• Tidak ada hasil yang ditemukan

DERIVATIF (lanjutan) Swap Suku Bunga:

Dalam dokumen Indosat Ind 31 Des 04 Release (Halaman 105-109)

Nilai Wajar (Rp)

Jumlah

Pihak Kedua Nosional (AS$) Piutang Hutang

g. Barclays Capital, London

(“Barclays”) 50.000 - 19.745

h. ABN Amro Bank, N.V., Cabang

London (“ABN”) 25.000 1.051 -

i. GSCM * 25.000 - -

j. ABN 25.000 - 14.363

k. The Hongkong and Shanghai Banking Corporation Limited,

Cabang Jakarta (“HSBC”) 25.000 1.051 - Sub Jumlah 2.102 34.108 Jumlah 2.102 175.420

* diterminasi pada tahun berjalan

Perubahan nilai wajar kontrak swap bersih sejumlah Rp173.318 pada tahun 2004 disajikan sebagai “Rugi Perubahan Nilai Wajar Derivatif - Bersih” yang merupakan bagian dari Penghasilan (Beban) Lain-lain pada laporan laba rugi konsolidasi tahun 2004. “Aktiva Derivatif” disajikan sebagai bagian dari aktiva lancar sejumlah Rp2.102 dan “Kewajiban Derivatif” disajikan sebagai bagian dari kewajiban lancar sejumlah Rp175.420 pada tanggal 31 Desember 2004.

Berikut adalah rincian dari kontrak swap: Kontrak Swap Valuta Asing

a. Pada tanggal 20 Januari 2004, Perusahaan menandatangani kontrak swap valuta asing dengan GSCM. Berdasarkan kontrak, Perusahaan akan melakukan swap, pada tanggal pertukaran final (tanggal terminasi) 30 Oktober 2010, sejumlah Rp419.400 untuk AS$50.000 dikurangi Jumlah Nosional Kontinjen (Contingent Notional Amount). Jumlah Nosional Kontinjen tersebut akan dihitung berdasarkan tingkat bunga LIBOR 12 bulanan. Kontrak tersebut mengharuskan Perusahaan untuk melakukan pembayaran setiap semester, pada tanggal 30 April dan 30 Oktober, sampai dengan tanggal terminasi, tingkat bunga LIBOR dolar A.S. 12 bulanan ditambah 2,125% (maksimum sebesar 3,64%) per tahun jika LIBOR dolar A.S. 12 bulanan sama atau kurang dari 5,90%. Apabila sebaliknya, pembayaran setiap semester akan sebesar LIBOR dolar A.S. 12 bulanan ditambah 2,125% per tahun. Kontrak ini diterminasi pada tanggal 9 Agustus 2004. Berdasarkan konfirmasi terminasi, Perusahaan harus membayar AS$2.340 kepada GSCM untuk pembayaran terminasi dan untuk me-roll over saldo sebesar AS$2.340 atas kontrak tersebut ke kontrak swap valuta asing baru (lihat Catatan 32f). Sampai dengan tanggal terminasi kontrak ini, jumlah beban swap sebesar sejumlah Rp8.313 disajikan sebagai bagian dari akun “Rugi Perubahan Nilai Wajar Derivatif - Bersih” yang merupakan bagian dari Pendapatan (Beban) Lain-lain.

32. DERIVATIF (lanjutan)

Kontrak Swap Valuta Asing (lanjutan)

b. Pada tanggal 20 Februari 2004, Perusahaan menandatangani kontrak swap valuta asing dengan GSCM. Berdasarkan kontrak, Perusahaan akan melakukan swap, pada tanggal pertukaran final (tanggal terminasi) 30 Oktober 2010, sejumlah Rp210.000 untuk AS$25.000 dikurangi Jumlah Nosional Kontinjen (Contingent Notional Amount). Jumlah Nosional Kontinjen tersebut akan dihitung berdasarkan tingkat bunga LIBOR 12 bulanan. Kontrak tersebut mengharuskan Perusahaan untuk melakukan pembayaran setiap semester, pada tanggal 30 April dan 30 Oktober, sampai dengan tanggal terminasi, tingkat bunga LIBOR dolar A.S. 12 bulanan ditambah 1,75% (maksimum sebesar 3,65%) per tahun jika LIBOR dolar A.S. 12 bulanan sama atau kurang dari 6,20%. Apabila sebaliknya, pembayaran setiap semester akan sebesar LIBOR dolar A.S. 12 bulanan ditambah 1,75% per tahun. Kontrak ini diterminasi pada tanggal 9 Agustus 2004. Berdasarkan konfirmasi terminasi, Perusahaan harus membayar AS$1.020 kepada GSCM untuk pembayaran terminasi dan untuk me-roll over saldo sebesar AS$1.020 atas kontrak tersebut ke kontrak swap valuta asing baru (lihat Catatan 32f). Sampai dengan tanggal terminasi kontrak ini, jumlah beban swap sebesar Rp3.996 disajikan sebagai bagian dari akun “Rugi Perubahan Nilai Wajar Derivatif - Bersih” yang menjadi bagian dari Pendapatan (Beban) Lain-lain.

c. Pada tanggal 31 Maret 2004, Perusahaan menandatangani kontrak swap valuta asing dengan GSCM. Berdasarkan kontrak, Perusahaan akan melakukan swap, pada tanggal pertukaran final (tanggal terminasi) 30 Oktober 2010, sejumlah Rp211.250 untuk AS$25.000 dikurangi Jumlah Nosional Kontinjen (Contingent Notional Amount). Jumlah Nosional Kontinjen tersebut akan dihitung berdasarkan tingkat bunga LIBOR 12 bulanan. Kontrak tersebut mengharuskan Perusahaan untuk melakukan pembayaran setiap semester, pada tanggal 30 April dan 30 Oktober, sampai dengan tanggal terminasi, tingkat bunga LIBOR dolar A.S. 12 bulanan ditambah 0,95% per tahun. Kontrak ini diterminasi pada tanggal 9 Agustus 2004. Berdasarkan konfirmasi terminasi, Perusahaan harus membayar AS$4.140 kepada GSCM untuk pembayaran terminasi dan untuk me-roll over saldo sebesar AS$4.140 atas kontrak tersebut ke kontrak swap valuta asing baru (lihat Catatan 32f). Sampai dengan tanggal terminasi kontrak ini, jumlah beban swap sebesar Rp3.083 disajikan sebagai bagian dari “Rugi Perubahan Nilai Wajar Derivatif - Bersih” yang menjadi bagian dari Pendapatan (Beban) Lain-lain.

d. Pada tanggal 23 April 2004, Perusahaan menandatangani kontrak swap valuta asing dengan Bank Standard Chartered, Cabang Jakarta. Berdasarkan kontrak, Perusahaan akan melakukan swap, pada tanggal pertukaran final (tanggal terminasi) 5 November 2008, sejumlah Rp214.625 untuk AS$25.000. Kontrak tersebut mengharuskan Perusahaan untuk melakukan pembayaran setiap semester, pada tanggal 5 Mei dan 5 November, sampai dengan tanggal terminasi, tingkat bunga LIBOR dolar A.S. 6 bulanan ditambah 2,60% per tahun. Jumlah beban swap pada tahun 2004 sebesar Rp5.086 disajikan sebagai “Rugi Perubahan Nilai Wajar Derivatif - Bersih” di bawah Penghasilan (Beban) Lain-lain.

e. Pada tanggal 5 November 2004, Perusahaan menandatangani kontrak swap valuta asing dengan JPMorgan. Berdasarkan kontrak:

• Apabila kurs spot rupiah terhadap AS$1 pada tanggal terminasi kurang dari Rp14.000 (dalam jumlah penuh), Perusahaan akan melakukan swap pada tanggal pertukaran final (tanggal terminasi) 5 November 2010, sejumlah Rp225.000 untuk AS$25.000.

32. DERIVATIF (lanjutan)

Kontrak Swap Valuta Asing (lanjutan)

• Apabila kurs spot rupiah terhadap AS$1 pada tanggal terminasi lebih besar dari Rp14.000 (dalam jumlah penuh), Perusahaan akan melakukan swap pada tanggal pertukaran final (tanggal terminasi) sebesar rupiah tertentu (setara dengan AS$25.000 dikalikan dengan kurs sebesar Rp9.000 ditambah selisih lebih kurs spot aktual dikurangi Rp14.000) untuk AS$25.000.

Kontrak tersebut mengharuskan Perusahaan untuk melakukan pembayaran setiap semester, pada tanggal 5 Mei dan 5 November, sampai dengan tanggal terminasi, tingkat bunga tetap 5% per tahun dari Rp225.000.

Kontrak ini memberikan opsi terminasi dini, untuk JPMorgan dan Perusahaan pada tanggal 5 November 2008 atau 5 November 2009.

f. Pada tanggal 9 Agustus 2004, Perusahaan menandatangani kontrak swap valuta asing baru dengan GSCM untuk me-roll over saldo 3 kontrak swap valuta asing terdahulu dengan GSCM (Catatan 32a, 32b dan 32c di atas). Berdasarkan kontrak, Perusahaan akan melakukan swap pada tanggal terminasi 5 November 2010, sejumlah Rp840.650 untuk AS$100.000. Kontrak tersebut mengharuskan Perusahaan untuk melakukan pembayaran setiap semester, pada tanggal 5 Mei dan 5 November, sampai dengan tanggal terminasi, tingkat bunga LIBOR dolar A.S. 6 bulanan ditambah 2,62% per tahun. Jumlah beban swap dengan GSCM pada tahun 2004 sebesar Rp10.797 disajikan sebagai bagian dari “Rugi Perubahan Nilai Wajar Derivatif - Bersih” yang merupakan bagian dari Penghasilan (Beban) Lain-lain.

Pada tanggal 31 Desember 2004, Perusahaan telah mentransfer margin deposit ke rekening GSCM sebesar AS$8.750 yang disajikan sebagai kas yang dibatasi penggunaannya, bagian dari akun “Aktiva Tidak Lancar Lain-lain”.

Kontrak Swap Suku Bunga

g. Pada tanggal 10 Februari 2004, Perusahaan dan Barclays menandatangani kontrak swap suku bunga dengan jumlah nosional sebesar AS$50.000. Berdasarkan kontrak, Perusahaan setuju untuk membayar suku bunga mengambang, setiap semester, pada tanggal 5 Mei dan 5 November, sampai dengan tanggal terminasi 5 November 2010, LIBOR dolar A.S. 6 bulanan ditambah 0,45% (selanjutnya berubah menjadi 1,33%*), sebagai pertukaran untuk 7,75% per tahun dikalikan jumlah hari aktual, dimana LIBOR dolar A.S. 6 bulanan berada dalam batasan yang telah ditentukan sebelumnya secara tahunan (selanjutnya berubah menjadi semesteran*). Batasan tersebut telah ditentukan sebelumnya secara tahunan (selanjutnya berubah menjadi semesteran*) sampai dengan 2010 dan akan berlaku pada tanggal 5 Mei (selanjutnya berubah menjadi tanggal 5 Mei dan 5 November*) setiap tahunnya. Pendapatan bunga dari transaksi ini sebesar Rp17.524 pada tahun 2004 disajikan sebagai bagian dari “Rugi Perubahan Nilai Wajar Derivatif - Bersih” yang merupakan bagian dari Penghasilan (Beban) Lain-lain.

Kontrak ini memberikan opsi terminasi dini untuk Barclays, setiap tanggal 5 Mei dan 5 November, dimulai pada tanggal 5 Mei 2006 sampai dengan tanggal terminasi.

32. DERIVATIF (lanjutan)

Kontrak Swap Suku Bunga (lanjutan)

h. Pada tanggal 19 April 2004, Perusahaan dan ABN menandatangani kontrak swap suku bunga dengan jumlah nosional sebesar AS$25.000. Berdasarkan kontrak, Perusahaan setuju untuk membayar suku bunga mengambang, setiap semester, pada tanggal 5 Mei dan 5 November, sampai dengan tanggal terminasi 5 November 2008, LIBOR dolar A.S. 6 bulanan ditambah 0,25%, sebagai pertukaran untuk 7,75% per tahun dikalikan jumlah hari aktual dimana LIBOR dolar A.S. 6 bulanan kurang dari batas atas (upper limit). Batas atas tersebut telah ditentukan sebelumnya secara semesteran sampai dengan 2008 dan akan berlaku pada tanggal 5 Mei dan 5 November setiap semesternya. Pendapatan bunga dari transaksi ini sebesar Rp6.867 pada tahun 2004 disajikan sebagai bagian dari “Rugi Perubahan Nilai Wajar Derivatif - Bersih” yang merupakan bagian dari Penghasilan (Beban) Lain-lain.

Kontrak ini memungkinkan ABN untuk melakukan terminasi kontrak, setiap tanggal 5 Mei dan 5 November, dimulai pada tanggal 5 Mei 2006 (Catatan 41b).

i. Pada tanggal 26 April 2004, Perusahaan dan GSCM menandatangani kontrak swap suku bunga dengan jumlah nosional sebesar AS$25.000. Berdasarkan kontrak, Perusahaan setuju untuk membayar suku bunga mengambang, setiap semester, pada tanggal 30 April dan 30 Oktober, sampai dengan tanggal terminasi 30 Oktober 2010, LIBOR dolar A.S. 6 bulanan dikurangi 0,25% (maksimum sebesar 7,64%) ditambah Contingent Spread, sebagai pertukaran untuk 7,75% per tahun. Contingent Spread tersebut telah ditentukan sebelumnya secara semesteran sampai dengan 2010 dan akan berlaku pada tanggal 30 April dan 30 Oktober setiap semesternya.

Kontrak ini memberikan opsi terminasi dini untuk GSCM, setiap tanggal 30 April dan 30 Oktober, dimulai pada tanggal 30 Oktober 2004 sampai dengan tanggal 30 Oktober 2008. Pada tanggal 30 Oktober 2004, GSCM melakukan terminasi atas kontrak ini. Pendapatan bunga dari transaksi ini sampai dengan tanggal terminasi sebesar Rp6.431 disajikan sebagai bagian dari “Rugi Perubahan Nilai Wajar Derivatif - Bersih” yang merupakan bagian dari Penghasilan (Beban) Lain- lain.

j. Pada tanggal 6 Mei 2004, Perusahaan dan ABN menandatangani kontrak swap suku bunga dengan jumlah nosional sebesar AS$25.000. Berdasarkan kontrak, Perusahaan setuju untuk membayar suku bunga mengambang, setiap tahun, pada tanggal 5 November, sampai dengan tanggal terminasi 5 November 2006, LIBOR dolar A.S. 12 bulanan ditambah 3,50%, sebagai pertukaran untuk 7,75% per tahun. Pendapatan bunga dari transaksi ini sebesar Rp1.672 pada tahun 2004 disajikan sebagai bagian dari “Rugi Perubahan Nilai Wajar Derivatif - Bersih” yang merupakan bagian dari Penghasilan (Beban) Lain-lain (Catatan 41b).

k. Pada tanggal 7 Mei 2004, Perusahaan dan HSBC menandatangani kontrak swap suku bunga dengan jumlah nosional sebesar AS$25.000. Berdasarkan kontrak, Perusahaan setuju untuk membayar suku bunga mengambang, setiap tahun, pada tanggal 5 November, sampai dengan tanggal terminasi 5 November 2006, LIBOR dolar A.S. 12 bulanan ditambah 3,50%, sebagai pertukaran untuk 7,75% per tahun. Pendapatan bunga dari transaksi ini sebesar Rp1.648 pada tahun 2004 disajikan sebagai bagian dari “Rugi Perubahan Nilai Wajar Derivatif - Bersih” yang merupakan bagian dari Penghasilan (Beban) Lain-lain.

33. IKATAN DAN KONTINJENSI

a. Pada tanggal 31 Desember 2004, ikatan pengeluaran investasi yang merupakan perjanjian kontraktual yang belum terealisasi sehubungan dengan pengadaan, instalasi dan pemeliharaan aktiva tetap serta pengadaan kartu SIM dan voucher pulsa isi ulang adalah sebesar AS$109.300, EUR1.921.659 (dalam jumlah penuh) dan Rp759.694 (Catatan 41f).

Ikatan pengeluaran investasi signifikan adalah sebagai berikut:

Pada tanggal 15 April 2004, Perusahaan menandatangani perjanjian “Construction of Single

Network Jabotabek Area” dengan PT Ericsson Indonesia dan Ericsson AB (“Ericsson”)

dimana Ericsson setuju untuk menyediakan peralatan dan jasa dalam pembangunan jaringan tunggal untuk sistem telekomunikasi GSM Perusahaan dengan nilai kontrak sebesar AS$95.951 dan Rp194.087.

Sampai dengan tanggal 31 Desember 2004, Perusahaan telah mengeluarkan beberapa

Purchase Order (“PO”) sehubungan dengan ikatan pembelian berdasarkan perjanjian ini. PO

yang belum dilaksanakan adalah sebesar AS$16.555 dan Rp16.737 pada tanggal 31 Desember 2004.

• Pada tanggal 5 November 2003, IM3 menandatangani perjanjian dengan Nokia untuk memperluas jaringan radio Jawa Timur IM3 dengan nilai kontrak sebesar Rp61.761 dan AS$43.074. Pada tanggal 19 Oktober 2004, Perusahaan dan Nokia melakukan perubahan nilai kontrak tersebut menjadi Rp113.923 dan AS$65.247.

Sampai dengan tanggal 31 Desember 2004, Perusahaan telah mengeluarkan beberapa PO sehubungan dengan ikatan pembelian berdasarkan perjanjian ini dan perubahannya. PO yang belum dilaksanakan adalah sebesar Rp73.045 dan AS$29.007 pada tanggal 31 Desember 2004.

• Pada tanggal 29 Maret 1996, Satelindo dan Siemens AG menandatangani Perjanjian GSM Public Land Mobile Network (“PLMN”) untuk membeli GSM PLMN untuk memenuhi kebutuhan operasionalnya. Perjanjian ini telah beberapa kali mengalami perubahan, perubahan terakhir adalah Amandemen III tanggal 6 Juni 2003 yang mencakup proyek

Switching Subsystem Expansion. Jumlah nilai kontrak berdasarkan perjanjian ini dan

amandemennya adalah sebesar AS$66.182 dan sejumlah tambahan biaya berdasarkan pertumbuhan aktual masa depan pelanggan selular Satelindo (skema pay-as-you-grow). Sampai dengan tanggal 31 Desember 2004, Satelindo telah mengeluarkan beberapa PO sehubungan dengan ikatan pembelian berdasarkan perjanjian ini dan amandemennya. PO yang belum dilaksanakan sebesar AS$7.095 pada tanggal 31 Desember 2004.

• Pada tanggal 15 September 2004, Perusahaan dan PT Alcatel Indonesia (“Alcatel”) menandatangani perjanjian Relokasi Peralatan “Ex-Inner” Jabotabek, dimana Alcatel akan membongkar cellular base station subsystem ex-Inner Jabotabek dan merelokasikan keluar Jabotabek dengan nilai kontrak sebesar Rp88.161.

Sampai dengan tanggal 31 Desember 2004, Perusahaan telah mengeluarkan beberapa PO sehubungan dengan ikatan pembelian berdasarkan perjanjian ini. PO yang belum dilaksanakan adalah sebesar Rp70.529 pada tanggal 31 Desember 2004.

Dalam dokumen Indosat Ind 31 Des 04 Release (Halaman 105-109)