oleh Plt. Panitera Muda

Pengadilan Hubungan Industrial pada Pengadilan Negeri Semarang,

permohonan tersebut diikuti dengan memori kasasi yang diterima di

Kepaniteraan Pengadilan Hubungan Industrial pada Pengadilan Negeri

Semarang pada tanggal 9 November 2015;

Bahwa memori kasasi telah disampaikan kepada Para Penggugat pada tanggal 16 November 2015, kemudian Para Penggugat mengajukan kontra memori kasasi yang diterima di Kepaniteraan Pengadilan Hubungan Industrial pada Pengadilan Negeri Semarang pada tanggal 27 November 2015;

Menimbang, bahwa permohonan kasasi a quo beserta alasan-alasannya telah diberitahukan kepada pihak lawan dengan saksama, diajukan dalam tenggang waktu dan dengan cara yang ditentukan dalam Undang-undang, sehingga permohonan kasasi tersebut secara formal dapat diterima;

Menimbang, bahwa keberatan-keberatan kasasi yang diajukan oleh Pemohon Kasasi dalam memori kasasinya adalah:

Putusan Pengadilan Hubungan Industrial Semarang telah salah dan keliru dalam mempertimbangkan penilaian pembuktian terhadap bukti dan fakta hukum yang terungkap dalam persidangan;

Dalam Pokok Perkara:

1. Bahwa Majelis Hakim tingkat pertama dalam pertimbangan hukumnya pada

putusan Judex Facti (ic. Putusan Pengadilan Hubungan Industrial

Semarang), dimana pada dasarnya telah menyebutkan, atas dalil-dalil Para Penggugat dan jawaban Tergugat, maupun bukti-bukti surat dan saksi-saksi, baik yang diajukan oleh Para Penggugat maupun Tergugat, maka Majelis Hakim akan mempertimbangkan terlebih dahulu dasar hukum apakah yang seharusnya digunakan untuk kedua pihak sebagai acuan dalam penyelesaian perkara a quo ? dasar alasan dari PHK yang terjadi antara Penggugat dengan Tergugat ? Hak-hak apa saja yang timbul untuk Para Penggugat atas dilakukannya PHK ?;

2. Bahwa dalam pembuktian mengenai dasar hukum apakah yang seharusnya

digunakan untuk kedua pihak sebagai acuan dalam penyelesaian perkara a quo, Majelis Hakim tingkat pertama dalam putusannya telah berpendapat, bahwa “Perjanjian Bersama antara Direksi dengan Serikat Pekerja PT. Industri Sandang Nusantara (PT.ISN), yang mana Perjanjian tersebut didaftarkan pada Pengadilan Hubungan Industrial pada Pengadilan Negeri Bandung, dimana kedua pihak sepakat untuk memberlakukan seluruh pasal-pasal dalam Perjanjian Kerja Bersama (PKB) PT.ISN Periode

2008-Disclaimer

Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu. Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :

Email : [email protected]

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Halaman 44 dari 52 hal. Put. Nomor 74 K/Pdt.Sus-PHI/20162 2010 sebelum adanya PKB yang baru”, dengan pertimbangan-pertimbangan hukumnya sebagai berikut:

- Bahwa sesuai Perjanjian Kerja Bersama (PKB) PT. Industri Sandang Nusantara (Persero) 2008-2010 berlaku sejak tanggal 2 Oktober 2008 sampai dengan tanggal 1 Oktober 2010 dan dapat diperpanjang selama 1 (satu) tahun sesuai ketentuan Pasal 82 ayat (2) yang berbunyi :”apabila salah satu tidak menyampaikan usul mengadakan perubahan maka masa berlakunya Perjanjian Kerja Bersama (PKB) PT. Industri Sandang Nusantara dianggap diperpanjang 1 (satu) tahun, kecuali salah satu pihak memberikan secara tertulis untuk membuka perundingan baru hendaknya diajukan kepada pihak lainnya paling lambat 30 (tiga puluh) hari sebelum berakhirnya Perjanjian Kerja Bersama (PKB);

- Bahwa sebagaimana keterangan dari saksi-saksi yang diajukkan oleh Para Penggugat maupun Tergugat menerangkan, dimana Perjanjian Kerja Bersama PT. Industri Sandang Nusantara berlaku secara nasional, untuk semua PT. Industri Sandang Nusantara yang ada di seluruh Indonesia menggunakan Perjanjian Kerja Bersama (PKB) yang sama, sehingga dengan demikian Perjanjian Kerjasama Bersama yang ada merupakan Perjanjian yang dibuat berdasarkan kesepakatan kedua belah pihak dan menjadi Undang-undang bagi kedua belah pihak, yaitu Pihak Management PT. Industri Sandang Nusantara dengan Pihak Serikat Pekerja PT. Industri Sandang Nusantara;

3. Bahwa Putusan Judex Facti (ic. Putusan Pengadilan Hubungan Industrial Semarang), yang berpendapat yang dijadikan acuan dalam permasalahan perkara a quo antara lain menggunakan ketentuan-ketentuan yang ada di dalam PKB tersebut, namun apabila ada hal atau permasalahan yang dalam ketentuan PKB tersebut ternyata tidak diatur, maka Majelis Hakim tingkat pertama akan mempertimbangkan sesuai dengan Undang-Undang

Nomor 13 Tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan dan peraturan

perundangan lain yang bersangkutan. Dan menurut Majelis Hakim tingkat pertama secara administrasi telah benar, jika belum ada perubahan PKB yang baru, maka PKB yang lama tetap belaku” (vide: putusan halaman 43);

4. Bahwa akan tetapi Perjanjian Kerja Bersama Periode 2008-2010 yang

masih diberlakukan sampai 2011 dan hingga diberlakukan sampai 2011 tetap belum ada pembaharuan Perjanjian Kerja Bersama (PKB), dimana sesuai Pasal 123 ayat (3) Undang-Undang Nomor 13 Tahun 2003 tentang

Ketenagakerjaan, yaitu adanya keharusan melakukan Perundingan

Disclaimer

Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu. Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :

Email : [email protected]

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Halaman 45 dari 52 hal. Put. Nomor 74 K/Pdt.Sus-PHI/20162 Pembuatan Perjanjian Kerja Bersama (PKB) berikutnya yaitu dapat dimulai paling cepat 3 (tiga) bulan sebelum berakhirnya Perjanjian Kerja Bersama yang sedang berlaku, namun perundingan terhadap Pembaharuan Perjanjian Kerja Bersama PT. Industri Sandang Nusantara (PT.ISN) dengan Serikat Pekerja hingga berakhirnya Perjanjian Kerja Bersama (PKB) pada 2011 belum terlaksana dan belum ada PKB yang baru, maka dengan belum adanya PKB yang baru seharusnya acuan yang digunakan adalah Undang Undang Nomor 13 Tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan, sehingga dengan demikian belum adanya Perjanjian Kerja Bersama (PKB) yang baru belum mempunyai nilai pembuktian sempurna, sehingga ketentuan ketentuan Pasal 73 PKB Periode 2008-2010 tidak dapat diberlakukan kembali, maka menurut hukum pertimbangan hukum putusan Hakim tingkat pertama telah terbukti salah atau keliru dalam mempertimbangkan bukti dan fakta hukum yang terungkap dalam persidangan;

5. Bahwa pertimbangan hukum Majelis Hakim tingkat pertama yang

menyebutkan “acuan dalam permasalahan perkara a quo antara lain menggunakan ketentuan-ketentuan yang ada di dalam PKB tersebut, namun apabila ada hal atau permasalahan yang dalam ketentuan PKB tersebut ternyata tidak diatur, …… dst”, adalah merupakan pertimbangan hukum yang salah atau keliru, karena Majelis Hakim tidak cermat dalam menilai dan menyimpulkan atas keterangan saksi-saksi yang diajukkan oleh Para Penggugat/Para Termohon Kasasi dan Tergugat/Pemohon Kasasi tersebut. Dalam persidangan, saksi-saksi tersebut pada dasarnya hanya menerangkan bahwa “Perjanjian Kerja Bersama PT. Industri Sandang Nusantara berlaku secara nasional, untuk semua PT. Industri Sandang Nusantara yang ada di seluruh Indonesia menggunakan Perjanjian Kerja Bersama (PKB) yang sama”, dan tidak pernah menerangkan, bahwa “Perjanjian Kerja Bersama PT. Industri Sandang Nusantara yang ada di seluruh Indonesia belum ada pembaharuan terhadap PKB tersebut dan belum pernah ada perundingan terhadap pembaharuan tersebut”. Mengingat Majelis Hakim Tingkat Pertama telah terbukti salah atau keliru dalam mempertimbangkan keterangan saksi-saksi dalam persidangan, maka pertimbangan hukum tersebut tidak dapat dipertahankan lagi;

6. Bahwa mengenai keterangan saksi Basir dan saksi Asnawi yang

menerangkan “bahwa antara Tergugat dengan Para Penggugat telah beberapa kali mengadakan perundingan tentang rencana PHK (lay off) karena Efisiensi, yang mana hal tersebut dikuatkan dengan bukti T-1, T-2,

Disclaimer

Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu. Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :

Email : [email protected]

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Halaman 46 dari 52 hal. Put. Nomor 74 K/Pdt.Sus-PHI/20162 T-4, T-5, T-7, T-10,T-12, T-18, T-19” berupa notulen-notulen rapat yang dihadiri oleh pihak Tergugat dan perwakilan dari Para Penggugat, yang mana rapat-rapat tersebut membahas tentang rencana akan adanya PHK (lay off), dan berdasarkan bukti-bukti tersebut menerangkan bahwa kedua belah pihak telah sepakat untuk diadakan PHK karena Efisiensi, sebagaimana pertimbangan hukum Majelis Hakim tingkat pertama, menurut hukum bukti-bukti tersebut sebagaimana keterangan saksi Asnawi dalam persidangan dapat dijadikan acuan atau dasar pertimbangan hukum Majelis Hakim tingkat pertama untuk menyatakan bahwa PHK karena Efisiensi yang dilakukan Tergugat/Pemohon Kasasi telah disepakati dan diketahui oleh Para Penggugat/Para Termohon Kasasi;

7. Bahwa berdasarkan pertimbangan hukum Majelis Hakim tingkat pertama yang menyebutkan :”berdasarkan SK Direksi PT.ISN No.110/SK-G/2014, tentang Surat PHK (vide : P-8/T-14), yang dalam pertimbangannya menyebutkan bahwa untuk mempertahankan eksistensi Unit Produksi Patal Secang, tindakan PHK karena Efisiensi terhadap Karyawan Unit Produksi Patal Secang dari tingkat Asisten Manager sampai dengan Pelaksana tidak dapat dihindarkan lagi” adalah fakta persidangan, dapat dipergunakan sebagai dasar pertimbangan hukum Majelis Hakim tingkat pertama untuk menyatakan dalam proses PHK yang dilakukan Tergugat/Pemohon Kasasi karena Efisiensi, dimana Tergugat dalam notulen rapat (vide:T-1) menyebutkan Perusahaan mengalami kerugian yang cukup besar pada tahun 2013, dimana Perusahaan mengalami kerugian lebih kurang Rp 41 M (Empat puluh satu milyar rupiah), sehingga Perusahaan melakukan PHK (lay off) karena Efisiensi dan diketahui oleh Para Penggugat/Para Termohon Kasasi , sehingga menurut hukum PHK (lay off) karena Efisiensi yang dilakukan oleh Tergugat/Pemohon Kasasi telah mempunyai nilai pembuktian yang sah atas dasar asas hukum;

8. Bahwa dengan belum adanya Perjanjian Kerja Bersama (PKB) yang baru, maka mengenai hak-hak yang timbul akibat PHK tersebut dengan mengacu pada Undang-Undang Nomor 13 Tahun 2003, tentang Ketenagakerjaan bukan lagi mengacu pada ketentuan Pasal 73 PKB periode tahun 2008-2010, dimana perhitungan mengenai besaran pesangon 75 kali tidak dapat diberlakukan, sehingga Tergugat dengan Para Penggugat telah melakukan pertemuan dan perundingan secara Bipartit, dimana rangkaian pertemuan dan perundingan adalah sebagai berikut:

Disclaimer

Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu. Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :

Email : [email protected]

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Halaman 47 dari 52 hal. Put. Nomor 74 K/Pdt.Sus-PHI/20162 a. Pada tanggal 27 Agustus 2014 Pertemuan dan Perundingan antar

Direksi, Manajemen Kantor Pusat, Manajemen Patal Secang dengan PUK – SP Patal Secang, SP Bersama Patal Secang dan Perwakilan Karyawan bertempat di Kantor Operasional PT. Industri Sandang Nusantara (Persero) Jalan KH. Agus Salim Nomor 45 Bekasi, Jawa Barat;

b. Pada tanggal 11 September 2014 pertemuan antara PT. PPA (Persero), Manajemen Kantor Pusat PT. Industri Sandang Nusantara (Persero), Manajemen Patal Lawang, Patal Secang, Patal Tohpati, Serikat Pekerja di lingkungan Unit Produksi Patal Lawang, Patal Secang, Patal Tohpati dan Perwakilan karyawan;

c. Pada tanggal 20 Oktober 2014 pertemuan antara Direksi, Manajemen Kantor Pusat, Manajemen Patal Secang dengan PUK-SP Patal Secang, SP Bersama Patal Secang dan Perwakilan Karyawan bertempat di Unit Produksi Patal Jalan Raya Secang Magelang, Jawa Tengah – Indonesia;

d. Pada tanggal 20 November 2014 pertemuan antara Direksi, Manajemen Kantor Pusat, Manajemen Patal Secang dengan PUK-SP Patal Secang, SP Bersama Patal Secang dan Perwakilan Karyawan bertempat di Kementerian Perindustrian RI (vide: Komisaris Utama PT. ISN), Jalan Jend. Gatot Subroto Kav. 53 Jakarta Selatan, Indonesia;

e. Pada tanggal 14 Januari 2015 perundingan Bipartit antara Perusahaan dengan Serikat Pekerja di lingkungan PT.Industri Sandang Nusantara (Persero) bertempat di Kantor Operasional PT.Industri Sandang Nusantara (Persero) Jalan KH. Agus Salim No.45 Bekasi-Jawa Barat; Dan dari hasil perundingan tersebut di atas antara Tergugat/Pemohon Kasasi dengan Para Penggugat/Para Termohon Kasasi sepakat untuk Pemutusan Hubungan Kerja karena Efisiensi, dimana mengenai perhitungan besaran uang Pesangon dan waktu pembayaran antara Tergugat/Pemohon Kasasi dengan Para Penggugat/Para Termohon Kasasi belum ada titik temu sebagaimana keterangan saksi Asnawi,

yang menyatakan: ”bahwa mengenai besaran Pesangon antara

Tergugat/Pemohon Kasasi dengan Para Penggugat/Termohon Kasasi belum ada titik temu kesepakatan, dimana Tergugat/Pemohon Kasasi yang sedang mengalami kondisi kesulitan Likuiditas, sehingga Tergugat /Pemohon Kasasi bersedia membayar Pesangon sebesar 1 X Gaji dan waktu pembayaran 2 (dua) tahun, sedangkan Para Penggugat/Para

Disclaimer

Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu. Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :

Email : [email protected]

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Halaman 48 dari 52 hal. Put. Nomor 74 K/Pdt.Sus-PHI/20162 Termohon Kasasi menuntut sesuai ketentuan Perjanjian Kerja Bersama

(PKB) Periode 2008-2010, sehingga dengan demikian

Tergugat/Pemohon Kasasi kemudian melakukan Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) dengan menerbitkan Surat Keputusan Direksi Nomor : 110/SK-G/2014, tanggal 12 Desember 2014, yang mana hal itu telah disepakati dalam perundingan secara Bipartit, sehingga dibenarkan oleh Hukum, sehingga mempunyai nilai pembuktian;

9. Bahwa pertimbangan hukum putusan yang dimohonkan Kasasi dalam

pertimbangan hukumnya yang menyatakan “tentang pelaksanaan

pembayaran Pesangon merupakan persoalan teknis administrasi

Perusahaan dan bukan suatu persoalan yuridis yang prinsipil berkenaan dengan hak-hak normatif pekerja, karena besarannya sebenarnya telah disepakati bersama dalam proses pembuatan Perjanjian Kerja Bersama (PKB) tersebut adalah merupakan pertimbangan hukum yang salah atau keliru dalam mempertimbangkan hukumnya. Sesuai fakta hukumnya, yang harus dibuktikan bukanlah mengenai adanya pembayaran Pesangon yang merupakan persoalan teknis administrasi Perusahaan dan bukan suatu persoalan yuridis yang prinsipil berkenaan dengan hak-hak normatif pekerja, melainkan apakah Pemohon Kasasi dengan Para Termohon Kasasi telah melakukan Pembaharuan Perjanjian Kerja Bersama (PKB) sebagaimana yang diamanatkan Undang-undang ?, dimana terhadap fakta hukum belum adanya Pembaharuan Perjanjian Kerja Bersama (PKB) yang baru telah ternyata tidak dipertimbangkan oleh Majelis Hakim tingkat

Dokumen terkait