• Tidak ada hasil yang ditemukan

METODOLOGI PENELITIAN

C. Desain Paradigma Variabel Penelitian

Paradigma penelitian dapat diartikan sebagai pandangan atau model, atau pola pikir yang menunjukkan hubungan antara variabel yang akan diteliti, atau dapat menjabarkan berbagai variabel yang akan diteliti kemudian membuat hubungan antara suatu variabel dengan variabel yang lain, sehingga akan mudah dirumuskan masalah penelitiannya, pemilihan teori yang relevan, rumusan hipotesis yang di ajukan, metode dan strategi penelitian, intsrumen penelitian, teknik analisis yang akan digunakan serta kesimpulan yang diharapkan.9

Variabel penelitian sebagai konstruk analisis difokuskan pada variabel independen (berpengaruh) dalam penelitian ini adalah pembelajaran pendidikan Agama Islam yang ditandai dengan simbol (X) dan variabel dependen (terpengaruh) adalah pencegahan penggunaan narkoba yang ditandai dengan simbol (Y) desain paradigma penelitian ini dapat digambarkan sebagai berikut:

Tabel 3. 12

Desain Paradigma Variabel Penelitian

D. Populasi dan Sampel 1. Populasi Penelitian

Mengetahui populasi yang dijadikan objek disertasi ini, terlebih dahulu dikemukakan pengertian populasi berdasarkan rumusan dari beberapa peneliti, antara lain: Suharsimi Arikunto berpenadapat bahwa yang dimaksud dengan popu- lasi adalah keseluruhan objek penelitian.10 Pendapat yang senada juga dikemukakan oleh Ine J. Amirman Tousda, yang mengatakan bahwa, populasi adalah keseluruhan objek yang diteliti baik berupa benda, kejadian, nilai maupun hal-hal yang terjadi.11

Kedua pendapat tersebut di atas, dapat dibandingkan dengan apa yang dikemukakan oleh Mardalis bahwa populasi adalah semua individu yang menjadi sumber pengambilan sampel.12 Sementara Abdurrahman Fathoni memberikan batasan, bahwa populasi ialah keseluruhan unit elementer yang parameternya akan diduga melalui statika hasil analisis yang dilakukan terhadap sampel penelitian.13

10Suharsimi Arikunto, Penelitian Suatu Pendekatan Praktek (Jakarta: Rineka Cipta, 1992), h. 102.

11Ine J. Amirman Tousda, Penelitian dan Statistik Pendidikan (Cet. II; Jakarta: Bumi Aksara, 1990), h. 120.

12Mardalis Metode Penelitian Suatu Pendekatan Proposal (Cet. II; Jakarta: Bumi Aksara, 1993), h. 53.

13Abdurrahman Fathoni, Metodologi Penelitian dan Teknik Penyusunan Skripsi (Cet. I; Jakarta: Aneka Cipta, 2006), h. 103.

Pendidikan Agama Islam (X)

Pencegahan Penggunaan Narkoba

Populasi lokasi adalah wilayah generalisasi yang terdiri atas: objek/subjek yang mempunyai kualitas dan karakteristik tertentu yang diterapkan oleh peneliti untuk dipelajari dan kemudian ditarik kesimpulannya.14

Populasi adalah seluruh data yang menjadi perhatian peneliti dalam suatu ruang lingkup, dan waktu yang sudah ditentukan. Senada dengan pendapat di atas, Sugiyono mengemukakan, populasi adalah wilayah generalisasi yang terdiri atas obyek/subyek yang memiliki kuantitas dan karakteristik tertentu yang ditetapkan oleh peneliti untuk dipelajari dan kemudian ditarik kesimpulannya.15 Penelitian ini ditentukan subjek sebagai sumber data yang relevan dengan masalah yang diteliti untuk dipelajari. Adapun populasi target peserta didik secara keseluruhan SMA di Kota Parepare sebanyak 5393 peserta didik.16 Sedangkan matrix proporsional populasi terjangkau dalam penelitian ini diperoleh dari lima sekolah sebagai pengambilan data, dari SMA Negeri 1, SMA Negeri 2, SMA Negeri 3, SMA Negeri 4, dan SMA Negeri 5. Maka untuk memperjelas mengenai proporsi populasi dari sejumlah sekolah tersebut di atas, dapat disajikan pada tabel, sebagai berikut:

14

Sugiyono, Metode Penelitian Administrasi, h. 90.

15Kasmadi, Nia Siti Sunariah, Panduan Modern Penelitian Kuantitatif, (Cet. I; Bandung: Alfabeta, 2013), h. 65.

Tabel 3. 13

Matrix Proporsional Populasi Terjangkau Peserta Didik SMA di Kota Parepare Tahun Pelajaran 2013/2014

No. Nama Sekolah Jumlah Peserta

Didik Kelas XI Alamat

1. SMA Negeri 1 550 Jalan Matahari No.3 Kota Parepare 2. SMA Negeri 2 540 Jalan Jend. Sudirman No.31 Parepare 3. SMA Negeri 3 207 Jalan Pendidikan No.9 Kota Parepare 4. SMA Negeri 4

470 Jalan Lasiming No. 22 Kota Parepare 5. SMA Negeri 5 400 Jalan Kelapa Gading No. 69 Parepare

Jumlah 2167

Sumber Data : laporan bulanan semua SMA Negeri Dikmenjur Kota Parepare 2. Sampel

Menurut Sugiyono, Sampel adalah sebagian dari jumlah dan karakteristik yang dimiliki oleh populasi tersebut. Sampel dianggap sebagai sumber data yang penting untuk mendukung penelitian. Adapun jenis sanpel yang digunakan dalam penelitian ini adalah teknik proporsional simple random sampling, yaitu teknik sampling sederhana yang dilakukan sercara acak tanpa memerhatikan strata yang dalam populasi. Sehingga dengan teknik sampling ini akan memberikan peluang yang sama bagi setiap anggota populasi.17

Perhitungan banyaknya sampel didasarkan pada perhitungan presentase dari jumlah populasi terjangakau. Merujuk pada Suharsimi Arikunto, mengemukakan, apabila subjek populasi lebih dari 100 ke atas, maka sampel dapat diambil antara 10 % sampai 15 %. Berdasarkan hal tersebut maka penulis mengambil jumlah sampel yang dibutuhkan sebagai sumber data dalam penelitian ini adalah 10 % x 2167,

diperoleh 216,7 responden. Agar memperoleh sampel dengan jumlah yang sesuai kebutuhan, maka dapat digenapkan besaran sampel yakni 217 responden.18

Sebagaimana telah diuraikan di atas, bahwa jenis sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah teknik simple random sampling. Cara ini dilakukan karena anggota populasi bersifat homogen. Sampel homogen yang dimaksud adalah sampel yang memiliki karakteristik sama, umpamanya rombongan belajar pada kelas yang setara, yaitu setingkat dari jenjang pendidikan yang sedang dijalani.19

Sebagai pengambilan data penelitian ini dilakukan pada peserta didik kelas XI Sekolah Menengah Atas (SMA) jurusan yang berbeda yaitu ilmu pengetahuan alam (IPA)dan ilmu pengetahuan sosial (IPS). Tetapi jika dilihat dari kelas yang setingkat, maka sangat bersifat homogen, memiliki karakteristik yang sama, untuk itu dianggap mewakili populasi dengan ekspektasi yang sama. Berdasarkan hal itu, maka rombongan belajar tersebut dianggap mempunyai karakteristik sama. Hal ini berarti, dengan menggunakan teknik sampling ini akan memberikan peluang yang sama bagi setiap anggota populasi.20 Adapun cara perhitungan proporsi sampel dapat disajikan pada tabel berikut:

18Kasmadi, Nia Siti Sunariah, Panduan Modern Penelitian Kuantitatif, h. 66-67. 19Kasmadi, Nia Siti Sunariah, Panduan Modern Penelitian Kuantitatif, h. 67. 20Kasmadi, Nia Siti Sunariah, Panduan Modern Penelitian Kuantitatif, h. 67.

Tabel 3. 14

Perhitungan Proporsi sampel No. Nama Sekolah Populasi

Terjangkau Perhitungan Jumlah Sampel Sampel Pembulatan 1. SMA Negeri 1 550 550 x216,7 2167 55,0 55 2. SMA Negeri 2 540 540 x216,7 2167 54,0 54 3. SMA Negeri 3 207 207 x216,7 2167 20,7 21 4. SMA Negeri 4 470 470 x216,7 2167 47,0 47 5. SMA Negeri 5 400 400 x216,7 2167 40,0 40 2167 216,7 217

Suatu metode pengambilan sampel yang ideal mempunyai sifat-sifat:

a. dapat menghasilkan gambaran yang dapat dipercaya dari seluruh populasi yang diteliti;

b. dapat menentukan presisi dari hasil penelitian dengan menentukan penyimpa- ngan baku (standar) dari taksiran yang diperoleh;

c. sederhana, hingga mudah dilaksanakan;

d. dapat memberikan keterangan sebanyak mungkin dengan biaya serendah-rendahnya.21

e. dapat menghasilkan gambaran yang dapat dipercaya dari seluruh populasi yang diteliti;

21Masri Singarimbun, Sofian Effndi (Editor), Metode Penelitian Survai, (Cet. IV; Jakata: LP3ES, 2011), h. 149.

E. Metode Pengumpulan data 1. Kuesioner atau angket

Kuesioner atau angket merupakan teknik pengumpulan data yang dilakukan dengan cara memberikan seperangkat pertanyaan atau pernyataan tertulis yang ditujukan kepada responden dengan pembobotan. Tujuan pokok pembuatan kuesioner adalah untuk (1) memperoleh informasi yang relevan dengan tujuan penelitian, dan (2) memperoleh informasi dengan validitas dan realibilitas setinggi mungkin.22 Pada penelitian ini, penggunaan kuesioner merupakan hal yang pokok dan utama untuk pengumpulan data sebagai penelitian kuantitatif.

Koesioner atau angket adalah pertanyaan atau pernyataan tertulis yang memerlukan tanggapan baik kesesuaian maupun ketidak sesuaian dari sikap testi. Pertanyaan yang tertulis pada angket berdasarkan indikator yang diturunkan pada setiap variabel tertentu.23

2. Pengamatan/observasi

Pengamatan atau observasi yang dilakukan pada penelitian ini yaitu pengumpulan data dengan melakukan pengamatan langsung mengenai kegiatan/ aktivitas yang dilakukan oleh peserta didik terutama hal-hal yang terkait dengan pendidikan Agama Islam, adakah pengaruh terhadap pencegahan penggunaan narkoba pada peserta didik Sekolah Menengah Atas (SMA) di Kota parepare.

Pengamatan atau observasi yang dilaksanakan pada penelitian ini yaitu pengumpulan data dengan melakukan pengamatan langsung untuk memperoleh gambaran tentang objek atau lokasi penelitian. Selain dari itu teknik ini juga dipergunakan mengamati bagaimana sikap peseta didik terhadap narkoba.

22Masri Singarimbun, Sofian Effndi (Editor). Metode Penelitian Survai,h. 175.

Pengumpulan data dan pengamatan langsung dilakukan terhadap peserta didik di 5 (lima) Sekolah Menengah Atas (SMA) yang menjadi sampel penelitian. Waktu pelaksanaannya dimulai sejak Desember 2012 sampai dengan Maret 2013, dengan menggunakan angket dan catatan lapangan untuk mencatat aktivitas atau kegiatan yang berkaitan dengan masalah yang diteliti.