5.6.1 UMUM
1) Uraian
a) Pekerjaan ini meliputi penyediaan material, pencampuran di plant, pengangkutan, penghamparan, pemadatan, pembentukan permukaan (shaping), perawatan (curing), dan kegiatan insidentil yang berhubungan dengan pelaksanaan pekerjaan lapis Cement Treated Base (CTB), pelaksanaan lapis pondasi bawah (sub base course, aggregate base) dan lapisan diatasnya (Asphalt Base Course, Binder Course, Wearing Course) harus sesuai dengan Spesifikasi, garis, kelandaian, ketebalan dan penampang melintang sebagaimana tertera pada Gambar Rencana atau yang ditentukan oleh Direksi Pekerjaan.
b) Secara umum material agregatnya harus terdiri dari batu pecah, harus kuat, keras, mudah dipadatkan, tahan gaya geser serta bebas dari material lunak, retak dan berongga.
2) Pekerjaan Seksi Lain Yang Berkaitan Dengan Seksi ini
a) Manajemen dan Keselamatan Lalu Lintas : Seksi 1.8
b) Rekayasa Lapangan : Seksi 1.9
c) Bahan dan Penyimpanan : Seksi 1.11
d) Keselamatan dan Kesehatan Kerja : Seksi 1.19
f) Galian : Seksi 3.1
g) Timbunan : Seksi 3.2
h) Penyiapan Badan Jalan (Sub Grade Preparation) : Seksi 3.3
i) Pelebaran Perkerasan : Seksi 4.1
j) Lapis Pondasi Agregat : Seksi 5.1
k) Lapis Beton Semen Pondasi Bawah CTSB : Seksi 5.5 l) Lapis Resap Pengikat (Prime Coat) : Seksi 6.1
m) Campuran Aspal Panas : Seksi 6.3
n) Pemeliharaan Jalan Samping dan Jembatan : Seksi 10.2 3) Toleransi
a) Toleransi ukuran untuk pekerjaan persiapan lapis pondasi bawah harus sesuai dengan ketentuan dalam Pasal 3.3.13) dari Spesifikasi ini.
b) Tebal minimum Cement Treated Base (CTB) yang dihampar tidak kurang dari tebal yang disyaratkan. Tebal maksimum tidak boleh lebih besar dari 10 mm dari tebal yang di syaratkan.
c) Tebal rata-rata pada potongan melintang dari survai lapangan harus tidak lebih atau kurang dari 10 % dari yang ditentukan.
d) Apabila sebuah mal datar sepanjang 3 meter diletakkan pada permukaan jalan sejajar dan tegak lurus terhadap garis sumbu jalan, variasi permukaan yang ada tidak boleh melampaui 8 mm tiap 3 meter .
e) Cement Treated Base (CTB) tidak boleh di hampar dengan tebal lapisan melebihi 15 cm tebal padat, dan tidak dalam lapisan kurang dari 7,5 cm tebal padat.
f) Elevasi permukaan akhir tidak boleh berubah lebih dari 10 mm ke atas atau ke bawah dari elevasi rencana dalam setiap titik.
g) Ukuran pada tepi lapisan Cement Treated Base (CTB) diukur dari garis sumbu rencana tidak boleh kurang dari yang tertera dalam Gambar Rencana. 4) Standar Rujukan
Standar Industri Indonesia (SII) dan Standar Nasional Indonesia (SNI) :
SNI 03-2828-1992 : Metode Pengujian Kepadatan Lapangan dengan Alat Kerucut Pasir.
SNI 03-4141-1996 : Metode Pengujian Gumpalan Lempung dan Butir – Butir Mudah Pecah dalam Agregat.
SNI 03-6412-2000 : Metode Pengujian Kadar Semen dalam Campuran Segar Semen – Tanah.
SNI 19-6413-2000 : Metode Pengujian Kepadatan Berat Isi Tanah di Lapangan Dengan Balon Karet
SNI 03-6429-2000 : Metode Pengujian Kuat Tekan Beton Silinder dengan Cetakan Silinder di dalam Tempat Cetakan.
SNI 03-6817-2002 : Metode Pengujian Mutu Air untuk Digunakan dalam Beton
SNI 03-6886-2002 : Metode Pengujian Hubungan Antara Kadar Air dan Kepadatan pada Campuran Tanah-Semen. SNI 15-2049-2004 : Semen Portland
SNI 1966 : 2008 : Cara uji Penentuan Batas Plastis dan Indeks Plastisitas Tanah
SNI 1967 : 2008 : Cara Uji Penentuan Batas Cair Tanah.
SNI 2417 : 2008 : Cara Uji Keausan Agregat dengan Mesin Abrasi Los Angeles
5) Persetujuan
Penyedia Jasa harus mengajukan kepada Direksi Pekerjaan untuk mendapat persetujuan terhadap :
a) Hasil percobaan laboratorium dari agregat, termasuk sifat-sifat dan kualitas disesuaikan dengan Spesifikasi yang ada terlebih dahulu sebelum melaksanakan pekerjaan. Contoh-contoh harus disetujui oleh Direksi Pekerjaan dan akan disimpan sebagai referensi selama pelaksanaan konstruksi. Penyedia Jasa harus menyediakan tempat penyimpanan yang tahan terhadap air dan dapat di kunci di lapangan untuk menyimpan contoh sesuai dengan instruksi Direksi Pekerjaan. b) Data Survai
Sebelum memulai melaksanakan pekerjaan, semua data elevasi hasil survai lapangan harus diserahkan untuk ditandatangani oleh Direksi Pekerjaan, dan juga semua Gambar potongan melintang yang disyaratkan.
c) Percobaan (Test) dan Kontrol Kualitas (Qualitv Control)
Penyedia Jasa harus bertanggung jawab terhadap semua percobaan (test) dan kontrol kualitas (quality control) dari Cement Treated Base (CTB) dan
menyerahkan semua hasil percobaan kepada Direksi Pekerjaan. 6) Cuaca Yang Diijinkan Untuk Bekerja
Cement Treated Base (CTB) tidak boleh dikerjakan pada waktu turun hujan atau ketika kondisi lapangan sedang basah/becek.
7) Perbaikan Terhadap Lapis Pondasi Agregat dengan Cement Treated Base (CTB) Yang Tidak Memenuhi Ketentuan.
Atas instruksi Direksi Pekerjaan, Penyedia Jasa harus memperbaiki Cement Treated Base (CTB) yang tidak memenuhi ketentuan sebagai diatur dalam spesifikasi maupun gambar konstruksi termasuk antara lain :
a) Berkaitan dengan ketebalan lapisan, kekuatan, kepadatan dan komposisi campuran.
b) Tata cara perbaikan.
c) Apabila terjadi kegagalan Penyedia Jasa dalam memenuhi ketentuan kualitas dan dimensi, maka Penyedia Jasa harus mengkompensasikannya dengan penambahan tebal lapisan di atasnya (Asphalt Base Course, Binder atau Wearing Course).
d) Apabila karena kualitas atau ketebalan lapisan Cement Treated Base (CTB) tidak dimungkinkan keberadaannya sebagai lapisan konstruksi, maka Penyedia Jasa harus melakukan pembongkaran dan penggantiannya.
8) Rencana Kerja dan Pengaturan Lalulintas
a) Sebaiknya, 14 hari setelah penghamparan Cement Treated Base (CTB), penghamparan lapis penutup atas (Asphalt Base Course, Binder Course, Wearing Course) harus dilaksanakan.
b) Penyedia Jasa harus menjamin bahwa di lokasi pekerjaan lalulintas tidak diijinkan lewat di atas Cement Treated Base (CTB), minimum 4 hari sesudah pemadatan terakhir dan mengalihkan lalu lintas dan membuat jalan alternatif.
5.6.2 BAHAN
1) Semen Portland
a) Semen harus sesuai dengan Standar Industri Indonesia, SII-13-1977 Semen Tipe-1.
b) Direksi Pekerjaan mempunyai hak melaksanakan percobaan material Semen untuk menjamin bahwa cara pengangkutan dan tempat penyimpanan tidak dapat merusak Semen.
c) Semua semen harus disimpan terlebih dahulu di tempat penyimpanan dengan cara yang tepat/cocok.
2) Air
Air harus sesuai dengan SNI 03-6817-2002 dan disetujui oleh Direksi Pekerjaan. Air harus bebas dari endapan dan dari zat yang merusak.
3) Agregat
Tabel 5.6.2.(1) Gradasi Agregat
Saringan ASTM (mm) % Lolos
50 37,5 19,0 4,75 2,35 1,18 0,075 100 95 – 100 45 – 80 25 – 50 8-30 0-8 0-5 Persyaratan lain dari agregat adalah sebagai berikut :
Tabel 5.6.2.(2) Persyaratan Agregat
Sifat Metode
Pengujian Persyaratan Keausan Agregat dengan Mesin
Abrasi Los Angeles Indeks Plastisitas Batas Cair
Kadar Lempung dan Butir Mudah Pecah dalam Agregat
SNI 2417 : 2008 SNI 1966 : 2008 SNI 1967 : 2008 SNI 03-4141-1996 Maks. 35% Maks. 6% Maks. 35% Maks. 1%
5.6.3 CAMPURAN DAN TAKARAN
1) Campuran Cement Treated Base (CTB) terdiri dari agregat, semen dan air atas persetujuan Direksi Pekerjaan. Kadar semen harus ditentukan berdasarkan percobaan laboratorium (laboratory test) dan campuran percobaan (trial mix).
Kadar air optimum harus ditentukan berdasarkan percobaan laboratorium. 2) Rancangan Campuran
Penyedia Jasa harus melakukan campuran percobaan (trial mix) dibawah pengawasan Direksi Teknis, untuk menentukan :
(a) Kuat tekan dari Cement Treated Base (CTB) (b) Kadar semen yang dibutuhkan
(c) Kadar air optimum
(d) Berat isi campuran kering pada kadar air optimum. 3) Karakteristik Cement Treated Base (CTB)
Campuran Cement Treated Base (CTB) akan berkaitan dengan ketentuan kuat tekan. Untuk mempersiapkan bahan/material untuk menempatkan percobaan campuran kedalam cetakan silinder dengan ukuran 150 mm x 300 mm, dalam tiga lapisan sesuai dengan SNI 03-6429-2000.
Selama proses penghamparan Cement Treated Base (CTB), percobaan silinder harus dilakukan berpasangan. Silinder dari setiap pasangan harus dilakukan percobaan kuat tekan pada umur 7 hari dan pada umur 21 hari.
Pada awal pekerjaan, dan sampai saat Direksi Pekerjaan memerintahkan pengurangan jumlah silinder yang disyaratkan yaitu 6 silinder untuk setiap 1.000 m2 dari lapis pondasi atau bagian yang di hampar setiap hari.
Apabila jumlahnya cukup dan hasil test silinder yang ada dapat memuaskan, Direksi Pekerjaan bisa memutuskan bahwa kualitas beton dapat diterima, Direksi Pekerjaan dapat mengurangi jumlah silinder menjadi tiga pasang untuk setiap 1.000 m2 dari bagian yang dihampar setiap harinya.
Persyaratan kuat tekan (unconfine compressive strength) dari Cement Treated Base (CTB) (kg/cm2).
Tabel 5.6.3.(1) Persyaratan Kuat Tekan CTB Silinder Diameter 150 mm x 300 mm
Umur 7 hari 28 hari
Kuat Tekan
(kg/cm2) 78 120
5.6.4 PERCOBAAN LAPANGAN (FIELD TRIALS)
a) Disain campuran dalam Pasal 5.6.3.1) harus dicoba di lapangan dengan luas pekerjaan Cement Treated Base (CTB) 500 m2, dengan tebal berdasarkan instruksi dari Direksi Pekerjaan.
b) Luas percobaan dari Cement Treated Base (CTB) harus mendapat persetujuan dari Direksi Pekerjaan.
c) Selama pelaksanaan pekerjaan, yang meliputi penghamparan, pemadatan, dan perawatan akan diawasi oleh Direksi Pekerjaan untuk memperoleh hasil yang memuaskan.
d) Berdasarkan hasil percobaan lapangan sesudah 14 hari Direksi Pekerjaan dapat menyetujui Penyedia Jasa untuk meneruskan pekerjaan atau menginstruksikan Penyedia Jasa untuk membuat beberapa variasi percobaan yang lain.
5.6.5 PENGHAMPARAN DAN PENCAMPURAN
a) Pencampuran dari Cement Treated Base (CTB) harus dengan peralatan continous mixing plant sistem ukuran berat untuk menjamin kebenaran porsi setiap bahan.
b) Instalasi pencampuran harus dilengkapi dengan silo semen, tangki air (water tank), peralatan pemasok yang akan menyalurkan agregat, semen dan air kedalam alat pencampur sesuai kuantitas yang dipersyaratkan dan campuran yang homogen.
c) Waktu pencampuran Cement Treated Base (CTB) terhitung pada waktu air ditambahkan ke dalam campuran.
5.6.6 PENGANGKUTAN
a) Cement Treated Base (CTB) harus diangkut dengan Dump Truck yang disetujui oleh Direksi Pekerjaan.
b) Jumlah dan kapasitas Dump Truck harus berdasarkan Jadwal Proyek dan kapasitas produksi alat pencampur (Mixer Plant).
5.6.7 PENGHAMPARAN DAN PEMADATAN 1 ) Persiapan Lapisan Pondasi Bawah (Sub Base)
a) Lapisan Pondasi Bawah (Sub Base) harus sesuai dengan Spesifikasi Seksi 5.1 termasuk, ketebalan, ukuran, elevasi, seperti terlihat pada Gambar.
b) Permukaan Lapis Pondasi Bawah (Sub Base) harus bersih dan rata. 2) Penghamparan Cement Treated Base (CTB)
Cement Treated Base (CTB) harus dihampar dan ditempatkan di atas perbaikan tanah dasar, dengan metode mekanis, menggunakan alat high density screed paver dengan dual tamping rammer sesuai instruksi Direksi Pekerjaan, untuk mendapatkan kepadatan, toleransi kerataan dan kehalusan permukaan.
3) Pemadatan
a) Pemadatan Cement Treated Base (CTB) harus telah dimulai dilaksanakan paling lambat 60 menit semenjak pencampuran material dengan air.
b) Campuran yang telah dihampar tidak boleh dibiarkan tanpa dipadatkan Iebih dari 30 menit .
c) Kepadatan Cement Treated Base (CTB) setelah pemadatan harus mencapai kepadatan kering lebih dari 95% maksimum kepadatan kering sebagai ditentukan pada SNI 03-6886-2002.
(d) Test kepadatan lapangan Cement Treated Base dilakukan berdasarkan SNI 03-2828-1992, SNI 19-6413-2000 atau cara lain yang disetujui oleh Direksi Pekerjaan.
(e) Kadar air pada waktu pemadatan minimal sama dengan kadar air optimum dan maksimal sama dengan kadar air optimum ± 2 %.
(f) Pemadatan harus telah selesai dalam waktu 120 menit semenjak semen dicampur dengan air.
4) Perawatan (Curing)
Segera setelah pemadatan terakhir dan atas usul Direksi Pekerjaan bila permukaan telah cukup kering harus ditutup dengan menggunakan:
a) Lembaran plastik atau terpal untuk menjaga penguapan air dalam campuran. b) Penyemprotan dengan Aspal Emulso CSS-l dengan batasan pemakaian antara
0,35 -0,50 liter per meter persegi.
c) Metode lain yang bertujuan melindungi Cement Treated Base (CTB) adalah dengan karung goni yang dibasahi air selama masa perawatan (curing).
5.6.8 PENGENDALlAN MUTU
a) Penyedia Jasa harus menyerahkan sekurang-kurangnya 3 contoh agregat dari sumber yang berbeda kepada Direksi Pekerjaan.
b) Semua material ini akan digunakan untuk mendapatkan persetujuan dari Direksi Pekerjaan.
c) Percobaan/uji material harus dilakukan untuk setiap 1.000 meter kubik Cement Treated Base (CTB).
d) Disamping kepadatan dan kadar air campuran, campuran harus diuji kadar semen dalam campuran, sesuai dengan SNI 03-6412-2000.
5.6.9 PENGUKURAN DAN PEMBAYARAN 1 ) Pengukuran untuk Pembayaran
Cement Treated Base (CTB) dibayar berdasarkan meter kubik padat sesuai dengan ukuran yang ada pada potongan melintang & memanjang dan disetujui oleh Direksi Pekerjaan.
2) Pembayaran Perbaikan Pekerjaan
Pembayaran terhadap bagian pekerjaan yang mengalami perbaikan atau dalam batas-batas tertentu tidak memenuhi persyaratan, tidak boleh merugikan pemilik pekerjaan. 3) Dasar Pembayaran
Kuantitas yang disetujui dapat dibayar sesuai Harga Kontrak yaitu per meter kubik, sesuai dengan daftar Mata Pembayaran dibawah ini dan dapat dilihat dalam Daftar Penawaran.
Harga Satuan sudah termasuk kompensasi penuh untuk pencampuran, pengangkutan, penghamparan/penempatan, pemadatan, pemeliharaan, finising, testing dan perbaikan permukaan semua kebutuhan pengeluaran lainnya yang lazim dan pantas untuk menyelesaikan keseluruhan dari pekerjaan yang ditentukan dalam Pasal ini.
Nomor Mata
Pembayaran Uraian
Satuan Pengukuran 5.6. (1) Lapis Pondasi Agregat Dengan Cement
Treated Base (CTB)