• Tidak ada hasil yang ditemukan

s/d 14: Desain Font dengan CorelDraw

Dalam pembuatan satu set huruf, desainer terlebih dahulu harus membuat/menggambar secara satuan. Jadi perku pertimbangan yang sangat matang apakah anda nantinya akan membuat huruf kecil, huruf besar, dan tanda baca yang semua tertera pada papan ketik (keyboard) computer. Setelah semuanya digambar saatnya kita melakukan digitalisasi (eksport) gambar menjadi sebuah format font. Gunarta (2013:92-99) memaparkan proses pembuatan font secara lengkap dengan langkah-langkah berikut:

1. Buatlah sebuah dokumen baru pada halaman Corel dengan ukuran 720x720 point.

Ukuran ini tepat dengan ukuran pengaturan ekspor yang disediakan CorelDRAW untuk format font.

2. Guidelines yang dibuat harus sama antara rasio dengan proporsi yang terdapat pada dokumen set karakter. Menggambar guidelines pada dokumen ini tidak semudah pada dokumen set karakter. Gambarlah guidelines awal hingga terbentuk seperti gambar di bawah ini.

3. Gambarlah garis tinggi-x dan garis penurun dengan cara :

a. Salin perwakilan huruf tinggi-x, huruf pendaki, dan huruf penurun dari dokumen set karakter ( misalnya huruf a, b, dan g ).

b. Tempel pada dokumen eksport.

c. Perbesar huruf-huruf tersebut hinga huruf pendaki menempati tempat yang seharusnya (mulai dari garis dasar hingga garis pendaki). Seperti yang terlihat pada gambar di bawah ini,

39

Gambar 82: Pembuatan patokan anatomiu huruf

d. Buat guidelines tinggi-x dan penurun dengan berpatokan pada huruf-huruf tersebut.

Hapus huruf-huruf tersebut dan mulailah mengekspor satu pe rsatu karakter yang telah digambar.

Gambar 83: Perbesaran huruf

40

Gambar 84: Ukuran font final

4. Anda telah memiliki guidelines yang lengkap (batas kanan akan diatur saat mengekspor masing-masing karakter). Pindahkan dan ekspor satu per satu karakter yang telah digambar dengan mengacu pada guidelines yang telah diselaraskan. Ingat, karakter yang diekspor adalah karakter dengan objek tunggal. Jika karakter tersebut bukan objek tunggal, akan terjadieror. Mari kita mulai dengan huruf A.

Gambar 85: Ukuran dasar font dalam huruf besar

41

5. Klik export pada toolbar.

6. Simpan di mana pun anda kehendaki. Isi file name sebagai nama font anda dan pilih save as sebagai TTF atau PFB (direkomendasikan untuk memilih format PFB agar memenimalkan risiko eror dan crash ketika pengeksporan font berlangsung).

Selanjutnya, klik export.

Gambar 86: Menyiapkan wadah simpanan font

7. Pada kotak pilihan yang muncul, lakukan langkah-langkah berikut.

a. Isi Typeface Family sebagai nama font keluarga anda.

b. Jangan centang symbol font, kecuali font anda adalah font yang berisi simbol-simbol.

c. Pilih ragam font yang anda buat pada opsi Style.

d. Abaikan saja Grid Size dan Leading pada keadaan baku (default). Grid Size pada format PFB terbakukan pada angka 1.000, sedangkan TTF baku pada angka 2.048.

e. Atur nilai Spacewidth sebesar 375 atau sekitar angka tersebut. Ukuran ini cukup sesuai sebagai lebar spasi font normal. Jika rentang font anda sangat ramping (condensed) atau sangat lebar (extended), anda bebas menentukan angka yang proporsional bagi font anda.

f. Klik OK.

42

Gambar 87: Menentukan jenis font yang akan kita produksi

8. Anda telah mengatur opsi umum dan lokasi penyimpanan font anda. Pada eksport karakter selanjutnya, anda tidak akan melewati langkah nomor 7. Pada langkah ini akan muncul kotak opsi lagi dan lakukan langkah–langkah berikut.

a. Isi Character Width sesuai yang anda kehendaki dengan mengacu pada gambar yang ditampilkan. Centang saja Auto untuk mengotomatiskan pengaturan lebar karakter (tidak disarankan).

b. Atur Design Size sebesar 720 poin.

c. Baseline diisi 0.

d. Pada Character Block pilih Basic Latin (anda juga dapat melengkapi font anda dengan sistem penulisan lain yang tersedia selama computer mendukung).

e. Pada kotak set karakter, pilih karakter yang sedang dieksport. Misalnya a kecil yang diekspor, maka pilih a kecil pada kotak set karakter.

f. Klik Option jika ingin meralat atau mengubah pengaturan pada langkah 7.

g. Klik OK.

43

Gambar 88: Huruf “A” harus ditempatkan sesuai pada tempatnmya

9. Eksport karakter untuk kedua dan seterusnya menggunakan langkah-langkah yang sedikit berbeda.

a. Pada dokumen ekspor, hapus karakter yang sebelumnya telah diekspor.

Gambar 89: Kosongkan halaman untuk mulai eksport karakter baru

44

b. Salin dan temple karakter berikutnya yang ingin diekspor.

Gambar 90: Eksport selanjutnya, hutruf “B”

c. Klik Export pada toolbar

Gambar 918: Samakan prosesnya dengan eksport font pertama

d. Pilih Font File yang sebelumnya sudah ada. Setelah itu, klik Export.

e. Ketika muncul kotak Confirm Save As, klik Yes untuk me-replace-nya.

45

f. Selanjutnya adalah mengatur ekspor font seperti pada langkah 8.

g. Seterusnya sama seperti cara sebelumnya untuk mengekspor karakter-karakter selanjutnya (ulangi terus langkah 9 dan 8 hingga seluruh karakter selesai terekspor).

Gambar 92: Letakkan angka 3 pada tempatnya

Gambar 93: Letakkan huruf R pada tempatnya

46

Gambar 94: Format font True Type sudah jadi

10. Setelah semua font tereksport, dengan FontNavigator installah font yang telah anda buat.

Gambar 95: Instal font kreasi anda dengan Font Navigator

47

11. kemudian lakukan pengecekan dengan software MS World. Apabila dalam operasional software MS World font anda berjalan dengan baik, tentu akan lebih mudah bila dijalankan di CorelDraw.

Gambar 96: Ujicobakan kreasi font anda dengan Ms Word

Penyelesaian Akhir

Jika anda mengekspor dalam PFB, aka nada 3-4 file yang tercipta untuk 1 font anda. File-file tersebut meliputi AFM (Adobe Font Metric), PFM (Printer Font Metric), PFB (Printer Font Binary) dan BAK (back up file).

1. Penyimpanan

Sebaiknya anda membuat tempat tersendiri bagi karya-karya anda. Satu folder untuk satu data font yang meliputi dokumen Corel DRAW, file tersebut dan gambar sampel (jika ada).

2. Instalasi

Buka file PFM (yang berikon Windows Font) lalu klik install pada kiri atas jendela Windows Font Viewer untuk menginstal font anda pada computer. Pada system operasi Windows XP dapat dilakukan dengan menyalin dan menempel di direktori font.

48

3. Gambar Sampel

Anda telah membuat font dan jika anda membuat gambar sampel untuk font anda, sempurnalah semuanya. Membuat gambar sampel dapat dibuat pada Corel DRAW maupun Photoshop atau perangkat lunak lainnya. Informasi yang disampaikan biasanya meliputi nama font, set karakter, pangram (quick brown fox jumps over the lazy dog atau variasi lain), gambar dan informasi tambahan lainnya (lisensi, deskripsi, eksposisi dan persuasi).

Untuk menghasilkan kreasi font yang unik dan kreatif, serta membumi kita harus melakukan penggalian data visual dari semua hal yang ada disekitar kita, sebagai contoh ide–ide tersebut:

Gambar 97: Ide font dari tanaman telo/singkong Gambar 98: Telo Font karya Arso Luhur

Gambar 99: Ide font dari motif kain tapis Gambar 100: Tapis font karya Aviv

49

Gambar 101: Ide font dari pecut Ponorogo Gambar 102: Pecut font karya Bayu

Gambar 103: Ide font dari motif ayaman bambu/gedheg Gambar 104: Gedheg font karya Deny

50

Contoh kreasi dan aplikasi “Hamengku Font” karya Imam Santoso (2014)

Gambar 105: Hamengku Font karya Imam Santoso

51

Gambar 106: Aplikasi “Hamengku Font” pada media poster

52

Daftar Pustaka

Gunarta,Adien.2013.Cara Mudah Membuat Font. Yogyakarta:Penerbit Andi Kusrianto,Adi.2004.Tipografi untuk Desainer Grafis.Yogyakarta:Penerbit Andi

Maharsi,Indiria.2013.Tipografi (Tiap Font Memiliki Nyawa dan arti).Yogyakarta: CAPS Rustan, Surianto.2011.Font dan Tipografi.Jakarta:Gramedia Pustaka Utama

Sihombing,Danton.2001.Tipografi dalam Desain Grafis. Jakarta:Gramedia Pustaka Utama Sachari, Agus.2007.Budaya Visual Indonesia. Jakarta: Penerbit Erlangga

Dokumen terkait