• Tidak ada hasil yang ditemukan

PEROLEHAN SUARA SAH PASANGAN CALON BERDASARKAN HASIL REKAPITULASI DI 23 KECAMATAN

6. Desa NANGA LEBOYAN, TPS 01, TPS 02 dan TPS 03 (hal.25)

Bahwa Pemohon kembali mendalilkan alasan yang tidak berdasarkan hukum dengan menyebutkan bahwa telah terjadi pelanggaran TSM pada TPS 01, TPS 02 dan TPS 03 di Desa Nanga Leboyan dengan cara Termohon membiarkan Doni Tasmin mencoblos lebih dari satu kali dengan menggunakan undangan milik Mira Mardianti pada TPS 01, Bahari menggunakan undangan milik Jamilah, Sadri, Nurhayati dan Asnan Aripin, kemudian Aspan menggunakan undangan milik Hasnah, Habibah dan Eka pada TPS 02 dan Jasriyadi menggunakan undangan milik Dayang Saftiah, kemudian Suryadi menggunakan undangan milik Santi Ariesta Afriyani pada TPS 03. Bahwa menurut Pemohon, kesemuanya telah mencoblos Pasangan Calon Nomor Urut 1, akibatnya

sangat mempengaruhi perolehan suara Pemohon pada TPS tersebut. Bahwa Pemohon mengetahui warga yang namanya tersebut di atas telah memilih Pasangan Calon Nomor Urut 1, dengan demikian Pemohon telah melanggar kerahasiaan pemberian suara dan surat suara yang telah dicoblos dan berada dalam kotak suara. Bahwasesuai formulir C1 KWK yang telah ditandatangani baik oleh KPPS maupun saksi Pemohon dan Pihak Terkait, tidak terbukti adanya pelanggaran sebagaimana didalilkan Pemohon pada ketiga TPS tersebut.

Bahwa disamping itu, tidak adanya keberatan dari saksi Pemohon yang disampaikan kepada pihak yang berwenang dan tidak ada rekomendasi dari Panwas baik di tingkat Kecamatan maupun Kabupaten yang membenarkan dalil Pemohon atas adanya pelanggaran dalam bentuk TSM sebagaimana didalilkan. Bahwa saksi Pemohon telah mengakui dan membenarkan seluruh proses pemungutan, penghitungan dan perolehan suara masing-masing Pasangan calon yang dibuktikan dengan pembubuhan tanda tangan pada C1 KWK tersebut (Bukti PT 22,PT 22a dan PT – 40).

Bahwa sesuai Berita Acara Rekapitulasi Hasil dan Penghitungan Perolehan Suara di Tingkat Kecamatan (PPK) yang ditandatangani oleh PPK serta saksi Pemohon dan Pihak Terkait, membuktikan bahwa tidak terdapat pelanggaran berupa TSM dalam seluruh proses pemungutan dan penghitungan perolehan suara pada TPS di Kecamatan Selimbau sebagaimana didalilkan Pemohon.

i. Kecamatan KALIS, Desa NANGA KALIS, TPS 01 dan TPS 04 (hal.26)

Bahwa tidak benar adanya pelanggaran TSM dalam proses pemungutan dan penghitungan suara pada TPS tersebut di

atas sebagaimana didalilkan Pemohon. Bahwa sesuai data formulir C1 KWK dan Berita Acara Pemungutan dan penghitungan Suara di TPS, tidak adanya catatan pelanggaran TSM melalui pencoblosan ganda yang dilakukan warga bernama Ardian dan tidak benar ada tim sukses dari Pihak Terkait yang mengarahkan warga tersebut dengan memberikan imbalan uang sebesar Rp. 400.000,- (Empat Ratus Ribu Rupiah) supaya mencoblos Pihak Terkait. Bahwa Pemohon tidak menyebutkan nama dari Tim Sukses Pihak Terkait yang memberikan uang kepada Ardian sebagaimana didalilkan.

Bahwa sampai saat ini, tidak ada rekomendasi dari Panwas baik di tingkat Kecamatan maupun Kabupaten Kapuas Hulu yang membenarkan tuduhan politik uang yang didalilkan Pemohon. Bahwa baik formulir C1 KWK maupun Berita Acara Rekapitulasi Hasil Penghitungan Perolehan Suara di Tingkat Kecamatan telah ditandatangani baik oleh PPK maupun saksi-saksi Pemohon dan Pihak Terkait, hal mana membuktikan bahwa semua proses pemungutan dan Penghitungan perolehan suara telah dilakukan secara benar sesuai ketentuan perundang-undangan yang berlaku. (Bukti PT-15,PT-15a dan PT – 41).

6. Bahwa mengenai pelanggaran TSM yang dituduhkan Pemohon telah dilakukan Termohon bekerjasama dengan Pihak Terkait sebagaimana didalilkan, hanya berupa asumsi.

Bahwa Pemohon dalam Pemilukada yang dilaksanakan serentak tanggal 9 Desember 2015, telah memenangkan 13 Kecamatan dari 23 Kecamatan di Kabupaten Kapuas Hulu, sedangkan Pihak Terkait memenangkan 10 Kecamatan. Bahwa jika benar telah terjadi pelanggaran TSM yang dilakukan Termohon dan Pihak Terkait sebagaimana didalilkan, tentunya Pihak Terkait akan memenangkan sebagian besar Kecamatan atau bahkan seluruh Kecamatan yang ada di Kabupaten Kapuas Hulu. Bahwa oleh

karena dalam hal pelanggaran yang dilakukan secara TSM disamping melibatkan Pejabat Terkait secara Terstruktur dan berjenjang serta secara terencana, juga melibatkan orang banyak dan meliputi sebagian besar atau bahkan seluruh daerah, maka dalil Pemohon yang menyebutkan bahwa pelanggaran TSM terjadi di 18 TPS pada 8 Kecamatan (hal.15 s/d 28) sebagai dalil yang mengada-ada dan tidak rasional. Bahwa semua formulir C1 KWK dan Berita Acara Rekapitulasi Hasil Penghitungan Perolehan Suara di masing-masing Kecamatan telah ditandatangani oleh saksi Pemohon dan Pihak Terkait serta KPPS dan tidak terdapat catatan mengenai keberatan dari saksi Pemohon baik terhadap proses pemungutan suara, penghitungan suara maupun terhadap hasil perolehan suara masing-masing Pasangan Calon.(Bukti PT-4 sampai PT-26a)

7. Bahwa sesuai Putusan Mahkamah Konstitusi No.67/PHPU.D-VIII/2010 yang salah satu pertimbangan hukumnya menyebutkan:

“Mahkamah tidak dapat menilai berapa jumlah pencoblosan ganda yang telah dilakukan dan pencoblosan ganda tersebut untuk siapa, sehingga Mahkamah tidak dapat menentukan signifikasi terhadap hasil penghitungan suara.

Selain itu, Termohon menyatakan berdasarkan pantauan Panwas di lapangan, tidak ditemukan pelanggaran berupa pemilih mencoblos lebih dari satu kali dan tidak ada keberatan dari saksi-saksi pasangan calon lain dan saksi-saksi-saksi-saksi di TPS tersebut menandatangani formulir C1 KWK”.

Bahwa dari putusan Mahkamah Konstitusi tersebut sesuai fakta hukum yang ada bahwa baik C1 KWK maupun Berita Acara Rekapitulasi hasil Penghitungan Perolehan Suara yang telah ditandatangani baik saksi Pemohon, Pihak Terkait, KPPS dan PPK, maka apa yang didalilkan Pemohon sebagaimana tersebut di atas, sebagai suatu yang tidak benar. (Bukti PT 4 sampai PT 26-a)

8. Bahwa Pemohon dalam dalilnya tidak menyebutkan secara tegas jumlah suara yang seharusnya diperoleh Pemohon pada Pemilihan Bupati dan Wakil Bupati Kabupaten Kapuas Hulu Tahun 2015. Bahwa Pemohon hanya menyebutkan tentang adanya pelanggaran TSM dalam pelaksanaan Pemilihan serentak yang menurut Pemohon dilakukan Termohon bekerjasama dengan Pihak Terkait, sehingga mempengaruhi perolehan suara Pemohon pada Pemilukada tersebut.

Bahwa tidak disebutkannya jumlah suara yang seharusnya diperoleh Pemohon, membuktikan bahwa semua dalil Pemohon adalah kabur dan bersifat asumsi.

9. Bahwa Pemilihan di Kabupaten Kapuas Hulu telah berjalan dengan lancar, tertib dan aman serta diselenggarakan sesuai ketentuan yang berlaku, terbukti dengan penandatanganan form C1 KWK dan Berita Acara Rekapitulasi Hasil Penghitungan Perolehan Suara di masing-masing Kecamatan oleh saksi-saksi Pasangan Calon, KPPS dan PPK,(Bukti PT-4 sampai PT 26a) 10. Bahwa keberatan Pemohon adalah tidak benar dan terkesan

mendramatisir keadaan, bahkan sangat mengada-ada, sebab seluruh rangkaian proses tahapan Pemilukada Kabupaten Kapuas Hulu telah dilaksanakan sesuai dengan mekanisme dan ketentuan perundang-undangan yang berlaku. Tidak ada kebijakan atau tindakan Termohon yang dilakukan di luar aturan. Jika ada kesalahan Termohon, seharusnya dengan tegas Pemohon menyebutkan dan membuktikan kesalahan apa yang dilakukan Termohon.

TENTANG PEMILIH YANG TIDAK TERDAFTAR SEBAGAI PEMILIH TETAPI