• Tidak ada hasil yang ditemukan

Kapasitas kendaraan bus dihitung dengan cara yang sama seperti untuk lajur bus khusus perkotaan, kecuali jika gangguan lalulintas lain pada operasi bus harus diperhitungkan. Kapasitas didefinisikan sebagai arus maksimum melalui suatu titik di jalan yang dapat dipertahankan persatuan jam pada kondisi tertentu. Kapasitas angkutan umum adalah Kemampuan sistem angkutan umum untuk memindahkan sejumlah penumpang pada suatu jalur (line) angkutan umum pada kondisi tertentu.

Kapasitas merupakan karakteristik dasar dari sistem angkutan umum, karakteristik kinerja angkutan umum ditunjukkan antara lain oleh :

– Kecepatan

– Tingkat Kepercayaan

Kapasitas angkutan umum terdiri dari

Kapasitas Kendaraan (Vehicle Capacity) dinyatakan dalam ruang per kendaraan

Kapasitas Jalur Angkutan Umum (Transit Line Capacity) dinyatakan dalam ruang per jam.

Kapasitas bus Trans Jakarta bergantung pada waktu tempuh yang dibutuhkan untuk melalui satu lintasan. Gangguan lalulintas ini akan besar apabila perhentian luar jalur digunakan dan bus harus menunggu celah kosong pada lalulintas agar dapat bergabung lagi kejalan. Yang dimaksud dengan lajur bus ialah sembarang lajur pada badan jalan tempat bus beroperasi. Lajur ini dapat dipakai bersama lalulintas lain atau dapat digunakan khusus oleh bus. Kapasitas perhentian bus kritis yang ditempatkan disepanjang lajur sangat mempengaruhi kapasitas kendaraan lajur bus.

Perhentian kritis adalah perhentian dengan volume penumpang terbanyak atau tempat pemuatan yang jumlahnya tidak mencukupi.

Desain bus agak berbeda dari operasi desain kereta api dan perbedaan ini akan jelas dari uraian berikut ini. Suatu rencana operasi akan berisi informasi yang menyangkut

1. Interval yang diambil 2. Waktu siklus

3. Waktu terminal 4. Ukuran armada 5. Kecepatan

Kapasitas rute transit adalah hasil kali kapasitas penumpang per kendaraan dan jumlah kendaraan maksimum yang dapat berjalan pada rute tersebut.

Perumusan untuk interval perhentian bus ialah = 2

60 td

hm (2.1)

d a a b b oc

t = P t + P t + t Dimana:

hm adalah interval minimum antara bus (menit) td adalah waktu diam rata-rata (detik)

Waktu diam adalah lamanya waktu yang diluangkan bus sewaktu bus berhenti untuk melayani penumpang. Apabila bus beroperasi pada lalulintas campuran dan berhenti pada lajur yang dijalani, pengurangan kapasitas badan jalan langsung dikaitkan dengan lamanya waktu bus itu berhenti. Lamanya waktu ini adalah waktu yang dibutuhkan untuk melayani penumpang pada saat naik turun ditambah waktu yang dibutuhkan untuk membuka dan menutup pintu ( bus atau shelter). Biasanya lamanya buka tutup pintu 2 hingga 5 detik .

Waktu diam (td) paling baik diukur dilapangan untuk menentukan kapasitas dan level of service jalur transit yang ada. Persamaan berikut dapat menghitung waktu diam.

(2.2) Dimana:

td = Waktu diam (detik)

Pa = Penumpang yang turun per bus melalui pintu yang paling sibuk selama waktu sibuk 15 menit (orang)

ta = Waktu turun penumpang (detik/ orang)

Pb = Penumpang yang naik per bus melalui pintu yang paling sibuk selama waktu sibuk 15 menit (orang )

tb = Waktu naik penumpang (detik/orang)

toc = Waktu pembukaan dan penutupan pintu (detik )

f n

= N

15

P P

4.(PHF)

=

Perkiraan volume penumpang setiap jamnya dibutuhkan untuk memperoleh perhentian volume terbesar. Faktor jam sibuk (peak hour faktor) digunakan untuk menyesuaikan volume penumpang setiap jamnya untuk mencermikan keadaan 15 menit itu.

(2.3)

Dimana:

PHF = Faktor jam sibuk.

P = Volume penumpang selama jam sibuk (orang)

P15 =Volume penumpang selama waktu sibuk 15 menit (orang)

Nilai-nilai PHF berksiar dari 0,6 sampai 0,95 untuk pelayanan transit dengan nilai yang mendekati 1,0 menandakan pelayanan yang tak mencukupi oleh rute tersebut. Tabel 2.1 memberikan waktu naik dan turun untuk keadaan dasar. Jika ada yang berdiri, 0,5 detik harus ditambahkan untuk waktu-waktu naik yang ditunjukan tersebut. Nilai-nilai dasar dikalikan dengan 1,2 untuk arus dua arah yang padat melalui pintu tunggal. Serupa halnya, faktor pengalianya masing-masing ialah 0,6 sampai 0,9 untuk pintu dua aliran atau untuk bus lantai rendah. Frekuensi pelayanan dapat dihitung dengan;

(2.4)

Dimana

f = Frekuensi (bus/jam) yang dibutuhkan.

n = Kebutuhan akan pelayanan(penumpang/jam).

N = Banyaknya penumpang maksimum per bus.

Tabel 2.1 Waktu Naik dan Turun Penumpang Bus Unutk Jenis Bus Pilihan dan Konfigurasi Pintu

Jenis bus

Pintu yang tersedia

Waktu Pelayanan Banyaknya Tempat Prabayarb

Ongkos

2 belakang 1,2e NA -

2

Depan,

tengahc - 0,6

6

Depan,belak

ang, tengahc 0,5 NA 0,4

Bus Tunggal

Khusus 6

3 pintu

gandaf 0,5 NA 0,4

Catatan NA menandakan data tidak tersedia

aSelang yang biasa dalam detik antara penumpang yang naik turun berurutan.

Tidak memasukkan waktu jarak antara bus yang berurutan atau waktu diam pada perhentian. Jika ada yang berdiri 0,5 detik harus ditambahkan untuk waktu naik.

bBerlaku juga untuk keadaan bayar ketika turun atau bertukar kendaraan gratis.

cSatu untuk masing-masingnya.

dPenggunaan pintu terpisah yang jarak untuk naik dan turun secara serentak

ePemuatan pintu ganda belakang dengan pintu keluar tunggal, desain yang biasa di Eropa. Menyediakan arus satu arah kedalam kendaraan, yang mengurangai ketersendatan dalam bus. Lebih disukai untuk lini angkutan jika operasi dua orang memungkinkan. Mungkin saja bukan konfigurasi terbaik untuk operasi jalan bus.

fBiasanya bus dek (lantai) rendah dengan tempat duduk sedikit yang melayani rute perjalanan penumpang jarak dekat, dengan volume banyak.

Kapasitas rute bus diatur oleh empat faktor, yaitu: Kapasitas jalan, kapasitas anjungan stasiun bus, kapasitas kendaraan, dan interval. Masing-masing dari ketiga faktor yang pertama tidak bergantung pada dua faktor: kapasitas tempat duduk dan

c b

t a

c = c + α

60 t 60 ( a b)

c

c c c

R hm hm

α

= = +

c

tr d

= v

kapasitas berdiri. Faktor beban sering digunakan untuk mengukur ketersediaan tempat duduk, dan faktor beban 1,0 menandakan bahwa setiap tempat duduk telah terisi. Kapasitas penumpang bus dapat dihitung dengan.

(2.5)

Dimana

ct = Kapasitas total penumpang per kendaraan ca = Kapasitas tempat duduk kendaraan.

cb = Kapasitas yang berdiri di kendaraan α = Bagian cb yang diperbolehkan

Jadi kapasitas (Rc) bus yang menjalani rute pada periode waktu kapan pun ialah :

(2.6)

Ukuran armada, atau banyaknya kendaraan yang diperlukan untuk melayani rute tertentu, dapat ditentukan berdasarkan waktu yang dibutuhkan untuk menjalani satu perjalanan bolak-balik (rit). Dengan demikian

(2.7)

Dimana

tr = Perjalanan bolak-balik (jam).

d = Jarak perjalan bolak-balik (mil atau km).

vc = Kecepatan kendaraan rata-rata (m/h atau km/h)

Waktu berhenti atau istirahat disediakan pada perjalanan bolak-balik.

Banyaknya kendaraan yang dibutuhkan (ukuran armada) dapat ditentukan dari.

(2.8)

Dengan Nf merupakan ukuran armada, dan S merupakan frekuensi pelayanan, yang sama dengan 1 / interval

Dokumen terkait