Liabilitas keuangan Financial liabilities
Liabilitas keuangan dihentikan pengakuannya pada saat liabilitas tersebut dihentikan atau dibatalkan atau kadaluwarsa.
A financial liability is derecognized when the obligation under the liability is discharged of cancelled or has expired.
Ketika suatu liabilitas keuangan yang ada digantikan oleh liabilitas keuangan lain dari pemberi pinjaman yang sama dengan persyaratan yang berbeda secara substansial, atau modifikasi secara substansial persyaratan dari suatu liabilitas yang saat ini ada, pertukaran atau modifikasi tersebut diperlakukan sebagai penghentian pengakuan liabilitas awal dan pengakuan suatu liabilitas baru, dan selisih antara nilai tercatat masing-masing liabilitas diakui dalam laporan laba rugi komprehensif konsolidasian.
When an existing financial liability is replaced by another from the same lender on substantially different terms, or the terms of an existing liability are substantially modified, such an exchange of modification is treated as a derecognition of the original liability and the recognition of a new liability, and the difference in the respective carrying amounts is recognized in the consolidated statements of comprehensive income.
e. Kas dan Setara Kas e. Cash and Cash Equivalents
Kas dan setara kas terdiri dari kas, bank serta deposito berjangka dengan jangka waktu 3 (tiga) bulan atau kurang sejak tanggal penempatan dan tidak digunakan sebagai jaminan atas utang serta tidak dibatasi penggunaannya. Deposito berjangka yang digunakan sebagai jaminan atas pinjaman disajikan secara terpisah pada laporan posisi keuangan konsolidasian.
Cash and cash equivalents consist of cash on hand, cash in banks and time deposits with maturities of 3 (three) months or less at the time of placement, with no restriction as to usage, or not pledged as collateral for loans and other borrowings. Time deposits pledged as collateral to loans are presented as a separate item in the consolidated statements of financial position.
f. Piutang Usaha f. Trade Receivables
Piutang usaha disajikan dalam jumlah bersih setelah dikurangi dengan penyisihan penurunan nilai piutang usaha. Kebijakan akuntansi untuk penyisihan atas penurunan nilai dijabarkan dalam Catatan 2d.
Trade receivables are recorded net of allowance for impairment of trade receivables. The accounting policy for allowance for impairment is described in Note 2d.
g. Transaksi dengan Pihak-pihak Berelasi g. Transactions with Related Parties Perusahaan dan Entitas Anak memiliki transaksi
dengan pihak berelasi sebagaimana yang didefinisikan dalam PSAK No. 7 (Revisi 2010) “Pengungkapan Pihak-pihak Berelasi”.
The Company and Subsidiaries have transactions with related parties as defined under PSAK No. 7 (Revised 2010) “Related Party Disclosures”.
Suatu pihak dianggap berelasi dengan Perusahaan dan Entitas Anak jika:
A party is considered to be related party to the Company and Subsidiaries if:
a) langsung atau tidak langsung melalui satu atau lebih perantara, suatu pihak (i) mengendalikan atau dikendalikan oleh, atau berada di bawah pengendalian bersama dengan Perusahaan dan Entitas Anak; (ii) memiliki kepentingan dalam Perusahaan dan Entitas Anak yang memberikan pengaruh signifikan atas Perusahaan dan Entitas Anak; atau (iii) memiliki pengendalian bersama atas Perusahaan dan Entitas Anak;
a) directly or indirectly through one or more intermediaries, the party (i) controls, or is controlled by, or is under common control with the Company and Subsidiaries; (ii) has an interest in the Company and Subsidiaries that gives significant influence over the Company and Subsidiaries; or (iii) has joint control over the Company and Subsidiaries;
b) suatu pihak yang berelasi dengan Perusahaan dan b) the party is an associated of the Company and
g. Transaksi dengan Pihak-pihak Berelasi (lanjutan) g. Transactions with Related Parties (continued) d) suatu pihak adalah anggota dari personil
manajemen kunci Perusahaan dan Entitas Anak;
d) the party is a member of the key management personnel of the Company and Subsidiaries;
e) suatu pihak adalah anggota keluarga dekat dengan individu yang diuraikan dalam butir (a) atau (d);
e) the party is a close member of the family of any individual referred to (a) or (d);
f) suatu pihak adalah entitas yang dikendalikan, dikendalikan bersama atau dipengaruhi signifikan oleh atau untuk dimana hak suara signifikan pada beberapa entitas, langsung maupun tidak langsung, individu seperti diuraikan dalam butir (d) atau (e);
atau
g) suatu pihak adalah suatu program imbalan pasca kerja untuk imbalan kerja dari Perusahaan dan Entitas Anak atau entitas lain yang terkait dengan Perusahaan dan Entitas Anak.
f) the party is an entity that is controlled, jointly controlled or significantly influenced by, or for which significant voting power in such entity resides with, directly or indirectly, any individual referred to in (d) or (e); or
g) the party is a post employment benefit plan for the benefit of employees of the Company and Subsidiaries, or any entity that is a related party of the Company and Subsidiaries.
Seluruh transaksi dan saldo yang material dengan pihak-pihak berelasi telah diungkapkan dalam catatan atas laporan keuangan konsolidasian.
All significant transactions and balances with related parties are disclosed in the notes to the consolidated financial statements.
h. Persediaan h. Inventories
Persediaan dinyatakan sebesar nilai terendah antara biaya perolehan dan nilai realisasi bersih. Biaya perolehan ditentukan dengan menggunakan metode rata-rata bergerak, kecuali untuk Visko yang menggunakan metode Masuk Pertama Keluar Pertama/FIFO (First-In First-Out). Jumlah persediaan terkait Visko tersebut adalah sekitar 28% dan 34% dari jumlah persediaan konsolidasian, masing-masing pada tanggal 31 Desember 2014 dan 2013.
Inventories are stated at the lower of cost or net realizable value. Cost is determined using the moving average method, except for Visko which using FIFO (First-In First-Out) method. Total related inventories of Visko is about 28% and 34% of total consolidated inventories as of December 31, 2014 and 2013, respectively.
i. Biaya Dibayar di Muka i. Prepaid Expenses
Biaya dibayar di muka dibebankan sesuai masa manfaat masing-masing biaya yang bersangkutan.
Prepaid expenses are amortized over the periods benefited.
j. Aset Tetap j. Property, Plant and Equipment
Aset tetap pada awalnya diakui sebesar biaya perolehan, yang terdiri atas harga perolehan dan biaya-biaya tambahan yang dapat diatribusikan langsung untuk membawa aset ke lokasi dan kondisi yang diinginkan agar aset siap digunakan.
All property, plant and equipment are initially recognized at cost, which comprises its purchase price and any costs directly attributable in bringing the asset to its working condition and to the location where it is intended to be used.
Setelah pengakuan awal, aset tetap dinyatakan pada biaya perolehan dikurangi akumulasi penyusutan dan kerugian penurunan nilai.
Subsequent to initial recognition, are carried at cost less any subsequent accumulated depreciation and impairment losses.
Pada setiap akhir periode pelaporan, taksiran masa manfaat dan metode penyusutan aset tetap ditelaah oleh manajemen dan jika perlu disesuaikan secara prospektif.
At the end of each reporting period, the estimated useful lives and methods of depreciation of property, plant and equipment are reviewed by management and adjusted prospectively, if appropriate.
Penyusutan dihitung dengan menggunakan metode garis lurus (straight-line method) berdasarkan taksiran masa manfaat dari kelompok aset tetap sebagai berikut:
Depreciation is computed using the straight-line method over the estimated useful lives of the assets as follows:
j. Aset Tetap (lanjutan) j. Property, Plant and Equipment (continued) Tahun/
Years
Bangunan 10 - 30 Buildings
Mesin 5 - 10 Machinery
Kendaraan bermotor 5 Motor vehicles
Instalasi 5 Installation
Peralatan kantor 5 - 10 Office equipment
Perabotan kantor 5 Furniture and fixtures
Perlengkapan pabrik 5 Factory equipment
Tanah dinyatakan sebesar biaya perolehan dan tidak diamortisasi karena manajemen berpendapat bahwa kemungkinan besar hak atas tanah tersebut dapat diperbaharui/diperpanjang pada saat jatuh tempo.
Land are stated at cost and not amortized as the management is of the opinion that it is probable the tittles of land rights can be renewed/extended upon expiration.
Biaya pengurusan legal hak atas tanah dalam bentuk Hak Guna Usaha (“HGU”), Hak Guna Bangunan (“HGB”) dan Hak Pakai (“HP”) ketika tanah diperoleh pertama kali diakui sebagai bagian dari biaya perolehan tanah pada akun “Aset Tetap” dan tidak diamortisasi.
Sementara biaya pengurusan atas perpanjangan atau pembaruan legal hak atas tanah dalam bentuk HGU, HGB dan HP diakui pada laporan posisi keuangan konsolidasian dan diamortisasi sepanjang mana yang lebih pendek antar umur hukum hak dan umur ekonomi tanah.
Legal cost of land rights in the form of Business Usage Rights (“Hak Guna Usaha” or ”HGU”), Building Usage Right (“Hak Guna Bangunan” or “HGB”) and Usage Rights (“Hak Pakai” or “HP”) when the land was acquired initially are recognized as part of the cost of the land under the “Property, Plant and Equipment” account and not amortized. Meanwhile the extension or the legal renewal cost of land rights in the form of HGU, HGB and HP were recognized in the consolidated statement of financial position and were amortized over the shorter of the rights‟ legal life and land‟s economic life.
Aset dalam penyelesaian mencerminkan akumulasi biaya material dan biaya-biaya lain yang berkaitan dengan pembangunan aset. Biaya perolehan aset dalam penyelesaian tersebut akan dialihkan ke akun aset tetap yang bersangkutan apabila telah selesai dan siap untuk digunakan.
Assets under construction represent the accumulated cost of materials and other costs related to the assets under construction. The accumulated cost is reclassified to the appropriate property, plant and equipment accounts when the construction is completed and the constructed assets are ready for their intended use.
Beban perbaikan dan pemeliharaan dibebankan pada laporan laba rugi komprehensif konsolidasian pada saat terjadinya; pengeluaran dalam jumlah signifikan dan yang memperpanjang masa manfaat aset atau yang memberikan tambahan manfaat ekonomis dikapitalisasi. Aset tetap yang sudah tidak dipergunakan lagi atau yang dijual, dikeluarkan dari kelompok aset tetap yang bersangkutan dan laba atau rugi yang terjadi diakui dalam laporan laba rugi komprehensif konsolidasian pada tahun yang bersangkutan.
The costs of repairs and maintenance are charged to the consolidated statements of comprehensive income as incurred; significant renewals and betterments are capitalized. When assets are retired or otherwise disposed of, their net book values are removed from the accounts and any resulting gain or loss is reflected in the consolidated statements of comprehensive income for the year.
k. Penurunan Nilai Aset Non - Keuangan k. Impairment of Non - Financial Asset Values Pada setiap akhir periode pelaporan, Perusahaan dan
Entitas Anak menilai apakah terdapat indikasi suatu aset mengalami penurunan nilai. Jika terdapat indikasi tersebut, maka jumlah terpulihkan diestimasi untuk aset individual. Jika tidak mungkin untuk mengestimasi jumlah terpulihkan aset individual, maka Perusahaan dan Entitas Anak menentukan nilai terpulihkan dari Unit Penghasil Kas (UPK) yang mana aset tercakup (aset dari UPK).
The Company and Subsidiaries assess at each end of reporting period, whether there is any indication that an asset may be impaired. If such indication exists, recoverable amount shall be estimated for the individual asset. If it is not possible to estimate the recoverable amount of the individual asset, the Company and Subsidiaries determine the recoverable amount of the Cash Generating Unit (CGU) to which the asset belongs (the asset‟s of CGU).
k. Penurunan Nilai Aset Non - Keuangan (lanjutan) k. Impairment of Non - Financial Asset Values (continued)
Jumlah terpulihkan dari suatu aset (baik aset individual maupun UPK) adalah jumlah yang lebih tinggi antara nilai wajarnya dikurangi biaya untuk menjual dengan nilai pakainya. Jika nilai tercatat aset lebih besar daripada nilai terpulihkannya, maka aset tersebut dianggap mengalami penurunan nilai dan nilai tercatat aset diturunkan menjadi sebesar nilai terpulihkannya.
An asset‟s (either individual asset or CGU) recoverable amount is the higher of the asset‟s fair value less costs to sell and its value in use. Where the carrying amount of the asset exceeds its recoverable amount, the asset is considered impaired and is written down to its recoverable amount.
Rugi penurunan nilai diakui pada laba rugi sebagai
“Rugi Penurunan Nilai”. Dalam menghitung nilai pakai, estimasi arus kas masa depan neto didiskontokan ke nilai kini dengan menggunakan tingkat diskonto sebelum pajak yang menggambarkan penilaian pasar kini dari nilai waktu uang dan risiko spesifik atas aset.
Impairment losses are recognized in profit or loss as
“Impairment Losses”. In assessing the value in use, the estimated future cash flows are discounted to their present value using a pre-tax discount rate that reflects current market assessments of the time value of money and the risks specific to the asset.
Dalam menentukan nilai wajar dikurangi biaya untuk menjual, digunakan harga transaksi pasar terakhir, jika tersedia. Jika tidak terdapat transaksi tersebut, Perusahaan dan Entitas Anak menggunakan model penilaian yang sesuai untuk menentukan nilai wajar aset. Perhitungan-perhitungan ini dikuatkan oleh penilaian berganda atau indikator nilai wajar lain yang tersedia.
In determining fair value less costs to sell, recent market transactions are taken into account, if available. If no such transactions can be identified, an appropriate valuation model in used to determine the fair value of the asset. These calculations are corroborated by valuation multiples or other available fair value indicators.
Kerugian penurunan nilai, jika ada, diakui pada laba rugi sesuai dengan kategori biaya yang konsisten dengan fungsi dari aset yang diturunkan nilainya.
Impairment losses, if any, are recognized in profit or loss under expense categories that are consistent with the functions of the impaired assets.
Penilaian dilakukan pada setiap akhir periode pelaporan apakah terdapat indikasi bahwa rugi penurunan nilai yang telah diakui dalam periode sebelumnya untuk suatu aset mungkin tidak ada lagi atau mungkin telah menurun. Jika indikasi tersebut ada, maka entitas mengestimasi jumlah terpulihkan aset tersebut.
Kerugian penurunan nilai yang telah diakui dalam periode sebelumnya untuk suatu aset dibalik hanya jika terdapat perubahan asumsi-asumsi yang digunakan untuk menentukan jumlah terpulihkan aset tersebut sejak rugi penurunan nilai terakhir diakui.
An assessment is made at the end of each reporting period as to whether there is any indication that previously recognized impairment losses recognized for an asset may no longer exist or may have decreased. If such indication exists, the recoverable amount, is estimated. A previously recognized impairment loss for an asset is reversed only if there has been a change in the assumptions used to determine the asset‟s recoverable amount since the last impairment loss is recognized.
Pembalikan tersebut dibatasi sehingga jumlah tercatat aset tidak melebihi jumlah terpulihkannya maupun jumlah tercatat, neto setelah penyusutan, seandainya tidak ada rugi yang telah diakui untuk aset tersebut pada periode sebelumnya. Pembalikan rugi penurunan nilai diakui dalam laba rugi. Setelah pembalikan tersebut diakui sebagai laba rugi, penyusutan aset tersebut disesuaikan di periode mendatang untuk mengalokasikan jumlah tercatat aset yang direvisi, dikurang nilai sisanya, dengan dasar yang sistematis selama sisa umur manfaatnya.
The reversal is limited so that the carrying amount of the asset does not exceed its recoverable amount, nor exceeds the carrying amount that would have been determined, net of depreciation, had no impairment loss been recognized for the asset in prior periods. Reversal of an impairment loss is recognized in profit or loss. After such a reversal is recognized in profit or loss, depreciation charge on the said asset is adjusted in future periods to allocate the asset's revised carrying amount, less any residual value, on a systematic basis over its remaining useful life.
l. Aset Tak Berwujud l. Intangible Assets
Jasa waralaba (franchise fee) dicatat sebesar biaya perolehan dan diamortisasi dengan metode garis lurus selama 30 tahun sesuai dengan jangka waktu perjanjian yang dibuat antara Entitas Anak dengan pemegang waralaba (franchisor) (lihat Catatan 14 dan 31).
Franchise fee is capitalized on the basis of the costs incurred to acquire the franchise and amortized using the straight-line method over a period of 30 years based on the period of the agreement made between the Subsidiary and the franchisor (see Notes 14 and 31).
l. Aset Tak Berwujud (lanjutan) l. Intangible Assets (continued) Lisensi piranti lunak komputer dikapitalisasi sebesar
biaya yang dikeluarkan untuk memperoleh dan membuat piranti lunak tersebut siap untuk digunakan dan diamortiasi dengan metode garis lurus selama estimasi masa manfaatnya (4 - 5 tahun).
Computer software licences are capitalized on the basis of the costs incurred to acquire and bring to use the specific software. These costs are amortized using the straight-line method over their estimated useful lives (4 - 5 years).
m. Pengakuan Pendapatan dan Beban m. Revenue and Expenses Recognition Pendapatan dari penjualan dan jasa pada umumnya
diakui pada saat penyerahan barang dan pemberian jasa kepada pelanggan untuk penjualan lokal dan penyerahan barang di atas kapal untuk penjualan ekspor. Beban diakui pada saat terjadinya (metode akrual).
Revenues from local sales and services normally are recognized when the goods are delivered to and rendering of services are performed for customers, while those from export sales are recognized when the goods are shipped. Expenses are recognized when these are incurred (accrual basis).
n. Transaksi dan Penjabaran Laporan Keuangan dalam Mata Uang Asing
n. Foreign Currency Transactions and Translation
Pembukuan Perusahaan dan entitas anak, kecuali entitas anak di luar negeri, diselenggarakan dalam mata uang Rupiah, yang juga merupakan mata uang fungsional entitas-entitas tersebut. Transaksi dalam mata uang asing dicatat berdasarkan kurs yang berlaku pada saat transaksi dilakukan. Pada tanggal laporan posisi keuangan, aset dan liabilitas moneter dalam mata uang asing disesuaikan ke dalam Rupiah berdasarkan kurs rata-rata Bank Indonesia yang berlaku pada tanggal tersebut. Laba atau rugi kurs yang terjadi, dikreditkan atau dibebankan pada laba rugi tahun berjalan.
The books of accounts of the Company and its subsidiaries, except for foreign subsidiary, are maintained in Indonesian Rupiah, which is also the functional currency of the entities. Transactions involving foreign currencies are recorded at the rates of exchange prevailing at the time the transactions are made. At statement of financial position date, monetary assets and liabilities denominated in foreign currencies are adjusted to Rupiah based on the average rates of exchange published by Bank Indonesia at that date. The resulting gains or losses are credited or charged to the current year operations.
Pembukuan Visko Industries Sdn. Bhd. dan entitas anaknya (disebut Visko) diselenggarakan dalam mata uang Ringgit Malaysia yang juga merupakan mata uang fungsional entitas-entitas tersebut. Untuk tujuan penyajian laporan keuangan konsolidasian, aset dan liabilitas Visko pada tanggal pelaporan dijabarkan ke dalam Rupiah dengan menggunakan kurs yang berlaku pada tanggal tersebut, pendapatan dan beban dijabarkan dengan menggunakan kurs rata-rata tahun berjalan, sedangkan akun ekuitas dijabarkan dengan kurs historis. Selisih kurs yang terjadi disajikan pada Pendapan Komprehensif Lainnya pada akun “Selisih Kurs atas Penjabaran Laporan Keuangan” pada laporan posisi keuangan konsolidasian (lihat Catatan 2b).
The books of account of Visko Industries Sdn. Bhd. and its subsidiary (referred to as Visko) are maintained in Malaysian Ringgit which is also the functional currency of the entities. For consolidation purposes, the assets and liabilities of Visko at reporting date are translated into Rupiah using the exchange rate at such date, revenues and expenses are translated at the average rate of exchange for the year, while equity accounts are translated at historical rates. Resulting foreign exchange is presented Other Comprehensive Income under
“Differences arising from Foreign Currency Translation”
account in the consolidated statement of financial position (see Note 2b).
Pada tanggal laporan posisi keuangan konsolidasian, kurs rata-rata dari mata uang asing yang digunakan adalah sebagai berikut:
As of the consolidated statements of financial position date, the average exchange rates of currencies used are as follows:
Mata Uang Asing 2014 2013 Foreign Currencies
Dolar Amerika Serikat (US$) 1 12.440,00 12.189,00 United Stated Dollar (US$) 1
Ringgit Malaysia (RM) 1 3.561,93 3.707,69 Malaysian Ringgit (RM) 1
Dolar Singapura (Sin$) 1 9.422,11 9.627,99 Singapore Dollar (Sin$) 1
o. Pajak Penghasilan o. Income Taxes
Pajak kini Current tax
Aset atau liabilitas pajak penghasilan kini yang berasal dari periode berjalan dan periode lalu dicatat sebesar jumlah ekspektasi direstitusi dari atau dibayarkan kepada kantor pajak yang besarnya ditentukan berdasarkan tarif pajak dan peraturan perpajakan yang berlaku atau secara substantif telah berlaku.
Current income tax assets and liabilities for the current and prior periods are measured at the amount expected
Current income tax assets and liabilities for the current and prior periods are measured at the amount expected